<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mau Dibangun sampai Ancol, Dana Proyek MRT Jakarta Fase II Bengkak Rp10 Triliun   </title><description>Ada tambahan sekitar Rp10 triliun lagi untuk pembangunan MRT Jakarta fase II hingga Ancol</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/11/06/320/1974019/mau-dibangun-sampai-ancol-dana-proyek-mrt-jakarta-fase-ii-bengkak-rp10-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/11/06/320/1974019/mau-dibangun-sampai-ancol-dana-proyek-mrt-jakarta-fase-ii-bengkak-rp10-triliun"/><item><title>Mau Dibangun sampai Ancol, Dana Proyek MRT Jakarta Fase II Bengkak Rp10 Triliun   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/11/06/320/1974019/mau-dibangun-sampai-ancol-dana-proyek-mrt-jakarta-fase-ii-bengkak-rp10-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/11/06/320/1974019/mau-dibangun-sampai-ancol-dana-proyek-mrt-jakarta-fase-ii-bengkak-rp10-triliun</guid><pubDate>Selasa 06 November 2018 14:47 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/11/06/320/1974019/mau-dibangun-sampai-ancol-dana-proyek-mrt-jakarta-fase-ii-bengkak-rp10-triliun-xI2yPhcuZz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi saat Menaiki MRT Jakarta (Foto: Giri)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/11/06/320/1974019/mau-dibangun-sampai-ancol-dana-proyek-mrt-jakarta-fase-ii-bengkak-rp10-triliun-xI2yPhcuZz.jpg</image><title>Presiden Jokowi saat Menaiki MRT Jakarta (Foto: Giri)</title></images><description>JAKARTA - Pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta Fase II diusulkan bisa tembus hingga Ancol atau bahkan Stadion BMW, di Jakarta Utara. Bila demikian, maka akan ada perpanjangan jalur pada pembangunan MRT Jakarta fase II dari yang tadinya hanya sampai Kampung Bandan.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, dengan adanya penambahan jalur hingga Ancol atau bahkan Stadion BMW, akan ada tambahan biaya juga dalam pembangunan MRT Jakarta fase II. Diperkirakan, akan ada tambahan sekitar Rp10 triliun lagi untuk pembangunan MRT Jakarta fase II hingga Ancol.
&quot;Ada tambahan mungkin tambah Rp10 triliun lagi. Jadi Rp30 Triliun untuk panjang 9 kilometer (Km),&quot; ujarnya saat ditemui di Stasiu MRT Bunderan HI, Jakarta, Selasa (6/11/2018).
Baca Juga: Presiden Jokowi Ingin MRT Jakarta Fase II Diperpanjang hingga Ancol
Mengenai sumber tambahan biaya tersebut, Menhub Budi masih belum bisa membeberkan secara rinci. Namun yang pasti, untuk biaya pembangunan MRT Rp22 triliun nantinya akan berasal dari pinjaman dari Japan International Coorporation Agency (JICA).
&quot;Uang tambahannya dari APBN atau bukan? Nanti kita bicarakan lagi. Sekarang (pinjaman dari JICA) hanya sampai kota dan Kampung Bandan, sisanya nanti kita bicarakan lagi,&quot; ucapnya.

Seperti diketahui, PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta resmi mendapatkan pinjaman dari Japan Internationa Coorporation Agency (JICA) sebesar Rp9,4 Triliun beberapa waktu lalu. Dana tersebut merupakan pinjaman tahap pertama untuk pembangunan proyek MRT Jakarta fase II yang menghubungkan dari Bunderan Hotel Indonesia (HI) menuju Kampung Bandan.
Baca Juga: Presiden Jokowi Diserbu Emak-Emak Usai Jajal MRT di Bundaran HI
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8xMS8wNi80LzExNzEwOC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Adapun pinjaman JICA sendiri untuk proyek MRT Jakarta terbagi menjadi dua tahap. Adapun tahap pertama yakni sebesar Rp9,4 triliun dan tahap kedua sebear Rp13,1 triliun dari total pinjaman sebesar 22,5 triliun.
Jika dibandingkan fase pertama biaya pembanguan MRT Jakarta fase II ini jauh lebih mahal dibandingkan fase pertama. Sebagai perbandingan, pembangunan MRT Jakarta fase pertama sendiri menelan biaya Rp16 triliun untuk panjang 16,8 Kilometer (KM), sedangkan fase II sendiri menelan biaya Rp22,5 triliun untuk jarak 8 Kilometer saja.

(Feb)
Direktur Kosntruksi PT MRT Jakarta Sylvia Halim mengatakan,  ada  beberapa alasan mengapa biaya yang butuhkan untuk membangun proyek MRT  Jakarta fase II jauh lebih besar dari fase pertama. Salah satu alasannya  adalah rumitnya konsturksi pada MRT Jakarta fase II.
Selain itu lanjut Sylvia, letak geografis dari proyek MRT Jakarta  fase II ini juga realtif sulit dibandingkan fase pertamanya. Jika pada  fase pertama hanya berada di tengah koridor jalan Jenderal Sudirman,  pada fase kedua ini terkendala adanya sungai Ciliwung di daerah  tersebut.
Selain itu menurutnyam masalah lain adalah pada saat melakukan  penggalian tanah yang diusahakan agar tidak mengagnggu aktivitas  masyarakat sekitar. Sebab menurut Sylvia, jalanan di Gadjah Mada lebih  sempit dibandingkan koridor Sudirman-Thamrin dan berpotensi menimbulkan  kemacetan.

Sylvia menambahkan, setiap stasiun yang dibangun di fase II ini juga  memiliki tipe tang berbeda-beda. Sebagai salah satu contohnya, untuk  Stasiun Sarinah, Monas hingga Stasiun Jakarta Kota akan dibuat sebagai  stasiun besar.
Menurut Sylvia, ketigas Stasiun tersebut diyakini akan jauh lebih  sulit pebangunannya dibandingkan yang lainnya. Sebab, ketiga stasiun ini  merupakan jalur interkoneksi dengan transportasi lain seperti Kereta  Rel Listrik (KRL) ataupun kereta MRT fase sebelum dan selanjutnya.

Khusus Stasiun Sarinah dan Monas nantinya juga akan dibuat dengan  tipe stasiun dua level dengan kedalaman kurang lebih 18 meter. Begitupun  juga dengan Staisun Harmony yang akan dibat serupa dengan kedua stasiun  tersebut.
Sementara untuk, Stasiun Sawah Besar dan Mangga Besar nantinya akan  dijadikan Stasiun tipe empat level dengan kedalaman 30 meter. Sedangkan  Stasiun Kota aan dijadikan sebagai Stasiun dengan tipe tiga level dengan  kealaman 22 meter.
(Feb)</description><content:encoded>JAKARTA - Pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta Fase II diusulkan bisa tembus hingga Ancol atau bahkan Stadion BMW, di Jakarta Utara. Bila demikian, maka akan ada perpanjangan jalur pada pembangunan MRT Jakarta fase II dari yang tadinya hanya sampai Kampung Bandan.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, dengan adanya penambahan jalur hingga Ancol atau bahkan Stadion BMW, akan ada tambahan biaya juga dalam pembangunan MRT Jakarta fase II. Diperkirakan, akan ada tambahan sekitar Rp10 triliun lagi untuk pembangunan MRT Jakarta fase II hingga Ancol.
&quot;Ada tambahan mungkin tambah Rp10 triliun lagi. Jadi Rp30 Triliun untuk panjang 9 kilometer (Km),&quot; ujarnya saat ditemui di Stasiu MRT Bunderan HI, Jakarta, Selasa (6/11/2018).
Baca Juga: Presiden Jokowi Ingin MRT Jakarta Fase II Diperpanjang hingga Ancol
Mengenai sumber tambahan biaya tersebut, Menhub Budi masih belum bisa membeberkan secara rinci. Namun yang pasti, untuk biaya pembangunan MRT Rp22 triliun nantinya akan berasal dari pinjaman dari Japan International Coorporation Agency (JICA).
&quot;Uang tambahannya dari APBN atau bukan? Nanti kita bicarakan lagi. Sekarang (pinjaman dari JICA) hanya sampai kota dan Kampung Bandan, sisanya nanti kita bicarakan lagi,&quot; ucapnya.

Seperti diketahui, PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta resmi mendapatkan pinjaman dari Japan Internationa Coorporation Agency (JICA) sebesar Rp9,4 Triliun beberapa waktu lalu. Dana tersebut merupakan pinjaman tahap pertama untuk pembangunan proyek MRT Jakarta fase II yang menghubungkan dari Bunderan Hotel Indonesia (HI) menuju Kampung Bandan.
Baca Juga: Presiden Jokowi Diserbu Emak-Emak Usai Jajal MRT di Bundaran HI
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8xMS8wNi80LzExNzEwOC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Adapun pinjaman JICA sendiri untuk proyek MRT Jakarta terbagi menjadi dua tahap. Adapun tahap pertama yakni sebesar Rp9,4 triliun dan tahap kedua sebear Rp13,1 triliun dari total pinjaman sebesar 22,5 triliun.
Jika dibandingkan fase pertama biaya pembanguan MRT Jakarta fase II ini jauh lebih mahal dibandingkan fase pertama. Sebagai perbandingan, pembangunan MRT Jakarta fase pertama sendiri menelan biaya Rp16 triliun untuk panjang 16,8 Kilometer (KM), sedangkan fase II sendiri menelan biaya Rp22,5 triliun untuk jarak 8 Kilometer saja.

(Feb)
Direktur Kosntruksi PT MRT Jakarta Sylvia Halim mengatakan,  ada  beberapa alasan mengapa biaya yang butuhkan untuk membangun proyek MRT  Jakarta fase II jauh lebih besar dari fase pertama. Salah satu alasannya  adalah rumitnya konsturksi pada MRT Jakarta fase II.
Selain itu lanjut Sylvia, letak geografis dari proyek MRT Jakarta  fase II ini juga realtif sulit dibandingkan fase pertamanya. Jika pada  fase pertama hanya berada di tengah koridor jalan Jenderal Sudirman,  pada fase kedua ini terkendala adanya sungai Ciliwung di daerah  tersebut.
Selain itu menurutnyam masalah lain adalah pada saat melakukan  penggalian tanah yang diusahakan agar tidak mengagnggu aktivitas  masyarakat sekitar. Sebab menurut Sylvia, jalanan di Gadjah Mada lebih  sempit dibandingkan koridor Sudirman-Thamrin dan berpotensi menimbulkan  kemacetan.

Sylvia menambahkan, setiap stasiun yang dibangun di fase II ini juga  memiliki tipe tang berbeda-beda. Sebagai salah satu contohnya, untuk  Stasiun Sarinah, Monas hingga Stasiun Jakarta Kota akan dibuat sebagai  stasiun besar.
Menurut Sylvia, ketigas Stasiun tersebut diyakini akan jauh lebih  sulit pebangunannya dibandingkan yang lainnya. Sebab, ketiga stasiun ini  merupakan jalur interkoneksi dengan transportasi lain seperti Kereta  Rel Listrik (KRL) ataupun kereta MRT fase sebelum dan selanjutnya.

Khusus Stasiun Sarinah dan Monas nantinya juga akan dibuat dengan  tipe stasiun dua level dengan kedalaman kurang lebih 18 meter. Begitupun  juga dengan Staisun Harmony yang akan dibat serupa dengan kedua stasiun  tersebut.
Sementara untuk, Stasiun Sawah Besar dan Mangga Besar nantinya akan  dijadikan Stasiun tipe empat level dengan kedalaman 30 meter. Sedangkan  Stasiun Kota aan dijadikan sebagai Stasiun dengan tipe tiga level dengan  kealaman 22 meter.
(Feb)</content:encoded></item></channel></rss>
