<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bisnis Pot dari Kayu, Siapa Sangka Untungnya Puluhan Juta</title><description>Selama ini banyak orang mengenal kayu sebagai bahan yang rentan busuk dan lapuk. Apalagi kalau terkena air.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/11/03/320/1972327/bisnis-pot-dari-kayu-siapa-sangka-untungnya-puluhan-juta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/11/03/320/1972327/bisnis-pot-dari-kayu-siapa-sangka-untungnya-puluhan-juta"/><item><title>Bisnis Pot dari Kayu, Siapa Sangka Untungnya Puluhan Juta</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/11/03/320/1972327/bisnis-pot-dari-kayu-siapa-sangka-untungnya-puluhan-juta</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/11/03/320/1972327/bisnis-pot-dari-kayu-siapa-sangka-untungnya-puluhan-juta</guid><pubDate>Sabtu 03 November 2018 05:35 WIB</pubDate><dc:creator>Vanni Firdaus Yuliandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/11/02/320/1972327/bisnis-pot-dari-kayu-siapa-sangka-untungnya-puluhan-juta-l3nxdCdxrN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/11/02/320/1972327/bisnis-pot-dari-kayu-siapa-sangka-untungnya-puluhan-juta-l3nxdCdxrN.jpg</image><title>Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Selama ini banyak orang mengenal kayu sebagai bahan yang rentan busuk dan lapuk. Apalagi kalau terkena air. Tetapi di tangan pengrajin rumahan pot kayu Hery Poedji Wahjono, Jakarta Timur, kayu bisa dimanfaatkan sebagai bahan pot kedap air. Dan bisa digunakan untuk menanam tanaman, lengkap dengan medianya tanamanya. Kelebihan pot kayu buatan Hery ini, ringan, kedap air, dan bisa digunakan sebagai pengganti pot keramik.
Bahan baku untuk membuat pot kayu kedap air sangat mudah seperti kayu pilang, sawo, rambutan, bambu petung, dan batok kelapa. Batok kelapa bisa didapatkan dari pasar-pasar tradisional.
Untuk proses pengerjaannya bahan dipilah-pilah terlebih dahulu, kemudian disortir tergantung dari penggunaannya. Misalkan hanya memilih batok kelapa tua. Bahan yang sudah dipilih kemudian menjalani proses pengeringan awal. Pengeringan dilakukan dengan cara dijemur selama seminggu. Setelah itu bahan direndam dalam cairan anti rayap, lalu dikering anginkan. Proses selanjutnya adalah membuat pot aneka model sesuai yang diinginkan. Ada yang berbentuk segiempat, segi delapan, trapesium, bunlat, bermotif dan sebagainya.
Baca Juga: Mencoba 'Gurihnya' Bisnis Budidaya Bunga Krisan, Ini Resepnya
 
Setelah jadi, pot dihaluskan dengan menggunakan amplas. Selanjutnya memasuki tahap akhir, yaitu pot disemprot dengan waterproof. Zat air &amp;ldquo;waterproof&amp;rdquo; ini lah yang menjadi rahasia pot ini tidak bisa tertembus air. Hampir semua proses pembuatan pot dilakukan secara manual. Kecuali proses pemotongan bahan, menggunakan mesin.
Sepanjang pengalaman Herry sebagai pengrajin pot kayu rumahan belum ada produk sejenis ini di Indonesia. Karena itu ia akan mematenkan karya temuannya itu bukan bentuknya tetapi zat air waterproof yang diracik khusus olehnya sehingga tidak dijual di pasaran.
Keuntungan yang diraup Henry setiap harinya berkisar Rp35.000 &amp;ndash; Rp170.000 dari hasil penjualan 26 buah pot. Mau berbisnis seperti Henry? Berikut Okezone merangkum analisis pot kayu yang menggunakan produk alternatif sehingga meraup untung besar seperti dilansir buku 31 Inspirasi Bisnis di Masa Krisis karya Tim Flona:

Analisis Usaha
Biaya Investasi
1. Mesin planner (pemotong)        Rp30.000.000
2. Mesin potong melintang            Rp25.000.000
3. Mesin serut           Rp30.000.000
4. Alat bantu lainnya (palu. Kikir, pahat, dll)    Rp5.000
Total biaya investasi            Rp90.000.000
Baca Juga: Bisnis Rumahan Keripik Sukun Modalnya Cuma Rp1 Jutaan
 
Biaya Tetap
1. Penyusutan alat-alat (Rp90.000.000 : 12)    Rp75.000.000
2. Tenaga kerja 13 orang (upah perhari Rp20.000)
(Rp20.000 x 13 x 30 )          Rp7.800.000
3. Zat kimia waterproof, antirayap dan lem      Rp6.000.000
4. Bahan baku kayu, bambu, batok kelapa         Rp10.000.000
Total biaya tetap           Rp31.300.000
Biaya Tidak Tetap
1. Lain-lain Rp700.000
Total biaya tidak tetap              Rp700.000
Biaya Produksi
Biaya tetap + Biaya tidak tetap
Rp37.000.000 + Rp1.000.000              Rp32.000.000
Hasil Usaha
1. Penjualan pot kecil @ Rp35.000
Rp35.000 x 20 x 30            Rp21.000.000
2. Penjualan pot besar @ Rp120.000
Rp120.000 x 6 x 30            Rp21.600.000
Total hasil usaha           Rp42.600.000
Baca Juga: Budidaya Ikan Congo Tetra, Peluang Cerah si Sisik Indah
Keuntungan
Hasil usaha &amp;ndash; biaya produksi
Rp42.600.000 &amp;ndash; Rp32.000.000
= Rp10.600.000
Periode Balik Modal
(Biaya investasi + biaya produksi) : (keuntungan x periode)
(Rp90.000.000 + Rp32.000.000) : (10.600.000 x 1)
= 11,5 ~ 12 periode (1 tahun)</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Selama ini banyak orang mengenal kayu sebagai bahan yang rentan busuk dan lapuk. Apalagi kalau terkena air. Tetapi di tangan pengrajin rumahan pot kayu Hery Poedji Wahjono, Jakarta Timur, kayu bisa dimanfaatkan sebagai bahan pot kedap air. Dan bisa digunakan untuk menanam tanaman, lengkap dengan medianya tanamanya. Kelebihan pot kayu buatan Hery ini, ringan, kedap air, dan bisa digunakan sebagai pengganti pot keramik.
Bahan baku untuk membuat pot kayu kedap air sangat mudah seperti kayu pilang, sawo, rambutan, bambu petung, dan batok kelapa. Batok kelapa bisa didapatkan dari pasar-pasar tradisional.
Untuk proses pengerjaannya bahan dipilah-pilah terlebih dahulu, kemudian disortir tergantung dari penggunaannya. Misalkan hanya memilih batok kelapa tua. Bahan yang sudah dipilih kemudian menjalani proses pengeringan awal. Pengeringan dilakukan dengan cara dijemur selama seminggu. Setelah itu bahan direndam dalam cairan anti rayap, lalu dikering anginkan. Proses selanjutnya adalah membuat pot aneka model sesuai yang diinginkan. Ada yang berbentuk segiempat, segi delapan, trapesium, bunlat, bermotif dan sebagainya.
Baca Juga: Mencoba 'Gurihnya' Bisnis Budidaya Bunga Krisan, Ini Resepnya
 
Setelah jadi, pot dihaluskan dengan menggunakan amplas. Selanjutnya memasuki tahap akhir, yaitu pot disemprot dengan waterproof. Zat air &amp;ldquo;waterproof&amp;rdquo; ini lah yang menjadi rahasia pot ini tidak bisa tertembus air. Hampir semua proses pembuatan pot dilakukan secara manual. Kecuali proses pemotongan bahan, menggunakan mesin.
Sepanjang pengalaman Herry sebagai pengrajin pot kayu rumahan belum ada produk sejenis ini di Indonesia. Karena itu ia akan mematenkan karya temuannya itu bukan bentuknya tetapi zat air waterproof yang diracik khusus olehnya sehingga tidak dijual di pasaran.
Keuntungan yang diraup Henry setiap harinya berkisar Rp35.000 &amp;ndash; Rp170.000 dari hasil penjualan 26 buah pot. Mau berbisnis seperti Henry? Berikut Okezone merangkum analisis pot kayu yang menggunakan produk alternatif sehingga meraup untung besar seperti dilansir buku 31 Inspirasi Bisnis di Masa Krisis karya Tim Flona:

Analisis Usaha
Biaya Investasi
1. Mesin planner (pemotong)        Rp30.000.000
2. Mesin potong melintang            Rp25.000.000
3. Mesin serut           Rp30.000.000
4. Alat bantu lainnya (palu. Kikir, pahat, dll)    Rp5.000
Total biaya investasi            Rp90.000.000
Baca Juga: Bisnis Rumahan Keripik Sukun Modalnya Cuma Rp1 Jutaan
 
Biaya Tetap
1. Penyusutan alat-alat (Rp90.000.000 : 12)    Rp75.000.000
2. Tenaga kerja 13 orang (upah perhari Rp20.000)
(Rp20.000 x 13 x 30 )          Rp7.800.000
3. Zat kimia waterproof, antirayap dan lem      Rp6.000.000
4. Bahan baku kayu, bambu, batok kelapa         Rp10.000.000
Total biaya tetap           Rp31.300.000
Biaya Tidak Tetap
1. Lain-lain Rp700.000
Total biaya tidak tetap              Rp700.000
Biaya Produksi
Biaya tetap + Biaya tidak tetap
Rp37.000.000 + Rp1.000.000              Rp32.000.000
Hasil Usaha
1. Penjualan pot kecil @ Rp35.000
Rp35.000 x 20 x 30            Rp21.000.000
2. Penjualan pot besar @ Rp120.000
Rp120.000 x 6 x 30            Rp21.600.000
Total hasil usaha           Rp42.600.000
Baca Juga: Budidaya Ikan Congo Tetra, Peluang Cerah si Sisik Indah
Keuntungan
Hasil usaha &amp;ndash; biaya produksi
Rp42.600.000 &amp;ndash; Rp32.000.000
= Rp10.600.000
Periode Balik Modal
(Biaya investasi + biaya produksi) : (keuntungan x periode)
(Rp90.000.000 + Rp32.000.000) : (10.600.000 x 1)
= 11,5 ~ 12 periode (1 tahun)</content:encoded></item></channel></rss>
