<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Astra International Cetak Kenaikan Laba 21% Jadi Rp17 Triliun   </title><description>Laba bersih Astra International mencapai Rp17,07 triliun</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/10/29/278/1970319/astra-international-cetak-kenaikan-laba-21-jadi-rp17-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/10/29/278/1970319/astra-international-cetak-kenaikan-laba-21-jadi-rp17-triliun"/><item><title>Astra International Cetak Kenaikan Laba 21% Jadi Rp17 Triliun   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/10/29/278/1970319/astra-international-cetak-kenaikan-laba-21-jadi-rp17-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/10/29/278/1970319/astra-international-cetak-kenaikan-laba-21-jadi-rp17-triliun</guid><pubDate>Senin 29 Oktober 2018 12:33 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/10/29/278/1970319/astra-international-cetak-kenaikan-laba-21-jadi-rp17-triliun-Pu8RKpAsPo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Dok. Astra</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/10/29/278/1970319/astra-international-cetak-kenaikan-laba-21-jadi-rp17-triliun-Pu8RKpAsPo.jpg</image><title>Foto: Dok. Astra</title></images><description>JAKARTA - PT Astra International Tbk merilis laporan keuangan kuartal III 2018. Selama 9 bulan atau hingga 30 September 2018, laba bersih perusahaan mencapai Rp17,07 triliun atau naik 21% dibandingkan capaian yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp14,15 triliun.
&quot;Kami berharap grup akan mencapai kinerja tahunan yang baik, meskipun persaingan yang sengit di pasar mobil serta pelemahan harga minyak kelapa sawit masih tetap diwaspadai,&quot; ujar Presiden Direktur Astra Prijoko Sugiarjo, dalam keterangan tertulisnya, Senin (29/10/2018).
Baca Juga: Astra Bagi Dividen Interim Rp60/Saham
Sementara itu, untuk pendapatan bersih konsolidasian Grup selama periode ini meningkat 16% menjadi Rp174,9 triliun, dengan pertumbuhan pendapatan pada hampir semua segmen, terutama dari segmen bisnis alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi.
Baca Juga: Anak Usaha Astra Terbitkan Obligasi Rp1,3 Triliun
Kas bersih, di luar Grup anak perusahaan jasa keuangan mencapai Rp1,7 triliun, turun dibandingkan dengan nilai kas bersih sebesar Rp2,7 triliun pada 31 Desember 2017, hal ini disebabkan oleh investasi Grup pada bisnis jalan tol dan GO-JEK serta belanja modal pada bisnis kontraktor penambangan.
Anak perusahaan Grup segmen jasa keuangan mencatat utang bersih sebesar Rp47,8 triliun, dibandingkan dengan Rp46,1 triliun pada akhir tahun 2017.
&amp;nbsp;(Feb)</description><content:encoded>JAKARTA - PT Astra International Tbk merilis laporan keuangan kuartal III 2018. Selama 9 bulan atau hingga 30 September 2018, laba bersih perusahaan mencapai Rp17,07 triliun atau naik 21% dibandingkan capaian yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp14,15 triliun.
&quot;Kami berharap grup akan mencapai kinerja tahunan yang baik, meskipun persaingan yang sengit di pasar mobil serta pelemahan harga minyak kelapa sawit masih tetap diwaspadai,&quot; ujar Presiden Direktur Astra Prijoko Sugiarjo, dalam keterangan tertulisnya, Senin (29/10/2018).
Baca Juga: Astra Bagi Dividen Interim Rp60/Saham
Sementara itu, untuk pendapatan bersih konsolidasian Grup selama periode ini meningkat 16% menjadi Rp174,9 triliun, dengan pertumbuhan pendapatan pada hampir semua segmen, terutama dari segmen bisnis alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi.
Baca Juga: Anak Usaha Astra Terbitkan Obligasi Rp1,3 Triliun
Kas bersih, di luar Grup anak perusahaan jasa keuangan mencapai Rp1,7 triliun, turun dibandingkan dengan nilai kas bersih sebesar Rp2,7 triliun pada 31 Desember 2017, hal ini disebabkan oleh investasi Grup pada bisnis jalan tol dan GO-JEK serta belanja modal pada bisnis kontraktor penambangan.
Anak perusahaan Grup segmen jasa keuangan mencatat utang bersih sebesar Rp47,8 triliun, dibandingkan dengan Rp46,1 triliun pada akhir tahun 2017.
&amp;nbsp;(Feb)</content:encoded></item></channel></rss>
