<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Impor Jagung, Mentan: Kita Juga Berhasil Ekspor</title><description>Amran Sulaiman memberikan penjelasan terkait adanya impor jagung sebanyak 50.000 hingga 100.000 ton.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/11/08/320/1974997/impor-jagung-mentan-kita-juga-berhasil-ekspor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/11/08/320/1974997/impor-jagung-mentan-kita-juga-berhasil-ekspor"/><item><title>Impor Jagung, Mentan: Kita Juga Berhasil Ekspor</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/11/08/320/1974997/impor-jagung-mentan-kita-juga-berhasil-ekspor</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/11/08/320/1974997/impor-jagung-mentan-kita-juga-berhasil-ekspor</guid><pubDate>Kamis 08 November 2018 12:22 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/11/08/320/1974997/impor-jagung-mentan-kita-juga-berhasil-ekspor-2OotvAE4zC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Mentan (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/11/08/320/1974997/impor-jagung-mentan-kita-juga-berhasil-ekspor-2OotvAE4zC.jpg</image><title>Foto: Mentan (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman memberikan penjelasan terkait adanya impor jagung sebanyak 50.000 hingga 100.000 ton.

&quot;Jadi, impor itu hanya berkisar 50.000 ton hingga 10.0000 ton atau jauh lebih sedikit dibandingkan dengan 2014 hingga 2016,&quot; ujarnya di Pasar Induk Cipinang, Jakarta, Kamis (8/11/2018).
&amp;nbsp;Baca Juga: RI Akhirnya Impor Jagung hingga 100.000 Ton
Dia menjelaskan, pada tahun 2014, impor tersebut sampai 3,5 juta ton setara Rp10 triliun. Di mana saat itu impor masih dianggap biasa-biasa saja dan tidak membuat gaduh.

&quot;Pada tahun 2015 masih dilakukan impor jagung namun dengan volume berkurang menjadi 2 juta ton. Dan untuk 2016 Impor jagung, hanya 900.000 ton. Volume impor kembali berkurang,&quot; jelasnya.
Baca Juga: Impor 100.000 Ton Jagung dari Kacamata Petani
Dia menjelaskan, untuk tahun 2017 impor jagung tidak ada dan kemudian pada 2018 di mana Indonesia justru berhasil melakukan ekspor.

&quot;Kita dulu pernah impor dari Amerika dan Argentina. Tapi sekarang pecah telur ekspor, ini sejarah pertama Indonesia mengekspor sebesar itu dan menyetop impor lho,&quot; ungkapnya.
Baca Juga: Bupati Kendal Tegaskan Produksi Jagung di Wilayahnya Surplus
Dia menambahkan, mengapa ada pertanyaan mengapa harus impor jagung 50.000-100.000 ton. Apabila Indonesia bisa ekspor dan produksi jagung masih dinyatakan surplus 13 juta ton?  &quot;Ini sebagai alat kontrol saja. Untuk stabilitas harga. Nanti disimpan Bulog. Kalau harga turun tidak akan keluar. Dan sebentar lagi kita panen raya,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman memberikan penjelasan terkait adanya impor jagung sebanyak 50.000 hingga 100.000 ton.

&quot;Jadi, impor itu hanya berkisar 50.000 ton hingga 10.0000 ton atau jauh lebih sedikit dibandingkan dengan 2014 hingga 2016,&quot; ujarnya di Pasar Induk Cipinang, Jakarta, Kamis (8/11/2018).
&amp;nbsp;Baca Juga: RI Akhirnya Impor Jagung hingga 100.000 Ton
Dia menjelaskan, pada tahun 2014, impor tersebut sampai 3,5 juta ton setara Rp10 triliun. Di mana saat itu impor masih dianggap biasa-biasa saja dan tidak membuat gaduh.

&quot;Pada tahun 2015 masih dilakukan impor jagung namun dengan volume berkurang menjadi 2 juta ton. Dan untuk 2016 Impor jagung, hanya 900.000 ton. Volume impor kembali berkurang,&quot; jelasnya.
Baca Juga: Impor 100.000 Ton Jagung dari Kacamata Petani
Dia menjelaskan, untuk tahun 2017 impor jagung tidak ada dan kemudian pada 2018 di mana Indonesia justru berhasil melakukan ekspor.

&quot;Kita dulu pernah impor dari Amerika dan Argentina. Tapi sekarang pecah telur ekspor, ini sejarah pertama Indonesia mengekspor sebesar itu dan menyetop impor lho,&quot; ungkapnya.
Baca Juga: Bupati Kendal Tegaskan Produksi Jagung di Wilayahnya Surplus
Dia menambahkan, mengapa ada pertanyaan mengapa harus impor jagung 50.000-100.000 ton. Apabila Indonesia bisa ekspor dan produksi jagung masih dinyatakan surplus 13 juta ton?  &quot;Ini sebagai alat kontrol saja. Untuk stabilitas harga. Nanti disimpan Bulog. Kalau harga turun tidak akan keluar. Dan sebentar lagi kita panen raya,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
