<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sambangi MNC Media, Dubes Pardede Promosikan Potensi Investasi dan Wisata Tanzania</title><description>Negara-negara Afrika, terutama negara yang menjadi daerah kerjanya adalah negara yang baik untuk menjadi tujuan investasi dan wisata.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/11/01/320/1972125/sambangi-mnc-media-dubes-pardede-promosikan-potensi-investasi-dan-wisata-tanzania</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/11/01/320/1972125/sambangi-mnc-media-dubes-pardede-promosikan-potensi-investasi-dan-wisata-tanzania"/><item><title>Sambangi MNC Media, Dubes Pardede Promosikan Potensi Investasi dan Wisata Tanzania</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/11/01/320/1972125/sambangi-mnc-media-dubes-pardede-promosikan-potensi-investasi-dan-wisata-tanzania</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/11/01/320/1972125/sambangi-mnc-media-dubes-pardede-promosikan-potensi-investasi-dan-wisata-tanzania</guid><pubDate>Kamis 01 November 2018 19:05 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/11/01/320/1972125/sambangi-mnc-media-dubes-pardede-promosikan-potensi-investasi-dan-wisata-tanzania-cZB1TBA7tc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Kunjungan Dubes Tanzania ke MNC Media (Dika/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/11/01/320/1972125/sambangi-mnc-media-dubes-pardede-promosikan-potensi-investasi-dan-wisata-tanzania-cZB1TBA7tc.jpg</image><title>Foto: Kunjungan Dubes Tanzania ke MNC Media (Dika/Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Duta Besar RI untuk Tanzania merangkap Burundi, Rwanda dan Uni Komoros, Prof. Dr. Ratlan Pardede mengatakan, negara-negara Afrika, terutama negara yang menjadi daerah kerjanya adalah negara yang baik untuk menjadi tujuan investasi dan wisata.
Menurut Dubes Pardede, warga Indonesia selama ini umumnya memiliki pandangan yang keliru mengenai Afrika dan dia mencoba meluruskan hal itu.
&amp;ldquo;Kami datang untuk meyakinkan Indonesia , dengan bantuan media untuk mempromosikan bagaimana sebenarnya di Tanzania, Burundi, Rwanda dan Uni Komoros,&amp;rdquo; kata Pardede saat berkunjung ke kantor MNC Media di iNews Tower, Kamis (1/11/2018).
Baca Juga: Menteri Bambang Sebut Investasi RI Turun karena Pemilu
Menurut Pardede, Tanzania memiliki kemiripan dengan Indonesia. Tanzania memiliki perpolitikan yang stabil dengan kepemimpinan presiden yang kuat. Dia mengatakan, rakyat Tanzania adalah orang-orang yang jujur dan relatif tertib dalam kehidupan sehari-harinya, berbeda dengan pandangan masyarakat Indonesia umumnya yang menganggap negara-negara Afrika tidak kondusif.
Bahkan, para pedagang bahkan bisa meninggalkan dagangan mereka tanpa ditutup semalaman penuh tanpa khawatir.
&amp;ldquo;Di pasarnya, barang-barang tidak ditutup, ditinggal begitu saja, aman. Tanzania aman, dari sisi keamanan tidak ada yang perlu dikhawatirkan,&amp;rdquo; jelasnya.
Tidak hanya Tanzania, negara-negara lain yang menjadi wilayah kerja KBRI Dar Es Salaam menurut Pardede kondisinya aman, termasuk Rwanda yang pernah dilanda konflik etnis tiga dekade lalu. Selain kondisi politik dan kehidupan sehari-hari, kondisi cuaca dan makanan di negara Afrika Timur seperti Tanzania juga dirasa mirip dengan di Tanah Air.
Baca Juga: Singapura Masih Jadi Investor Terbesar di RI
Tanzania juga memiliki lokasi tujuan wisata yang menarik termasuk taman nasional Serengeti dan Gunung Kilimanjaro yang terkenal di dunia. Negara itu juga memiliki pantai-pantai indah yang dapat dikunjungi sebagai tujuan wisata, termasuk Pantai Zanzibar.
Potensi pantai ini membuat Tanzania mengusulkan kerja sama sister city dengan Bali, di Indonesia. Dubes Pardede mengatakan, dia mengupayakan adanya paket wisata antara Bali dan Zanzibar yang diharapkan dapat mendorong pariwisata kedua negara.
&amp;ldquo;Kita mengupayakan ada paket wisata. Setelah ke Zanzibar, langsung ke Bali, atau dari Bali langsung ke Zanzibar,&amp;rdquo; jelasnya.


Program sister city juga sedang diupayakan antara kota di Tanzania  dengan kota di Jawa Timur dengan tujuan mendorong ekspor mesin-mesin  pertanian dari Indonesia ke Tanzania yang sedang bergerak untuk menjadi  negara semi-industri.
Tanzania dikenal dengan berbagai produk pertaniannya, termasuk  tembakau, kapas dan cengkeh yang bermutu tinggi. Kedua produk pertanian  ini terbuka untuk peluang investasi dari Indonesia, bahkan ada tawaran  dari pemerintah lokal di Tanzania untuk pembangunan pabrik di sana.
&amp;ldquo;Kapas, kita masih impor. Pemikiran kita bagaimana kita bisa impor  kapas secara langsung, atau kita bisa upayakan mendirikan pabrik di  sana. Pabrik itu mengolah kapas setengah jadi dan kita kirim ke sini  (Indonesia).&amp;rdquo;
&amp;ldquo;Kapas ini, gubernur (di Tanzania) bahkan berjanji pada saya: &amp;ldquo;kalau  datang (investasi pabrik) Indonesia ke sini, saya akan berikan lahan  gratis&amp;rdquo;,&amp;rdquo; tambah Dubes Pardede.
Sejauh ini baru ada beberapa investasi Indonesia yang akan masuk ke  Tanzania termasuk proyek infrastruktur pelabuhan dan pembangunan pabrik  untuk produk sabun dan obat herbal.
Di bidang perdagangan, nilai ekspor Indonesia ke Tanzania mengalami  peningkatan dari tahun 2016-2017 sebesar 75% sementara volume  perdagangan juga meningkat sebesar sekira 35%. Produk yang mendominasi  ekspor Indonesia ke Tanzania adalah minyak sawit, mesin.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Duta Besar RI untuk Tanzania merangkap Burundi, Rwanda dan Uni Komoros, Prof. Dr. Ratlan Pardede mengatakan, negara-negara Afrika, terutama negara yang menjadi daerah kerjanya adalah negara yang baik untuk menjadi tujuan investasi dan wisata.
Menurut Dubes Pardede, warga Indonesia selama ini umumnya memiliki pandangan yang keliru mengenai Afrika dan dia mencoba meluruskan hal itu.
&amp;ldquo;Kami datang untuk meyakinkan Indonesia , dengan bantuan media untuk mempromosikan bagaimana sebenarnya di Tanzania, Burundi, Rwanda dan Uni Komoros,&amp;rdquo; kata Pardede saat berkunjung ke kantor MNC Media di iNews Tower, Kamis (1/11/2018).
Baca Juga: Menteri Bambang Sebut Investasi RI Turun karena Pemilu
Menurut Pardede, Tanzania memiliki kemiripan dengan Indonesia. Tanzania memiliki perpolitikan yang stabil dengan kepemimpinan presiden yang kuat. Dia mengatakan, rakyat Tanzania adalah orang-orang yang jujur dan relatif tertib dalam kehidupan sehari-harinya, berbeda dengan pandangan masyarakat Indonesia umumnya yang menganggap negara-negara Afrika tidak kondusif.
Bahkan, para pedagang bahkan bisa meninggalkan dagangan mereka tanpa ditutup semalaman penuh tanpa khawatir.
&amp;ldquo;Di pasarnya, barang-barang tidak ditutup, ditinggal begitu saja, aman. Tanzania aman, dari sisi keamanan tidak ada yang perlu dikhawatirkan,&amp;rdquo; jelasnya.
Tidak hanya Tanzania, negara-negara lain yang menjadi wilayah kerja KBRI Dar Es Salaam menurut Pardede kondisinya aman, termasuk Rwanda yang pernah dilanda konflik etnis tiga dekade lalu. Selain kondisi politik dan kehidupan sehari-hari, kondisi cuaca dan makanan di negara Afrika Timur seperti Tanzania juga dirasa mirip dengan di Tanah Air.
Baca Juga: Singapura Masih Jadi Investor Terbesar di RI
Tanzania juga memiliki lokasi tujuan wisata yang menarik termasuk taman nasional Serengeti dan Gunung Kilimanjaro yang terkenal di dunia. Negara itu juga memiliki pantai-pantai indah yang dapat dikunjungi sebagai tujuan wisata, termasuk Pantai Zanzibar.
Potensi pantai ini membuat Tanzania mengusulkan kerja sama sister city dengan Bali, di Indonesia. Dubes Pardede mengatakan, dia mengupayakan adanya paket wisata antara Bali dan Zanzibar yang diharapkan dapat mendorong pariwisata kedua negara.
&amp;ldquo;Kita mengupayakan ada paket wisata. Setelah ke Zanzibar, langsung ke Bali, atau dari Bali langsung ke Zanzibar,&amp;rdquo; jelasnya.


Program sister city juga sedang diupayakan antara kota di Tanzania  dengan kota di Jawa Timur dengan tujuan mendorong ekspor mesin-mesin  pertanian dari Indonesia ke Tanzania yang sedang bergerak untuk menjadi  negara semi-industri.
Tanzania dikenal dengan berbagai produk pertaniannya, termasuk  tembakau, kapas dan cengkeh yang bermutu tinggi. Kedua produk pertanian  ini terbuka untuk peluang investasi dari Indonesia, bahkan ada tawaran  dari pemerintah lokal di Tanzania untuk pembangunan pabrik di sana.
&amp;ldquo;Kapas, kita masih impor. Pemikiran kita bagaimana kita bisa impor  kapas secara langsung, atau kita bisa upayakan mendirikan pabrik di  sana. Pabrik itu mengolah kapas setengah jadi dan kita kirim ke sini  (Indonesia).&amp;rdquo;
&amp;ldquo;Kapas ini, gubernur (di Tanzania) bahkan berjanji pada saya: &amp;ldquo;kalau  datang (investasi pabrik) Indonesia ke sini, saya akan berikan lahan  gratis&amp;rdquo;,&amp;rdquo; tambah Dubes Pardede.
Sejauh ini baru ada beberapa investasi Indonesia yang akan masuk ke  Tanzania termasuk proyek infrastruktur pelabuhan dan pembangunan pabrik  untuk produk sabun dan obat herbal.
Di bidang perdagangan, nilai ekspor Indonesia ke Tanzania mengalami  peningkatan dari tahun 2016-2017 sebesar 75% sementara volume  perdagangan juga meningkat sebesar sekira 35%. Produk yang mendominasi  ekspor Indonesia ke Tanzania adalah minyak sawit, mesin.</content:encoded></item></channel></rss>
