<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Data Pangan BPS dengan Metode Baru Buktikan Indonesia Surplus Beras</title><description>Data produksi beras BPS tahun 2018 dengan menggunakan metode penghitungan baru yang ditunggu-tunggu, akhirnya rampung</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/10/23/320/1967871/data-pangan-bps-dengan-metode-baru-buktikan-indonesia-surplus-beras</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/10/23/320/1967871/data-pangan-bps-dengan-metode-baru-buktikan-indonesia-surplus-beras"/><item><title>Data Pangan BPS dengan Metode Baru Buktikan Indonesia Surplus Beras</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/10/23/320/1967871/data-pangan-bps-dengan-metode-baru-buktikan-indonesia-surplus-beras</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/10/23/320/1967871/data-pangan-bps-dengan-metode-baru-buktikan-indonesia-surplus-beras</guid><pubDate>Selasa 23 Oktober 2018 15:44 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/10/23/320/1967871/data-pangan-bps-dengan-metode-baru-buktikan-indonesia-surplus-beras-gqWs7UGibG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Foto Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/10/23/320/1967871/data-pangan-bps-dengan-metode-baru-buktikan-indonesia-surplus-beras-gqWs7UGibG.jpg</image><title>Ilustrasi: Foto Okezone</title></images><description>JAKARTA - Data produksi beras Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2018 dengan menggunakan metode penghitungan baru yang ditunggu-tunggu, akhirnya rampung. Hasilnya, diketahui Indonesia memilliki surplus produksi beras sebesar 2,8 juta ton.
&amp;nbsp;
Anggota DPD RI asal Sumatera Utara, Parlindungan Purba mengapresiasi kerja keras Kementerian Pertanian yang telah mengupayakan penyediaan stok pangan di Indonesia.

&quot;Apabila ini dilanjutkan dengan bersinergi dengan daerah, maka cita-cita Indonesia Lumbung Pangan Dunia bisa dicapai. Fondasi sudah dipasang oleh Kementan di bawah kepemimpinan Pak Amran,&quot; ujar Parlindungan, Selasa (23/10/2018).
&amp;nbsp;Baca Juga: Menko Darmin: Produksi Beras Hanya 32,4 Juta Ton hingga Akhir Tahun
Mengenai angka surplus beras 2,8 juta ton yang berada di bawah angka perkiraan surplus beras Kementan, Parlindungan menyampaikan ini artinya klaim surplus beras Kementan selama ini terbukti.

&quot;Yang terpenting adalah pemenuhan kebutuhan pangan terpenuhi, bahkan surplus,&quot; tambahnya.

Secara garis besar, tahapan dalam perhitungan produksi beras dimulai dari perhitungan Luas Lahan Baku Sawah Nasional, perhitungan Luas Panen dengan metode baru Kerangka Sampel Area (KSA), serta perhitungan Tingkat Produktivitas Lahan Per Hektar. Keseluruhan tahapan ini dilakukan oleh BPS bekerja sama dengan berbagai kementerian dan lembaga terkait.
Baca Juga: RI Surplus Beras 2,85 Juta Ton Selama 2018
Parlindungan menambahkan, publik sebaiknya tidak membanding-bandingkan perbedaan besaran angka surplus beras Kementan dengan BPS. Karena selama ini Kementan menggunakan data yang juga diolah BPS.
&amp;ldquo;Tidak wise membanding-bandingkan data Kementan dengan BPS. Karena sejatinya Kementan selama ini tidak mengolah dan menyajikan data. Tetapi menggunakan data BPS dengan metode lama,&quot; tambahnya.
BPS menyampaikan hasil penyempurnaan penghitungan produksi beras ini dalam rapat lintas Kementerian dan Lembaga di Kantor Wakil Presiden Senin (22/10/2018) kemarin.
Baca Juga: Menko Darmin: Kalau Tidak Impor Beras, Tewas

BPS mencatat, dengan memperhitungkan potensi sampai Desember 2018, luas panen sepanjang tahun ini diperkirakan mencapai 10,9 juta ha.
Berdasarkan hitungan ini diperkirakan produksi Gabah Kering Giling (GKG) sebanyak 49,65 juta ton hingga September 2018. Sampai akhir tahun, diperkirakan total produksi GKG tahun 2018 mencapai 56,54 Juta ton atau setara dengan 32,42 Juta ton beras.
&quot;Intinya dengan luas panen dan produktivitas, hasil perhitungan BPS yang terakhir adalah total produksi berasnya adalah 32,4 juta ton. Nah, di pihak lain, konsumsi kita terlalu rumit untuk saya ceritakan satu satu, totalnya tahun ini 29,6 juta ton,&quot; ujar Darmin Nasution, Menteri Koordinator Perekonomian usai rapat.
Dengan demikian ada surplus produksi beras sebanyak 2,8 juta ton di  tahun ini. Atau di bawah penghitungan (Kementan) sebesar 13,03 juta ton.  Surplus produksi beras yang hanya 2,8 juta ton tersebut, kata Darmin,  juga susut akibat banyaknya keluarga petani yang menyimpan beras.

&quot;Sekarang 2,8 juta ton dan Anda tahu petani kita berapa banyak? 4,5 juta keluarga, mereka pasti menyimpan&amp;rdquo;, katanya.

Keluarga petani diketahui biasa menyimpan beras dalam jumlah yang  cukup banyak, untuk kebutuhan jaga-jaga dijual untuk kebutuhan setahun  dan untuk biaya sekolah anak dan lainnya.

Menanggapi hasil rapat ini, dalam keterangan tertulis Kementan  menyampaikan ke depan program-program terobosan untuk meningkatkan  produksi dan surplus beras akan terus diupayakan. Baik melalui perbaikan  produktivitas dengan mendorong petani untuk menerapkan inovasi  teknologi, maupun peningkatan luas tanam atau panen, seperti pemanfaatan  lahan rawa dan lahan kering yang potensinya sangat besar.
</description><content:encoded>JAKARTA - Data produksi beras Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2018 dengan menggunakan metode penghitungan baru yang ditunggu-tunggu, akhirnya rampung. Hasilnya, diketahui Indonesia memilliki surplus produksi beras sebesar 2,8 juta ton.
&amp;nbsp;
Anggota DPD RI asal Sumatera Utara, Parlindungan Purba mengapresiasi kerja keras Kementerian Pertanian yang telah mengupayakan penyediaan stok pangan di Indonesia.

&quot;Apabila ini dilanjutkan dengan bersinergi dengan daerah, maka cita-cita Indonesia Lumbung Pangan Dunia bisa dicapai. Fondasi sudah dipasang oleh Kementan di bawah kepemimpinan Pak Amran,&quot; ujar Parlindungan, Selasa (23/10/2018).
&amp;nbsp;Baca Juga: Menko Darmin: Produksi Beras Hanya 32,4 Juta Ton hingga Akhir Tahun
Mengenai angka surplus beras 2,8 juta ton yang berada di bawah angka perkiraan surplus beras Kementan, Parlindungan menyampaikan ini artinya klaim surplus beras Kementan selama ini terbukti.

&quot;Yang terpenting adalah pemenuhan kebutuhan pangan terpenuhi, bahkan surplus,&quot; tambahnya.

Secara garis besar, tahapan dalam perhitungan produksi beras dimulai dari perhitungan Luas Lahan Baku Sawah Nasional, perhitungan Luas Panen dengan metode baru Kerangka Sampel Area (KSA), serta perhitungan Tingkat Produktivitas Lahan Per Hektar. Keseluruhan tahapan ini dilakukan oleh BPS bekerja sama dengan berbagai kementerian dan lembaga terkait.
Baca Juga: RI Surplus Beras 2,85 Juta Ton Selama 2018
Parlindungan menambahkan, publik sebaiknya tidak membanding-bandingkan perbedaan besaran angka surplus beras Kementan dengan BPS. Karena selama ini Kementan menggunakan data yang juga diolah BPS.
&amp;ldquo;Tidak wise membanding-bandingkan data Kementan dengan BPS. Karena sejatinya Kementan selama ini tidak mengolah dan menyajikan data. Tetapi menggunakan data BPS dengan metode lama,&quot; tambahnya.
BPS menyampaikan hasil penyempurnaan penghitungan produksi beras ini dalam rapat lintas Kementerian dan Lembaga di Kantor Wakil Presiden Senin (22/10/2018) kemarin.
Baca Juga: Menko Darmin: Kalau Tidak Impor Beras, Tewas

BPS mencatat, dengan memperhitungkan potensi sampai Desember 2018, luas panen sepanjang tahun ini diperkirakan mencapai 10,9 juta ha.
Berdasarkan hitungan ini diperkirakan produksi Gabah Kering Giling (GKG) sebanyak 49,65 juta ton hingga September 2018. Sampai akhir tahun, diperkirakan total produksi GKG tahun 2018 mencapai 56,54 Juta ton atau setara dengan 32,42 Juta ton beras.
&quot;Intinya dengan luas panen dan produktivitas, hasil perhitungan BPS yang terakhir adalah total produksi berasnya adalah 32,4 juta ton. Nah, di pihak lain, konsumsi kita terlalu rumit untuk saya ceritakan satu satu, totalnya tahun ini 29,6 juta ton,&quot; ujar Darmin Nasution, Menteri Koordinator Perekonomian usai rapat.
Dengan demikian ada surplus produksi beras sebanyak 2,8 juta ton di  tahun ini. Atau di bawah penghitungan (Kementan) sebesar 13,03 juta ton.  Surplus produksi beras yang hanya 2,8 juta ton tersebut, kata Darmin,  juga susut akibat banyaknya keluarga petani yang menyimpan beras.

&quot;Sekarang 2,8 juta ton dan Anda tahu petani kita berapa banyak? 4,5 juta keluarga, mereka pasti menyimpan&amp;rdquo;, katanya.

Keluarga petani diketahui biasa menyimpan beras dalam jumlah yang  cukup banyak, untuk kebutuhan jaga-jaga dijual untuk kebutuhan setahun  dan untuk biaya sekolah anak dan lainnya.

Menanggapi hasil rapat ini, dalam keterangan tertulis Kementan  menyampaikan ke depan program-program terobosan untuk meningkatkan  produksi dan surplus beras akan terus diupayakan. Baik melalui perbaikan  produktivitas dengan mendorong petani untuk menerapkan inovasi  teknologi, maupun peningkatan luas tanam atau panen, seperti pemanfaatan  lahan rawa dan lahan kering yang potensinya sangat besar.
</content:encoded></item></channel></rss>
