<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pertumbuhan Ekonomi 5,17%, Jokowi: Masih Sangat Baik Dibandingkan Negara Lain</title><description>&amp;lrm;Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengucap syukur atas pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,17% pada kuartal III 2018</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/11/06/20/1973945/pertumbuhan-ekonomi-5-17-jokowi-masih-sangat-baik-dibandingkan-negara-lain</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/11/06/20/1973945/pertumbuhan-ekonomi-5-17-jokowi-masih-sangat-baik-dibandingkan-negara-lain"/><item><title>Pertumbuhan Ekonomi 5,17%, Jokowi: Masih Sangat Baik Dibandingkan Negara Lain</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/11/06/20/1973945/pertumbuhan-ekonomi-5-17-jokowi-masih-sangat-baik-dibandingkan-negara-lain</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/11/06/20/1973945/pertumbuhan-ekonomi-5-17-jokowi-masih-sangat-baik-dibandingkan-negara-lain</guid><pubDate>Selasa 06 November 2018 12:26 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/11/06/20/1973945/pertumbuhan-ekonomi-5-17-jokowi-masih-sangat-baik-dibandingkan-negara-lain-Q76zEq0BDc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Jokowi soal Pertumbuhan Ekonomi (Fakhri/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/11/06/20/1973945/pertumbuhan-ekonomi-5-17-jokowi-masih-sangat-baik-dibandingkan-negara-lain-Q76zEq0BDc.jpg</image><title>Foto: Jokowi soal Pertumbuhan Ekonomi (Fakhri/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - &amp;lrm;Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengucap syukur atas pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,17% pada kuartal III 2018. Jokowi menilai, pertumbuhan itu masih lebih baik jika dibandingkan dengan negara lainnya.

&amp;lrm;&quot;Pertumbuhan ekonomi di kuartal sebelumnya 5,27%, kemudian kuartal ini (kuartal III) 5,17%. Alhamdulilah, menurut saya masih sangat baik dibandingkan negara lain, kita bisa mempertahankan di posisi 5,1% (hingga) 5,2%,&quot; kata Jokowi di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta, Selasa (6/11/2018).
&amp;nbsp;Baca Juga: BPS: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III-2018 Capai 5,17%
Kepala Negara menerangkan bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal III 2018 masih didorong faktor utama, yakni konsumsi masyarakat di atas 5%.
Jokowi pun berharap konsumsi itu dapat ditingkatkan atau pun dapat dipertahankan. &quot;Ya kita bandingin dengan situasi global ekonomi menurun, perang dagang masih ramai, saya kira pertumbuhan ekonomi di 5,17% masih baik,&quot; kata Jokowi.

Sekadar diketahui sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto mengatakan, pertumbuhan ekonomi pada triwulan III-2018 lebih rendah bila dibandingkan pertumbuhan triwulan II-2018 sebesar 5,27%.

&quot;Pertumbuhan ekonomi 5,17% pada triwulan III-2018, tertinggi didorong oleh konsumsi rumah tangga,&quot; kata Suhariyanto.
&amp;nbsp;Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi 5,17%, Pendorongnya Konsumsi Rumah Tangga dan Industri Pengolahan
Dari segi komponen, konsumsi rumah tangga menyumbang 55,26% terhadap Produk Domestik Bruto, disusul Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 32,12%. Belanja pemerintah menyumbang kontribusi 8,70%, ekspor berkonstribusi 22,14% terhadap PDB. Lembaga Non Profit yang melayani Rumah Tangga (LNPRT). Sementara, impor tercatat negatif 22,81%.

Lebih rinci, Suhariyanto mengungkapkan ada beberapa fenomena yang menguatkan konsumsi, di antaranya adalah penjualan eceran tumbuh 4,21% atau menguat dari triwulan ketiga 2017.

Selain itu, penjuaalan wholsesale kendaraan roda empat dan roda dua mobil motor masih tumbuh.  &quot;Itu menunjukkan daya beli masih bagus,&quot; ujarnya.
Baca Juga: Konsumsi Rumah Tangga Kuartal III Melambat Jadi 5,01%
Sementara, nilai transaksi debit maupaun kartu kredit tercatat tumbuh 11,64% menunjukkan konsumsi rumahh tangga masih kuat pada triwulan ketiga 2018.

Dari sisi spasial, pada triwulan III-2018, ekonomi Indonesia masih didominasi Pulau Jawa yang berkontribusi 58,57% terhadap PDB, diikuti Sumatera sebesar 21,53%dan Kalimantan 8,07%.
</description><content:encoded>JAKARTA - &amp;lrm;Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengucap syukur atas pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,17% pada kuartal III 2018. Jokowi menilai, pertumbuhan itu masih lebih baik jika dibandingkan dengan negara lainnya.

&amp;lrm;&quot;Pertumbuhan ekonomi di kuartal sebelumnya 5,27%, kemudian kuartal ini (kuartal III) 5,17%. Alhamdulilah, menurut saya masih sangat baik dibandingkan negara lain, kita bisa mempertahankan di posisi 5,1% (hingga) 5,2%,&quot; kata Jokowi di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta, Selasa (6/11/2018).
&amp;nbsp;Baca Juga: BPS: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III-2018 Capai 5,17%
Kepala Negara menerangkan bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal III 2018 masih didorong faktor utama, yakni konsumsi masyarakat di atas 5%.
Jokowi pun berharap konsumsi itu dapat ditingkatkan atau pun dapat dipertahankan. &quot;Ya kita bandingin dengan situasi global ekonomi menurun, perang dagang masih ramai, saya kira pertumbuhan ekonomi di 5,17% masih baik,&quot; kata Jokowi.

Sekadar diketahui sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto mengatakan, pertumbuhan ekonomi pada triwulan III-2018 lebih rendah bila dibandingkan pertumbuhan triwulan II-2018 sebesar 5,27%.

&quot;Pertumbuhan ekonomi 5,17% pada triwulan III-2018, tertinggi didorong oleh konsumsi rumah tangga,&quot; kata Suhariyanto.
&amp;nbsp;Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi 5,17%, Pendorongnya Konsumsi Rumah Tangga dan Industri Pengolahan
Dari segi komponen, konsumsi rumah tangga menyumbang 55,26% terhadap Produk Domestik Bruto, disusul Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 32,12%. Belanja pemerintah menyumbang kontribusi 8,70%, ekspor berkonstribusi 22,14% terhadap PDB. Lembaga Non Profit yang melayani Rumah Tangga (LNPRT). Sementara, impor tercatat negatif 22,81%.

Lebih rinci, Suhariyanto mengungkapkan ada beberapa fenomena yang menguatkan konsumsi, di antaranya adalah penjualan eceran tumbuh 4,21% atau menguat dari triwulan ketiga 2017.

Selain itu, penjuaalan wholsesale kendaraan roda empat dan roda dua mobil motor masih tumbuh.  &quot;Itu menunjukkan daya beli masih bagus,&quot; ujarnya.
Baca Juga: Konsumsi Rumah Tangga Kuartal III Melambat Jadi 5,01%
Sementara, nilai transaksi debit maupaun kartu kredit tercatat tumbuh 11,64% menunjukkan konsumsi rumahh tangga masih kuat pada triwulan ketiga 2018.

Dari sisi spasial, pada triwulan III-2018, ekonomi Indonesia masih didominasi Pulau Jawa yang berkontribusi 58,57% terhadap PDB, diikuti Sumatera sebesar 21,53%dan Kalimantan 8,07%.
</content:encoded></item></channel></rss>
