<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pembangunan Infrastruktur Berdampak Positif ke Pertumbuhan Ekonomi</title><description>Pembangunan infrastruktur dinilai memiliki dampak pada peningkatan pertumbuhan ekonomi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/11/14/320/1977557/pembangunan-infrastruktur-berdampak-positif-ke-pertumbuhan-ekonomi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/11/14/320/1977557/pembangunan-infrastruktur-berdampak-positif-ke-pertumbuhan-ekonomi"/><item><title>Pembangunan Infrastruktur Berdampak Positif ke Pertumbuhan Ekonomi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/11/14/320/1977557/pembangunan-infrastruktur-berdampak-positif-ke-pertumbuhan-ekonomi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/11/14/320/1977557/pembangunan-infrastruktur-berdampak-positif-ke-pertumbuhan-ekonomi</guid><pubDate>Rabu 14 November 2018 09:59 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/11/14/320/1977557/pembangunan-infrastruktur-berdampak-positif-ke-pertumbuhan-ekonomi-WXBeTYMMpq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Foto Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/11/14/320/1977557/pembangunan-infrastruktur-berdampak-positif-ke-pertumbuhan-ekonomi-WXBeTYMMpq.jpg</image><title>Ilustrasi: Foto Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Pembangunan infrastruktur dinilai memiliki dampak pada peningkatan pertumbuhan ekonomi. Selain mengatasi ketimpangan antara pusat dan daerah, pembangunan infrastruktur dapat mengurangi biaya produksi menjadi lebih murah.

&quot;Infrastruktur yang sudah dibangun Presiden Jokowi cukup drastis dan dampaknya pada perekonomian cukup besar. Secara makro faktual, kalau misalnya presiden tidak menyediakan Rp300 triliun-Rp400 triliun untuk infrastruktur dan lainnya, pertumbuhan ekonomi pasti akan lebih rendah dari sekarang,&quot; ujar Kepala Kajian Makroekonomi LPEM Universitas Indonesia Febrio N Kacaribu di Jakarta, Rabu (14/11/2018).
Baca Juga: Sri Mulyani Pamer Pertumbuhan Ekonomi RI dan Turunnya Pengangguran
Dia menambahkan dampak dari pembangunan infrastruktur tidak bisa dirasakan dalam waktu setahun atau dua tahun, melainkan 4-5 tahun ke depan, di mana akan terasa dalam bentuk efisiensi biaya produksi yang lebih rendah.

&quot;Khususnya untuk masyarakat yang tinggal di kota besar, masalah yang sering dihadapi itu kemacetan dan biaya ekonomi yang tinggi karena harus mengantar barang dengan harga mahal,&quot; ujarnya.

Selebihnya, manfaat infrastruktur tentunya akan dirasakan sektor industri.

&quot;Sebagai contoh, produsen sirup di medan itu ketika dia membeli gula dari Jawa biaya transportasinya lebih mahal dibandingkan beli di Tiongkok. Jadi masalah infrastruktur memang nyata adanya,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Skema KPBU Diartikan Menjual Aset Negara, Kemenhub: Itu Miss Leading
Sebelumnya, pemerintah mengaku optimistis pertumbuhan ekonomi mampu mencapai 5,2% sampai dengan akhir tahun. Meskipun pada kuartal III-2018, perekonomian hanya tumbuh 5,17% secara year on year (yoy).

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan meski hanya tumbuh 5,17% di kuartal III tapi ekonomi Indonesia mampu bertahan di tengah gejolak global. Berbagai tekanan nyatanya bisa dihadapi agar perekonomian tetap tumbuh.

&quot;Dalam situasi tekanan global, perang dagang, normalisasi kebijakan AS, minyak mentah yang harganya naik, kita tetap bisa mempertahankan pertumbuhan. Itu menurut saya sesuatu yang patut untuk digarisbawahi,&quot; jelas Darmin.

Menurut dia, berbagai indikator perekonomian menunjukan kondisi yang baik. Dengan ekonomi yang tetap tumbuh, serta inflasi yang terjaga seharusnya perekonomian Indonesia berada pada posisi yang positif.
</description><content:encoded>JAKARTA - Pembangunan infrastruktur dinilai memiliki dampak pada peningkatan pertumbuhan ekonomi. Selain mengatasi ketimpangan antara pusat dan daerah, pembangunan infrastruktur dapat mengurangi biaya produksi menjadi lebih murah.

&quot;Infrastruktur yang sudah dibangun Presiden Jokowi cukup drastis dan dampaknya pada perekonomian cukup besar. Secara makro faktual, kalau misalnya presiden tidak menyediakan Rp300 triliun-Rp400 triliun untuk infrastruktur dan lainnya, pertumbuhan ekonomi pasti akan lebih rendah dari sekarang,&quot; ujar Kepala Kajian Makroekonomi LPEM Universitas Indonesia Febrio N Kacaribu di Jakarta, Rabu (14/11/2018).
Baca Juga: Sri Mulyani Pamer Pertumbuhan Ekonomi RI dan Turunnya Pengangguran
Dia menambahkan dampak dari pembangunan infrastruktur tidak bisa dirasakan dalam waktu setahun atau dua tahun, melainkan 4-5 tahun ke depan, di mana akan terasa dalam bentuk efisiensi biaya produksi yang lebih rendah.

&quot;Khususnya untuk masyarakat yang tinggal di kota besar, masalah yang sering dihadapi itu kemacetan dan biaya ekonomi yang tinggi karena harus mengantar barang dengan harga mahal,&quot; ujarnya.

Selebihnya, manfaat infrastruktur tentunya akan dirasakan sektor industri.

&quot;Sebagai contoh, produsen sirup di medan itu ketika dia membeli gula dari Jawa biaya transportasinya lebih mahal dibandingkan beli di Tiongkok. Jadi masalah infrastruktur memang nyata adanya,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Skema KPBU Diartikan Menjual Aset Negara, Kemenhub: Itu Miss Leading
Sebelumnya, pemerintah mengaku optimistis pertumbuhan ekonomi mampu mencapai 5,2% sampai dengan akhir tahun. Meskipun pada kuartal III-2018, perekonomian hanya tumbuh 5,17% secara year on year (yoy).

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan meski hanya tumbuh 5,17% di kuartal III tapi ekonomi Indonesia mampu bertahan di tengah gejolak global. Berbagai tekanan nyatanya bisa dihadapi agar perekonomian tetap tumbuh.

&quot;Dalam situasi tekanan global, perang dagang, normalisasi kebijakan AS, minyak mentah yang harganya naik, kita tetap bisa mempertahankan pertumbuhan. Itu menurut saya sesuatu yang patut untuk digarisbawahi,&quot; jelas Darmin.

Menurut dia, berbagai indikator perekonomian menunjukan kondisi yang baik. Dengan ekonomi yang tetap tumbuh, serta inflasi yang terjaga seharusnya perekonomian Indonesia berada pada posisi yang positif.
</content:encoded></item></channel></rss>
