<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sederet Perkembangan dari Tragedi Lion Air: Tiket Pesawat Murah Dievaluasi</title><description>Berikut ini fakta-fakta evaluasi kebijakan tiket murah yang dirangkum Okezone Finance, Jumat (2/11/2018).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/11/02/320/1972364/sederet-perkembangan-dari-tragedi-lion-air-tiket-pesawat-murah-dievaluasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/11/02/320/1972364/sederet-perkembangan-dari-tragedi-lion-air-tiket-pesawat-murah-dievaluasi"/><item><title>Sederet Perkembangan dari Tragedi Lion Air: Tiket Pesawat Murah Dievaluasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/11/02/320/1972364/sederet-perkembangan-dari-tragedi-lion-air-tiket-pesawat-murah-dievaluasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/11/02/320/1972364/sederet-perkembangan-dari-tragedi-lion-air-tiket-pesawat-murah-dievaluasi</guid><pubDate>Jum'at 02 November 2018 12:02 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/11/02/320/1972364/sederet-perkembangan-dari-tragedi-lion-air-tiket-pesawat-murah-dievaluasi-4UuBR0rXzc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pesawat Lion Air. Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/11/02/320/1972364/sederet-perkembangan-dari-tragedi-lion-air-tiket-pesawat-murah-dievaluasi-4UuBR0rXzc.jpg</image><title>Pesawat Lion Air. Foto: Okezone</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah akan mengevaluasi penerbangan bertarif rendah atau low cost carrier (LCC) yang diterapkan sejumlah maskapai Tanah Air selama ini, termasuk tarif yang dikenakan.
Upaya ini diambil untuk meningkatkan keselamatan penerbangan. Langkah evaluasi LCC ini mengemuka di tengah keprihatinan bangsa ini setelah terulangnya kembali musibah kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 saat terbang dari Jakarta menuju Pangkal pinang di Perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat (29/10/2018).
Berikut ini fakta-fakta evaluasi kebijakan tiket murah yang dirangkum Okezone Finance, Jumat (2/11/2018).
Baca Juga: Bukan Rp3,7 Juta, Bos Lion Air: Gaji Pilot Asing Minimal Rp135 Juta/Bulan

1.      Masih Misteri Penyebab Jatuhnya Pesawat Lion JT 610
Kecelakaan ini mengakibatkan 189 orang tewas. Investigasi untuk memastikan penyebab kecelakaan tengah berlangsung. Proses mengalami kemajuan setelah tim SAR gabungan menemukan black box yang diharapkan bisa membuka tabir di balik peristiwa tersebut, apakah karena masalah teknis atau masalah lain?
 
2.      Menhub Budi Karya Akan Evaluasi Tarif LCC
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan akan mengevaluasi tarif LCC dan pemerintah telah menetapkan tarif baru yang mempertimbangkan nilai tukar rupiah terhadap dolar maupun harga avtur.
&amp;ldquo;Sangat dimungkinkan kami evaluasi tarif LCC ini, terutama yang berkaitan dengan tarif batas atas dan tarif batas bawah. Namun kita juga harus hati-hati, sebab tarif ini berdampak pada semua lapisan konsumen,&amp;rdquo; ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Jakarta, Jumat (1/11/2018).
 
3.      Khusus Lion Air Akan Ada Pengecekan Lebih Banyak di Bandingkan Pesawat Lainnya
Menhub Budi Karya menambahkan dengan adanya kasus kecelakaan Lion Air JT-610, pihaknya akan melakukan peninjauan lebih mendalam lagi. Sebelumnya Budi Karya mengungkapkan pemerintah tengah melakukan peningkatan standar keselamatan. Dia menyebut beberapa hari kedepan pemerintah akan mengadakan ramp check.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8xMS8wMi8xLzExNzAzNy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Khusus untuk Lion Air, standar pengecekan akan dilakukan lebih banyak bila dibandingkan dengan pesawat lainnya, lanjut Menhub Budi Karya. Perbaikan manajemen LCC sebelumnya juga mendapat perhatian Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dia meminta agar manajemen keselamatan penerbangan lebih diperketat.
 
4.      Presiden Jokowi : Saya perintahkan Menhub Untuk Memperketat Manajemen Keselamatan Penumpang
Menurut Mantan Wali Kota Solo itu, penerbangan LCC tidaklah masalah selama manajemen penerbangannya baik. Dia menandaskan bahwa semua negara pasti tidak menginginkan adanya musibah kecelakaan. Untuk itu dia telah memerintahkan Menteri Perhubungan untuk memperketat manajemen keselamatan.
Baca Juga: Cerita Menhub Dikagetkan dengan Jatuhnya Lion Air JT 610
 
&amp;ldquo;Di semua negara LCC. Ada yang paling penting, yakni manajemen keselamatan penumpang diperketat,&amp;rdquo; kata Jokowi di JI Expo Kemayoran (31/10).
 
5.      KNKT Langsung Mendownload FDR Black Box Lion Air
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) tadi malam langsung mendownload flight data recorder (FDR) black box Lion Air PK-LQP. Download data diperkira kan membutuhkan waktu satu hingga dua minggu.
Untuk menganalisisnya, KNKT akan mendapatkan bantuan dari Nation Transportation Safety Board (NSTB) USA, Boeing, Federal Avitation Federatuon (FAA) dan General Electric yang sudah berada di Jakarta.6.      FDR Merupakan Isi Rekaman Segala Aktivitas Pesawat
Sebagai informasi, FDR berisi rekaman segala aktivitas pesawat, data  seperti berapa ketinggian pesawat saat mengudara, gangguan turbulensi,  hingga segala liuk penerbangan pesawat. FDR punya durasi rekaman 25-30  jam. Setelah durasi itu, data akan terhapus dengan sendirinya.
&amp;ldquo;Dengan ditemukannya Flight Data Recorder (FDR) ini kita bisa menguak  misteri kenapa pesawat ini mengalami kecelakaan,&amp;rdquo; ujar Kepala KNKT  Soerjanto Tjahjono di posko evakuasi Lion Air di JICT 2 Tanjung Priok,  Jakarta Utara,Kamis (1/11/2018).
Bagian penting black box lainnya, Cockpit Voice Recor der (CVR) yang  menyimpan segala percakapan pilot mau pun copilot selama di dalam  pesawat hingga kemarin belum ditemukan.
Baca Juga: Menhub Lakukan Spesial Audit Terhadap Lion Air, Ini yang Dicek
7.      Berhasil Temukan FDR Lewat Tangkapan Pancaran Sinyal Pinglocator
Tim gabungan SAR belum berhasil menangkap sinyal yang dipancarkan  pinglocator karena banyaknya gangguan suara dalam pencarian di dasar  laut perairan Karawang, Kemarin, sekitar pukul 10.05 WIB, FDR berhasil  ditemukan sekitar pukul 10.05 WIB.
Lokasinya berada di 500 dari koordinat hilang kontak nya Lion Air  tujuan Pangkal pinang (29/10/2018). Benda yang menjadi kunci mengungkap  penyebab terjadinya kecelakaan ditemukan penyelam lewat petunjuk deteksi  sinyal dari transponder USBL yang dibawa Kapal Riset Baruna Jaya I  BBPT. Penyelam yang berhasil menemukan adalah Sertu Hendra Syahputr dari  Korps Marinir.
8.      Selain FDR, Penyelam Temukan Puing Besar
Selain menemukan FDR, penyelam juga menemukan puing besar diduga  bagian dari badan pesawat di lokasi. Namun benda tersebut belum bisa di  angkat karena membutuhkan alat khusus. Setelah menemukan FDR, kemarin  tim SAR gabungan langsung melanjutkan pencarian CVR.
Baca Juga: Kemenhub Periksa Seluruh Maskapai Penerbangan Indonesia
Pencarian menggunakan kapal berbeda yang memiliki kemampuan berhenti  di atas permukaan air. Awalnya pencarian dipusatkan di area penemuan FDR  dengan menurunkan ROV. Karena sinyal CVR tidak terdeteksi, tim SAR  gabungan memutuskan memindah titik pencarian.
9.      Temukan Perosotan Darurat Milik Lion Air jt 610
Sore harinya, sekitar pukul 15.30 WIB, tim SAR gabungan menemukan  perosotan darurat (evacuation slide) Lion Air JT 610 evacuation slide.  Mereka juga menemukan sejumlah barang milik pramugari.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8xMS8wMS8xLzExNzAzMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Panglima Armada I Laksamana Muda TNI Yudo Margono mengungkapkan,  barang pribadi berupa paspor yang diduga milik senior pramugarinya  Shintia Melina. Ditemukan pula KTP seorang penumpang atas nama Fais  Harharah.
 
10.  Menhub Budi Karya dan KNKT Akan Bertemu Pihak Boeing
Sementara itu Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama pihak  KNKT akan membahas pertemuan dengan pihak Boeing terkait jatuhnya  pesawat 737 Max 8 milik Lion Air. Pembahasan tersebut berkaitan dengan  kelaikan terbang pesawat.
&amp;ldquo;Akan kami sampaikan apa-apa yang perlu di klarifikasi. Terutama,  kita minta juga kejelasan soal proposal pesawat, apakah ada  ketidakcocokan pesawat dengan kompetensi pilot atau pihak main tenance,&amp;rdquo;  ujar Budi Karya usai jumpa pers di kantornya, kemarin.Dia menilai pertemuan tersebut penting sebab terkait dengan kondisi   terkini pesawat saat dikirkim pertama kali yang selanjutnya akan   dikroscek melalui uji kelaikan yang sebelumnya telah dilakukan   Inspektorat kelaikudaraan Direktorat Udara.
&amp;ldquo;Jadi saya pikir pertemuan dengan Boeing ini penting, sebab kita   ingin tahu apa-apa yang telah direncanakan pihak Boeing terhadap pe   sawat jenis 737 Max-8,&amp;rdquo; ungkap nya.
11.  Pemerintah Instruksikan Maskapai Cek Pemeriksaan Menyeluruh Pada Jenis Pesawat Boeing 737 Max 8
Sebelumnya pemerintah menginstruksikan maskapai melakukan pemeriksaan   menyeluruh terhadap jenis pesawat Boeing 737 Max-8. Namun begitu,   pemerintah belum menetapkan keputusan menggrounded atau mengandangkan   pesawat tersebut. Pemerintah beralasan, proses investigasi masih   berlangsung.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8xMS8wMS8xLzExNzAzMi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
 
12.  Kemenhub Bebas tugaskan Direktur Teknik, Flat Maintenanace dan Release Enginer
Adapun Kemenhub telah membebas tugaskan Direktur Teknik Lion Air atas   nama M Asif. Selain Direktur Teknik, Kemenhub melalui keputusan   Direktorat Jenderal Perhubungan juga membebastugaskan sementara flat   maintenance dan release enginer.
Plt Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, M. Pramintohadi   Soekarno mengatakan, berdasarkan pemeriksaan awal yang dilakukan   direktoratnya, semua pesawat jenis Boeing 737 Max 8 milik Lion Air   dinyatakan laik terbang.
&amp;ldquo;Namun begitu kita akan evaluasi lagi, karena pihak Boeing juga datang jadi pemeriksaannya lebih kom pleks,&amp;rdquo; ujarnya.
 
13.  Dunia Penerbangan Indonesia Telah Dapatkan Rekomendasi Keselamatan Penerbangan
M. Pramintohadi menambahkan bahwa dunia penerbangan Indonesia telah   mendapatkan rekomendasi keselamatan penerbangan dari Uni Eropa, Federal   Aviation Administration (FAA / Amerika) dan International Civil  Aviation  Organization (ICAO).
&amp;ldquo;Klarifikasi mengenai pemeriksaan ini juga kita akan sesuaikan   berdasarkan tiga lembaga penerbangan inter nasional itu,&amp;rdquo; pungkasnya.
 
14.  Direktur Lion Air Group Akan Ikuti Keputusan Regulator
Secara terpisah, Presiden Direktur Lion Air Group Edward Sirait   mengatakan, pihaknya akan mengikuti sepenuhnya keputusan regulator   terkait proses investigasi.
Dia menambahkan bahwa sampai saat ini belum ada keputusan untuk   mengkandangkan pesawat jenis Boeing 737 Max 8 yang dimiliki Lion Air   Group.
&amp;ldquo;Kita akan ikuti keputusan regulator. Kami mencopot Direktur Teknik   ya kita copot untuk kepentingan penyelidikan investigasi. Kemudian kalau   ada yang tidak beres dangan uji kelaikan, kita perbaiki segara   berdasarkan kompetensi yang dimiliki teknisi kami,&amp;rdquo; pungkasnya.
(Ichsan Amin/ Dita Angga /iNews)</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah akan mengevaluasi penerbangan bertarif rendah atau low cost carrier (LCC) yang diterapkan sejumlah maskapai Tanah Air selama ini, termasuk tarif yang dikenakan.
Upaya ini diambil untuk meningkatkan keselamatan penerbangan. Langkah evaluasi LCC ini mengemuka di tengah keprihatinan bangsa ini setelah terulangnya kembali musibah kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 saat terbang dari Jakarta menuju Pangkal pinang di Perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat (29/10/2018).
Berikut ini fakta-fakta evaluasi kebijakan tiket murah yang dirangkum Okezone Finance, Jumat (2/11/2018).
Baca Juga: Bukan Rp3,7 Juta, Bos Lion Air: Gaji Pilot Asing Minimal Rp135 Juta/Bulan

1.      Masih Misteri Penyebab Jatuhnya Pesawat Lion JT 610
Kecelakaan ini mengakibatkan 189 orang tewas. Investigasi untuk memastikan penyebab kecelakaan tengah berlangsung. Proses mengalami kemajuan setelah tim SAR gabungan menemukan black box yang diharapkan bisa membuka tabir di balik peristiwa tersebut, apakah karena masalah teknis atau masalah lain?
 
2.      Menhub Budi Karya Akan Evaluasi Tarif LCC
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan akan mengevaluasi tarif LCC dan pemerintah telah menetapkan tarif baru yang mempertimbangkan nilai tukar rupiah terhadap dolar maupun harga avtur.
&amp;ldquo;Sangat dimungkinkan kami evaluasi tarif LCC ini, terutama yang berkaitan dengan tarif batas atas dan tarif batas bawah. Namun kita juga harus hati-hati, sebab tarif ini berdampak pada semua lapisan konsumen,&amp;rdquo; ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Jakarta, Jumat (1/11/2018).
 
3.      Khusus Lion Air Akan Ada Pengecekan Lebih Banyak di Bandingkan Pesawat Lainnya
Menhub Budi Karya menambahkan dengan adanya kasus kecelakaan Lion Air JT-610, pihaknya akan melakukan peninjauan lebih mendalam lagi. Sebelumnya Budi Karya mengungkapkan pemerintah tengah melakukan peningkatan standar keselamatan. Dia menyebut beberapa hari kedepan pemerintah akan mengadakan ramp check.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8xMS8wMi8xLzExNzAzNy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Khusus untuk Lion Air, standar pengecekan akan dilakukan lebih banyak bila dibandingkan dengan pesawat lainnya, lanjut Menhub Budi Karya. Perbaikan manajemen LCC sebelumnya juga mendapat perhatian Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dia meminta agar manajemen keselamatan penerbangan lebih diperketat.
 
4.      Presiden Jokowi : Saya perintahkan Menhub Untuk Memperketat Manajemen Keselamatan Penumpang
Menurut Mantan Wali Kota Solo itu, penerbangan LCC tidaklah masalah selama manajemen penerbangannya baik. Dia menandaskan bahwa semua negara pasti tidak menginginkan adanya musibah kecelakaan. Untuk itu dia telah memerintahkan Menteri Perhubungan untuk memperketat manajemen keselamatan.
Baca Juga: Cerita Menhub Dikagetkan dengan Jatuhnya Lion Air JT 610
 
&amp;ldquo;Di semua negara LCC. Ada yang paling penting, yakni manajemen keselamatan penumpang diperketat,&amp;rdquo; kata Jokowi di JI Expo Kemayoran (31/10).
 
5.      KNKT Langsung Mendownload FDR Black Box Lion Air
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) tadi malam langsung mendownload flight data recorder (FDR) black box Lion Air PK-LQP. Download data diperkira kan membutuhkan waktu satu hingga dua minggu.
Untuk menganalisisnya, KNKT akan mendapatkan bantuan dari Nation Transportation Safety Board (NSTB) USA, Boeing, Federal Avitation Federatuon (FAA) dan General Electric yang sudah berada di Jakarta.6.      FDR Merupakan Isi Rekaman Segala Aktivitas Pesawat
Sebagai informasi, FDR berisi rekaman segala aktivitas pesawat, data  seperti berapa ketinggian pesawat saat mengudara, gangguan turbulensi,  hingga segala liuk penerbangan pesawat. FDR punya durasi rekaman 25-30  jam. Setelah durasi itu, data akan terhapus dengan sendirinya.
&amp;ldquo;Dengan ditemukannya Flight Data Recorder (FDR) ini kita bisa menguak  misteri kenapa pesawat ini mengalami kecelakaan,&amp;rdquo; ujar Kepala KNKT  Soerjanto Tjahjono di posko evakuasi Lion Air di JICT 2 Tanjung Priok,  Jakarta Utara,Kamis (1/11/2018).
Bagian penting black box lainnya, Cockpit Voice Recor der (CVR) yang  menyimpan segala percakapan pilot mau pun copilot selama di dalam  pesawat hingga kemarin belum ditemukan.
Baca Juga: Menhub Lakukan Spesial Audit Terhadap Lion Air, Ini yang Dicek
7.      Berhasil Temukan FDR Lewat Tangkapan Pancaran Sinyal Pinglocator
Tim gabungan SAR belum berhasil menangkap sinyal yang dipancarkan  pinglocator karena banyaknya gangguan suara dalam pencarian di dasar  laut perairan Karawang, Kemarin, sekitar pukul 10.05 WIB, FDR berhasil  ditemukan sekitar pukul 10.05 WIB.
Lokasinya berada di 500 dari koordinat hilang kontak nya Lion Air  tujuan Pangkal pinang (29/10/2018). Benda yang menjadi kunci mengungkap  penyebab terjadinya kecelakaan ditemukan penyelam lewat petunjuk deteksi  sinyal dari transponder USBL yang dibawa Kapal Riset Baruna Jaya I  BBPT. Penyelam yang berhasil menemukan adalah Sertu Hendra Syahputr dari  Korps Marinir.
8.      Selain FDR, Penyelam Temukan Puing Besar
Selain menemukan FDR, penyelam juga menemukan puing besar diduga  bagian dari badan pesawat di lokasi. Namun benda tersebut belum bisa di  angkat karena membutuhkan alat khusus. Setelah menemukan FDR, kemarin  tim SAR gabungan langsung melanjutkan pencarian CVR.
Baca Juga: Kemenhub Periksa Seluruh Maskapai Penerbangan Indonesia
Pencarian menggunakan kapal berbeda yang memiliki kemampuan berhenti  di atas permukaan air. Awalnya pencarian dipusatkan di area penemuan FDR  dengan menurunkan ROV. Karena sinyal CVR tidak terdeteksi, tim SAR  gabungan memutuskan memindah titik pencarian.
9.      Temukan Perosotan Darurat Milik Lion Air jt 610
Sore harinya, sekitar pukul 15.30 WIB, tim SAR gabungan menemukan  perosotan darurat (evacuation slide) Lion Air JT 610 evacuation slide.  Mereka juga menemukan sejumlah barang milik pramugari.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8xMS8wMS8xLzExNzAzMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Panglima Armada I Laksamana Muda TNI Yudo Margono mengungkapkan,  barang pribadi berupa paspor yang diduga milik senior pramugarinya  Shintia Melina. Ditemukan pula KTP seorang penumpang atas nama Fais  Harharah.
 
10.  Menhub Budi Karya dan KNKT Akan Bertemu Pihak Boeing
Sementara itu Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama pihak  KNKT akan membahas pertemuan dengan pihak Boeing terkait jatuhnya  pesawat 737 Max 8 milik Lion Air. Pembahasan tersebut berkaitan dengan  kelaikan terbang pesawat.
&amp;ldquo;Akan kami sampaikan apa-apa yang perlu di klarifikasi. Terutama,  kita minta juga kejelasan soal proposal pesawat, apakah ada  ketidakcocokan pesawat dengan kompetensi pilot atau pihak main tenance,&amp;rdquo;  ujar Budi Karya usai jumpa pers di kantornya, kemarin.Dia menilai pertemuan tersebut penting sebab terkait dengan kondisi   terkini pesawat saat dikirkim pertama kali yang selanjutnya akan   dikroscek melalui uji kelaikan yang sebelumnya telah dilakukan   Inspektorat kelaikudaraan Direktorat Udara.
&amp;ldquo;Jadi saya pikir pertemuan dengan Boeing ini penting, sebab kita   ingin tahu apa-apa yang telah direncanakan pihak Boeing terhadap pe   sawat jenis 737 Max-8,&amp;rdquo; ungkap nya.
11.  Pemerintah Instruksikan Maskapai Cek Pemeriksaan Menyeluruh Pada Jenis Pesawat Boeing 737 Max 8
Sebelumnya pemerintah menginstruksikan maskapai melakukan pemeriksaan   menyeluruh terhadap jenis pesawat Boeing 737 Max-8. Namun begitu,   pemerintah belum menetapkan keputusan menggrounded atau mengandangkan   pesawat tersebut. Pemerintah beralasan, proses investigasi masih   berlangsung.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8xMS8wMS8xLzExNzAzMi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
 
12.  Kemenhub Bebas tugaskan Direktur Teknik, Flat Maintenanace dan Release Enginer
Adapun Kemenhub telah membebas tugaskan Direktur Teknik Lion Air atas   nama M Asif. Selain Direktur Teknik, Kemenhub melalui keputusan   Direktorat Jenderal Perhubungan juga membebastugaskan sementara flat   maintenance dan release enginer.
Plt Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, M. Pramintohadi   Soekarno mengatakan, berdasarkan pemeriksaan awal yang dilakukan   direktoratnya, semua pesawat jenis Boeing 737 Max 8 milik Lion Air   dinyatakan laik terbang.
&amp;ldquo;Namun begitu kita akan evaluasi lagi, karena pihak Boeing juga datang jadi pemeriksaannya lebih kom pleks,&amp;rdquo; ujarnya.
 
13.  Dunia Penerbangan Indonesia Telah Dapatkan Rekomendasi Keselamatan Penerbangan
M. Pramintohadi menambahkan bahwa dunia penerbangan Indonesia telah   mendapatkan rekomendasi keselamatan penerbangan dari Uni Eropa, Federal   Aviation Administration (FAA / Amerika) dan International Civil  Aviation  Organization (ICAO).
&amp;ldquo;Klarifikasi mengenai pemeriksaan ini juga kita akan sesuaikan   berdasarkan tiga lembaga penerbangan inter nasional itu,&amp;rdquo; pungkasnya.
 
14.  Direktur Lion Air Group Akan Ikuti Keputusan Regulator
Secara terpisah, Presiden Direktur Lion Air Group Edward Sirait   mengatakan, pihaknya akan mengikuti sepenuhnya keputusan regulator   terkait proses investigasi.
Dia menambahkan bahwa sampai saat ini belum ada keputusan untuk   mengkandangkan pesawat jenis Boeing 737 Max 8 yang dimiliki Lion Air   Group.
&amp;ldquo;Kita akan ikuti keputusan regulator. Kami mencopot Direktur Teknik   ya kita copot untuk kepentingan penyelidikan investigasi. Kemudian kalau   ada yang tidak beres dangan uji kelaikan, kita perbaiki segara   berdasarkan kompetensi yang dimiliki teknisi kami,&amp;rdquo; pungkasnya.
(Ichsan Amin/ Dita Angga /iNews)</content:encoded></item></channel></rss>
