<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Meroket 67%, MD Pictures Catat Penjualan Rp232,8 Miliar pada Kuartal III</title><description>PT MD Pictures Tbk (FILM) pada kuartal III-2018 ini mencatat penjualan sebesar Rp232,8 miliar</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/11/06/278/1973907/meroket-67-md-pictures-catat-penjualan-rp232-8-miliar-pada-kuartal-iii</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/11/06/278/1973907/meroket-67-md-pictures-catat-penjualan-rp232-8-miliar-pada-kuartal-iii"/><item><title>Meroket 67%, MD Pictures Catat Penjualan Rp232,8 Miliar pada Kuartal III</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/11/06/278/1973907/meroket-67-md-pictures-catat-penjualan-rp232-8-miliar-pada-kuartal-iii</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/11/06/278/1973907/meroket-67-md-pictures-catat-penjualan-rp232-8-miliar-pada-kuartal-iii</guid><pubDate>Selasa 06 November 2018 11:15 WIB</pubDate><dc:creator>Vanni Firdaus Yuliandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/11/06/278/1973907/meroket-67-md-pictures-catat-penjualan-rp232-8-miliar-pada-kuartal-iii-tGKDO8CvDp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Foto Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/11/06/278/1973907/meroket-67-md-pictures-catat-penjualan-rp232-8-miliar-pada-kuartal-iii-tGKDO8CvDp.jpg</image><title>Ilustrasi: Foto Shutterstock</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PT MD Pictures Tbk (FILM) pada kuartal III-2018 ini mencatat penjualan sebesar Rp232,8 miliar yang merupakan lompatan sebesar 67% dibandingkan tahun lalu.

Laba usaha pun meningkat sebesar 48% menjadi Rp122,2 miliar dengan peningkatan laba bersih sebanyak 30% menjadi Rp96,7 miliar.

Direktur Utama FILM Manoj Pujabi mengatakan, atas prestasi pencapaiannya ini merupakan keahlian dan pengalaman MD Pictures di industri perfilman.

&amp;ldquo;Kami telah mencapai prestasi ini berkat keahlian dan pengalaman kami di industri perfilman dan dengan mengaplikasikan strategi yang tepat,&amp;rdquo; ujarnya dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Selasa (6/11/2018).
Baca Juga: Naik Tak Wajar, BEI Suspensi Saham MD Pictures
Total aset FILM juga meningkat mencapai Rp1,4 triliun pada akhir kuartal ini dengan kondisi keuangan yang sehat dimana total liabilitas menurun dibandingkan tahun lalu menjadi Rp54,7 miliar.

&amp;ldquo;Kami bangga sejauh ini on track dalam memenuhi apa yang telah kami janjikan kepada para pemangku kepentingan. Sebagai perusahaan terbuka, kami telah menyiapkan diri untuk menjadi panutan dalam industri,&amp;rdquo; ucap Manoj.
Baca Juga:&amp;nbsp; Suspensi Dicabut, Saham MD Pictures Boleh Diperdagangkan Lagi
Manoj pun menambahkan dengan rasa kepercayaan dan menerapkan standar yang tinggi, termasuk transparasi dalam penerapan standar akuntasi yang baik, hal ini tidak hanya akan memberi nilai tambah bagi pemangku kepentingan MD Pictures, namun juga industri perfilman di Indonesia.

&amp;ldquo;MD Pictures yang IPO pada tanggal 7 Agustus 2018 lalu merupakan perusahaan dalam industri film pertama yang go public di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada saat IPO, FILM telah mentargetkan penjualan mencapai Rp200 miliar pada tahun 2018,&amp;rdquo; imbuhnya

Dari sisi kinerja saham, lanjut Manoj, FILM telah mencapai capital gain sebesar 380,95% sejak IPO, menduduki urutan kedelapan dari 47 perusahaan yang IPO selama tahun 2018, dengan harga penutupan Rp1.010 pada penutupan tanggal 31 Oktober 2018.
Dari sisi operasional, FILM telah terbukti menjadi salah satu yang  paling efisien dalam industri dengan penerapan conveyer belt model yang  memungkinkan skala dan jumlah produksi film yang tinggi serta replikasi  yang mudah untuk menjaga konsistensi dan efisiensi.

&amp;ldquo;Melalui anak perusahaan FILM, PT Studio Tujuh, FILM memiliki studio  yang memungkinkan pembuatan film menjadi efisien dengan kualitas yang  lebih baik. Saat ini studio tersebut memiliki luas lahan sekitar 2,4  hektar di Jalan Raya Ceger, Jakarta. Nantinya FILM juga didukung  manajemen talenta yang sangat bagus dan strategy marketing yang kuat,&amp;rdquo;  jelasnya

Selain itu, dalam rangka meningkatkan kinerja usaha serta menyerap  peluang bisnis yang terus berkembang, Manoj mengungkapkan, FILM telah  membentuk anak usaha baru PT Paw Pic Studio Indonesia dengan nilai  investasi Rp10 miliar dari sumber internal, dengan porsi saham sebesar  60%.

Dengan demikian Manoj berharap FILM dapat memiliki peluang yang lebih  besar lagi untuk memproduksi, menerbitkan dan mengedarkan film dan  video lebih banyak dan berkualitas yang pada gilirannya akan berdampak  pada membesarnya market share, yang pada tahun lalu telah mencapai  sekitar 24%.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PT MD Pictures Tbk (FILM) pada kuartal III-2018 ini mencatat penjualan sebesar Rp232,8 miliar yang merupakan lompatan sebesar 67% dibandingkan tahun lalu.

Laba usaha pun meningkat sebesar 48% menjadi Rp122,2 miliar dengan peningkatan laba bersih sebanyak 30% menjadi Rp96,7 miliar.

Direktur Utama FILM Manoj Pujabi mengatakan, atas prestasi pencapaiannya ini merupakan keahlian dan pengalaman MD Pictures di industri perfilman.

&amp;ldquo;Kami telah mencapai prestasi ini berkat keahlian dan pengalaman kami di industri perfilman dan dengan mengaplikasikan strategi yang tepat,&amp;rdquo; ujarnya dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Selasa (6/11/2018).
Baca Juga: Naik Tak Wajar, BEI Suspensi Saham MD Pictures
Total aset FILM juga meningkat mencapai Rp1,4 triliun pada akhir kuartal ini dengan kondisi keuangan yang sehat dimana total liabilitas menurun dibandingkan tahun lalu menjadi Rp54,7 miliar.

&amp;ldquo;Kami bangga sejauh ini on track dalam memenuhi apa yang telah kami janjikan kepada para pemangku kepentingan. Sebagai perusahaan terbuka, kami telah menyiapkan diri untuk menjadi panutan dalam industri,&amp;rdquo; ucap Manoj.
Baca Juga:&amp;nbsp; Suspensi Dicabut, Saham MD Pictures Boleh Diperdagangkan Lagi
Manoj pun menambahkan dengan rasa kepercayaan dan menerapkan standar yang tinggi, termasuk transparasi dalam penerapan standar akuntasi yang baik, hal ini tidak hanya akan memberi nilai tambah bagi pemangku kepentingan MD Pictures, namun juga industri perfilman di Indonesia.

&amp;ldquo;MD Pictures yang IPO pada tanggal 7 Agustus 2018 lalu merupakan perusahaan dalam industri film pertama yang go public di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada saat IPO, FILM telah mentargetkan penjualan mencapai Rp200 miliar pada tahun 2018,&amp;rdquo; imbuhnya

Dari sisi kinerja saham, lanjut Manoj, FILM telah mencapai capital gain sebesar 380,95% sejak IPO, menduduki urutan kedelapan dari 47 perusahaan yang IPO selama tahun 2018, dengan harga penutupan Rp1.010 pada penutupan tanggal 31 Oktober 2018.
Dari sisi operasional, FILM telah terbukti menjadi salah satu yang  paling efisien dalam industri dengan penerapan conveyer belt model yang  memungkinkan skala dan jumlah produksi film yang tinggi serta replikasi  yang mudah untuk menjaga konsistensi dan efisiensi.

&amp;ldquo;Melalui anak perusahaan FILM, PT Studio Tujuh, FILM memiliki studio  yang memungkinkan pembuatan film menjadi efisien dengan kualitas yang  lebih baik. Saat ini studio tersebut memiliki luas lahan sekitar 2,4  hektar di Jalan Raya Ceger, Jakarta. Nantinya FILM juga didukung  manajemen talenta yang sangat bagus dan strategy marketing yang kuat,&amp;rdquo;  jelasnya

Selain itu, dalam rangka meningkatkan kinerja usaha serta menyerap  peluang bisnis yang terus berkembang, Manoj mengungkapkan, FILM telah  membentuk anak usaha baru PT Paw Pic Studio Indonesia dengan nilai  investasi Rp10 miliar dari sumber internal, dengan porsi saham sebesar  60%.

Dengan demikian Manoj berharap FILM dapat memiliki peluang yang lebih  besar lagi untuk memproduksi, menerbitkan dan mengedarkan film dan  video lebih banyak dan berkualitas yang pada gilirannya akan berdampak  pada membesarnya market share, yang pada tahun lalu telah mencapai  sekitar 24%.
</content:encoded></item></channel></rss>
