<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bank Mandiri Targetkan Kredit Macet di Bawah 3% hingga Akhir 2018   </title><description>Pada triwulan III-2018, pertumbuhan kredit Bank Mandiri mencapai 13,8% menjadi Rp781,1 triliun</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/10/17/320/1965410/bank-mandiri-targetkan-kredit-macet-di-bawah-3-hingga-akhir-2018</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/10/17/320/1965410/bank-mandiri-targetkan-kredit-macet-di-bawah-3-hingga-akhir-2018"/><item><title>Bank Mandiri Targetkan Kredit Macet di Bawah 3% hingga Akhir 2018   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/10/17/320/1965410/bank-mandiri-targetkan-kredit-macet-di-bawah-3-hingga-akhir-2018</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/10/17/320/1965410/bank-mandiri-targetkan-kredit-macet-di-bawah-3-hingga-akhir-2018</guid><pubDate>Rabu 17 Oktober 2018 19:55 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/10/17/320/1965410/bank-mandiri-targetkan-kredit-macet-di-bawah-3-hingga-akhir-2018-afMb6hS8W4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Laporan Kinerja Keuangan Bank Mandiri (Foto: Giri)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/10/17/320/1965410/bank-mandiri-targetkan-kredit-macet-di-bawah-3-hingga-akhir-2018-afMb6hS8W4.jpg</image><title>Laporan Kinerja Keuangan Bank Mandiri (Foto: Giri)</title></images><description>JAKARTA - Bank Mandiri menargetkan angka kredit macet (non performing loan/NPL) hingga akhir tahun bisa berada di level 3%. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan target tahunan yang dipatok di level 2,8%-3,2%.
Direktur Keuangan Bank Mandiri Panji Irawan mengatakan, saat ini angka NPL dari perseroan berada dikisaran 3,1%. Dirinya sangat optimis pada akhir tahun nanti, angka NPL bisa berada dibawah 3%.
&quot;NIM targetnya masih sesuai target. NPL kalau dilihat guidance 2,8-3,2. Sekarang 3,1. Kami yakin bisa sedikit below 3% akhir tahun,&quot; ujarnya dalam acara paparan kinerja Bank Mandiri di Plaza Mandiri, Jakarta, Rabu (17/10/2018).
Baca Juga: Naik 20%, Laba Bersih Bank Mandiri Tembus Rp18,1 Triliun
Optimisme tersebut bukannya tanpa alasan, sebab hingga September ini saja, perseroan berhasil mencatat kenaikan penyaluran kredit sebesar 13,8% atau menjadi Rp781,1 triliun. Artinyaa, tinggal sedikit lagi target pertumbuhan kredit sebesar 11-13% pada tahun ini bisa tercapai.
&quot;Tahun ini untuk kredit Bank Mandiri menargetkan tumbuh 11-13%, NIM di kisaran 5,5%-5,7%,&quot; ucapnya.
Sementara itu, Wakil Direktur Utama Sulaiman Arif Arianto mengataka kinerja cemerlang Bank Mandiri juga ditopang oleh sinyal positif pada pertumbuhan kredit. Pada triwulan III-2018, pertumbuhan kredit mencapai 13,8% menjadi Rp781,1 triliun. Sehingga mendorong penghimpunan aset menjadi Rp1.173,6 triliun, tumbuh 8,8% dari September 2017.
&quot;Pertumbuhan kredit tertinggi dalam 18 bulan terakhir tersebut terutama disumbangkan oleh segmen korporasi besar sebesar 27,6% dan pertumbuhan kredit segmen mikro sebesar 27,1% menjadi Rp301,4 triliun dan Rp97,5 triliun,&quot; jelasnya.
Baca Juga: Obligasi Bank Mandiri Kelebihan Permintaan 1,36 Kali
Pertumbuhan kredit ini juga tidak terlepas dari perseroan untuk melakukan perbaikan yang signifikan dari sisi pengelolaan aset produktif maupun penajaman fokus bisnis. Apalagi ditengah persaingan yang semakin ketat menyusul kenaikan suku bunga yang diterapkan oleh regulator dalam hal ini Bank Indonesia.
&amp;ldquo;Penurunan rasio NPL terutama didorong oleh keberhasilan perseroan dalam melakukan restrukturisasi secara berkelanjutan, di samping pemantauan potensi bisnis debitur secara ketat sehingga dapat membantu debitur memenuhi kewajibannya,&amp;rdquo; kata Sulaiman.
(Feb)Sulaiman melanjutkan, bisnis Bank Mandiri juga  senantiasa  berorientasi pada penciptaan nilai tambah, dimana komposisi portofolio  kredit produktif pada September 2018 mencapai sebesar 77,5% dari total  kredit, dan hanya 22,5% yang bersifat konsumtif. Adapun rinciannya  adalah penyaluran kredit investasi naik 12,4% menjadi Rp 212,1 dan  kredit modal kerja naik 10,5% menjadi Rp 318,6 triliun.
Sementara untuk infrastruktur misalnya, pembiayaan yang telah  disalurkan mencapai Rp 169,8 triliun, 63,9% dari total komitmen yang  telah diberikan sebesar Rp 265,7 triliun. Kredit itu disalurkan kepada  lebih dari 7 (tujuh) sektor yakni transportasi (Rp 37,8 triliun), tenaga  listrik (Rp 35,3 triliun), migas &amp;amp; energi terbarukan (Rp 29,5  triliun), konstruksi (Rp 18,1 triliun), telematika (Rp 16,8 triliun),  Jalan (Rp 12,3 triliun), perumahan rakyat &amp;amp; fasilitas kota (Rp 9,7  triliun), dan infrastruktur lainnya (Rp 10,3 triliun). Sementara di  sektor UMKM, Bank Mandiri telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 78,8  triliun, naik 0,9% dari triwulan III 2017.
Baca Juga: Parah! Kredit Bermasalah Perbankan 'Bengkak' Dipicu Sektor Pertambangan
&amp;ldquo;Sebagai bank BUMN, kami juga terus menjaga konsistensi dalam  mendukung program-program strategis pemerintah untuk mengakselerasi  pertumbuhan ekonomi dan mendorong pemerataan pembangunan,&amp;rdquo; kata  Sulaiman.
Contoh lain dukungan tersebut juga terlihat pada penyaluran kredit  usaha rakyat (KUR) yang mencapai Rp13,45 Triliun hingga September 2018  kepada 201.235 debitur, atau telah mencapai 76,6% dari target Rp17,56  triliun. Adapun 49,4 % dari nilai tersebut atau Rp6,65 triliun  disalurkan kepada sektor produktif, yakni pertanian, perkebunan,   industri pengolahan, dan jasa produksi. Sejak pertama kali disalurkan  hingga September 2018, Bank Mandiri telah menyalurkan KUR sebesar Rp  Rp61,79 Triliun  triliun kepada lebih dari 1,19  juta debitur yang  tersebar di seluruh Indonesia.
Baca Juga: BI: Kredit Bermasalah Kian Menurun pada September
&amp;ldquo;Berdasarkan arahan Kemenko Perekonomian pada Juli lalu, memang  target penyaluran KUR Bank Mandiri tahun ini ditambah menjadi Rp17,56  triliun, sesuai harapan perseroan untuk dapat memberikan dampak yang  lebih besar lagi kepada masyarakat. Kami optimis dapat memenuhi mandat  baru itu, seiring keberhasilan kami memenuhi target awal Kementerian,  per September kemarin,&amp;rdquo; katanya.
(Feb)</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Mandiri menargetkan angka kredit macet (non performing loan/NPL) hingga akhir tahun bisa berada di level 3%. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan target tahunan yang dipatok di level 2,8%-3,2%.
Direktur Keuangan Bank Mandiri Panji Irawan mengatakan, saat ini angka NPL dari perseroan berada dikisaran 3,1%. Dirinya sangat optimis pada akhir tahun nanti, angka NPL bisa berada dibawah 3%.
&quot;NIM targetnya masih sesuai target. NPL kalau dilihat guidance 2,8-3,2. Sekarang 3,1. Kami yakin bisa sedikit below 3% akhir tahun,&quot; ujarnya dalam acara paparan kinerja Bank Mandiri di Plaza Mandiri, Jakarta, Rabu (17/10/2018).
Baca Juga: Naik 20%, Laba Bersih Bank Mandiri Tembus Rp18,1 Triliun
Optimisme tersebut bukannya tanpa alasan, sebab hingga September ini saja, perseroan berhasil mencatat kenaikan penyaluran kredit sebesar 13,8% atau menjadi Rp781,1 triliun. Artinyaa, tinggal sedikit lagi target pertumbuhan kredit sebesar 11-13% pada tahun ini bisa tercapai.
&quot;Tahun ini untuk kredit Bank Mandiri menargetkan tumbuh 11-13%, NIM di kisaran 5,5%-5,7%,&quot; ucapnya.
Sementara itu, Wakil Direktur Utama Sulaiman Arif Arianto mengataka kinerja cemerlang Bank Mandiri juga ditopang oleh sinyal positif pada pertumbuhan kredit. Pada triwulan III-2018, pertumbuhan kredit mencapai 13,8% menjadi Rp781,1 triliun. Sehingga mendorong penghimpunan aset menjadi Rp1.173,6 triliun, tumbuh 8,8% dari September 2017.
&quot;Pertumbuhan kredit tertinggi dalam 18 bulan terakhir tersebut terutama disumbangkan oleh segmen korporasi besar sebesar 27,6% dan pertumbuhan kredit segmen mikro sebesar 27,1% menjadi Rp301,4 triliun dan Rp97,5 triliun,&quot; jelasnya.
Baca Juga: Obligasi Bank Mandiri Kelebihan Permintaan 1,36 Kali
Pertumbuhan kredit ini juga tidak terlepas dari perseroan untuk melakukan perbaikan yang signifikan dari sisi pengelolaan aset produktif maupun penajaman fokus bisnis. Apalagi ditengah persaingan yang semakin ketat menyusul kenaikan suku bunga yang diterapkan oleh regulator dalam hal ini Bank Indonesia.
&amp;ldquo;Penurunan rasio NPL terutama didorong oleh keberhasilan perseroan dalam melakukan restrukturisasi secara berkelanjutan, di samping pemantauan potensi bisnis debitur secara ketat sehingga dapat membantu debitur memenuhi kewajibannya,&amp;rdquo; kata Sulaiman.
(Feb)Sulaiman melanjutkan, bisnis Bank Mandiri juga  senantiasa  berorientasi pada penciptaan nilai tambah, dimana komposisi portofolio  kredit produktif pada September 2018 mencapai sebesar 77,5% dari total  kredit, dan hanya 22,5% yang bersifat konsumtif. Adapun rinciannya  adalah penyaluran kredit investasi naik 12,4% menjadi Rp 212,1 dan  kredit modal kerja naik 10,5% menjadi Rp 318,6 triliun.
Sementara untuk infrastruktur misalnya, pembiayaan yang telah  disalurkan mencapai Rp 169,8 triliun, 63,9% dari total komitmen yang  telah diberikan sebesar Rp 265,7 triliun. Kredit itu disalurkan kepada  lebih dari 7 (tujuh) sektor yakni transportasi (Rp 37,8 triliun), tenaga  listrik (Rp 35,3 triliun), migas &amp;amp; energi terbarukan (Rp 29,5  triliun), konstruksi (Rp 18,1 triliun), telematika (Rp 16,8 triliun),  Jalan (Rp 12,3 triliun), perumahan rakyat &amp;amp; fasilitas kota (Rp 9,7  triliun), dan infrastruktur lainnya (Rp 10,3 triliun). Sementara di  sektor UMKM, Bank Mandiri telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 78,8  triliun, naik 0,9% dari triwulan III 2017.
Baca Juga: Parah! Kredit Bermasalah Perbankan 'Bengkak' Dipicu Sektor Pertambangan
&amp;ldquo;Sebagai bank BUMN, kami juga terus menjaga konsistensi dalam  mendukung program-program strategis pemerintah untuk mengakselerasi  pertumbuhan ekonomi dan mendorong pemerataan pembangunan,&amp;rdquo; kata  Sulaiman.
Contoh lain dukungan tersebut juga terlihat pada penyaluran kredit  usaha rakyat (KUR) yang mencapai Rp13,45 Triliun hingga September 2018  kepada 201.235 debitur, atau telah mencapai 76,6% dari target Rp17,56  triliun. Adapun 49,4 % dari nilai tersebut atau Rp6,65 triliun  disalurkan kepada sektor produktif, yakni pertanian, perkebunan,   industri pengolahan, dan jasa produksi. Sejak pertama kali disalurkan  hingga September 2018, Bank Mandiri telah menyalurkan KUR sebesar Rp  Rp61,79 Triliun  triliun kepada lebih dari 1,19  juta debitur yang  tersebar di seluruh Indonesia.
Baca Juga: BI: Kredit Bermasalah Kian Menurun pada September
&amp;ldquo;Berdasarkan arahan Kemenko Perekonomian pada Juli lalu, memang  target penyaluran KUR Bank Mandiri tahun ini ditambah menjadi Rp17,56  triliun, sesuai harapan perseroan untuk dapat memberikan dampak yang  lebih besar lagi kepada masyarakat. Kami optimis dapat memenuhi mandat  baru itu, seiring keberhasilan kami memenuhi target awal Kementerian,  per September kemarin,&amp;rdquo; katanya.
(Feb)</content:encoded></item></channel></rss>
