<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Incar Milenial, Bandara Bersolek Menjadi Destinasi Digital</title><description>Menghadirkan spot-spot foto unik di bandara  merupakan cara cerdas membidik milenial sebagai pasar paling menggiurkan  saat ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/11/07/320/1974380/incar-milenial-bandara-bersolek-menjadi-destinasi-digital</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/11/07/320/1974380/incar-milenial-bandara-bersolek-menjadi-destinasi-digital"/><item><title>Incar Milenial, Bandara Bersolek Menjadi Destinasi Digital</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/11/07/320/1974380/incar-milenial-bandara-bersolek-menjadi-destinasi-digital</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/11/07/320/1974380/incar-milenial-bandara-bersolek-menjadi-destinasi-digital</guid><pubDate>Rabu 07 November 2018 10:49 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/11/07/320/1974380/incar-milenial-bandara-bersolek-menjadi-destinasi-digital-Klf7N693j7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Foto (Koran Sindo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/11/07/320/1974380/incar-milenial-bandara-bersolek-menjadi-destinasi-digital-Klf7N693j7.jpg</image><title>Ilustrasi Foto (Koran Sindo)</title></images><description>JAKARTA - Menghadirkan spot-spot foto unik dan &amp;ldquo;instagramable&amp;rdquo; di bandara merupakan cara cerdas membidik milenial sebagai pasar paling menggiurkan saat ini.
Bagi generasi milenial seperti Vina, 27, berfoto di bandara dan langsung mengunggahnya ke media sosial sudah menjadi rutinitas wajib setiap bepergian. Pemilik nama lengkap Yuliza Oktaviana itu mulai sering ngetrip sejak 2015 dan setiap momen perjalanan wisatanya selalu diabadikan dalam foto yang lantas diunggah di Instagram.
&amp;ldquo;Pokoknya begitu sampai di pintu kedatangan bandara, cari spot yang khas atau tulisan nama bandara itu, cekrek (foto), lalu share di Instagram,&amp;rdquo; ucapnya saat ditemui di Jakarta. Kebiasaan Vina ngetrip dan mengunggah foto wisata direspons positif oleh warganet.
Baca Juga: Tarik Maskapai Buka Rute, BIJB Bebaskan Biaya Mendarat Pesawat
 
Sejak 2018, wanita berkerudung ini menawarkan open trip dan meluncurkan agen tur Awanderful di Medan, Sumatera Utara (Sumut). Tak hanya wisatawan lokal, Vina juga kerap mendampingi wisatawan mancanegara (wisman) asal Malaysia yang cukup mendominasi kunjungan wisman ke Sumut.
&amp;ldquo;Selain Danau Toba, turis Malaysia tertarik dengan Masjid Raya dan Istana Maimun. Replika keduanya ada di Bandara Kualanamu Medan dan itu keren banget untuk berfoto. Mereka sangat excited. Nggak cuma foto, kita juga sering pakai aplikasi Instagram boomerang biar tambah seru,&amp;rdquo; tuturnya.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/10/27/53955/272526_medium.jpg&quot; alt=&quot;Pojok Swafoto di Bandara Soetta untuk Perkenalkan Wisata Indonesia&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
Vina adalah potret generasi milenial di era digital yang gemar &amp;ldquo;berbagi&amp;rdquo; di media sosial. Eksistensi di dunia maya menjadi penting bagi kaum milenial yang jumlahnya di Indonesia saat ini berkisar 90 juta jiwa.
Maka itu, tak heran bila Indonesia menjadi salah satu negara dengan jumlah pengguna media sosial terbanyak di dunia. Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya pun menyebut wisatawan milenial sebagai pasar masa depan. &amp;ldquo;Siapa yang dapat merebutnya akan menjadi pemenang. Dengan kata lain, who win the future, wins the game,&amp;rdquo; ujarnya. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memproyeksikan jumlah wisman milenial mencapai 34% atau sekitar 7 juta dari target 20 juta wisman tahun 2019.
Baca Juga: Turki Punya Bandara Terbesar Dunia, Cek Spesifikasinya
 
Untuk mengoptimalkan potensi di era booming teknologi dan pasar generasi milenial yang haus pengalaman serta eksistensi, Kemenpar dalam setahun terakhir gencar mendorong pengembangan Destinasi Digital dengan target 100 destinasi digital pada 2018.
Menurut Menpar, Destinasi Digital adalah sebuah produk pariwisata yang kreatif dan dikemas kekinian. &amp;ldquo;Definisi mudahnya, destinasi digital ini adalah destinasi yang bagus dan indah untuk difoto, yang instagramable, &amp;ldquo; ucap menteri asal Banyuwangi itu.Indonesia dengan ribuan pulau tak diragukan lagi punya ribuan  destinasi indah dan menarik dalam bidikan kamera. Beberapa yang layak  disebut sebagai Destinasi Digital di antaranya Pulau Padar (NTT), Kawah  Ijen (Banyuwangi), Kalibiru (Yogyakarta), Broken Beach dan Kelingking  Beach Nusa Penida (Bali), serta Orchid Forest Cikole (Bandung).
Tidak hanya mengacu pada destinasi di suatu daerah, konsep Destinasi  Digital juga dikembangkan di bandara-bandara. Hal ini penting, mengingat  90% wisman masuk ke Indonesia melalui transportasi udara sehingga kesan  pertama tercipta ketika mereka menginjakkan kaki di bandara.
&amp;ldquo;Konsep bandara sebagai destinasi digital itu menurut saya luar biasa  karena akan memacu bandara berbenah. Jadi, turis yang datang pun  berpikir, di bandaranya saja sudah wow , apalagi tempat wisatanya,&amp;rdquo; kata  Vina.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/10/27/53955/272528_medium.jpg&quot; alt=&quot;Pojok Swafoto di Bandara Soetta untuk Perkenalkan Wisata Indonesia&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Kemenpar bersama PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II beberapa  waktu lalu telah menetapkan Terminal 3 Bandara Internasional  Soekarno-Hatta sebagai Gerbang Pariwisata Indonesia.
Berbagai ornamen yang mencirikan Indonesia pun bisa ditemui di  terminal nan megah ini mulai dari topeng, batik, hingga karya kreatif  lainnya, seperti beragam wall art yang tentu sangat instagramable. Bulan  lalu, AP II selaku pengelola bandara juga menggemakan kampanye bandara  sebagai Destinasi Digital.
Presiden Direktur AP II Muhammad Awaluddin menyebut, konsep bandara  sebagai Destinasi Digital sebagai ide cerdas dan kreatif dari Kemenpar  untuk mendorong aspek 3A (atraksi, aksesibilitas, amenitas).
Pihaknya berkomitmen menyulap 15 bandara yang dikelola untuk menjadi  Destinasi Digital sehingga pengguna jasa, khususnya &amp;ldquo;kids zaman now&amp;rdquo;,  mendapat customer experience yang berbeda.
&amp;ldquo;Itulah kenapa sekarang 15 bandara terus menerus kami poles dan  kembangkan mulai dari sumber daya manusianya, proses-proses terkait  pelayanan di bandara, serta infrastruktur dan fasilitas,&amp;rdquo; ungkapnya.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/10/27/53955/272529_medium.jpg&quot; alt=&quot;Pojok Swafoto di Bandara Soetta untuk Perkenalkan Wisata Indonesia&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Menurut Awaluddin, pengembangan spot -spot yang instagramable di  bandara juga harus bisa mendukung atau memperkuat branding dari bandara  tersebut. Artinya, manakala orang melihat unggahan foto sebuah bandara  di media sosial, maka ingatannya langsung tertuju pada nama atau lokasi  bandara itu.
Selain mendesain spot berfoto sesuai kekhasan daerah lokasi bandara,  event-event di bandara juga akan dihidupkan. Berbagai inovasi itu  membawa optimisme AP II untuk meraih target 1 juta unggahan momen-momen  di media sosial oleh para pengguna jasa di bandara-bandara kelolaan AP  II.
Sebagai informasi, pada September lalu, Globehunters yang merupakan  perusahaan penyedia jasa pemesanan tiket, mengumumkan hasil analisis  terhadap sejumlah bandara terpopuler di Instagram.
Dari 50 bandara dunia, Bandara Internasional Soekarno-Hatta berada di  urutan 13 sebagai bandara paling sering muncul di Instagram dengan  jumlah foto bandara yang diunggah mencapai 122.213 foto. Posisi teratas  ditempati Bandara Internasional Incheon di Korea Selatan dengan  1.295.111 foto.Sementara itu, PT Angkasa Pura I (Persero) atau AP I juga melakukan   terobosan untuk mengakomodasi peningkatan kebutuhan para pelancong di   bandara khususnya milenial traveller. Bandara kelolaan AP I dipercantik   dengan spot-spot foto, seperti Bandara Ngurah Rai di Denpasar, Bandara   Sultan Aji Muhammad Sulaiman di Balikpapan, dan Bandara Sultan   Hasanuddin di Makassar.
&amp;ldquo;Baik terminal internasional maupun domestik, keduanya mempunyai spot   instagramable. Kami punya toilet 3D yang cukup menghebohkan di Bandara   Sultan Aji Muhammad Sulaiman,&amp;rdquo; ujar Sekretaris Perusahaan AP I Handy   Heryudhitiawan.
Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman atau sebelumnya bernama Bandara   Sepinggan di Balikpapan memang menjadi bandara andalan AP I. Bandara  ini  termasuk green airport karena siang hari menggunakan pencahayaan  dari  sinar matahari.
Beroperasi sejak 2014, bandara berkode BPN ini memiliki konsep   airport mall dengan empat lantai. Kekhasan terlihat pada atapnya yang   didesain bercorak ombak menandakan bandara tepi pantai.
Sedangkan fasadnya menggambarkan batang-batang pohon yang menandakan   hutan Kalimantan sebagai paru-paru dunia, serta ada taman indoor di   dalam gedung. &amp;ldquo;Kami juga senantiasa menambah layanan pax, seperti toilet   3D dan airport cinema sebagai yang pertama di Indonesia.
Pada 2017 lalu, Airport Council International menobatkan BPN sebagai   bandara kedua terbaik di dunia untuk kategori bandara berkapasitas 5-15   juta pax,&amp;rdquo; tuturnya. Keunikan BPN ini diakui Febrian, traveller  kondang  sekaligus influencer.
&amp;ldquo;Menurut saya, paling bagus itu bandara di Balikpapan, lalu yang   kedua di Makassar. Arsitekturnya futuristik, mirip dengan   bandara-bandara di Singapura dan Korea,&amp;rdquo; ucapnya.
Jika diperhatikan dengan seksama, bandara saat ini telah bergerak ke   fungsi layanan publik, bukan sekadar tempat kumpul orang-orang yang  akan  naik-turun pesawat. Karena itu, fungsi mal bisa didapati hampir di   semua bandara kelolaan AP I.
Selain itu, AP I juga membangun Tourism Information Centre (TIC) di   seluruh bandara dan meresmikan Duta Bandara di 13 cabang AP I.   &amp;ldquo;Fungsinya sebagai duta wisata daerah yang mampu menjelaskan tentang   destinasi dan objek-objek wisata lokal di masing-masing daerah,&amp;rdquo; ungkap   Handy.
Ekonom Indef Bhima Yudhistira mengatakan, semua infrastruktur yang   berkaitan dengan sarana pendukung pariwisata bisa diutilisasi secara   maksimal. Bandara dengan tampilan menarik tentu akan menambah daya tarik   wisatawan.
Hal itu sudah terbukti di Bandara Ngurah Rai yang kekhasan   arsitekturnya menarik perhatian wisman. &amp;ldquo;Kalau perlu bandara juga   dilengkapi hotel yang unik sehingga ada penerimaan pariwisata yang lebih   besar ke depannya,&amp;rdquo; ujarnya.
(Inda Susanti)</description><content:encoded>JAKARTA - Menghadirkan spot-spot foto unik dan &amp;ldquo;instagramable&amp;rdquo; di bandara merupakan cara cerdas membidik milenial sebagai pasar paling menggiurkan saat ini.
Bagi generasi milenial seperti Vina, 27, berfoto di bandara dan langsung mengunggahnya ke media sosial sudah menjadi rutinitas wajib setiap bepergian. Pemilik nama lengkap Yuliza Oktaviana itu mulai sering ngetrip sejak 2015 dan setiap momen perjalanan wisatanya selalu diabadikan dalam foto yang lantas diunggah di Instagram.
&amp;ldquo;Pokoknya begitu sampai di pintu kedatangan bandara, cari spot yang khas atau tulisan nama bandara itu, cekrek (foto), lalu share di Instagram,&amp;rdquo; ucapnya saat ditemui di Jakarta. Kebiasaan Vina ngetrip dan mengunggah foto wisata direspons positif oleh warganet.
Baca Juga: Tarik Maskapai Buka Rute, BIJB Bebaskan Biaya Mendarat Pesawat
 
Sejak 2018, wanita berkerudung ini menawarkan open trip dan meluncurkan agen tur Awanderful di Medan, Sumatera Utara (Sumut). Tak hanya wisatawan lokal, Vina juga kerap mendampingi wisatawan mancanegara (wisman) asal Malaysia yang cukup mendominasi kunjungan wisman ke Sumut.
&amp;ldquo;Selain Danau Toba, turis Malaysia tertarik dengan Masjid Raya dan Istana Maimun. Replika keduanya ada di Bandara Kualanamu Medan dan itu keren banget untuk berfoto. Mereka sangat excited. Nggak cuma foto, kita juga sering pakai aplikasi Instagram boomerang biar tambah seru,&amp;rdquo; tuturnya.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/10/27/53955/272526_medium.jpg&quot; alt=&quot;Pojok Swafoto di Bandara Soetta untuk Perkenalkan Wisata Indonesia&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
Vina adalah potret generasi milenial di era digital yang gemar &amp;ldquo;berbagi&amp;rdquo; di media sosial. Eksistensi di dunia maya menjadi penting bagi kaum milenial yang jumlahnya di Indonesia saat ini berkisar 90 juta jiwa.
Maka itu, tak heran bila Indonesia menjadi salah satu negara dengan jumlah pengguna media sosial terbanyak di dunia. Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya pun menyebut wisatawan milenial sebagai pasar masa depan. &amp;ldquo;Siapa yang dapat merebutnya akan menjadi pemenang. Dengan kata lain, who win the future, wins the game,&amp;rdquo; ujarnya. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memproyeksikan jumlah wisman milenial mencapai 34% atau sekitar 7 juta dari target 20 juta wisman tahun 2019.
Baca Juga: Turki Punya Bandara Terbesar Dunia, Cek Spesifikasinya
 
Untuk mengoptimalkan potensi di era booming teknologi dan pasar generasi milenial yang haus pengalaman serta eksistensi, Kemenpar dalam setahun terakhir gencar mendorong pengembangan Destinasi Digital dengan target 100 destinasi digital pada 2018.
Menurut Menpar, Destinasi Digital adalah sebuah produk pariwisata yang kreatif dan dikemas kekinian. &amp;ldquo;Definisi mudahnya, destinasi digital ini adalah destinasi yang bagus dan indah untuk difoto, yang instagramable, &amp;ldquo; ucap menteri asal Banyuwangi itu.Indonesia dengan ribuan pulau tak diragukan lagi punya ribuan  destinasi indah dan menarik dalam bidikan kamera. Beberapa yang layak  disebut sebagai Destinasi Digital di antaranya Pulau Padar (NTT), Kawah  Ijen (Banyuwangi), Kalibiru (Yogyakarta), Broken Beach dan Kelingking  Beach Nusa Penida (Bali), serta Orchid Forest Cikole (Bandung).
Tidak hanya mengacu pada destinasi di suatu daerah, konsep Destinasi  Digital juga dikembangkan di bandara-bandara. Hal ini penting, mengingat  90% wisman masuk ke Indonesia melalui transportasi udara sehingga kesan  pertama tercipta ketika mereka menginjakkan kaki di bandara.
&amp;ldquo;Konsep bandara sebagai destinasi digital itu menurut saya luar biasa  karena akan memacu bandara berbenah. Jadi, turis yang datang pun  berpikir, di bandaranya saja sudah wow , apalagi tempat wisatanya,&amp;rdquo; kata  Vina.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/10/27/53955/272528_medium.jpg&quot; alt=&quot;Pojok Swafoto di Bandara Soetta untuk Perkenalkan Wisata Indonesia&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Kemenpar bersama PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II beberapa  waktu lalu telah menetapkan Terminal 3 Bandara Internasional  Soekarno-Hatta sebagai Gerbang Pariwisata Indonesia.
Berbagai ornamen yang mencirikan Indonesia pun bisa ditemui di  terminal nan megah ini mulai dari topeng, batik, hingga karya kreatif  lainnya, seperti beragam wall art yang tentu sangat instagramable. Bulan  lalu, AP II selaku pengelola bandara juga menggemakan kampanye bandara  sebagai Destinasi Digital.
Presiden Direktur AP II Muhammad Awaluddin menyebut, konsep bandara  sebagai Destinasi Digital sebagai ide cerdas dan kreatif dari Kemenpar  untuk mendorong aspek 3A (atraksi, aksesibilitas, amenitas).
Pihaknya berkomitmen menyulap 15 bandara yang dikelola untuk menjadi  Destinasi Digital sehingga pengguna jasa, khususnya &amp;ldquo;kids zaman now&amp;rdquo;,  mendapat customer experience yang berbeda.
&amp;ldquo;Itulah kenapa sekarang 15 bandara terus menerus kami poles dan  kembangkan mulai dari sumber daya manusianya, proses-proses terkait  pelayanan di bandara, serta infrastruktur dan fasilitas,&amp;rdquo; ungkapnya.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/10/27/53955/272529_medium.jpg&quot; alt=&quot;Pojok Swafoto di Bandara Soetta untuk Perkenalkan Wisata Indonesia&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Menurut Awaluddin, pengembangan spot -spot yang instagramable di  bandara juga harus bisa mendukung atau memperkuat branding dari bandara  tersebut. Artinya, manakala orang melihat unggahan foto sebuah bandara  di media sosial, maka ingatannya langsung tertuju pada nama atau lokasi  bandara itu.
Selain mendesain spot berfoto sesuai kekhasan daerah lokasi bandara,  event-event di bandara juga akan dihidupkan. Berbagai inovasi itu  membawa optimisme AP II untuk meraih target 1 juta unggahan momen-momen  di media sosial oleh para pengguna jasa di bandara-bandara kelolaan AP  II.
Sebagai informasi, pada September lalu, Globehunters yang merupakan  perusahaan penyedia jasa pemesanan tiket, mengumumkan hasil analisis  terhadap sejumlah bandara terpopuler di Instagram.
Dari 50 bandara dunia, Bandara Internasional Soekarno-Hatta berada di  urutan 13 sebagai bandara paling sering muncul di Instagram dengan  jumlah foto bandara yang diunggah mencapai 122.213 foto. Posisi teratas  ditempati Bandara Internasional Incheon di Korea Selatan dengan  1.295.111 foto.Sementara itu, PT Angkasa Pura I (Persero) atau AP I juga melakukan   terobosan untuk mengakomodasi peningkatan kebutuhan para pelancong di   bandara khususnya milenial traveller. Bandara kelolaan AP I dipercantik   dengan spot-spot foto, seperti Bandara Ngurah Rai di Denpasar, Bandara   Sultan Aji Muhammad Sulaiman di Balikpapan, dan Bandara Sultan   Hasanuddin di Makassar.
&amp;ldquo;Baik terminal internasional maupun domestik, keduanya mempunyai spot   instagramable. Kami punya toilet 3D yang cukup menghebohkan di Bandara   Sultan Aji Muhammad Sulaiman,&amp;rdquo; ujar Sekretaris Perusahaan AP I Handy   Heryudhitiawan.
Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman atau sebelumnya bernama Bandara   Sepinggan di Balikpapan memang menjadi bandara andalan AP I. Bandara  ini  termasuk green airport karena siang hari menggunakan pencahayaan  dari  sinar matahari.
Beroperasi sejak 2014, bandara berkode BPN ini memiliki konsep   airport mall dengan empat lantai. Kekhasan terlihat pada atapnya yang   didesain bercorak ombak menandakan bandara tepi pantai.
Sedangkan fasadnya menggambarkan batang-batang pohon yang menandakan   hutan Kalimantan sebagai paru-paru dunia, serta ada taman indoor di   dalam gedung. &amp;ldquo;Kami juga senantiasa menambah layanan pax, seperti toilet   3D dan airport cinema sebagai yang pertama di Indonesia.
Pada 2017 lalu, Airport Council International menobatkan BPN sebagai   bandara kedua terbaik di dunia untuk kategori bandara berkapasitas 5-15   juta pax,&amp;rdquo; tuturnya. Keunikan BPN ini diakui Febrian, traveller  kondang  sekaligus influencer.
&amp;ldquo;Menurut saya, paling bagus itu bandara di Balikpapan, lalu yang   kedua di Makassar. Arsitekturnya futuristik, mirip dengan   bandara-bandara di Singapura dan Korea,&amp;rdquo; ucapnya.
Jika diperhatikan dengan seksama, bandara saat ini telah bergerak ke   fungsi layanan publik, bukan sekadar tempat kumpul orang-orang yang  akan  naik-turun pesawat. Karena itu, fungsi mal bisa didapati hampir di   semua bandara kelolaan AP I.
Selain itu, AP I juga membangun Tourism Information Centre (TIC) di   seluruh bandara dan meresmikan Duta Bandara di 13 cabang AP I.   &amp;ldquo;Fungsinya sebagai duta wisata daerah yang mampu menjelaskan tentang   destinasi dan objek-objek wisata lokal di masing-masing daerah,&amp;rdquo; ungkap   Handy.
Ekonom Indef Bhima Yudhistira mengatakan, semua infrastruktur yang   berkaitan dengan sarana pendukung pariwisata bisa diutilisasi secara   maksimal. Bandara dengan tampilan menarik tentu akan menambah daya tarik   wisatawan.
Hal itu sudah terbukti di Bandara Ngurah Rai yang kekhasan   arsitekturnya menarik perhatian wisman. &amp;ldquo;Kalau perlu bandara juga   dilengkapi hotel yang unik sehingga ada penerimaan pariwisata yang lebih   besar ke depannya,&amp;rdquo; ujarnya.
(Inda Susanti)</content:encoded></item></channel></rss>
