<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mengenal 7 Startup Asal Kota Pelajar, Bagaimana Cara Kerjanya?</title><description>Yogyakarta adalah kota ideal untuk memulai startup atau usaha rintisan berbasis internet.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/11/10/320/1975587/mengenal-7-startup-asal-kota-pelajar-bagaimana-cara-kerjanya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/11/10/320/1975587/mengenal-7-startup-asal-kota-pelajar-bagaimana-cara-kerjanya"/><item><title>Mengenal 7 Startup Asal Kota Pelajar, Bagaimana Cara Kerjanya?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/11/10/320/1975587/mengenal-7-startup-asal-kota-pelajar-bagaimana-cara-kerjanya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/11/10/320/1975587/mengenal-7-startup-asal-kota-pelajar-bagaimana-cara-kerjanya</guid><pubDate>Sabtu 10 November 2018 13:28 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/11/09/320/1975587/mengenal-7-startup-asal-kota-pelajar-bagaimana-cara-kerjanya-EZ6If8S725.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Foto Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/11/09/320/1975587/mengenal-7-startup-asal-kota-pelajar-bagaimana-cara-kerjanya-EZ6If8S725.jpg</image><title>Ilustrasi: Foto Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Yogyakarta adalah kota ideal untuk memulai startup atau usaha rintisan berbasis internet. Di Kota Pelajar ini, tersedia ekosistem pendukung yang bisa membuat startup digital tumbuh subur, seperti pusat kreatif, coworking space, serta inkubator.

Beberapa startup yang namanya tak asing di telinga antara lain Sale Stock Indonesia dan Kulina adalah contoh usaha rintisan dari Yogyakarta. Berikut sejumlah startup yang dirintis di Kota Pelajar tersebut seperti dikutip Qerja, Jakarta, Jumat (9/11/2018).

1. Fitinline

Usaha Fitinline dimulai pada 2012. Saat itu, Fitinline mulai menyediakan layanan jahit online. Setelah menyadari usaha tidak berkembang, pendiri Fitinline memutuskan melakukan dua kali pivot. Kini, mereka memutuskan melakukan pengembangan, perbaikan, dan penstrukturan layanan menjadi e-learning, social network, dan marketplace.
Baca Juga: Daftar 12 Startup yang Gagal, Modal Besar tapi Telan Kerugian
Fitinline telah menghubungan masyarakat yang ingin membuat pakaian dengan vendor-vendor pembuat pakaian. Mereka mengklaim telah bekerja sama dengan lebih dari 180 vendor pakaian, dan sejumlah pemasok bahan baku pakaian. Semua pelayanan konsumen Fitinline tersebut berpusat di Perumahan Titibumi Residence, Sleman, Yogyakarta.

2. Sale Stock Indonesia

Sale Stock Indonesia adalah sebuah startup mobile-commerce yang didirikan oleh pasangan suami istri asal Yogyakarta, Lingga Madu dan Ariza Novianti pada 2014. Bisnis perusahaan ini adalah menjual pakaian wanita berkualitas dengan harga terjangkau. Sale Stock merupakan salah satu fashion start-up berbasis teknologi yang memberikan fasilitas bayar di tempat di seluruh Indonesia. Sale Stock juga menawarkan layanan pengembalian barang sampai dengan 30 hari dan tanpa biaya kirim untuk seluruh wilayah Indonesia

Menurut survei iPrice, Sale Stock berada di peringkat ke tujuh sebagai e-commerce yang paling banyak dikunjungi di Indonesia. Jumlah pengunjung situs Sale Stock pada kuartal tiga 2018 mencapai 4.333.000 per bulan. Sale Stock terus memanfaatkan kekuatan media sosial untuk mendapat engagement dengan masyarakat.
Baca Juga: BEI-Bekraf Percepat Pertumbuhan Startup lewat Platform GSI
3. Kulineran

Kulineran adalah situs jasa pesan antar makanan secara online di Yogyakarta. Melalui Kulineran, warga Yogyakara dan sekitarnya bisa memilih ribuan menu dari 105 resto yang telah tergabung bersama startup tersebut.

Usaha rintisan ini didirikan oleh Ogi Sigit Pornawan, Herlin Dwi Yudiandari, Nugroho Andi Hastanto, Mariana Ros Afianti, dan Ferry Wiharsasto pada 2014. Berbekal data kenalan partner restoran yang menawarkan menu khas, pendiri Kulineran berharap bisa membidik pasar masyarakat Yogyakarta yang butuh jasa pengantaran makanan online. Kini, Kulineran telah berhasil mendapat ribuan member dan menjalankan puluhan order delivery setiap hari.
4. Kulina

Selain Kulineran, startup lain asal Yogyakarta yang bergerak di  bisnis pengantaran makanan adalah Kulina. Awalnya, Founder Kulina, Andy  Fajar Handika adalah pengusaha kuliner yang menjalankan usaha restoran.  Saat masih menjalankan restoran Foodfezt, Andy juga mengembangkan bisnis  delivery makanan dengan nama Makandiantar pada 2015.

Mulanya, Makandiantar hanya beroperasi di Yogyakarta dan menawarkan  menu makanan dari restoran FoodFezt. Sekarang Kulina telah berkembang  menjadi platform marketplace yang mempertemukan antara katering dengan  pelanggan secara online. Kulina mengklaim telah melayani pemesanan  makanan hampir di seluruh wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan.  Mereka bisa mendapatkan pesanan sekitar 3000-5000 porsi sehari.

5. Tonjoo

Tonjoo adalah startup yang terdiri dari para WordPress Developer di  Yogyakarta. Perusahaan rintisan ini didirikan oleh Pranowo S. Putro dan  Todi Adiyatmo, yang menguasai berbagai bahasa pemrograman.

Kini, Tonjoo adalah situs web yang menawarkan jasa pengembangan  perangkat lunak di Jakarta dan Yogyakarta. Mereka akan membantu klien  untuk merancang, mengembangkan, dan menyediakan situs web berbasis  WordPress, situs web khusus, sistem informasi, berbagai plug-in,  aplikasi seluler, pemasaran digital, dan sebagainya. Keahlian khusus  Tonjoo terutama pada teknologi WordPress.

6. RUNSystem

Bisnis RUNSystem dimulai pada 2013 di Yogyakarta. Perusahaan rintisan  ini didirikan oleh Sony Rachmadi Purnomo dan Tan Kian Gee yang berharap  bisa membantu pengembangan perusahaan manufaktur. Pada tahun 2014 pula  RUNSystem mengikuti program Indigo Incubator 2014 yang diadakan oleh PT.  Telkom Indonesia. Startup ini akhirnya mendapatkan dukungan penuh dari  PT. Telkom Indonesia, Tbk dalam rangka pengembangan produk dan layanan.

Kini, RUNSystem telah menjadi startup penyedia layanan software ERP  untuk bisnis skala menengah hingga besar di industri manufaktur,  distribusi, perdagangan, dan jasa. ERP adalah Enterprise Resource  Planning, sebuah aplikasi manajemen bisnis untuk pengelolaan bisnis  terintegrasi. Mereka membuka layanan untuk perusahaan di indonesia dan  tidak menutup kemungkinan klien dari wilayah Asia Pasifik.

7. Pijar Psikologi

Mikael Reno Prasasto merasa terganggu dengan anggapan orang tentang  ilmu psikologi yang dilihat seperti praktik perdukunan. Hal itu terjadi  akibat pengetahuan kesehatan mental yang minim di kalangan masyarakat.  Maka, ia punya ide untuk mendirikan Pijar Psikologi untuk memberikan  informasi dan jasa layanan konsultasi kesehatan mental. Startup asal  Yogyakarta ini diwujudkan pada Januari 2015 dengan bantuan 14 psikolog.

Pijar Psikologi telah menjadi sarana edukasi mengenai isu-isu  kesehatan mental dan psikologi yang mudah diakses. Para pendiri  perusahaan bercita-cita mengedukasi masyarakat sehingga timbulnya  kesadaran akan permasalahan psikologis. Pada akhirnya, stigma negatif  mengenai permasalahan psikologis dapat dikurangi. Dan, apabila  masyarakat mengalami masalah psikologis, akan melakukan tindakan tepat.

Dengan berkembangnya berbagai perusahaan startup di Yogyakarta, kini  Anda bisa melihat kota tersebut sebagai salah satu tempat yang menarik  untuk memulai karir. Jika Anda berniat mencari lowongan kerja di  Yogyakarta, jangan lewatkan penawaran posisi terbaik dari berbagai  perusahaan rintisan tersebut</description><content:encoded>JAKARTA - Yogyakarta adalah kota ideal untuk memulai startup atau usaha rintisan berbasis internet. Di Kota Pelajar ini, tersedia ekosistem pendukung yang bisa membuat startup digital tumbuh subur, seperti pusat kreatif, coworking space, serta inkubator.

Beberapa startup yang namanya tak asing di telinga antara lain Sale Stock Indonesia dan Kulina adalah contoh usaha rintisan dari Yogyakarta. Berikut sejumlah startup yang dirintis di Kota Pelajar tersebut seperti dikutip Qerja, Jakarta, Jumat (9/11/2018).

1. Fitinline

Usaha Fitinline dimulai pada 2012. Saat itu, Fitinline mulai menyediakan layanan jahit online. Setelah menyadari usaha tidak berkembang, pendiri Fitinline memutuskan melakukan dua kali pivot. Kini, mereka memutuskan melakukan pengembangan, perbaikan, dan penstrukturan layanan menjadi e-learning, social network, dan marketplace.
Baca Juga: Daftar 12 Startup yang Gagal, Modal Besar tapi Telan Kerugian
Fitinline telah menghubungan masyarakat yang ingin membuat pakaian dengan vendor-vendor pembuat pakaian. Mereka mengklaim telah bekerja sama dengan lebih dari 180 vendor pakaian, dan sejumlah pemasok bahan baku pakaian. Semua pelayanan konsumen Fitinline tersebut berpusat di Perumahan Titibumi Residence, Sleman, Yogyakarta.

2. Sale Stock Indonesia

Sale Stock Indonesia adalah sebuah startup mobile-commerce yang didirikan oleh pasangan suami istri asal Yogyakarta, Lingga Madu dan Ariza Novianti pada 2014. Bisnis perusahaan ini adalah menjual pakaian wanita berkualitas dengan harga terjangkau. Sale Stock merupakan salah satu fashion start-up berbasis teknologi yang memberikan fasilitas bayar di tempat di seluruh Indonesia. Sale Stock juga menawarkan layanan pengembalian barang sampai dengan 30 hari dan tanpa biaya kirim untuk seluruh wilayah Indonesia

Menurut survei iPrice, Sale Stock berada di peringkat ke tujuh sebagai e-commerce yang paling banyak dikunjungi di Indonesia. Jumlah pengunjung situs Sale Stock pada kuartal tiga 2018 mencapai 4.333.000 per bulan. Sale Stock terus memanfaatkan kekuatan media sosial untuk mendapat engagement dengan masyarakat.
Baca Juga: BEI-Bekraf Percepat Pertumbuhan Startup lewat Platform GSI
3. Kulineran

Kulineran adalah situs jasa pesan antar makanan secara online di Yogyakarta. Melalui Kulineran, warga Yogyakara dan sekitarnya bisa memilih ribuan menu dari 105 resto yang telah tergabung bersama startup tersebut.

Usaha rintisan ini didirikan oleh Ogi Sigit Pornawan, Herlin Dwi Yudiandari, Nugroho Andi Hastanto, Mariana Ros Afianti, dan Ferry Wiharsasto pada 2014. Berbekal data kenalan partner restoran yang menawarkan menu khas, pendiri Kulineran berharap bisa membidik pasar masyarakat Yogyakarta yang butuh jasa pengantaran makanan online. Kini, Kulineran telah berhasil mendapat ribuan member dan menjalankan puluhan order delivery setiap hari.
4. Kulina

Selain Kulineran, startup lain asal Yogyakarta yang bergerak di  bisnis pengantaran makanan adalah Kulina. Awalnya, Founder Kulina, Andy  Fajar Handika adalah pengusaha kuliner yang menjalankan usaha restoran.  Saat masih menjalankan restoran Foodfezt, Andy juga mengembangkan bisnis  delivery makanan dengan nama Makandiantar pada 2015.

Mulanya, Makandiantar hanya beroperasi di Yogyakarta dan menawarkan  menu makanan dari restoran FoodFezt. Sekarang Kulina telah berkembang  menjadi platform marketplace yang mempertemukan antara katering dengan  pelanggan secara online. Kulina mengklaim telah melayani pemesanan  makanan hampir di seluruh wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan.  Mereka bisa mendapatkan pesanan sekitar 3000-5000 porsi sehari.

5. Tonjoo

Tonjoo adalah startup yang terdiri dari para WordPress Developer di  Yogyakarta. Perusahaan rintisan ini didirikan oleh Pranowo S. Putro dan  Todi Adiyatmo, yang menguasai berbagai bahasa pemrograman.

Kini, Tonjoo adalah situs web yang menawarkan jasa pengembangan  perangkat lunak di Jakarta dan Yogyakarta. Mereka akan membantu klien  untuk merancang, mengembangkan, dan menyediakan situs web berbasis  WordPress, situs web khusus, sistem informasi, berbagai plug-in,  aplikasi seluler, pemasaran digital, dan sebagainya. Keahlian khusus  Tonjoo terutama pada teknologi WordPress.

6. RUNSystem

Bisnis RUNSystem dimulai pada 2013 di Yogyakarta. Perusahaan rintisan  ini didirikan oleh Sony Rachmadi Purnomo dan Tan Kian Gee yang berharap  bisa membantu pengembangan perusahaan manufaktur. Pada tahun 2014 pula  RUNSystem mengikuti program Indigo Incubator 2014 yang diadakan oleh PT.  Telkom Indonesia. Startup ini akhirnya mendapatkan dukungan penuh dari  PT. Telkom Indonesia, Tbk dalam rangka pengembangan produk dan layanan.

Kini, RUNSystem telah menjadi startup penyedia layanan software ERP  untuk bisnis skala menengah hingga besar di industri manufaktur,  distribusi, perdagangan, dan jasa. ERP adalah Enterprise Resource  Planning, sebuah aplikasi manajemen bisnis untuk pengelolaan bisnis  terintegrasi. Mereka membuka layanan untuk perusahaan di indonesia dan  tidak menutup kemungkinan klien dari wilayah Asia Pasifik.

7. Pijar Psikologi

Mikael Reno Prasasto merasa terganggu dengan anggapan orang tentang  ilmu psikologi yang dilihat seperti praktik perdukunan. Hal itu terjadi  akibat pengetahuan kesehatan mental yang minim di kalangan masyarakat.  Maka, ia punya ide untuk mendirikan Pijar Psikologi untuk memberikan  informasi dan jasa layanan konsultasi kesehatan mental. Startup asal  Yogyakarta ini diwujudkan pada Januari 2015 dengan bantuan 14 psikolog.

Pijar Psikologi telah menjadi sarana edukasi mengenai isu-isu  kesehatan mental dan psikologi yang mudah diakses. Para pendiri  perusahaan bercita-cita mengedukasi masyarakat sehingga timbulnya  kesadaran akan permasalahan psikologis. Pada akhirnya, stigma negatif  mengenai permasalahan psikologis dapat dikurangi. Dan, apabila  masyarakat mengalami masalah psikologis, akan melakukan tindakan tepat.

Dengan berkembangnya berbagai perusahaan startup di Yogyakarta, kini  Anda bisa melihat kota tersebut sebagai salah satu tempat yang menarik  untuk memulai karir. Jika Anda berniat mencari lowongan kerja di  Yogyakarta, jangan lewatkan penawaran posisi terbaik dari berbagai  perusahaan rintisan tersebut</content:encoded></item></channel></rss>
