<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Presiden Jokowi Siapkan Perpres Lahan Sawah Anti Menyusut</title><description>Lahan pertanian pada tahun 2017 sendiri mencapai 7,7 juta hektare (ha)</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/10/31/320/1971599/presiden-jokowi-siapkan-perpres-lahan-sawah-anti-menyusut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/10/31/320/1971599/presiden-jokowi-siapkan-perpres-lahan-sawah-anti-menyusut"/><item><title>Presiden Jokowi Siapkan Perpres Lahan Sawah Anti Menyusut</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/10/31/320/1971599/presiden-jokowi-siapkan-perpres-lahan-sawah-anti-menyusut</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/10/31/320/1971599/presiden-jokowi-siapkan-perpres-lahan-sawah-anti-menyusut</guid><pubDate>Rabu 31 Oktober 2018 18:25 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/10/31/320/1971599/presiden-jokowi-siapkan-perpres-lahan-sawah-anti-menyusut-HfRTi5VRgm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Foto Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/10/31/320/1971599/presiden-jokowi-siapkan-perpres-lahan-sawah-anti-menyusut-HfRTi5VRgm.jpg</image><title>Ilustrasi: Foto Okezone</title></images><description> 
JAKARTA - Lahan pertanian pada tahun 2017 sendiri mencapai 7,7 juta hektare (ha). Namun pada tahun ini, lahan pertanian turun menjadi 7,1 juta ha sehingga memengaruhi produksi padi.

Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) atau Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil mengatakan, berkurangnya lahan pertanian sendiri disebabkan adanya perubahan fungsi lahan dari pertanian menjadi perumahan. Belum lagi, ada beberapa lahan persawahan juga dijadikan dan dialih fungsikan sebagai perhotelan ataupun mal-mal baru yang ada di daerah tersebut.

&quot;Penyusutan lahan baru itu karena adanya antara lain perubahan fungsi lahan karena kepadatan penduduk jadi berubah fungsi menjadi properti sebagian, tetapi enggak begitu signifikan perubahannya,&quot; ujarnya saat ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (31/10/2018).
Baca Juga: BPS: Luas Lahan Pertanian Semakin Menurun
Oleh karena itu lanjut Sofyan, Pemerintah berencana mengatur ketersediaan lahan persawahan yang semakin hari jumlahnya semakin menurun. Aturan tersebut nantinya akan dikelaurkan dalam bentuk Peraturan Presiden (Perpres).

Saat ini aturan tersebut sedang disusun oleh pihaknya sebelum nantinya diserahkan kepada Presiden Jokowi. Rencananya aturan tersebut akan memberikan insentif kepada sang pemilik lahan sawah.

Tujuannya adalah agar sang Pemilik tidak menjual lahan sawahnya kepada orang lain apalagi jika lahan tersebut digunakan untuk hal-hal yang tidak berkaitan dengan persawahan lagi seperti perumahan.

&quot;Itu sedang dalam rencana. Tetapi itu harus ada insentif. Begitu ada tanah orang enggak boleh diapa-apakan. Itu sedang dikerjakan,&quot; ucapnya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Pemerintah Cari Cara Selamatkan Lahan Sawah Seluas 200.000 Ha
Nantinya lanjut Sofyan, lewat Perpres tersebut pemerintah menetapkan lahan 7,1 juta hektare sebagai lahan pertanian. Sehingga sektor pertanian tetap terus berjalan karena lahan yang dimiliki tetap stabil dan tidak berkurang.

&quot;Kita sedang siapkan Perpres untuk menetapkan 7,1 juta hektar. Itu nanti akan ditetapkan jadi lahan pertanian berkelanjutan,&quot; kata Sofyan.
</description><content:encoded> 
JAKARTA - Lahan pertanian pada tahun 2017 sendiri mencapai 7,7 juta hektare (ha). Namun pada tahun ini, lahan pertanian turun menjadi 7,1 juta ha sehingga memengaruhi produksi padi.

Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) atau Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil mengatakan, berkurangnya lahan pertanian sendiri disebabkan adanya perubahan fungsi lahan dari pertanian menjadi perumahan. Belum lagi, ada beberapa lahan persawahan juga dijadikan dan dialih fungsikan sebagai perhotelan ataupun mal-mal baru yang ada di daerah tersebut.

&quot;Penyusutan lahan baru itu karena adanya antara lain perubahan fungsi lahan karena kepadatan penduduk jadi berubah fungsi menjadi properti sebagian, tetapi enggak begitu signifikan perubahannya,&quot; ujarnya saat ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (31/10/2018).
Baca Juga: BPS: Luas Lahan Pertanian Semakin Menurun
Oleh karena itu lanjut Sofyan, Pemerintah berencana mengatur ketersediaan lahan persawahan yang semakin hari jumlahnya semakin menurun. Aturan tersebut nantinya akan dikelaurkan dalam bentuk Peraturan Presiden (Perpres).

Saat ini aturan tersebut sedang disusun oleh pihaknya sebelum nantinya diserahkan kepada Presiden Jokowi. Rencananya aturan tersebut akan memberikan insentif kepada sang pemilik lahan sawah.

Tujuannya adalah agar sang Pemilik tidak menjual lahan sawahnya kepada orang lain apalagi jika lahan tersebut digunakan untuk hal-hal yang tidak berkaitan dengan persawahan lagi seperti perumahan.

&quot;Itu sedang dalam rencana. Tetapi itu harus ada insentif. Begitu ada tanah orang enggak boleh diapa-apakan. Itu sedang dikerjakan,&quot; ucapnya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Pemerintah Cari Cara Selamatkan Lahan Sawah Seluas 200.000 Ha
Nantinya lanjut Sofyan, lewat Perpres tersebut pemerintah menetapkan lahan 7,1 juta hektare sebagai lahan pertanian. Sehingga sektor pertanian tetap terus berjalan karena lahan yang dimiliki tetap stabil dan tidak berkurang.

&quot;Kita sedang siapkan Perpres untuk menetapkan 7,1 juta hektar. Itu nanti akan ditetapkan jadi lahan pertanian berkelanjutan,&quot; kata Sofyan.
</content:encoded></item></channel></rss>
