<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bom Ikan Tewaskan Nelayan, Menteri Susi: Ini Kegagalan Penegakan Hukum</title><description>&amp;ldquo;Kejadian ini menjadi indikator kegagalan penegakan hukum khususnya Polda Sulsel &amp;amp; Polres Pangkep dalam upaya preventif pada kasus destructive fishing,&amp;rdquo; ujar Susi</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/10/15/320/1964234/bom-ikan-tewaskan-nelayan-menteri-susi-ini-kegagalan-penegakan-hukum</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/10/15/320/1964234/bom-ikan-tewaskan-nelayan-menteri-susi-ini-kegagalan-penegakan-hukum"/><item><title>Bom Ikan Tewaskan Nelayan, Menteri Susi: Ini Kegagalan Penegakan Hukum</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/10/15/320/1964234/bom-ikan-tewaskan-nelayan-menteri-susi-ini-kegagalan-penegakan-hukum</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/10/15/320/1964234/bom-ikan-tewaskan-nelayan-menteri-susi-ini-kegagalan-penegakan-hukum</guid><pubDate>Senin 15 Oktober 2018 14:25 WIB</pubDate><dc:creator>Rafida Ulfa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/10/15/320/1964234/bom-ikan-tewaskan-nelayan-menteri-susi-ini-kegagalan-penegakan-hukum-yAaPV1y9Ss.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri KKP Susi Pudjiastuti (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/10/15/320/1964234/bom-ikan-tewaskan-nelayan-menteri-susi-ini-kegagalan-penegakan-hukum-yAaPV1y9Ss.jpg</image><title>Menteri KKP Susi Pudjiastuti (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti membagikan cuitannya di Twitter mengenai berita bom ikan yang meledak di tangan nelayan. Dalam postingannya tersebut, Susi mengatakan bahwa kejadian itu merupakan indikator kegagalan dari penegakan hukum.
&amp;ldquo;Kejadian ini menjadi indikator kegagalan penegakan hukum khususnya Polda Sulsel &amp;amp; Polres Pangkep dalam upaya preventif pada kasus destructive fishing,&amp;rdquo; ujarnya seperti dikutip Okezone dari Twitter resminya, Senin (15/10/2018).
Baca Juga: Selain Solar, Menteri Susi Terima Keluhan soal Turunnya Harga Ikan
Cuitan Menteri Susi tersebut mendapatkan 238 retweet, 526 suka dan 47 komentar. Salah satunya dari @LSimolangkir yang berkomentar, &amp;ldquo;Ya prihatin ibu kok masih ada yah yang Nakal padahal tinggal melapor aja di kelompok atau di Dinas, butuh alat atau kapal bahkan kredit modal juga sudah... pokoknya jangan bosan tetap sosialisasi &quot;Perikanan Lestari &amp;amp; Berkelanjutan&quot; &amp;#128077;&amp;#128077;,&amp;rdquo; tulisnya.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/07/26/52083/262766_medium.jpg&quot; alt=&quot;Detik-Detik Ombak Tinggi Hantam Perahu Nelayan di Pantai Pasie Nan Tigo Padang&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Diketahui bahwa desructive fisihing adalah kegiatan penangkapan ikan secara tidak bertanggung jawab bukan hanya terbatas pada kegiatan penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing), tetapi juga terdapat kegiatan penangkapan ikan dengan cara-cara yang dapat merusak.
Kejadian bom ikan yang dimaksud Menteri Susi menimpa dua nelayan Pulau Doang-doangan Caddi, Desa Kanyurang, Kecamatan Kalmas, Kabupaten Pangkep. Keduanya menjadi korban saat mencari ikan menggunakan bahan peledak. Dua warga tersebut, Herman (29) dan Buto (30).
Baca Juga: Begini Jadinya jika Nelayan Tak Tahu Batas Perairan Indonesia-Malaysia
Menurut warga Kalmas, Jamaluddin, keduanya diketahui pergi mencari ikan dengan menggunakan sebuah perahu, Senin sore (8/10/2018). Di tengah lokasi yang mereka yakini sebagai banyak ikan, keduanya pun mempersiapkan bom untuk dilempar.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/07/25/52041/262561_medium.jpg&quot; alt=&quot;Nelayan Makassar Keluhkan Sulitnya Tangkap Ikan Air Tawar&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Namun nahas, saat sumbu sudah dibakar, Buto sebagai eksekutor terlambat melempar campuran bahan peledak dalam botol tersebut. Bom meledak di tangannya. Buto tewas mengenaskan, tangannya putus dan isi perutnya berhamburan keluar.
&quot;Buto tewas di tempat. Kalau Herman luka parah di wajah dan tangannya. Dia masih bisa diajak komunikasi,&quot; kata Jamal.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNy8wNi8yMi8xMTQxMTUvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
(Feb)</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti membagikan cuitannya di Twitter mengenai berita bom ikan yang meledak di tangan nelayan. Dalam postingannya tersebut, Susi mengatakan bahwa kejadian itu merupakan indikator kegagalan dari penegakan hukum.
&amp;ldquo;Kejadian ini menjadi indikator kegagalan penegakan hukum khususnya Polda Sulsel &amp;amp; Polres Pangkep dalam upaya preventif pada kasus destructive fishing,&amp;rdquo; ujarnya seperti dikutip Okezone dari Twitter resminya, Senin (15/10/2018).
Baca Juga: Selain Solar, Menteri Susi Terima Keluhan soal Turunnya Harga Ikan
Cuitan Menteri Susi tersebut mendapatkan 238 retweet, 526 suka dan 47 komentar. Salah satunya dari @LSimolangkir yang berkomentar, &amp;ldquo;Ya prihatin ibu kok masih ada yah yang Nakal padahal tinggal melapor aja di kelompok atau di Dinas, butuh alat atau kapal bahkan kredit modal juga sudah... pokoknya jangan bosan tetap sosialisasi &quot;Perikanan Lestari &amp;amp; Berkelanjutan&quot; &amp;#128077;&amp;#128077;,&amp;rdquo; tulisnya.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/07/26/52083/262766_medium.jpg&quot; alt=&quot;Detik-Detik Ombak Tinggi Hantam Perahu Nelayan di Pantai Pasie Nan Tigo Padang&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Diketahui bahwa desructive fisihing adalah kegiatan penangkapan ikan secara tidak bertanggung jawab bukan hanya terbatas pada kegiatan penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing), tetapi juga terdapat kegiatan penangkapan ikan dengan cara-cara yang dapat merusak.
Kejadian bom ikan yang dimaksud Menteri Susi menimpa dua nelayan Pulau Doang-doangan Caddi, Desa Kanyurang, Kecamatan Kalmas, Kabupaten Pangkep. Keduanya menjadi korban saat mencari ikan menggunakan bahan peledak. Dua warga tersebut, Herman (29) dan Buto (30).
Baca Juga: Begini Jadinya jika Nelayan Tak Tahu Batas Perairan Indonesia-Malaysia
Menurut warga Kalmas, Jamaluddin, keduanya diketahui pergi mencari ikan dengan menggunakan sebuah perahu, Senin sore (8/10/2018). Di tengah lokasi yang mereka yakini sebagai banyak ikan, keduanya pun mempersiapkan bom untuk dilempar.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/07/25/52041/262561_medium.jpg&quot; alt=&quot;Nelayan Makassar Keluhkan Sulitnya Tangkap Ikan Air Tawar&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Namun nahas, saat sumbu sudah dibakar, Buto sebagai eksekutor terlambat melempar campuran bahan peledak dalam botol tersebut. Bom meledak di tangannya. Buto tewas mengenaskan, tangannya putus dan isi perutnya berhamburan keluar.
&quot;Buto tewas di tempat. Kalau Herman luka parah di wajah dan tangannya. Dia masih bisa diajak komunikasi,&quot; kata Jamal.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNy8wNi8yMi8xMTQxMTUvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
(Feb)</content:encoded></item></channel></rss>
