<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BRI Raih Laba Bersih Rp23,5 Triliun di Kuartal III-2018</title><description>PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp23,5 triliun pada kuartal III 2018.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/10/24/278/1968399/bri-raih-laba-bersih-rp23-5-triliun-di-kuartal-iii-2018</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/10/24/278/1968399/bri-raih-laba-bersih-rp23-5-triliun-di-kuartal-iii-2018"/><item><title>BRI Raih Laba Bersih Rp23,5 Triliun di Kuartal III-2018</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/10/24/278/1968399/bri-raih-laba-bersih-rp23-5-triliun-di-kuartal-iii-2018</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/10/24/278/1968399/bri-raih-laba-bersih-rp23-5-triliun-di-kuartal-iii-2018</guid><pubDate>Rabu 24 Oktober 2018 17:01 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/10/24/278/1968399/bri-raih-laba-bersih-rp23-5-triliun-di-kuartal-iii-2018-YkPGCyQG6h.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Bank BRI (Foto: Yohana/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/10/24/278/1968399/bri-raih-laba-bersih-rp23-5-triliun-di-kuartal-iii-2018-YkPGCyQG6h.jpeg</image><title>Bank BRI (Foto: Yohana/Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp23,5 triliun pada kuartal III 2018. Pencapaian tersebut tumbuh 14,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp20,5 triliun.
Baca Juga: Manajemen BRI Perbesar Kepemilikan Saham BBRI
Direktur Keuangan Bank BRI Haru Koesmahargyo menyatakan, perolehan laba bersih ditopang penyaluran kredit sebesar Rp808,9 hingga akhir September 2018. Angka tersebut yang tumbuh 16,5% dibandingkan periode September 2017 sebesar Rp.694,2 triliun.
&quot;Angka ini lebih tinggi daripada pertumbuhan kredit perbankan nasional pada September 2018 sebesar 12,6%,&amp;rdquo; kata Haru dalam konferensi pers di Kantor Pusat BRI, Jakarta, Rabu (24/10/2018).

Adapun dari sisi simpanan, Dana Pihak Ketiga tercatat tumbuh 13,3% ke posisi Rp872,7 triliun, dari posisi September 2017 yang sebesar Rp770,6 triliun. Di mana dana murah (CASA) masih mendominasi DPK dengan proporsi 56,5%.
Haru menjelaskan, kinerja positif ini ditunjang  peningkatan efisiensi operasional perusahaan. Rasio BOPO di akhir September 2018 tercatat sebesar 70,6%, lebih rendah dibandingkan dengan BOPO di posisi akhir September 2017 yang 73,2%.
Baca Juga: BRI Targetkan Penyaluran KUR Rampung di November 2018
 
&quot;Fee Based Income (FBI) serta pendapatan operasional lainnya juga memiliki peran penting mendorong pendapatan perseroan. Tercatat FBI tumbuh 18,4% secara year on year,&quot; jelas dia.
Adapun untuk aset bank plat merah ini, secara konsolidasi pada kuartal III 2018 tercatat sebesar Rp1.183,4 Triliun atau mengalami kenaikan 13,9% secara year on year.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp23,5 triliun pada kuartal III 2018. Pencapaian tersebut tumbuh 14,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp20,5 triliun.
Baca Juga: Manajemen BRI Perbesar Kepemilikan Saham BBRI
Direktur Keuangan Bank BRI Haru Koesmahargyo menyatakan, perolehan laba bersih ditopang penyaluran kredit sebesar Rp808,9 hingga akhir September 2018. Angka tersebut yang tumbuh 16,5% dibandingkan periode September 2017 sebesar Rp.694,2 triliun.
&quot;Angka ini lebih tinggi daripada pertumbuhan kredit perbankan nasional pada September 2018 sebesar 12,6%,&amp;rdquo; kata Haru dalam konferensi pers di Kantor Pusat BRI, Jakarta, Rabu (24/10/2018).

Adapun dari sisi simpanan, Dana Pihak Ketiga tercatat tumbuh 13,3% ke posisi Rp872,7 triliun, dari posisi September 2017 yang sebesar Rp770,6 triliun. Di mana dana murah (CASA) masih mendominasi DPK dengan proporsi 56,5%.
Haru menjelaskan, kinerja positif ini ditunjang  peningkatan efisiensi operasional perusahaan. Rasio BOPO di akhir September 2018 tercatat sebesar 70,6%, lebih rendah dibandingkan dengan BOPO di posisi akhir September 2017 yang 73,2%.
Baca Juga: BRI Targetkan Penyaluran KUR Rampung di November 2018
 
&quot;Fee Based Income (FBI) serta pendapatan operasional lainnya juga memiliki peran penting mendorong pendapatan perseroan. Tercatat FBI tumbuh 18,4% secara year on year,&quot; jelas dia.
Adapun untuk aset bank plat merah ini, secara konsolidasi pada kuartal III 2018 tercatat sebesar Rp1.183,4 Triliun atau mengalami kenaikan 13,9% secara year on year.</content:encoded></item></channel></rss>
