<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>The Fed Naikkan Suku Bunga, Rupiah Diprediksi Bergerak Stabil di Rp15.185</title><description>Nilai tukar Rupiah stabil terhadap dolar Amerika Serikat (AS) walau laporan rapat kebijakan Federal Reserve</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/10/19/278/1966308/the-fed-naikkan-suku-bunga-rupiah-diprediksi-bergerak-stabil-di-rp15-185</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/10/19/278/1966308/the-fed-naikkan-suku-bunga-rupiah-diprediksi-bergerak-stabil-di-rp15-185"/><item><title>The Fed Naikkan Suku Bunga, Rupiah Diprediksi Bergerak Stabil di Rp15.185</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/10/19/278/1966308/the-fed-naikkan-suku-bunga-rupiah-diprediksi-bergerak-stabil-di-rp15-185</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/10/19/278/1966308/the-fed-naikkan-suku-bunga-rupiah-diprediksi-bergerak-stabil-di-rp15-185</guid><pubDate>Jum'at 19 Oktober 2018 16:29 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/10/19/278/1966308/the-fed-naikkan-suku-bunga-rupiah-diprediksi-bergerak-stabil-di-rp15-185-H5yhNoUcu4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Uang Rupiah (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/10/19/278/1966308/the-fed-naikkan-suku-bunga-rupiah-diprediksi-bergerak-stabil-di-rp15-185-H5yhNoUcu4.jpg</image><title>Uang Rupiah (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Nilai tukar Rupiah stabil terhadap dolar Amerika Serikat (AS) walau laporan rapat kebijakan Federal Reserve di bulan September mendukung ekspektasi kenaikan suku bunga AS. Diproyeksikan harga berada di kisaran Rp15.185.
Research Analyst FXTM Lukman Otunuga mengatakan, kalender ekonomi Indonesia kosong di hari Jumat sehingga Rupiah sepertinya tetap akan bergerak di rentang yang sempit. Para trader teknikal akan terus mengamati bagaimana USD-IDR bergerak di sekitar Rp15.200.
Sementara itu, Reaksi pound yang tidak bergairah terhadap data penjualan ritel September yang mengecewakan kembali membuktikan bahwa perkembangan Brexit lebih berpengaruh dibandingkan fundamental ekonomi domestik terhadap volatilitas mata uang ini.
Baca Juga: Mengekor IHSG, Rupiah Pagi ini Melemah ke Rp15.194/USD
&amp;ldquo;Penjualan ritel merosot tajam bulan lalu, jauh di bawah ekspektasi pasar di -0.8% karena penjualan bahan makanan merosot tajam sebesar 1.5%. Dalam situasi normal, data yang mengecewakan seperti ini akan membuat Pound melemah. Aksi harga saat ini menyiratkan bahwa investor lebih memperhatikan negosiasi Brexit,&amp;rdquo; ujarnya, dalam keterangan tertulis, Jumat (19/10/2018).
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/09/04/52949/267076_medium.jpg&quot; alt=&quot;Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Melemah Jadi Rp14.940 per Dolar AS&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Peserta pasar yang mengharapkan gejolak dari acara yang disebut saat penentuan terpaksa kecewa setelah Theresa May tidak menawarkan sesuatu yang baru kepada para pemimpin EU27 di hari pertama pertemuan Uni Eropa. Tak mengherankan, para pemimpin Eropa tersebut kemudian membatalkan rencana rapat November karena negosiasi tidak menunjukkan kemajuan. Theresa May menjadi sorotan karena mengindikasikan bahwa ia siap mempertimbangkan untuk memperpanjang masa transisi keluar dari Uni Eropa melampaui 2020.
Baca Juga: Kekuatan Rupiah Pudar, Kini Bertengger di Rp15.194/USD
Indeks Dolar Menguat karena Notulen Fed, Dekati 95.80
Sentimen investor terhadap Dolar menguat setelah notulen rapat kebijakan terkini Federal Reserve mendukung ekspektasi kenaikan suku bunga AS.
Salah satu poin terpenting dalam rilis FOMC ini adalah isyarat bahwa Federal Reserve mungkin meningkatkan suku bunga melampaui ekspektasi pasar. Ini jelas akan mengecewakan bagi Presiden Trump, namun positif bagi pembeli Dolar karena ini menggarisbawahi bahwa Federal Reserve sepenuhnya independen dari Gedung Putih.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/09/04/52949/267078_medium.jpg&quot; alt=&quot;Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Melemah Jadi Rp14.940 per Dolar AS&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Jika terjadi penurunan jangka pendek terhadap Indeks Dolar, maka alasannya kemungkinan adalah aksi ambil untung. Namun pandangan optimis Federal Reserve mengenai kenaikan suku bunga AS dianggap mendukung bagi USD di jangka panjang.
Sentimen yang bullish secara umum terhadap ekonomi AS dan prospek kenaikan suku bunga AS dianggap sebagai faktor penarik bagi investor terhadap Dolar, dan akan menjadi ancaman bagi pasar berkembang yang rentan mengalami arus keluar modal.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wOS8wNS80LzExNjA0MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
(Feb)</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Nilai tukar Rupiah stabil terhadap dolar Amerika Serikat (AS) walau laporan rapat kebijakan Federal Reserve di bulan September mendukung ekspektasi kenaikan suku bunga AS. Diproyeksikan harga berada di kisaran Rp15.185.
Research Analyst FXTM Lukman Otunuga mengatakan, kalender ekonomi Indonesia kosong di hari Jumat sehingga Rupiah sepertinya tetap akan bergerak di rentang yang sempit. Para trader teknikal akan terus mengamati bagaimana USD-IDR bergerak di sekitar Rp15.200.
Sementara itu, Reaksi pound yang tidak bergairah terhadap data penjualan ritel September yang mengecewakan kembali membuktikan bahwa perkembangan Brexit lebih berpengaruh dibandingkan fundamental ekonomi domestik terhadap volatilitas mata uang ini.
Baca Juga: Mengekor IHSG, Rupiah Pagi ini Melemah ke Rp15.194/USD
&amp;ldquo;Penjualan ritel merosot tajam bulan lalu, jauh di bawah ekspektasi pasar di -0.8% karena penjualan bahan makanan merosot tajam sebesar 1.5%. Dalam situasi normal, data yang mengecewakan seperti ini akan membuat Pound melemah. Aksi harga saat ini menyiratkan bahwa investor lebih memperhatikan negosiasi Brexit,&amp;rdquo; ujarnya, dalam keterangan tertulis, Jumat (19/10/2018).
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/09/04/52949/267076_medium.jpg&quot; alt=&quot;Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Melemah Jadi Rp14.940 per Dolar AS&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Peserta pasar yang mengharapkan gejolak dari acara yang disebut saat penentuan terpaksa kecewa setelah Theresa May tidak menawarkan sesuatu yang baru kepada para pemimpin EU27 di hari pertama pertemuan Uni Eropa. Tak mengherankan, para pemimpin Eropa tersebut kemudian membatalkan rencana rapat November karena negosiasi tidak menunjukkan kemajuan. Theresa May menjadi sorotan karena mengindikasikan bahwa ia siap mempertimbangkan untuk memperpanjang masa transisi keluar dari Uni Eropa melampaui 2020.
Baca Juga: Kekuatan Rupiah Pudar, Kini Bertengger di Rp15.194/USD
Indeks Dolar Menguat karena Notulen Fed, Dekati 95.80
Sentimen investor terhadap Dolar menguat setelah notulen rapat kebijakan terkini Federal Reserve mendukung ekspektasi kenaikan suku bunga AS.
Salah satu poin terpenting dalam rilis FOMC ini adalah isyarat bahwa Federal Reserve mungkin meningkatkan suku bunga melampaui ekspektasi pasar. Ini jelas akan mengecewakan bagi Presiden Trump, namun positif bagi pembeli Dolar karena ini menggarisbawahi bahwa Federal Reserve sepenuhnya independen dari Gedung Putih.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/09/04/52949/267078_medium.jpg&quot; alt=&quot;Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Melemah Jadi Rp14.940 per Dolar AS&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Jika terjadi penurunan jangka pendek terhadap Indeks Dolar, maka alasannya kemungkinan adalah aksi ambil untung. Namun pandangan optimis Federal Reserve mengenai kenaikan suku bunga AS dianggap mendukung bagi USD di jangka panjang.
Sentimen yang bullish secara umum terhadap ekonomi AS dan prospek kenaikan suku bunga AS dianggap sebagai faktor penarik bagi investor terhadap Dolar, dan akan menjadi ancaman bagi pasar berkembang yang rentan mengalami arus keluar modal.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wOS8wNS80LzExNjA0MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
(Feb)</content:encoded></item></channel></rss>
