<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Desak Malaysia Terapkan Biodesel 20%</title><description>Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution menggelar rapat koordinasi tentang minyak sawit.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/11/05/320/1973655/ri-desak-malaysia-terapkan-biodesel-20</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/11/05/320/1973655/ri-desak-malaysia-terapkan-biodesel-20"/><item><title>RI Desak Malaysia Terapkan Biodesel 20%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/11/05/320/1973655/ri-desak-malaysia-terapkan-biodesel-20</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/11/05/320/1973655/ri-desak-malaysia-terapkan-biodesel-20</guid><pubDate>Senin 05 November 2018 18:33 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/11/05/320/1973655/ri-desak-malaysia-terapkan-biodesel-20-n9LTJh81Uu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Giri Hartomo</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/11/05/320/1973655/ri-desak-malaysia-terapkan-biodesel-20-n9LTJh81Uu.jpg</image><title>Foto: Giri Hartomo</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution menggelar rapat koordinasi tentang minyak sawit (Crude Palm Oil/CPO) di kantornya. Dalam rapat tersebut, dihadiri oleh perwakilan dari pemerintah pusat, asosiasi dan juga para pengusaha.

Adapun beberapa pihak yang hadir seperti Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan. Sementara itu dari pihak asosiasi turun dihadiri oleh Ketua Umum Dewan Minyak Sawit Indonesia Derom Bangun hingga Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (Gapki) Tigor Sitanggang.

Ditemui usai rapat, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, rapat tersebut secara rinci membahas mengenai persiapan pertemuan Rapat Tahunan Coucil of Palm Oil Producing Countries (CPOPC). CPOPC yang beranggotakan dua negara yakni Indonesia dan Malaysia ini memiliki tujuan untuk melawan parlemen Eropa yang menolak produk minyak sawit.

&quot;Justru CPOPC sekarang akan dibahas nanti. Nah ini akan ada rapat di Malaysia, yang berangkat nanti Menteri Koordinator Bidang Ekonomi Darmin Nasution,&quot; ujarnya saat ditemui di Kantor Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (5/11/2018).
Baca Juga: Menko Darmin hingga Menperin Duduk Bareng Cari Solusi Penerapan B20
Menurut Airlangga, dalam pertemuan tersebut nantinya Indonesia meminta komitmen Malaysia untuk segera menerapkan kebijakan B20. Tujuannya adalah agar produk minyak sawit dari kedua negara bisa terserap.

Apalagi menurutnya, sesusai kesepakatan awal, baik Indonesia maupun Malaysia bersedia segera menerapkan B20 seperti Indonesia. Namun hingga saat ini, penyerapan minyak sawit Malaysia baru sekitar 7,5% saja, sedangkan Indonesia sudah 10%.
Baca Juga: Usai Biodiesel 20%, Program B30 Siap Uji Coba di 2019
Menurut Airlangga, penerapan B20 sudah sangat mendesak. Apalagi, saat ini produk sawit berada di siklus panen dini, sehingga jika dibiarkan dan tidak segera diterapkan produk sawit baik Indonesia maupun Malaysia terancam tidak akan terserap sepenuhnya.

&quot;Padahal dalam perjanjiannya mereka 10% itu sudah diamanatkan di 2018 ini sehingga tentu tahun depan kita push lagi kapan mereka ikut Indonesia di B20,&quot; ucapnya

Sementara itu, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri (Dirjen Daglu) Kementerian Perdagangan Oke Nurwan mengatakan, pemerintah akan menagih janji Malaysia untuk menerapkan B20.

Sebab hingga saat ini Malaysia masih belum menerapkan B20 padahal  komitmen tersebut sengaja dibuat oleh kedua negara untuk melawan  penolakan terhadap produk minyak sawit.

&quot;Yang lain-lain intinya enggak ada permasalahan yang utama hanya  nanti di CPO PC kita hanya akan  mempertanyakan yang pokok itu arahan  nanti ditingkat itu adalah kapan sih Malaysia mau B20,&quot; kata Oke

&quot;Bukan dampaknya ke Indonesia artinya itu ini skenarionya untuk  memerangi serangan terhadap sawit. Apapun itu kah pokoknya dua negara  ini harus menunjukan kepada mereka bahwa sawit kalau mereka enggak butuh  kita juga kan ada,&quot; imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Minyak Sawit Indonesia Derom Bangun  mengatakan, dalam pertemuan tersebut Indonesia akan memamerkan dampak  positif dari penerapan B20, sehingga Malaysia juga bisa segera untuk  ikut menerapkan B20 di negaranya.

&quot;Kami persiapkan bahan-bahan untuk ministerial meeting di Malaysia,  didahului senior officer meeting. Upaya peningkatan biodiesel Malaysia  akan dibicarakan, kita akan menyampaikan kemajuan B20 di Indonesia,&quot;  jelasnya.

Salah satu yang akan dipamerkan adalah penyerapan yang akan semakin  meningkat dibandingkan sebelum B20 ditetapkan. Saat ini saja penyerapan  minyak sawit Indonesia mengalami penerapan yang sangat pesat semenjak  B20 ditetapkan.

&quot;Penerapan B20 di Malaysia akan sama-sama menyerap CPO lebih banyak.  Indonesia dengan B20 kan sekarang penyerapan CPOnya sudah meningkat,&quot;  jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution menggelar rapat koordinasi tentang minyak sawit (Crude Palm Oil/CPO) di kantornya. Dalam rapat tersebut, dihadiri oleh perwakilan dari pemerintah pusat, asosiasi dan juga para pengusaha.

Adapun beberapa pihak yang hadir seperti Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan. Sementara itu dari pihak asosiasi turun dihadiri oleh Ketua Umum Dewan Minyak Sawit Indonesia Derom Bangun hingga Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (Gapki) Tigor Sitanggang.

Ditemui usai rapat, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, rapat tersebut secara rinci membahas mengenai persiapan pertemuan Rapat Tahunan Coucil of Palm Oil Producing Countries (CPOPC). CPOPC yang beranggotakan dua negara yakni Indonesia dan Malaysia ini memiliki tujuan untuk melawan parlemen Eropa yang menolak produk minyak sawit.

&quot;Justru CPOPC sekarang akan dibahas nanti. Nah ini akan ada rapat di Malaysia, yang berangkat nanti Menteri Koordinator Bidang Ekonomi Darmin Nasution,&quot; ujarnya saat ditemui di Kantor Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (5/11/2018).
Baca Juga: Menko Darmin hingga Menperin Duduk Bareng Cari Solusi Penerapan B20
Menurut Airlangga, dalam pertemuan tersebut nantinya Indonesia meminta komitmen Malaysia untuk segera menerapkan kebijakan B20. Tujuannya adalah agar produk minyak sawit dari kedua negara bisa terserap.

Apalagi menurutnya, sesusai kesepakatan awal, baik Indonesia maupun Malaysia bersedia segera menerapkan B20 seperti Indonesia. Namun hingga saat ini, penyerapan minyak sawit Malaysia baru sekitar 7,5% saja, sedangkan Indonesia sudah 10%.
Baca Juga: Usai Biodiesel 20%, Program B30 Siap Uji Coba di 2019
Menurut Airlangga, penerapan B20 sudah sangat mendesak. Apalagi, saat ini produk sawit berada di siklus panen dini, sehingga jika dibiarkan dan tidak segera diterapkan produk sawit baik Indonesia maupun Malaysia terancam tidak akan terserap sepenuhnya.

&quot;Padahal dalam perjanjiannya mereka 10% itu sudah diamanatkan di 2018 ini sehingga tentu tahun depan kita push lagi kapan mereka ikut Indonesia di B20,&quot; ucapnya

Sementara itu, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri (Dirjen Daglu) Kementerian Perdagangan Oke Nurwan mengatakan, pemerintah akan menagih janji Malaysia untuk menerapkan B20.

Sebab hingga saat ini Malaysia masih belum menerapkan B20 padahal  komitmen tersebut sengaja dibuat oleh kedua negara untuk melawan  penolakan terhadap produk minyak sawit.

&quot;Yang lain-lain intinya enggak ada permasalahan yang utama hanya  nanti di CPO PC kita hanya akan  mempertanyakan yang pokok itu arahan  nanti ditingkat itu adalah kapan sih Malaysia mau B20,&quot; kata Oke

&quot;Bukan dampaknya ke Indonesia artinya itu ini skenarionya untuk  memerangi serangan terhadap sawit. Apapun itu kah pokoknya dua negara  ini harus menunjukan kepada mereka bahwa sawit kalau mereka enggak butuh  kita juga kan ada,&quot; imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Minyak Sawit Indonesia Derom Bangun  mengatakan, dalam pertemuan tersebut Indonesia akan memamerkan dampak  positif dari penerapan B20, sehingga Malaysia juga bisa segera untuk  ikut menerapkan B20 di negaranya.

&quot;Kami persiapkan bahan-bahan untuk ministerial meeting di Malaysia,  didahului senior officer meeting. Upaya peningkatan biodiesel Malaysia  akan dibicarakan, kita akan menyampaikan kemajuan B20 di Indonesia,&quot;  jelasnya.

Salah satu yang akan dipamerkan adalah penyerapan yang akan semakin  meningkat dibandingkan sebelum B20 ditetapkan. Saat ini saja penyerapan  minyak sawit Indonesia mengalami penerapan yang sangat pesat semenjak  B20 ditetapkan.

&quot;Penerapan B20 di Malaysia akan sama-sama menyerap CPO lebih banyak.  Indonesia dengan B20 kan sekarang penyerapan CPOnya sudah meningkat,&quot;  jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
