<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Bidik Rp1 Triliun dari Surat Utang Syariah Online</title><description>Kementerian Keuangan (Kemenkeu) hari ini telah menerbitkan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) ritel.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/11/01/20/1971969/sri-mulyani-bidik-rp1-triliun-dari-surat-utang-syariah-online</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/11/01/20/1971969/sri-mulyani-bidik-rp1-triliun-dari-surat-utang-syariah-online"/><item><title>Sri Mulyani Bidik Rp1 Triliun dari Surat Utang Syariah Online</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/11/01/20/1971969/sri-mulyani-bidik-rp1-triliun-dari-surat-utang-syariah-online</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/11/01/20/1971969/sri-mulyani-bidik-rp1-triliun-dari-surat-utang-syariah-online</guid><pubDate>Kamis 01 November 2018 14:41 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/11/01/20/1971969/sri-mulyani-bidik-rp1-triliun-dari-surat-utang-syariah-online-BxLywxBn0e.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Menteri Keuangan Sri Mulyani (Dok. Facebook Sri Mulyani)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/11/01/20/1971969/sri-mulyani-bidik-rp1-triliun-dari-surat-utang-syariah-online-BxLywxBn0e.jpg</image><title>Foto: Menteri Keuangan Sri Mulyani (Dok. Facebook Sri Mulyani)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) hari ini telah menerbitkan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) ritel kepada investor individu (ritel) secara online (e-SBN).

Terkait hal itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, penerbitan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) ritel kepada investor individu (ritel) secara online (e-SBN), nantinya mampu menerima pendapatan Rp1 triliun.

&quot;Jadi, kami menargetkan dari penerbitan SBSN ritel kepada investor individu (ritel) secara online (e-SBN) bisa mendapatkan Rp1 triliun,&quot; kata Sri Mulyani di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (1/11/2018).
&amp;nbsp;Baca Juga: Sri Mulyani Ungkap 3 Kelemahan yang Bikin Bank Syariah Belum Maju
Dia menjelaskan, pihaknya akan menawarkan utang syariah atau sukuk tersebut, selama 22 hari, yaitu 1-22 November 2018. Di mana sukuk negara diterbitkan itu bernomor seri ST-002.

&quot;Kita terbitkan selama 22 hari ini dengan metode yang sama, semoga hasilnya lebih besar dari ritel biasa walau kami hanya targetkan Rp1 triliun,&quot; ungkapanya.
Baca Juga: Hadiri Satu Dasawarsa Sukuk Negara, Sri Mulyani Tekankan 2 Hal Penting Bank Syariah
Seblumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani hari ini menghadiri acara satu dasawarsa Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk, dan launching sukuk tabungan seri ST-002 di Aula Dhanapala, Kementerian Keuangan, Jakarta.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, ada dua elemen penting yang ada di bank-bank syariah. Pertama dari sisi keadilan, di mana instrumen-instrumen berbasis syariah mampu menjawab. Artinya kesenjangan tidak boleh meningkat saat ekonomi berkembang.


</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) hari ini telah menerbitkan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) ritel kepada investor individu (ritel) secara online (e-SBN).

Terkait hal itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, penerbitan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) ritel kepada investor individu (ritel) secara online (e-SBN), nantinya mampu menerima pendapatan Rp1 triliun.

&quot;Jadi, kami menargetkan dari penerbitan SBSN ritel kepada investor individu (ritel) secara online (e-SBN) bisa mendapatkan Rp1 triliun,&quot; kata Sri Mulyani di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (1/11/2018).
&amp;nbsp;Baca Juga: Sri Mulyani Ungkap 3 Kelemahan yang Bikin Bank Syariah Belum Maju
Dia menjelaskan, pihaknya akan menawarkan utang syariah atau sukuk tersebut, selama 22 hari, yaitu 1-22 November 2018. Di mana sukuk negara diterbitkan itu bernomor seri ST-002.

&quot;Kita terbitkan selama 22 hari ini dengan metode yang sama, semoga hasilnya lebih besar dari ritel biasa walau kami hanya targetkan Rp1 triliun,&quot; ungkapanya.
Baca Juga: Hadiri Satu Dasawarsa Sukuk Negara, Sri Mulyani Tekankan 2 Hal Penting Bank Syariah
Seblumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani hari ini menghadiri acara satu dasawarsa Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk, dan launching sukuk tabungan seri ST-002 di Aula Dhanapala, Kementerian Keuangan, Jakarta.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, ada dua elemen penting yang ada di bank-bank syariah. Pertama dari sisi keadilan, di mana instrumen-instrumen berbasis syariah mampu menjawab. Artinya kesenjangan tidak boleh meningkat saat ekonomi berkembang.


</content:encoded></item></channel></rss>
