<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Daripada Beli Rokok, Mending Uangnya Dipakai Investasi</title><description>Banyak instrumen investasi menguntungkan yang bisa dibeli oleh setiap orang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/10/29/320/1969733/daripada-beli-rokok-mending-uangnya-dipakai-investasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/10/29/320/1969733/daripada-beli-rokok-mending-uangnya-dipakai-investasi"/><item><title>Daripada Beli Rokok, Mending Uangnya Dipakai Investasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/10/29/320/1969733/daripada-beli-rokok-mending-uangnya-dipakai-investasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/10/29/320/1969733/daripada-beli-rokok-mending-uangnya-dipakai-investasi</guid><pubDate>Senin 29 Oktober 2018 09:22 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/10/27/320/1969733/daripada-beli-rokok-mending-uangnya-dipakai-investasi-K1csd3IbKX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Foto Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/10/27/320/1969733/daripada-beli-rokok-mending-uangnya-dipakai-investasi-K1csd3IbKX.jpg</image><title>Ilustrasi: Foto Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Banyak instrumen investasi menguntungkan yang bisa dibeli oleh setiap orang. Tren investasi yang dulunya dipandang hanya bisa dilakukan oleh orang berduit, kini bisa dilakukan oleh semua kalangan.

Hanya saja, banyak orang yang tidak bisa menyisihkan uangnya untuk berinvestasi. Alasannya tidak ada uang lebih yang bisa disisihkan dari penghasilan setiap bulannya.

Padahal, sebagian dari masyarakat justru mampu membelanjakan setiap harinya barang yang bukan prioritas seperti rokok. Anggaran rokok ini terhitung cukup besar.

Dalam sehari, rata-rata seseorang bisa menghabiskan sebungkus rokok. Itu artinya jika asumsi harga rokok Rp20.000 per bungkus maka jika dikalkulasikan dalam sebulan akan menghabiskan sekitar Rp600.000 untuk uang rokok.
Baca Juga: Presiden Jokowi Teken Perpres Cukai Rokok untuk Tutupi Defisit BPJS Kesehatan
Nah, apabila anggaran rokok tersebut diganti dan dialokasikan untuk berinvestasi, maka banyak keuntungan yang akan didapat. Namun, instrumen investasi apa yang bisa dibeli dari uang rokok? Yuk cek seperti dikutip cekaja, Jakarta, Senin (29/10/2018).

Logam mulia

Tren harga emas logam mulia setiap waktunya terus naik. Jarang sekali harga emas turun. Oleh karena itu investasi di komoditas ini merupakan hal yang sangat menguntungkan.

Harga emas saat ini berada di kisaran Rp680.000-an per gram. Itu artinya, Anda bisa sisihkan uang rokok Anda yang setiap bulannya menghabiskan sekitar Rp600.000 untuk berinvestasi emas.

Keuntungan investasi emas yang bisa Anda nikmati antara lain bisa secara mudah dicairkan ke dalam bentuk uang tunai. Sebagai contoh, Anda bisa membeli emas di Pegadaian dan suatu saat bisa dijual juga di tempat yang sama.
Baca Juga: Banggar Dukung Sri Mulyani soal Kebijakan Cukai Rokok
Keuntungan lain, untuk membeli emas ini, Anda juga tidak perlu repot membeli dalam jumlah besar. Karena saat ini banyak perusahaan hingga aplikasi di ponsel pintar yang memberikan kemudahan untuk pembelian hingga untuk menabung emas dengan mudah.

Emas juga bisa dijadikan jaminan jika suatu saat Anda butuh duit secara mendadak tanpa harus menjualnya. Untungnya lagi, saat emas digadaikan, nilai harganya relatif sama dibandingkan dengan nilai jaminan lain seperti kendaraan bermotor atau barang elektronik yang cenderung menyusut.
&amp;nbsp;Baca Juga: Investasi Sektor Energi Turun Sejak 2015, Begini Penjelasan Menteri Jonan
Reksa dana

Bagi Anda yang suka merokok, sesekali harus mencoba berhenti dan alokasikan uang Anda untuk investasi reksa dana. Investasi ini sekarang sudah semakin mudah diakses seiring banyak marketplace dan platform yang tersedia.

Bagi yang belum tahu, reksa dana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat atau investor untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi.

Singkatnya, Anda bisa berinvestasi di instrumen saham, obligasi, deposito hingga pasar uang tetapi pengelolaannya dibantu oleh pihak lain yakni manajer investasi.
Investasi di reksa dana bisa dimulai dari Rp100.000. Ada beberapa  jenis reksa dana yang bisa Anda beli mulai dari reksa dana saham,  pendapatan tetap, pasar uang dan reksa dana campuran.

Anda juga bisa memilih untuk membeli reksa dana konvensional dan juga  reksa dana syariah. Untuk memudahkan berinvestasi di reksa dana, Anda  bisa akses CekAja.com dan masuk ke kanal investasi.

Selain itu, Anda juga bisa akses beberapa situs seperti Bareksa,  Bukalapak, Indopremier dan banyak lagi situs yang memudahkan Anda  berinvestasi di reksa dana.

Anda juga bisa datang langsung ke kantor sekuritas atau bank penyedia  layanan reksa dana untuk mendapatkan langsung pencerahan mengenai  investasi reksadana.


Saham

Tak hanya sebagai perokok, Anda juga bisa menjadi pemilik saham  perusahaan rokok. Caranya, Anda harus beli saham-saham rokok yang ada di  Bursa Efek Indonesia.

Tapi bukankah harga saham itu mahal? Tidak, siapa pun Anda saat ini  bisa membeli saham yang diinginkan. Aturan yang telah ditetapkan,  pembelian saham yang bisa dilakukan minimal 1 lot atau seratus lembar  saham.

Cara untuk menjadi investor saham cukup mudah. Anda bisa datang atau  menghubungi perusahaan sekuritas untuk mendaftarkan diri Anda sebagai  investor. Untuk mengetahui daftar perusahaan sekuritas, Anda bisa cek di  www.idx.co.id. Lalu pilih saah satu sekuritas dan bukalah rekening  investor.

Setelah itu Anda bisa tanyakan apapun ke pegawai mereka mulai dari cara login ke aplikasi hingga cara trasaksi jual beli saham.

Ada banyak saham yang bisa dibeli untuk dijadikan investasi baik  dalam jangka pendek yakni trading atau pun investasi jangka panjang.

Sebagai contoh, jika Anda tertarik membeli saham-saham rokok, Anda  bisa beli saham PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. yang harganya di  sekitaran Rp3.820 per lembar. Artinya, jika bujet uang rokok Anda  Rp600.000 per bulan, Anda bisa membeli sekitar dua lot saham Sampoerna.

Ada banyak saham lain yang bisa dibeli dari uang rokok yang Anda  sisihkan mulai dari PT Bumi Resources Tbk. yang dipatok Rp200-an, PT  Saratoga Investama Tbk. seharga Rp3.800-an hingga saham PT Energi Mega  Persada Tbk. seharga Rp113-an.

Untuk diketahui, investasi saham dan reksa dana sebetulnya hampir  saham. Hanya saja jika Anda investasi di saham, maka Anda sendirilah  yang melakukan jual beli langsung.

Sedangkan reksa dana, seperti dikatakan di atas adalah investasi Anda yang dilakukan oleh pihak lain yakni manajer investasi.

Nah, sudah ada gambaran belum bagaimana memulai investasi dari  anggaran uang rokok? Bisa kok Anda berhenti merokok dan mengalokasikan  uang rokok tersebut untuk investasi yag menguntungkan.</description><content:encoded>JAKARTA - Banyak instrumen investasi menguntungkan yang bisa dibeli oleh setiap orang. Tren investasi yang dulunya dipandang hanya bisa dilakukan oleh orang berduit, kini bisa dilakukan oleh semua kalangan.

Hanya saja, banyak orang yang tidak bisa menyisihkan uangnya untuk berinvestasi. Alasannya tidak ada uang lebih yang bisa disisihkan dari penghasilan setiap bulannya.

Padahal, sebagian dari masyarakat justru mampu membelanjakan setiap harinya barang yang bukan prioritas seperti rokok. Anggaran rokok ini terhitung cukup besar.

Dalam sehari, rata-rata seseorang bisa menghabiskan sebungkus rokok. Itu artinya jika asumsi harga rokok Rp20.000 per bungkus maka jika dikalkulasikan dalam sebulan akan menghabiskan sekitar Rp600.000 untuk uang rokok.
Baca Juga: Presiden Jokowi Teken Perpres Cukai Rokok untuk Tutupi Defisit BPJS Kesehatan
Nah, apabila anggaran rokok tersebut diganti dan dialokasikan untuk berinvestasi, maka banyak keuntungan yang akan didapat. Namun, instrumen investasi apa yang bisa dibeli dari uang rokok? Yuk cek seperti dikutip cekaja, Jakarta, Senin (29/10/2018).

Logam mulia

Tren harga emas logam mulia setiap waktunya terus naik. Jarang sekali harga emas turun. Oleh karena itu investasi di komoditas ini merupakan hal yang sangat menguntungkan.

Harga emas saat ini berada di kisaran Rp680.000-an per gram. Itu artinya, Anda bisa sisihkan uang rokok Anda yang setiap bulannya menghabiskan sekitar Rp600.000 untuk berinvestasi emas.

Keuntungan investasi emas yang bisa Anda nikmati antara lain bisa secara mudah dicairkan ke dalam bentuk uang tunai. Sebagai contoh, Anda bisa membeli emas di Pegadaian dan suatu saat bisa dijual juga di tempat yang sama.
Baca Juga: Banggar Dukung Sri Mulyani soal Kebijakan Cukai Rokok
Keuntungan lain, untuk membeli emas ini, Anda juga tidak perlu repot membeli dalam jumlah besar. Karena saat ini banyak perusahaan hingga aplikasi di ponsel pintar yang memberikan kemudahan untuk pembelian hingga untuk menabung emas dengan mudah.

Emas juga bisa dijadikan jaminan jika suatu saat Anda butuh duit secara mendadak tanpa harus menjualnya. Untungnya lagi, saat emas digadaikan, nilai harganya relatif sama dibandingkan dengan nilai jaminan lain seperti kendaraan bermotor atau barang elektronik yang cenderung menyusut.
&amp;nbsp;Baca Juga: Investasi Sektor Energi Turun Sejak 2015, Begini Penjelasan Menteri Jonan
Reksa dana

Bagi Anda yang suka merokok, sesekali harus mencoba berhenti dan alokasikan uang Anda untuk investasi reksa dana. Investasi ini sekarang sudah semakin mudah diakses seiring banyak marketplace dan platform yang tersedia.

Bagi yang belum tahu, reksa dana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat atau investor untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi.

Singkatnya, Anda bisa berinvestasi di instrumen saham, obligasi, deposito hingga pasar uang tetapi pengelolaannya dibantu oleh pihak lain yakni manajer investasi.
Investasi di reksa dana bisa dimulai dari Rp100.000. Ada beberapa  jenis reksa dana yang bisa Anda beli mulai dari reksa dana saham,  pendapatan tetap, pasar uang dan reksa dana campuran.

Anda juga bisa memilih untuk membeli reksa dana konvensional dan juga  reksa dana syariah. Untuk memudahkan berinvestasi di reksa dana, Anda  bisa akses CekAja.com dan masuk ke kanal investasi.

Selain itu, Anda juga bisa akses beberapa situs seperti Bareksa,  Bukalapak, Indopremier dan banyak lagi situs yang memudahkan Anda  berinvestasi di reksa dana.

Anda juga bisa datang langsung ke kantor sekuritas atau bank penyedia  layanan reksa dana untuk mendapatkan langsung pencerahan mengenai  investasi reksadana.


Saham

Tak hanya sebagai perokok, Anda juga bisa menjadi pemilik saham  perusahaan rokok. Caranya, Anda harus beli saham-saham rokok yang ada di  Bursa Efek Indonesia.

Tapi bukankah harga saham itu mahal? Tidak, siapa pun Anda saat ini  bisa membeli saham yang diinginkan. Aturan yang telah ditetapkan,  pembelian saham yang bisa dilakukan minimal 1 lot atau seratus lembar  saham.

Cara untuk menjadi investor saham cukup mudah. Anda bisa datang atau  menghubungi perusahaan sekuritas untuk mendaftarkan diri Anda sebagai  investor. Untuk mengetahui daftar perusahaan sekuritas, Anda bisa cek di  www.idx.co.id. Lalu pilih saah satu sekuritas dan bukalah rekening  investor.

Setelah itu Anda bisa tanyakan apapun ke pegawai mereka mulai dari cara login ke aplikasi hingga cara trasaksi jual beli saham.

Ada banyak saham yang bisa dibeli untuk dijadikan investasi baik  dalam jangka pendek yakni trading atau pun investasi jangka panjang.

Sebagai contoh, jika Anda tertarik membeli saham-saham rokok, Anda  bisa beli saham PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. yang harganya di  sekitaran Rp3.820 per lembar. Artinya, jika bujet uang rokok Anda  Rp600.000 per bulan, Anda bisa membeli sekitar dua lot saham Sampoerna.

Ada banyak saham lain yang bisa dibeli dari uang rokok yang Anda  sisihkan mulai dari PT Bumi Resources Tbk. yang dipatok Rp200-an, PT  Saratoga Investama Tbk. seharga Rp3.800-an hingga saham PT Energi Mega  Persada Tbk. seharga Rp113-an.

Untuk diketahui, investasi saham dan reksa dana sebetulnya hampir  saham. Hanya saja jika Anda investasi di saham, maka Anda sendirilah  yang melakukan jual beli langsung.

Sedangkan reksa dana, seperti dikatakan di atas adalah investasi Anda yang dilakukan oleh pihak lain yakni manajer investasi.

Nah, sudah ada gambaran belum bagaimana memulai investasi dari  anggaran uang rokok? Bisa kok Anda berhenti merokok dan mengalokasikan  uang rokok tersebut untuk investasi yag menguntungkan.</content:encoded></item></channel></rss>
