<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BEI Targetkan Rata-Rata Nilai Transaksi Tembus Rp9 Triliun Tahun Depan</title><description>PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan rata-rata nilai transaksi harian saham (RNTH) di tahun 2019 mencapai Rp9 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/10/25/278/1968781/bei-targetkan-rata-rata-nilai-transaksi-tembus-rp9-triliun-tahun-depan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/10/25/278/1968781/bei-targetkan-rata-rata-nilai-transaksi-tembus-rp9-triliun-tahun-depan"/><item><title>BEI Targetkan Rata-Rata Nilai Transaksi Tembus Rp9 Triliun Tahun Depan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/10/25/278/1968781/bei-targetkan-rata-rata-nilai-transaksi-tembus-rp9-triliun-tahun-depan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/10/25/278/1968781/bei-targetkan-rata-rata-nilai-transaksi-tembus-rp9-triliun-tahun-depan</guid><pubDate>Kamis 25 Oktober 2018 12:35 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/10/25/278/1968781/bei-targetkan-rata-rata-nilai-transaksi-tembus-rp9-triliun-tahun-depan-rzcyfr08s6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: RUPSLB BEI (Yohana/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/10/25/278/1968781/bei-targetkan-rata-rata-nilai-transaksi-tembus-rp9-triliun-tahun-depan-rzcyfr08s6.jpg</image><title>Foto: RUPSLB BEI (Yohana/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan rata-rata nilai transaksi harian saham (RNTH) di tahun 2019 mencapai Rp9 triliun. Angka ini pun optimistis akan tercapai dengan total jumlah hari bursa sebanyak 244 hari di 2019.

Proyeksi ini merupakan bagian dari Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2019 yang sudah disepakati oleh pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB)  yang berlangsung hari ini, Kamis (25/10/2018).
Baca Juga: Tarik Investor Asing, BEI Bakal 'Jualan' ke ASEAN hingga Eropa
Direktur Utama BEI Inarno Djayadi meyatakan, target nilai transaksi ini didasarkan pada asumsi stabilitas ekonomi Indonesia di atas 5%. Selain itu, adanya proyeksi peningkatan jumlah partisipasi dan aktivitas transaksi investor di tahun depan, hingga tahun ini sudah lebih dari 600 Perusahaan Tercatat di BEI.
&quot;Di samping itu, target RNTH ini juga didasari dari beberapa kegiatan yang akan berjalan, yakni rencana implementasi percepatan siklus penyelesaian transaksi yang semula 3 hari menjadi 2 hari (transaksi T+2) pada kuartal IV 2018,&quot; ujarnya dalam konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (25/10/2018).

Tak hanya itu, menurut Inarno, adanya layanan pendanaan efek oleh PT Pendanaan Efek Indonesia, serta implementasi program OJK &amp;ndash;SRO dalam hal Simplikasi Pembukaan Rekening Efek, juga akan mendorong tercapainya target transaksi.
Baca Juga:&amp;nbsp; Informasi soal Investasi Saham Belum Sampai ke Masyarakat Daerah
Sementara itu, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono Widodo  menambahkan, pihaknya optimistis RNTH sbeesar Rp9 triliu bisa tercapai. Hal ini juga didukung kondisi politik dalam Pilpres 2019 yang prosesnya akan cepat berlalu mengingat hanya ada 2 calon pasangan.

&quot;Selain ada percepatan transaksi T+2, yang dalam teorinya akan menambah 30% percepatan transaksi, ada juga kondisi politik yang bisa mereda dengan cepat. Karena pasangan calon hanya dua, jadi hanya satu putaran, setelah pemilu memang data historikalnya selalu ada harapan baru yang tercermin dengan kenaikan RNTH,&quot; paparnya.

</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan rata-rata nilai transaksi harian saham (RNTH) di tahun 2019 mencapai Rp9 triliun. Angka ini pun optimistis akan tercapai dengan total jumlah hari bursa sebanyak 244 hari di 2019.

Proyeksi ini merupakan bagian dari Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2019 yang sudah disepakati oleh pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB)  yang berlangsung hari ini, Kamis (25/10/2018).
Baca Juga: Tarik Investor Asing, BEI Bakal 'Jualan' ke ASEAN hingga Eropa
Direktur Utama BEI Inarno Djayadi meyatakan, target nilai transaksi ini didasarkan pada asumsi stabilitas ekonomi Indonesia di atas 5%. Selain itu, adanya proyeksi peningkatan jumlah partisipasi dan aktivitas transaksi investor di tahun depan, hingga tahun ini sudah lebih dari 600 Perusahaan Tercatat di BEI.
&quot;Di samping itu, target RNTH ini juga didasari dari beberapa kegiatan yang akan berjalan, yakni rencana implementasi percepatan siklus penyelesaian transaksi yang semula 3 hari menjadi 2 hari (transaksi T+2) pada kuartal IV 2018,&quot; ujarnya dalam konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (25/10/2018).

Tak hanya itu, menurut Inarno, adanya layanan pendanaan efek oleh PT Pendanaan Efek Indonesia, serta implementasi program OJK &amp;ndash;SRO dalam hal Simplikasi Pembukaan Rekening Efek, juga akan mendorong tercapainya target transaksi.
Baca Juga:&amp;nbsp; Informasi soal Investasi Saham Belum Sampai ke Masyarakat Daerah
Sementara itu, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono Widodo  menambahkan, pihaknya optimistis RNTH sbeesar Rp9 triliu bisa tercapai. Hal ini juga didukung kondisi politik dalam Pilpres 2019 yang prosesnya akan cepat berlalu mengingat hanya ada 2 calon pasangan.

&quot;Selain ada percepatan transaksi T+2, yang dalam teorinya akan menambah 30% percepatan transaksi, ada juga kondisi politik yang bisa mereda dengan cepat. Karena pasangan calon hanya dua, jadi hanya satu putaran, setelah pemilu memang data historikalnya selalu ada harapan baru yang tercermin dengan kenaikan RNTH,&quot; paparnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
