<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Fakta Rupiah, Menguat hingga Tinggalkan Level Rp15.000/USD</title><description>Nilai Rupiah dimulai dari awal pekan hingga Jumat lalu kondisinya turun naik. Diawali dari Rp14.900an hingga mencapai Rp14.600</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/11/12/20/1976326/fakta-rupiah-menguat-hingga-tinggalkan-level-rp15-000-usd</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/11/12/20/1976326/fakta-rupiah-menguat-hingga-tinggalkan-level-rp15-000-usd"/><item><title>Fakta Rupiah, Menguat hingga Tinggalkan Level Rp15.000/USD</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/11/12/20/1976326/fakta-rupiah-menguat-hingga-tinggalkan-level-rp15-000-usd</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/11/12/20/1976326/fakta-rupiah-menguat-hingga-tinggalkan-level-rp15-000-usd</guid><pubDate>Senin 12 November 2018 07:19 WIB</pubDate><dc:creator>Andrea Heschaida Nugroho</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/11/11/20/1976326/fakta-rupiah-menguat-hingga-lampau-level-rp15-000-usd-pdcKfsDcuz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah Menguat (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/11/11/20/1976326/fakta-rupiah-menguat-hingga-lampau-level-rp15-000-usd-pdcKfsDcuz.jpg</image><title>Rupiah Menguat (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Nilai Rupiah dimulai dari awal pekan hingga Jumat lalu kondisinya turun naik. Diawali dari Rp14.900an hingga mencapai Rp14.600. Berikut fakta-fakta mengenai Rupiah selama sepekan ini yang sudah dirangkum Okezone, Minggu (11/11/2018):
1. Diawal pekan, Senin (5/11/2018), Rupiah berada di level Rp14.900an
Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah di pembukaan perdagangan Senin pagi. Rupiah masih berada di level Rp14.900-an per USD. Dilansir dari Bloomberg Dollar Index, Senin (5/11/18) pukul 9:18 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange dibuka melemah 24 poin atau 0,16% ke level Rp14.979 per USD. Rupiah hari itu bergerak di kisaran Rp14.976 per USD &amp;ndash; Rp14.985 per USD.
Sementara itu, YahooFinance mencatat Rupiah melemah 25 poin atau 0,17% ke Rp14.975 per USD. Dalam pantauan YahooFinance, Rupiah bergerak di kisaran Rp14.950 per USD &amp;ndash; Rp14.980 per USD.
2. Di hari Selasa (6/11/2018), Rupiah makin kokoh ke level Rp14.800an
Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat di pembukaan Selasa pagi. Rupiah makin kokoh dan berada di level Rp14.800an per USD.
Dilansir dari Bloomberg Dollar Index, Selasa (6/11/2018) pukul 9:18 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange dibuka menguat 96,5 poin atau 0,64% ke level Rp14.880 per USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.877 per USD &amp;ndash; Rp14.947 per USD.
Sementara itu, YahooFinance mencatat Rupiah menguat 100 poin atau 0,67% ke Rp14.875 per USD. Dalam pantauan YahooFinance, Rupiah bergerak di kisaran Rp14.850 per USD &amp;ndash; Rp14.975 per USD.
3. Hari Rabu (7/11/2018), tiba-tiba Rupiah ditutup menguat tajam di level Rp14.500an
Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) semakin menjauh dari level Rp15.000 per USD. Rupiah berhasil keluar dari tekanan dolar AS dan terus mengalami penguatan di level Rp14.500an per USD.
Dilansir dari Bloomberg Dollar Index, Rabu (7/11/2018) pukul 16:08 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange ditutup menguat 214 poin atau 1,45% ke level Rp14.590 per USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.590 per USD &amp;ndash; Rp14.805 per USD.
Sementara itu, YahooFinance mencatat Rupiah menguat 225 poin atau 1,53% ke Rp14.575 per USD. Dalam pantauan YahooFinance, Rupiah bergerak di kisaran Rp14.575 per USD &amp;ndash; Rp14.800 per USD.
4. Di hari Kamis (8/11/2018), Rupiah mengalami pelemahan ke level Rp14.600an
Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah di pembukaan Kamis pagi. Rupiah kembali berada di level Rp14.600an per USD setelah kemarin berhasil menguat hingga Rp14.500 per USD.
Dilansir dari Bloomberg Dollar Index, Kamis (8/11/2018) pukul 9:42 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange dibuka melemah 77,5 poin atau 0,535% ke level Rp14.667 per USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.613 per USD &amp;ndash; Rp14.669 per USD.
Sementara itu, YahooFinance mencatat Rupiah melemah 80 poin atau 0,55% ke Rp14.655 per USD. Dalam pantauan YahooFinance, Rupiah bergerak di kisaran Rp14.575 per USD &amp;ndash; Rp14.665 per USD.
5. Akhir pekan, Jumat (9/11/2018) Rupiah masih melemah di level Rp14.600an
Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah pada perdagangan Jumat pagi. Rupiah berada di level Rp14.600-an per USD.
Dilansir dari Bloomberg Dollar Index, Jumat (9/11/2018) pukul 09.34 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange melemah 98 poin atau 0,68% ke level Rp14.637 per USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.620 per USD &amp;ndash; Rp14.647 per USD.
Sementara itu, YahooFinance mencatat Rupiah melemah ke Rp14.649 per USD. Dalam pantauan YahooFinance, Rupiah bergerak di kisaran Rp14.535 per USD &amp;ndash; Rp14.649 per USD.
6. Perdagangan AS dan China menjadi salah satu penyebabnya Rupiah menguat
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede, mengatakan bahwa pada awal bulan November ini, sentimen di pasar keuangan global cenderung membaik terindikasi dari pelemahan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang negara maju dan negara berkembang.
&amp;ldquo;Pelemahan dolar AS ini dilatarbelakangi oleh potensi resolusi dari negosiasi perdagangan antara pemerintah AS dan Tiongkok yang mendorong penguatan riskier assets. Tren penurunan harga minyak dunia juga mengurangi tekanan mata uang negara pengimpor minyak termasuk Rupiah,&amp;rdquo; ujarnya kepada Okezone, Rabu (7/11/2018).
7. Pelemahan Dolar dikarenakan kemenangan kubu Democrat pada Midterm Election di AS
Pelemahan dolar AS juga didorong oleh potensi kemenangan kubu Democrat pada Midterm Election. Sepanjang bulan November ini, investor asing membukukan pembelian bersih di pasar saham sebesar USD289,4 juta month to date (mtd).
&amp;ldquo;Sementara kepemilikan investor asing pada SBN juga cenderung meningkat sekitar USD340 juta mtd sehingga mendorong penurunan yield SUN bertenor 10 tahun sebesar 42bps (MTD) menjadi sekitar 8,13%. Foreign inflow yang meningkat sejak akhir bulan Oktober hingga saat ini telah mendorong penurunan volatilitas Rupiah menjadi sekitar 7,6% dari level 10% pada pertengahan bulan Oktober yang lalu,&amp;rdquo; jelas Josua.
8. Kebijakan kenaikan suku bunga acuan BI juga pemicu menguatnya Rupiah
Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Pieter Abdullah Redjalam menjelaskan, salah satu penyebab Rupiah menguat berasal dari kebijakan kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) sebanyak 150 basis points (bps) hingga Oktober lalu. Di mana Bank Sentral AS (The Fed) baru menaikkan suku bunga acuannya (Fed Federal Reserve/FFR) sebanyak 100 bps.
Hal ini membuat spread imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) lebih melebar dari surat berharga di AS. &quot;Dengan yield yang lebih tinggi, SBN menjadi lebih menarik. Sentimen positif ini mendorong masuknya kembali investor asing ke pasar SBN sekaligus memperkuat Rupiah,&quot; ujarnya Rabu (7/11/2018).
9. Menkeu Sri Mulyani mengungkapkan bahwa kebijakan pemerintah adalah alasan mengapa Rupiah menguat
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, hal ini didorong berbagai strategi kebijakan pemerintah baik juga dari Bank Indonesia (BI), maupun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong stabilitas ekonomi dan sektor keuangan.
Hal ini terlihat dari tingkat pertumbuhan ekonomi yang berada di level atas 5%, inflasi yang terjaga di bawah kisaran 3,5%, hingga rasio Produk Domestik Bruto (PDB) yang di level 0,38. Kondisi ini pun disadari menjadi perbedaan Indonesia dari negara-negara lainnya di tengah gejolak ekonomi global.
&quot;Sehingga lama-lama mereka (investor) juga akan melihat bahwa ada sentimen positif,&quot; katanya di Nusa Dua, Bali, Rabu (7/11/2018).</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Nilai Rupiah dimulai dari awal pekan hingga Jumat lalu kondisinya turun naik. Diawali dari Rp14.900an hingga mencapai Rp14.600. Berikut fakta-fakta mengenai Rupiah selama sepekan ini yang sudah dirangkum Okezone, Minggu (11/11/2018):
1. Diawal pekan, Senin (5/11/2018), Rupiah berada di level Rp14.900an
Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah di pembukaan perdagangan Senin pagi. Rupiah masih berada di level Rp14.900-an per USD. Dilansir dari Bloomberg Dollar Index, Senin (5/11/18) pukul 9:18 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange dibuka melemah 24 poin atau 0,16% ke level Rp14.979 per USD. Rupiah hari itu bergerak di kisaran Rp14.976 per USD &amp;ndash; Rp14.985 per USD.
Sementara itu, YahooFinance mencatat Rupiah melemah 25 poin atau 0,17% ke Rp14.975 per USD. Dalam pantauan YahooFinance, Rupiah bergerak di kisaran Rp14.950 per USD &amp;ndash; Rp14.980 per USD.
2. Di hari Selasa (6/11/2018), Rupiah makin kokoh ke level Rp14.800an
Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat di pembukaan Selasa pagi. Rupiah makin kokoh dan berada di level Rp14.800an per USD.
Dilansir dari Bloomberg Dollar Index, Selasa (6/11/2018) pukul 9:18 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange dibuka menguat 96,5 poin atau 0,64% ke level Rp14.880 per USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.877 per USD &amp;ndash; Rp14.947 per USD.
Sementara itu, YahooFinance mencatat Rupiah menguat 100 poin atau 0,67% ke Rp14.875 per USD. Dalam pantauan YahooFinance, Rupiah bergerak di kisaran Rp14.850 per USD &amp;ndash; Rp14.975 per USD.
3. Hari Rabu (7/11/2018), tiba-tiba Rupiah ditutup menguat tajam di level Rp14.500an
Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) semakin menjauh dari level Rp15.000 per USD. Rupiah berhasil keluar dari tekanan dolar AS dan terus mengalami penguatan di level Rp14.500an per USD.
Dilansir dari Bloomberg Dollar Index, Rabu (7/11/2018) pukul 16:08 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange ditutup menguat 214 poin atau 1,45% ke level Rp14.590 per USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.590 per USD &amp;ndash; Rp14.805 per USD.
Sementara itu, YahooFinance mencatat Rupiah menguat 225 poin atau 1,53% ke Rp14.575 per USD. Dalam pantauan YahooFinance, Rupiah bergerak di kisaran Rp14.575 per USD &amp;ndash; Rp14.800 per USD.
4. Di hari Kamis (8/11/2018), Rupiah mengalami pelemahan ke level Rp14.600an
Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah di pembukaan Kamis pagi. Rupiah kembali berada di level Rp14.600an per USD setelah kemarin berhasil menguat hingga Rp14.500 per USD.
Dilansir dari Bloomberg Dollar Index, Kamis (8/11/2018) pukul 9:42 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange dibuka melemah 77,5 poin atau 0,535% ke level Rp14.667 per USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.613 per USD &amp;ndash; Rp14.669 per USD.
Sementara itu, YahooFinance mencatat Rupiah melemah 80 poin atau 0,55% ke Rp14.655 per USD. Dalam pantauan YahooFinance, Rupiah bergerak di kisaran Rp14.575 per USD &amp;ndash; Rp14.665 per USD.
5. Akhir pekan, Jumat (9/11/2018) Rupiah masih melemah di level Rp14.600an
Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah pada perdagangan Jumat pagi. Rupiah berada di level Rp14.600-an per USD.
Dilansir dari Bloomberg Dollar Index, Jumat (9/11/2018) pukul 09.34 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange melemah 98 poin atau 0,68% ke level Rp14.637 per USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.620 per USD &amp;ndash; Rp14.647 per USD.
Sementara itu, YahooFinance mencatat Rupiah melemah ke Rp14.649 per USD. Dalam pantauan YahooFinance, Rupiah bergerak di kisaran Rp14.535 per USD &amp;ndash; Rp14.649 per USD.
6. Perdagangan AS dan China menjadi salah satu penyebabnya Rupiah menguat
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede, mengatakan bahwa pada awal bulan November ini, sentimen di pasar keuangan global cenderung membaik terindikasi dari pelemahan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang negara maju dan negara berkembang.
&amp;ldquo;Pelemahan dolar AS ini dilatarbelakangi oleh potensi resolusi dari negosiasi perdagangan antara pemerintah AS dan Tiongkok yang mendorong penguatan riskier assets. Tren penurunan harga minyak dunia juga mengurangi tekanan mata uang negara pengimpor minyak termasuk Rupiah,&amp;rdquo; ujarnya kepada Okezone, Rabu (7/11/2018).
7. Pelemahan Dolar dikarenakan kemenangan kubu Democrat pada Midterm Election di AS
Pelemahan dolar AS juga didorong oleh potensi kemenangan kubu Democrat pada Midterm Election. Sepanjang bulan November ini, investor asing membukukan pembelian bersih di pasar saham sebesar USD289,4 juta month to date (mtd).
&amp;ldquo;Sementara kepemilikan investor asing pada SBN juga cenderung meningkat sekitar USD340 juta mtd sehingga mendorong penurunan yield SUN bertenor 10 tahun sebesar 42bps (MTD) menjadi sekitar 8,13%. Foreign inflow yang meningkat sejak akhir bulan Oktober hingga saat ini telah mendorong penurunan volatilitas Rupiah menjadi sekitar 7,6% dari level 10% pada pertengahan bulan Oktober yang lalu,&amp;rdquo; jelas Josua.
8. Kebijakan kenaikan suku bunga acuan BI juga pemicu menguatnya Rupiah
Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Pieter Abdullah Redjalam menjelaskan, salah satu penyebab Rupiah menguat berasal dari kebijakan kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) sebanyak 150 basis points (bps) hingga Oktober lalu. Di mana Bank Sentral AS (The Fed) baru menaikkan suku bunga acuannya (Fed Federal Reserve/FFR) sebanyak 100 bps.
Hal ini membuat spread imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) lebih melebar dari surat berharga di AS. &quot;Dengan yield yang lebih tinggi, SBN menjadi lebih menarik. Sentimen positif ini mendorong masuknya kembali investor asing ke pasar SBN sekaligus memperkuat Rupiah,&quot; ujarnya Rabu (7/11/2018).
9. Menkeu Sri Mulyani mengungkapkan bahwa kebijakan pemerintah adalah alasan mengapa Rupiah menguat
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, hal ini didorong berbagai strategi kebijakan pemerintah baik juga dari Bank Indonesia (BI), maupun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong stabilitas ekonomi dan sektor keuangan.
Hal ini terlihat dari tingkat pertumbuhan ekonomi yang berada di level atas 5%, inflasi yang terjaga di bawah kisaran 3,5%, hingga rasio Produk Domestik Bruto (PDB) yang di level 0,38. Kondisi ini pun disadari menjadi perbedaan Indonesia dari negara-negara lainnya di tengah gejolak ekonomi global.
&quot;Sehingga lama-lama mereka (investor) juga akan melihat bahwa ada sentimen positif,&quot; katanya di Nusa Dua, Bali, Rabu (7/11/2018).</content:encoded></item></channel></rss>
