<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Daerah Harus Kreatif Manfaatkan 13 Tol Baru</title><description>Kehadiran sejumlah ruas jalan tol baru harus diikuti kreativitas daerah dalam memanfaatkan infrastruktur tersebut.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/10/17/320/1965195/daerah-harus-kreatif-manfaatkan-13-tol-baru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/10/17/320/1965195/daerah-harus-kreatif-manfaatkan-13-tol-baru"/><item><title>Daerah Harus Kreatif Manfaatkan 13 Tol Baru</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/10/17/320/1965195/daerah-harus-kreatif-manfaatkan-13-tol-baru</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/10/17/320/1965195/daerah-harus-kreatif-manfaatkan-13-tol-baru</guid><pubDate>Rabu 17 Oktober 2018 14:17 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/10/17/320/1965195/daerah-harus-kreatif-manfaatkan-13-tol-baru-kOyTRRvAJv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jalan tol. Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/10/17/320/1965195/daerah-harus-kreatif-manfaatkan-13-tol-baru-kOyTRRvAJv.jpg</image><title>Jalan tol. Foto: Okezone</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kehadiran sejumlah ruas jalan tol baru harus diikuti kreativitas daerah dalam memanfaatkan infrastruktur tersebut.
Jalan tol hendaknya tidak dilihat hanya sebagai jalur transportasi alternatif, tetapi memberikan dampak lebih luas bagi perekonomian. Sepanjang tahun ini, pemerintah telah mengoperasikan tol baru dengan panjang mencapai ratusan kilometer (km). Pada tiga bulan ke depan, rencananya ruas tol baru yang akan dibuka bakal bertambah sebanyak 13 ruas sepanjang 468,1 km. Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), sejak Januari-September 2018, panjang jalan tol baru yang telah beroperasi adalah 136,1km. Adapun dalam tiga tahun terakhir yakni 2015-2017, panjang ruas-ruas tol baru di Indonesia telah bertambah 332km.
Baca Juga: Proyek Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan Ditargetkan Selesai Akhir 2019
&amp;ldquo;Selanjutnya dari Oktober-Desember 2018 ditargetkan akan siap untuk dioperasikan sebanyak 13 ruas jalan tol baru,&amp;rdquo; ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono .
Dalam rilis akhir pekan lalu, Basuki menambahkan, pembangunan jalan tol yang masif dilakukan bertujuan untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah guna menurunkan biaya logistik dalam meningkatkan daya saing.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/10/02/53421/269613_medium.jpg&quot; alt=&quot;Molor! Pembangunan Jalan Tol Kunciran-Serpong&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
Secara terinci, berdasarkan data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR, pada bulan Oktober 2018 direncanakan terdapat empat ruas tol baru sepanjang 42,7 km yang siap dioperasikan yakni ruas tol Pejagan-Pemalang seksi tiga dan empat (37,3 km) dan ruas tol Pemalang-Batang segmen Sewaka-Simpang Susun (SS) Pemalang (5,4 km); ruas tol Solo-Ngawi segmen SS Sragen-Ngawi (50,9 km), dan ruas tol Ciawi-Sukabumi Seksi 1 Ciawi-Cigombong (15,4 km). Selanjutnya, pada November 2018 ditargetkan dua ruas tol baru siap dioperasikan yakni tol Pemalang-Batang seksi I dan II (SS Pemalang- Batang) sepanjang 33,8 km dan tol Semarang-Solo seksi 4 dan 5 Salatiga-Kartasura sepanjang 32,5 km.
Baca Juga: Garap Tol Pasuruan-Probolinggo, Mandiri Syariah Beri Pinjaman Rp750 Miliar
Pada Desember, sebanyak tujuh ruas tol dengan total sepanjang 292,8 km siap untuk dioperasikan. Ketujuh ruas tol tersebut merupakan bagian dari tol Trans Jawa dan Sumatera. Ruas tol tersebut adalah tol Batang-Semarang seksi 1-5 (75 km); ruas tol Ngawi-Kertosono segmen Wilangan-Kertosono yang dibiayai APBN (39,1 km); ruas tol Kertosono-Mojokerto seksi 4 (0,9 km); Relokasi ruas tol Porong-Gempol (Porong-Kejapanan) sepanjang 6,3 km; ruas tol Gempol-Pasuruan seksi 3 Pasuruan-Grati (12,2 km); ruas tol Pasuruan-Probolinggo seksi 1-3 Grati-Probolinggo Timur (32,4 km); dan ruas tol Bakauheni-Terbanggi Besar Paket 1-4 sepanjang 126,9 km.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/10/02/53421/269614_medium.jpg&quot; alt=&quot;Molor! Pembangunan Jalan Tol Kunciran-Serpong&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
Pengamat transportasi dari Universitas Katolik Soegijapranata Semarang Djoko Setijowarno mengatakan, pembangunan ruas baru jalan tol harus mampu dimanfaatkan oleh suatu daerah secara kreatif. Jalan tol, kata dia, semestinya mampu memberikan efek berkembangnya daerah-daerah yang dilintasi jalur tol. &amp;ldquo;Jalan tol itu dibangun dengan biaya yang mahal untuk penghubung transportasi dan logistik barang. Makanya daerah harus kreatif dengan adanya ruas tol baru,&amp;rdquo; ungkapnya.Anggota Komisi V DPR Muhidin Mohamad Said mengatakan, rencana  Kementerian PUPR menambah 13 ruas jalan tol baru hingga akhir tahun ini  bertujuan untuk mendorong konektivitas antara wilayah di Tanah Air  sehingga bisa memangkas biaya logistik. &amp;ldquo;Ini memang salah satu program  strategis Presiden Jokowi dalam membangun konektivitas, sehingga kita  menjadi negara yang berdaya saing,&amp;rdquo; kata Muhidin kemarin.
Menurutnya, sejumlah langkah dan upaya telah dilakukan pemerintah  untuk menggenjot pembangunan infrastruktur khususnya jalan tol, di  antaranya dengan memberikan fasilitas perizinan dan kemudahan dalam  pembebasan lahan. Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan dana talangan  untuk alokasi anggarannya. &amp;ldquo;Ini tidak membebankan APBN, jadi pemerintah  menyiapkan dana untuk menanggung sementara, nanti yang menang tender  pengoperasian tol baru akan mengembalikan dana talangannya,&amp;rdquo; tegasnya.
Baca Juga: 3 Perusahaan Ini Garap Tol Dalam Kota Bandung Senilai Rp10 Triliun
 
Dia mengakui pembangunan infrastruktur di Indonesia masih cukup jauh  tertinggal jika dibandingkan negara lain seperti Thailand, Malaysia, dan  China. Di Vietnam, kata dia, saat ini pemerintahnya tengah menggenjot  pembangunan infra struktur. Sektor ini digalakkan karena merupakan  stimulus investor untuk menanamkan modal. Sebelumnya, Direktur Utama PT  Jasa Marga (persero) Tbk Desi Arryani menjelaskan, hingga semester  I/2018, badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak di sektor jalan  tol itu telah menyelesaikan pembangunan jalan tol sepanjang 61,25 km, di  antaranya ruas tol Ngawi-Wilangan sepanjang 52 km terdiri dari, Seksi  Interchange Ngawi-Klitik (Ngawi) sepanjang 4 km, yang dioperasi kan PT  Jasamarga Solo Ngawi, selain itu Seksi Klitik (Ngawi)-Wilangan sepanjang  48 km, yang dioperasikan PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/10/02/53421/269615_medium.jpg&quot; alt=&quot;Molor! Pembangunan Jalan Tol Kunciran-Serpong&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Ruas lainnya yakni ruas tol Bogor Ring Road Seksi 2B (Kedung  Badak-Simpang Yasmin) sepanjang 2,65 km dan terakhir ruas tol Gempol  PaSuruan Seksi Rembang-Pasuruan sepanjang 6,6 km. Desi memaparkan,  hingga Agustus 2018, Jasa Marga juga telah menambah 45,97 km jalan tol  operasi baru melalui pengoperasian ruas tol Solo- Ngawi Seksi  Kartasura-Sragen sepanjang 35,22 km dan ruas tol Medan-Kualanamu-Tebing  Tinggi Seksi Simpang Susun Tanjung Morawa-Simpang Susun Parbarakan  sepanjang 10,75 km.
Dengan tambahan lebih dari 100 km jalan tol operasi baru hingga akhir  Agustus, saat ini Jasa Marga total telah mengoperasikan 787,5 km jalan  tol di Indonesia atau menguasai market share sebesar 65% dari total  jalan tol beroperasi di Indonesia dan 80% dari total volume transaksi.  &amp;ldquo;Hingga akhir 2018, Jasa Marga menargetkan sekitar 200 km tambahan ruas  jalan tol beroperasi,&amp;rdquo; kata Desi belum lama ini.
Baca Juga: Presiden Jokowi: 3 Bulan Lagi Tutup Tahun, Ada 13 Tol Baru
 
Tol Japek 2 Elevated
Pada kesempatan terpisah, Kementerian PUPR menyatakan, pembangunan  jalan tol Jakarta-Cikampek 2 Elevated (Japek 2) saat ini sudah mencapai  49,4%. Proyek tersebut dibangun untuk mengurangi kepadatan di jalur tol  Jakarta- Cikampek yang kerap dikeluhkan para pengguna. Proyek tol Japek 2  dibangun melayang (elevated ) sepanjang 36 km di atas jalan tol  Jakarta-Cikampek eksisting mulai dari simpang susun Cikunir hingga  Karawang. Pemerintah menargetkan, proyek tersebut rampung pada akhir  Maret 2019.
&amp;ldquo;Dengan adanya tol Japek 2 akan memisahkan pengguna tol jarak jauh  dengan pengguna jarak dekat. Jadi pengguna jarak jauh bisa turun di  ujung jalan tol layang sehingga bisa mengurai kepadatan dan memangkas  waktu tempuh,&amp;rdquo; kata Basuki Hadimuljono. Dia menambahkan, keberadaan  Japek 2 akan meningkatkan efisiensi kendaraan yang akan menuju ke  kawasan industri di Karawang atau Cibitung, maupun tujuan Cikampek-  Semarang dan Padalarang- Bandung. &amp;ldquo;Pembangunan ruas tol ini merupakan  bagian dari tol Trans Jawa yang sudah akan tersambung pada akhir 2018.  Keberadaan tol ini tentunya akan memperlancar pergerakan orang dan  barang, serta memangkas biaya logistik maupun delivery time sehingga  bisa lebih efisien,&amp;rdquo; ucap Basuki.
Jalan tol Japek 2 merupakan prakarsa badan usaha dengan hak  pengusahaan dipegang oleh PT Jasamarga Jalan layang Cikampek dengan  biaya konstruksi Rp13,53 triliun. Karena dibuat melayang, biaya  konstruksi tol layang tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan  konstruksi tol biasa (atgrade).
(Heru Febrianto/ Ichsan Amin)</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kehadiran sejumlah ruas jalan tol baru harus diikuti kreativitas daerah dalam memanfaatkan infrastruktur tersebut.
Jalan tol hendaknya tidak dilihat hanya sebagai jalur transportasi alternatif, tetapi memberikan dampak lebih luas bagi perekonomian. Sepanjang tahun ini, pemerintah telah mengoperasikan tol baru dengan panjang mencapai ratusan kilometer (km). Pada tiga bulan ke depan, rencananya ruas tol baru yang akan dibuka bakal bertambah sebanyak 13 ruas sepanjang 468,1 km. Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), sejak Januari-September 2018, panjang jalan tol baru yang telah beroperasi adalah 136,1km. Adapun dalam tiga tahun terakhir yakni 2015-2017, panjang ruas-ruas tol baru di Indonesia telah bertambah 332km.
Baca Juga: Proyek Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan Ditargetkan Selesai Akhir 2019
&amp;ldquo;Selanjutnya dari Oktober-Desember 2018 ditargetkan akan siap untuk dioperasikan sebanyak 13 ruas jalan tol baru,&amp;rdquo; ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono .
Dalam rilis akhir pekan lalu, Basuki menambahkan, pembangunan jalan tol yang masif dilakukan bertujuan untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah guna menurunkan biaya logistik dalam meningkatkan daya saing.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/10/02/53421/269613_medium.jpg&quot; alt=&quot;Molor! Pembangunan Jalan Tol Kunciran-Serpong&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
Secara terinci, berdasarkan data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR, pada bulan Oktober 2018 direncanakan terdapat empat ruas tol baru sepanjang 42,7 km yang siap dioperasikan yakni ruas tol Pejagan-Pemalang seksi tiga dan empat (37,3 km) dan ruas tol Pemalang-Batang segmen Sewaka-Simpang Susun (SS) Pemalang (5,4 km); ruas tol Solo-Ngawi segmen SS Sragen-Ngawi (50,9 km), dan ruas tol Ciawi-Sukabumi Seksi 1 Ciawi-Cigombong (15,4 km). Selanjutnya, pada November 2018 ditargetkan dua ruas tol baru siap dioperasikan yakni tol Pemalang-Batang seksi I dan II (SS Pemalang- Batang) sepanjang 33,8 km dan tol Semarang-Solo seksi 4 dan 5 Salatiga-Kartasura sepanjang 32,5 km.
Baca Juga: Garap Tol Pasuruan-Probolinggo, Mandiri Syariah Beri Pinjaman Rp750 Miliar
Pada Desember, sebanyak tujuh ruas tol dengan total sepanjang 292,8 km siap untuk dioperasikan. Ketujuh ruas tol tersebut merupakan bagian dari tol Trans Jawa dan Sumatera. Ruas tol tersebut adalah tol Batang-Semarang seksi 1-5 (75 km); ruas tol Ngawi-Kertosono segmen Wilangan-Kertosono yang dibiayai APBN (39,1 km); ruas tol Kertosono-Mojokerto seksi 4 (0,9 km); Relokasi ruas tol Porong-Gempol (Porong-Kejapanan) sepanjang 6,3 km; ruas tol Gempol-Pasuruan seksi 3 Pasuruan-Grati (12,2 km); ruas tol Pasuruan-Probolinggo seksi 1-3 Grati-Probolinggo Timur (32,4 km); dan ruas tol Bakauheni-Terbanggi Besar Paket 1-4 sepanjang 126,9 km.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/10/02/53421/269614_medium.jpg&quot; alt=&quot;Molor! Pembangunan Jalan Tol Kunciran-Serpong&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
Pengamat transportasi dari Universitas Katolik Soegijapranata Semarang Djoko Setijowarno mengatakan, pembangunan ruas baru jalan tol harus mampu dimanfaatkan oleh suatu daerah secara kreatif. Jalan tol, kata dia, semestinya mampu memberikan efek berkembangnya daerah-daerah yang dilintasi jalur tol. &amp;ldquo;Jalan tol itu dibangun dengan biaya yang mahal untuk penghubung transportasi dan logistik barang. Makanya daerah harus kreatif dengan adanya ruas tol baru,&amp;rdquo; ungkapnya.Anggota Komisi V DPR Muhidin Mohamad Said mengatakan, rencana  Kementerian PUPR menambah 13 ruas jalan tol baru hingga akhir tahun ini  bertujuan untuk mendorong konektivitas antara wilayah di Tanah Air  sehingga bisa memangkas biaya logistik. &amp;ldquo;Ini memang salah satu program  strategis Presiden Jokowi dalam membangun konektivitas, sehingga kita  menjadi negara yang berdaya saing,&amp;rdquo; kata Muhidin kemarin.
Menurutnya, sejumlah langkah dan upaya telah dilakukan pemerintah  untuk menggenjot pembangunan infrastruktur khususnya jalan tol, di  antaranya dengan memberikan fasilitas perizinan dan kemudahan dalam  pembebasan lahan. Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan dana talangan  untuk alokasi anggarannya. &amp;ldquo;Ini tidak membebankan APBN, jadi pemerintah  menyiapkan dana untuk menanggung sementara, nanti yang menang tender  pengoperasian tol baru akan mengembalikan dana talangannya,&amp;rdquo; tegasnya.
Baca Juga: 3 Perusahaan Ini Garap Tol Dalam Kota Bandung Senilai Rp10 Triliun
 
Dia mengakui pembangunan infrastruktur di Indonesia masih cukup jauh  tertinggal jika dibandingkan negara lain seperti Thailand, Malaysia, dan  China. Di Vietnam, kata dia, saat ini pemerintahnya tengah menggenjot  pembangunan infra struktur. Sektor ini digalakkan karena merupakan  stimulus investor untuk menanamkan modal. Sebelumnya, Direktur Utama PT  Jasa Marga (persero) Tbk Desi Arryani menjelaskan, hingga semester  I/2018, badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak di sektor jalan  tol itu telah menyelesaikan pembangunan jalan tol sepanjang 61,25 km, di  antaranya ruas tol Ngawi-Wilangan sepanjang 52 km terdiri dari, Seksi  Interchange Ngawi-Klitik (Ngawi) sepanjang 4 km, yang dioperasi kan PT  Jasamarga Solo Ngawi, selain itu Seksi Klitik (Ngawi)-Wilangan sepanjang  48 km, yang dioperasikan PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/10/02/53421/269615_medium.jpg&quot; alt=&quot;Molor! Pembangunan Jalan Tol Kunciran-Serpong&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Ruas lainnya yakni ruas tol Bogor Ring Road Seksi 2B (Kedung  Badak-Simpang Yasmin) sepanjang 2,65 km dan terakhir ruas tol Gempol  PaSuruan Seksi Rembang-Pasuruan sepanjang 6,6 km. Desi memaparkan,  hingga Agustus 2018, Jasa Marga juga telah menambah 45,97 km jalan tol  operasi baru melalui pengoperasian ruas tol Solo- Ngawi Seksi  Kartasura-Sragen sepanjang 35,22 km dan ruas tol Medan-Kualanamu-Tebing  Tinggi Seksi Simpang Susun Tanjung Morawa-Simpang Susun Parbarakan  sepanjang 10,75 km.
Dengan tambahan lebih dari 100 km jalan tol operasi baru hingga akhir  Agustus, saat ini Jasa Marga total telah mengoperasikan 787,5 km jalan  tol di Indonesia atau menguasai market share sebesar 65% dari total  jalan tol beroperasi di Indonesia dan 80% dari total volume transaksi.  &amp;ldquo;Hingga akhir 2018, Jasa Marga menargetkan sekitar 200 km tambahan ruas  jalan tol beroperasi,&amp;rdquo; kata Desi belum lama ini.
Baca Juga: Presiden Jokowi: 3 Bulan Lagi Tutup Tahun, Ada 13 Tol Baru
 
Tol Japek 2 Elevated
Pada kesempatan terpisah, Kementerian PUPR menyatakan, pembangunan  jalan tol Jakarta-Cikampek 2 Elevated (Japek 2) saat ini sudah mencapai  49,4%. Proyek tersebut dibangun untuk mengurangi kepadatan di jalur tol  Jakarta- Cikampek yang kerap dikeluhkan para pengguna. Proyek tol Japek 2  dibangun melayang (elevated ) sepanjang 36 km di atas jalan tol  Jakarta-Cikampek eksisting mulai dari simpang susun Cikunir hingga  Karawang. Pemerintah menargetkan, proyek tersebut rampung pada akhir  Maret 2019.
&amp;ldquo;Dengan adanya tol Japek 2 akan memisahkan pengguna tol jarak jauh  dengan pengguna jarak dekat. Jadi pengguna jarak jauh bisa turun di  ujung jalan tol layang sehingga bisa mengurai kepadatan dan memangkas  waktu tempuh,&amp;rdquo; kata Basuki Hadimuljono. Dia menambahkan, keberadaan  Japek 2 akan meningkatkan efisiensi kendaraan yang akan menuju ke  kawasan industri di Karawang atau Cibitung, maupun tujuan Cikampek-  Semarang dan Padalarang- Bandung. &amp;ldquo;Pembangunan ruas tol ini merupakan  bagian dari tol Trans Jawa yang sudah akan tersambung pada akhir 2018.  Keberadaan tol ini tentunya akan memperlancar pergerakan orang dan  barang, serta memangkas biaya logistik maupun delivery time sehingga  bisa lebih efisien,&amp;rdquo; ucap Basuki.
Jalan tol Japek 2 merupakan prakarsa badan usaha dengan hak  pengusahaan dipegang oleh PT Jasamarga Jalan layang Cikampek dengan  biaya konstruksi Rp13,53 triliun. Karena dibuat melayang, biaya  konstruksi tol layang tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan  konstruksi tol biasa (atgrade).
(Heru Febrianto/ Ichsan Amin)</content:encoded></item></channel></rss>
