<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Usai Biodiesel 20%, Program B30 Siap Uji Coba di 2019</title><description>Pemerintah akan melakukan uji jalan (road test) penerapan biodiesel 30% (B30)</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/11/01/320/1971830/usai-biodiesel-20-program-b30-siap-uji-coba-di-2019</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/11/01/320/1971830/usai-biodiesel-20-program-b30-siap-uji-coba-di-2019"/><item><title>Usai Biodiesel 20%, Program B30 Siap Uji Coba di 2019</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/11/01/320/1971830/usai-biodiesel-20-program-b30-siap-uji-coba-di-2019</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/11/01/320/1971830/usai-biodiesel-20-program-b30-siap-uji-coba-di-2019</guid><pubDate>Kamis 01 November 2018 10:33 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/11/01/320/1971830/usai-biodiesel-20-program-b30-siap-uji-coba-di-2019-WD67yNxuGk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Biodiesel (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/11/01/320/1971830/usai-biodiesel-20-program-b30-siap-uji-coba-di-2019-WD67yNxuGk.jpg</image><title>Ilustrasi Biodiesel (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA&amp;ndash; Pemerintah akan melakukan uji jalan (road test) penerapan biodiesel 30% (B30) pada kendaraan bermotor pada awal tahun depan. Rencananya mandatori B30 akan dilaksanakan pada 2020.
&amp;rdquo;Sesuai rencana uji coba B30 akan dilaksanakan paling lambat awal tahun depan. Ada kemungkinan Januari kami sudah uji coba,&amp;rdquo; ujar Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika disela Round Table Discussion KORAN SINDO/Sindonews bertajuk Kebijakan B20 untuk Mendukung Kemandirian Energi dan Pemanfaatan Energi Ramah Lingkungan, di Hotel Grand Mahakam, Jakarta.
Menurut dia, uji coba ini akan melibatkan beberapa lembaga terkait, seperti Kementerian Perindustrian, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), PT Pertamina (Persero), Asosiasi Peodusen Biofuel Indonesia (Aprobi), Lembaga Peneliti, dan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).
Baca Juga: Penerapan B20 Bisa Tekan Defisit Transaksi Berjalan
Uji coba ini akan dilakukan road test kendaraan bermotor dalam jangka waktu tempuh sekitar 60.000 kilometer (km). &amp;rdquo;Bila hasil road test dinyatakan berhasil, pemerintah akan melakukan review dan finalisasi spek SNI B30. Setelah proses selesai baru kemudian diimplementasikan,&amp;rdquo; ujar dia.

Dia mengatakan, rencana implementasi B30 merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan mandatori B20. Untuk mengimplementasikan B30, pemerintah perlu membuat regulasi, seperti LCGC dan LCEV serta memberikan insentif pajak guna menumbuhkan iklim bisnis agar industri kendaraan bermotor bisa membuat produk kendaraan bermotor bermesin flexy engine B30. Tak hanya itu, industri kendaraan bermotor juga perlu tax holiday untuk pabrikan mesin yang membuat flexy engine B30.
Baca Juga: Menko Darmin Akui Biodiesel 20% Belum Optimal
&amp;rdquo;Insentif lain juga perlu diberikan, seperti mengganti biaya research and development untuk flexy engine B30 atau memberikan potongan pajak untuk menurunkan harga mesin diesel. Supaya harga kendaraan flexy biodiesel lebih murah atau sama dengan harga mesin solar,&amp;rdquo; kata dia.

Berdasarkan data Kemenperin, jumlah kendaraan bermotor terhitung sejak tahun 1972&amp;ndash;2017 mencapai sebanyak 17,1 juta unit. Adapun sekitar 25% atau sekitar 4,2 juta adalah mesin diesel. Pada kesempatan sama, Direktur Bioenergi pada Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Andriah Feby Misna mengatakan B30 siap untuk diuji coba. Pihaknya memastikan jika penerapan B30 tidak jadi kendala pada kendaraan bermotor, baik keluaran lama maupun kendaraan bermotor keluaran baru.
&amp;rdquo;Pasti aman ya, karena implementasi biodiesel 20% khususnya sudah dilakukan sejak 2016. Yang penting sistem handling-nya bagus,&amp;rdquo; kata dia.
(Feb)Sekretaris Gaikindo Abdul Rochim mendukung langkah pemerintah  menerapkan B30. Sebab itu perlu adanya uji jalan supaya tahu dampak yang  ditimbulkan dari B30. Menurutnya, dengan road test, akan mengetahui  dampak yang ditimbulkan dari penerapan B30. Untuk saat ini yang sedang  dilakukan ialah uji spek mesin kendaraan terhadap peningkatan konten  campuran minyak sawit (fatty acid methyl ester/FAME) dari B20 menjadi  B30 supaya sama penggunaannya dengan B20.
&amp;rdquo;Sekarang yang kami usahakan bagaimana caranya efek penggunaan B30  sama seperti penggunaan B20. Hal itu supaya produsen kendaraan bermotor  tidak mengubah desain mobil sehingga mobil keluaran lama tetap aman  menggunakan B30,&amp;rdquo; kata dia.

Dia mengatakan, keberhasilan Indonesia mengimplementasikan biodiesel  menjadi pertama di dunia. Pasalnya, seluruh dunia belum ada yang  menggunakan bahan bakar dengan campuran minyak sawit. &amp;rdquo;Apalagi FAME kita  ini kualitasnya terbaik di dunia. Sebab itu implementasi ini sudah  sepantasnya untuk terus ditingkatkan,&amp;rdquo; kata dia.
Hal senada juga dikatakan Vice President Corporate Communication  Pertamina Adiatma Sardjito. Pertamina sebagai Badan Usaha BBM milik  negara mendukung penuh peningkatan mandatori biodiesel.

&amp;rdquo;Kami siap mendukung pemerintah terkait program peningkatan mandatori  biodiesel,&amp;rdquo; kata dia. PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN)  menyambut baik rencana pemerintah menerapkan penggunaan bahan bakar  minyak (BBM) jenis solar dengan campuran 20% minyak sawit (B20) ke  kendaraan pribadi. TMMIN juga mengaku siap mengikuti dan menerapkan  aturan yang ditargetkan pemerintah bahwa akhir tahun semua kendaraan  diesel sudah menggunakannya.
&amp;rdquo;Kami mendukung kebijakan B20,&amp;rdquo; ujar Direktur PT Toyota Motor  Manufacturing Indonesia (TMMiN) Bob Azam. Toyota sudah melakukan  pengujian sejak 2015 dan tidak berdampak pada penurunan kerja mesin.  Pengetesan dilakukan bersama Pertamina lewat serangkaian test drive  sepanjang 100.000 km. Data yang diperoleh tersebut bisa jadi acuan  mengetahui dampak penggunaan B20 terhadap kinerja mesin dan kenyamanan  penumpang.
(Feb)</description><content:encoded>JAKARTA&amp;ndash; Pemerintah akan melakukan uji jalan (road test) penerapan biodiesel 30% (B30) pada kendaraan bermotor pada awal tahun depan. Rencananya mandatori B30 akan dilaksanakan pada 2020.
&amp;rdquo;Sesuai rencana uji coba B30 akan dilaksanakan paling lambat awal tahun depan. Ada kemungkinan Januari kami sudah uji coba,&amp;rdquo; ujar Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika disela Round Table Discussion KORAN SINDO/Sindonews bertajuk Kebijakan B20 untuk Mendukung Kemandirian Energi dan Pemanfaatan Energi Ramah Lingkungan, di Hotel Grand Mahakam, Jakarta.
Menurut dia, uji coba ini akan melibatkan beberapa lembaga terkait, seperti Kementerian Perindustrian, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), PT Pertamina (Persero), Asosiasi Peodusen Biofuel Indonesia (Aprobi), Lembaga Peneliti, dan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).
Baca Juga: Penerapan B20 Bisa Tekan Defisit Transaksi Berjalan
Uji coba ini akan dilakukan road test kendaraan bermotor dalam jangka waktu tempuh sekitar 60.000 kilometer (km). &amp;rdquo;Bila hasil road test dinyatakan berhasil, pemerintah akan melakukan review dan finalisasi spek SNI B30. Setelah proses selesai baru kemudian diimplementasikan,&amp;rdquo; ujar dia.

Dia mengatakan, rencana implementasi B30 merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan mandatori B20. Untuk mengimplementasikan B30, pemerintah perlu membuat regulasi, seperti LCGC dan LCEV serta memberikan insentif pajak guna menumbuhkan iklim bisnis agar industri kendaraan bermotor bisa membuat produk kendaraan bermotor bermesin flexy engine B30. Tak hanya itu, industri kendaraan bermotor juga perlu tax holiday untuk pabrikan mesin yang membuat flexy engine B30.
Baca Juga: Menko Darmin Akui Biodiesel 20% Belum Optimal
&amp;rdquo;Insentif lain juga perlu diberikan, seperti mengganti biaya research and development untuk flexy engine B30 atau memberikan potongan pajak untuk menurunkan harga mesin diesel. Supaya harga kendaraan flexy biodiesel lebih murah atau sama dengan harga mesin solar,&amp;rdquo; kata dia.

Berdasarkan data Kemenperin, jumlah kendaraan bermotor terhitung sejak tahun 1972&amp;ndash;2017 mencapai sebanyak 17,1 juta unit. Adapun sekitar 25% atau sekitar 4,2 juta adalah mesin diesel. Pada kesempatan sama, Direktur Bioenergi pada Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Andriah Feby Misna mengatakan B30 siap untuk diuji coba. Pihaknya memastikan jika penerapan B30 tidak jadi kendala pada kendaraan bermotor, baik keluaran lama maupun kendaraan bermotor keluaran baru.
&amp;rdquo;Pasti aman ya, karena implementasi biodiesel 20% khususnya sudah dilakukan sejak 2016. Yang penting sistem handling-nya bagus,&amp;rdquo; kata dia.
(Feb)Sekretaris Gaikindo Abdul Rochim mendukung langkah pemerintah  menerapkan B30. Sebab itu perlu adanya uji jalan supaya tahu dampak yang  ditimbulkan dari B30. Menurutnya, dengan road test, akan mengetahui  dampak yang ditimbulkan dari penerapan B30. Untuk saat ini yang sedang  dilakukan ialah uji spek mesin kendaraan terhadap peningkatan konten  campuran minyak sawit (fatty acid methyl ester/FAME) dari B20 menjadi  B30 supaya sama penggunaannya dengan B20.
&amp;rdquo;Sekarang yang kami usahakan bagaimana caranya efek penggunaan B30  sama seperti penggunaan B20. Hal itu supaya produsen kendaraan bermotor  tidak mengubah desain mobil sehingga mobil keluaran lama tetap aman  menggunakan B30,&amp;rdquo; kata dia.

Dia mengatakan, keberhasilan Indonesia mengimplementasikan biodiesel  menjadi pertama di dunia. Pasalnya, seluruh dunia belum ada yang  menggunakan bahan bakar dengan campuran minyak sawit. &amp;rdquo;Apalagi FAME kita  ini kualitasnya terbaik di dunia. Sebab itu implementasi ini sudah  sepantasnya untuk terus ditingkatkan,&amp;rdquo; kata dia.
Hal senada juga dikatakan Vice President Corporate Communication  Pertamina Adiatma Sardjito. Pertamina sebagai Badan Usaha BBM milik  negara mendukung penuh peningkatan mandatori biodiesel.

&amp;rdquo;Kami siap mendukung pemerintah terkait program peningkatan mandatori  biodiesel,&amp;rdquo; kata dia. PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN)  menyambut baik rencana pemerintah menerapkan penggunaan bahan bakar  minyak (BBM) jenis solar dengan campuran 20% minyak sawit (B20) ke  kendaraan pribadi. TMMIN juga mengaku siap mengikuti dan menerapkan  aturan yang ditargetkan pemerintah bahwa akhir tahun semua kendaraan  diesel sudah menggunakannya.
&amp;rdquo;Kami mendukung kebijakan B20,&amp;rdquo; ujar Direktur PT Toyota Motor  Manufacturing Indonesia (TMMiN) Bob Azam. Toyota sudah melakukan  pengujian sejak 2015 dan tidak berdampak pada penurunan kerja mesin.  Pengetesan dilakukan bersama Pertamina lewat serangkaian test drive  sepanjang 100.000 km. Data yang diperoleh tersebut bisa jadi acuan  mengetahui dampak penggunaan B20 terhadap kinerja mesin dan kenyamanan  penumpang.
(Feb)</content:encoded></item></channel></rss>
