<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Boeing Keluarkan Safety Warning hingga Jatuhnya Bisnis Lion Air</title><description>Ketiga berita tersebut yang menjadi populer selama sepekan belakangan di kanal Okezone Finance. Berikut Selengkapnya:</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/11/12/320/1976370/boeing-keluarkan-safety-warning-hingga-jatuhnya-bisnis-lion-air</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/11/12/320/1976370/boeing-keluarkan-safety-warning-hingga-jatuhnya-bisnis-lion-air"/><item><title>Boeing Keluarkan Safety Warning hingga Jatuhnya Bisnis Lion Air</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/11/12/320/1976370/boeing-keluarkan-safety-warning-hingga-jatuhnya-bisnis-lion-air</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/11/12/320/1976370/boeing-keluarkan-safety-warning-hingga-jatuhnya-bisnis-lion-air</guid><pubDate>Senin 12 November 2018 09:49 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/11/11/320/1976370/boeing-keluarkan-safety-warning-hingga-jatuhnya-bisnis-lion-air-npxi6UiKNe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Koran Sindo</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/11/11/320/1976370/boeing-keluarkan-safety-warning-hingga-jatuhnya-bisnis-lion-air-npxi6UiKNe.jpg</image><title>Foto: Koran Sindo</title></images><description>JAKARTA - Boeing Company akhirnya mengeluarkan safety warning berupa Buletin Operasional Manual (OMB) kepada seluruh operator pesawat 737 Max 8. Hal tersebut menyusul adanya kecelakaan pesawat Lion Air PK LQP JT-610 beberapa waktu lalu.
Selanjutnya ada cerita menarik dari Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018. Ada salah seorang peserta bernama Nurul Fajri yang hanya menghabiskan waktu 29 menit saja untuk bisa lolos passing grade.
Selanjutnya ada kabar dari perusahaan maskapai penerbangan Lion Air yang jatuh dalam posisi terendahnya. Hal tersebut menyusul adanya kecelakaan pesawat Lion Air PK LQP JT-610 di perairan Karawang beberapa waktu lalu.
Ketiga berita tersebut yang menjadi populer selama sepekan belakangan di kanal Okezone Finance. Berikut Selengkapnya:

Boeing Keluarkan Safety Warning Pesawat 737 Max 8
Boeing Company mengeluarkan Safety Warning berupa Buletin Operasional Manual (OMB) kepada seluruh operator pesawat 737 Max 8, pada 6 November 2018. Penerbitan buletin tersebut untuk membantu proses investigasi pada kecelakaan pesawat Lion Air PK-LQP JT-610 di perairan Karawang beberapa waktu lalu.
Dikutip dari laman Boeing, Rabu (7/11/2018), buletin tersebut Boeing memberikan arahan kepada Pilot Pesawat mengenai apa saja yang harus dilakukan ketika ada masalah pada sistem Angle of Attack (AoA). Sebab jika salah dalam membaca flight-monitoring-system pesawat bisa menyebabkan menukik dengan tiba-tiba karena pesawat mendeteksi kemungkinan adanya sall (posisi tegak lurus dengan moncong pesawat menghadap ke atas) menyangkut aerodinamis.
Seperti diketahui, sebelum jatuh Pilot Lion Air sempat mengirim permintaan untuk kembali ke Jakarta. Permintaan Pilot tersebut sendiri diduga karena sang Pilot sulit untuk membaca arah angin, ketinggian hingga kecepatan dari pesawat sehingga saat itu pesawat dalam keadaan sall.
Boeing sendiri berharap dengan diterbitkannya Buletin tersebut bisa mempermudah proses investigasi penyebab terjadinya kecelakaan pesawat yang dilakukan oleh KNKT. Sehingga penyebab terjadinya kecelakaan pesawat Lion Air PK-LQP JT--610 bisa segera ditemukan.
Melalui keterangan tertulis itu juga, Boeing mengucapkan bela sungkawanya atas jatuhnya Pesawat Lion Air PK LQP JT-610 di perairan Karawang. Perusahaan mengaku sangat sedih dan siap membantu proses investigasi dengan mengirimkan berbagai dokumen yang bisa menunjang penyeldikan oleh KNKT.
&quot;Perusahaan Boeing sangat sedih dengan hilangnya Penerbangan Lion Air JT-610. Kami menyampaikan simpati sepenuh hati kepada keluarga dan orang-orang yang dicintai dari mereka di Kapal,&quot; tulis Boeing lewat keterangan tertulisnya.Kerjakan Test CPNS Hanya 29 Menit, Nurul Fajri Lulus &amp;lt;i&amp;gt;Passing Grade&amp;lt;/i&amp;gt;

Badan Kepegawaian Negara (BKN) hari ini mengumumkan salah satu peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang memenuhi passing grade.
Pelamar dengan nama Nurul Fajri Aulia mampu mengerjakan soal tes dalam waktu 29 menit, saat ujian di lokasi Kantor Walikota Jakarta Barat. Dirinya ikut seleksi untuk formasi Kementerian Keuangan yang mengikuti.
&amp;ldquo;#SobatBKN, Nurul Fajri Aulia peserta formasi @KemenkeuRI di tilok Kantor Walikota Jakarta Barat mendapat nilai yang memenuhi passing grade hari ini,&amp;rdquo; ujarnya yang dikutip Okezone dari akun twitter resmi BKN, Selasa (6/11/2018).
Nurul mendapatkan nilai yang memenuhi passing grade sebesar 343 dengan 95 untuk TWK, 100 untuk TIU, dan 148 untuk TKP.
Kemudian para peserta CPNS diberi waktu selama 90 menit untuk mengerjakan 100 soal yang terdiri atas soal Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) 35 soal, tes Intelegensia Umum (TIU) 30 soal, dan tes Karakteristik Pribadi (TKP) 35 soal. Namun bagi Nurul, dia hanya membutuhkan waktu 29 menit saja untuk menjawab 100 soal tersebut.
&amp;ldquo;Peserta tsb #SobatBKN, mengerjakan soal ujian hanya dlm waktu 29 menit. Sayang sekali mimin tdk sempat selfie dengannya #2019JadiASN,&amp;rdquo; ucapnya.Imbas Kecelakaan Pesawat JT-610, Bisnis Lion Air dalam Posisi Terendah

Managing Director Lion Air Group Kapten Daniel Putut Kuncoro Adi mengatakan, pihaknya sedang posisi terendah di kancah bisnis penerbangan. Hal itu pascajatuhnya Lion Air JT 610 di Tanjung Karawang pada Senin, 29 Oktober 2018 lalu.
&quot;Dampaknya kami sedang sedih, kami sedang dalam posisi yang memang secara bisnis penerbangan dalam posisi yang terendah,&quot; ujar Daniel di Terminal 1 Bandara Soekarno Hatta, Selasa (6/11/2018).
Padahal sebelumnya, pihak Lion Air menampik adanya penurunan jumlah penumpang. Bahkan ketika ditanya soal permintaan refund dan reschedule, Lion Air menganggap hal itu normal adanya.
&quot;Nyatanya dampak bisnis yang ada harus kami hadapi pasca kejadian tersebut. Di sini, kami berusaha terus bagaimana mengembalikan kepercayaan publik terhadap perusahaan penerbangan Indonesia ini,&quot; tuturnya.
Lanjut Daniel, maskapai berlogo singa berwana merah tersebut, terus mencoba untuk menjaga solidaritas dan semangat karyawan satu sama lain.
&quot;Jadi, ini saatnya kami untuk memotivasi kepada seluruh karyawan kami tetap bertahan dan tetap semangat. Kami juga akan mengevaluasi seluruh training kami, baik itu training awak pesawat, kabin, ground staff dan yang lainnya,&quot; tandasnya.
Diketahui, hingga kini Basarnas Marsekal dan tim SAR Gabungan sudah mengevakuasi total 181 jenazah berisi bagian tubuh korban kecelakaan Pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT-610 pada hari ke-sembilan proses evakuasi. Hingga kini pun, pihak KNKT juga masih mempelajari flight data recorder (FDR), sampai batas waktu yang belum ditentukan.</description><content:encoded>JAKARTA - Boeing Company akhirnya mengeluarkan safety warning berupa Buletin Operasional Manual (OMB) kepada seluruh operator pesawat 737 Max 8. Hal tersebut menyusul adanya kecelakaan pesawat Lion Air PK LQP JT-610 beberapa waktu lalu.
Selanjutnya ada cerita menarik dari Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018. Ada salah seorang peserta bernama Nurul Fajri yang hanya menghabiskan waktu 29 menit saja untuk bisa lolos passing grade.
Selanjutnya ada kabar dari perusahaan maskapai penerbangan Lion Air yang jatuh dalam posisi terendahnya. Hal tersebut menyusul adanya kecelakaan pesawat Lion Air PK LQP JT-610 di perairan Karawang beberapa waktu lalu.
Ketiga berita tersebut yang menjadi populer selama sepekan belakangan di kanal Okezone Finance. Berikut Selengkapnya:

Boeing Keluarkan Safety Warning Pesawat 737 Max 8
Boeing Company mengeluarkan Safety Warning berupa Buletin Operasional Manual (OMB) kepada seluruh operator pesawat 737 Max 8, pada 6 November 2018. Penerbitan buletin tersebut untuk membantu proses investigasi pada kecelakaan pesawat Lion Air PK-LQP JT-610 di perairan Karawang beberapa waktu lalu.
Dikutip dari laman Boeing, Rabu (7/11/2018), buletin tersebut Boeing memberikan arahan kepada Pilot Pesawat mengenai apa saja yang harus dilakukan ketika ada masalah pada sistem Angle of Attack (AoA). Sebab jika salah dalam membaca flight-monitoring-system pesawat bisa menyebabkan menukik dengan tiba-tiba karena pesawat mendeteksi kemungkinan adanya sall (posisi tegak lurus dengan moncong pesawat menghadap ke atas) menyangkut aerodinamis.
Seperti diketahui, sebelum jatuh Pilot Lion Air sempat mengirim permintaan untuk kembali ke Jakarta. Permintaan Pilot tersebut sendiri diduga karena sang Pilot sulit untuk membaca arah angin, ketinggian hingga kecepatan dari pesawat sehingga saat itu pesawat dalam keadaan sall.
Boeing sendiri berharap dengan diterbitkannya Buletin tersebut bisa mempermudah proses investigasi penyebab terjadinya kecelakaan pesawat yang dilakukan oleh KNKT. Sehingga penyebab terjadinya kecelakaan pesawat Lion Air PK-LQP JT--610 bisa segera ditemukan.
Melalui keterangan tertulis itu juga, Boeing mengucapkan bela sungkawanya atas jatuhnya Pesawat Lion Air PK LQP JT-610 di perairan Karawang. Perusahaan mengaku sangat sedih dan siap membantu proses investigasi dengan mengirimkan berbagai dokumen yang bisa menunjang penyeldikan oleh KNKT.
&quot;Perusahaan Boeing sangat sedih dengan hilangnya Penerbangan Lion Air JT-610. Kami menyampaikan simpati sepenuh hati kepada keluarga dan orang-orang yang dicintai dari mereka di Kapal,&quot; tulis Boeing lewat keterangan tertulisnya.Kerjakan Test CPNS Hanya 29 Menit, Nurul Fajri Lulus &amp;lt;i&amp;gt;Passing Grade&amp;lt;/i&amp;gt;

Badan Kepegawaian Negara (BKN) hari ini mengumumkan salah satu peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang memenuhi passing grade.
Pelamar dengan nama Nurul Fajri Aulia mampu mengerjakan soal tes dalam waktu 29 menit, saat ujian di lokasi Kantor Walikota Jakarta Barat. Dirinya ikut seleksi untuk formasi Kementerian Keuangan yang mengikuti.
&amp;ldquo;#SobatBKN, Nurul Fajri Aulia peserta formasi @KemenkeuRI di tilok Kantor Walikota Jakarta Barat mendapat nilai yang memenuhi passing grade hari ini,&amp;rdquo; ujarnya yang dikutip Okezone dari akun twitter resmi BKN, Selasa (6/11/2018).
Nurul mendapatkan nilai yang memenuhi passing grade sebesar 343 dengan 95 untuk TWK, 100 untuk TIU, dan 148 untuk TKP.
Kemudian para peserta CPNS diberi waktu selama 90 menit untuk mengerjakan 100 soal yang terdiri atas soal Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) 35 soal, tes Intelegensia Umum (TIU) 30 soal, dan tes Karakteristik Pribadi (TKP) 35 soal. Namun bagi Nurul, dia hanya membutuhkan waktu 29 menit saja untuk menjawab 100 soal tersebut.
&amp;ldquo;Peserta tsb #SobatBKN, mengerjakan soal ujian hanya dlm waktu 29 menit. Sayang sekali mimin tdk sempat selfie dengannya #2019JadiASN,&amp;rdquo; ucapnya.Imbas Kecelakaan Pesawat JT-610, Bisnis Lion Air dalam Posisi Terendah

Managing Director Lion Air Group Kapten Daniel Putut Kuncoro Adi mengatakan, pihaknya sedang posisi terendah di kancah bisnis penerbangan. Hal itu pascajatuhnya Lion Air JT 610 di Tanjung Karawang pada Senin, 29 Oktober 2018 lalu.
&quot;Dampaknya kami sedang sedih, kami sedang dalam posisi yang memang secara bisnis penerbangan dalam posisi yang terendah,&quot; ujar Daniel di Terminal 1 Bandara Soekarno Hatta, Selasa (6/11/2018).
Padahal sebelumnya, pihak Lion Air menampik adanya penurunan jumlah penumpang. Bahkan ketika ditanya soal permintaan refund dan reschedule, Lion Air menganggap hal itu normal adanya.
&quot;Nyatanya dampak bisnis yang ada harus kami hadapi pasca kejadian tersebut. Di sini, kami berusaha terus bagaimana mengembalikan kepercayaan publik terhadap perusahaan penerbangan Indonesia ini,&quot; tuturnya.
Lanjut Daniel, maskapai berlogo singa berwana merah tersebut, terus mencoba untuk menjaga solidaritas dan semangat karyawan satu sama lain.
&quot;Jadi, ini saatnya kami untuk memotivasi kepada seluruh karyawan kami tetap bertahan dan tetap semangat. Kami juga akan mengevaluasi seluruh training kami, baik itu training awak pesawat, kabin, ground staff dan yang lainnya,&quot; tandasnya.
Diketahui, hingga kini Basarnas Marsekal dan tim SAR Gabungan sudah mengevakuasi total 181 jenazah berisi bagian tubuh korban kecelakaan Pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT-610 pada hari ke-sembilan proses evakuasi. Hingga kini pun, pihak KNKT juga masih mempelajari flight data recorder (FDR), sampai batas waktu yang belum ditentukan.</content:encoded></item></channel></rss>
