<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Besok Bankir Bakal Kumpul Bareng Bahas Digitalisasi</title><description>Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) akan menyelenggarakan Indonesia Banking Expo (IBEX) 2018.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/11/14/320/1977680/besok-bankir-bakal-kumpul-bareng-bahas-digitalisasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/11/14/320/1977680/besok-bankir-bakal-kumpul-bareng-bahas-digitalisasi"/><item><title>Besok Bankir Bakal Kumpul Bareng Bahas Digitalisasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/11/14/320/1977680/besok-bankir-bakal-kumpul-bareng-bahas-digitalisasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/11/14/320/1977680/besok-bankir-bakal-kumpul-bareng-bahas-digitalisasi</guid><pubDate>Rabu 14 November 2018 13:26 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/11/14/320/1977680/besok-bankir-bakal-kumpul-bareng-bahas-digitalisasi-bVFpIVuAaW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Yohana Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/11/14/320/1977680/besok-bankir-bakal-kumpul-bareng-bahas-digitalisasi-bVFpIVuAaW.jpg</image><title>Foto: Yohana Okezone</title></images><description>JAKARTA - Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) akan menyelenggarakan Indonesia Banking Expo (IBEX) 2018. Pertemuan tahunan kali ini akan berlangsung pada Kamis 15 November 2018 di Hotel Fairmont, Jakarta.

Ketua Umum Perbanas Kartika Wirjoatmodjo menyatakan, tujuan diadakan IBEX memberikan edukasi dan menunjukkan kepada masyarakat luas serta para pemangku kepentingan mengenai perkembangan industri perbankan saat ini. Selain itu, menjadi wadah diskusi untuk menjawab tantangan zaman mengenai kebutuhan para nasabah di masa yang akan datang.

&quot;Kebetulan di tahun ini revolusi industri 4.0 ini menjadi topik yang sangat menarik, karena perubahan akibat digitalisasi mempengaruhi  bagi berbagai industri di dunia termasuk dunia perbankan,&quot; ujar Tiko, sapaan akrabnya saat konferensi pers di Gedung Plaza Mandiri, Jakarta, Rabu (14/11/2018).
&amp;nbsp;Baca Juga: Waspadai Pengetatan Likuiditas Perbankan
Dia menyatakan, transformasi digital dan industri 4.0 akan membawa dampak yang sangat besar terhadap perekonomian Indonesia. Hal tersebut disadari industri perbankan dengan terus berupaya menjawab perkembangan teknologi yang sangat cepat.

&quot;Sementara pada saat yang sama juga harus mempertahankan prinsip kehati-hatian dan kepatuhan pada regulasi, serta mengelola risiko-risiko terkait,&quot; kata dia.

Maka, berbagai topik mengenai industri perbankan akan dibahas dalam forum tersebut, diantaranya mengenai revousi teknologi yang saat ini mengubah cara hidup masyarakat, bekerja dan berhubungan satu sama Iain. Di mana pengaruhnya terasa pada sektor perbankan yang mengalami lebih banyak tantangan, terlebih dengan hadirnya financial technology (fintech) dan mitra teknologi dalam beberapa tahun terakhir.
Baca Juga: Presiden: Jangan Pinjam ke Bank Kalau Tidak Bisa Nyicil
Menurut Tiko yang juga menjabat sebagai Direktur Utama Bank Mandiri, digitalisasi ekonomi membawa manfaat bagi konsumen serta membuka peluang pekerjaan dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Sebab teknologi informasi dan komunikasi (TIK) semakin canggih, yang terdigitalisasi serta terhubung akan memungkinkan aktivitas ekonomi modern dilakukan dengan lebih fleksibel, tangkas dan cerdas.

Namun demikian, ekonomi digital tetap menjadi tantangan karena sifat kompleksitasnya. Sehingga perbankan juga perlu memahami bagaimana teknologi maju tersebut dapat dimanfaatkan untuk memaksimalkan peluang inovasi, model dan proses baru dalam berbisnis, serta produk dan layanan yang Iebih baik.

&quot;Kita masih memiliki isu terkait kepercayaan, privasi, dan transparansi yang harus ditangani seiring dengan semakin intensifnya transformasi teknologi fmansial di Indonesia,&quot; ujarnya.
Sementara itu Ketua Steering Committee IBEX 2018 Tigor M Siahaan  menambahkan, pertemuan tersebut diharapkan memperoleh suatu kesepahaman  mengenai peran masing-masing sektor serta pemanfaatan teknologi yang  dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.

&amp;ldquo;Sektor perbankan memahami bahwa jawaban terhadap perubahan akibat  revolusi teknologi ini harus holistik dan strategis, melibatkan seluruh  pemangku kepentingan dari sektor publik dan swasta hingga akademisi dan  masyarakat secara Iuas. Perbankan tengah mengidentifikasi cara-cara yang  efektif untuk berevolusi dalam lingkungan yang semakin kompetitif,&quot;  kata pria yang tengah menjabat sebagai Direktur Utama Bank CIMB Niaga.

Adapun dalam IBEX 2018 akan menghadirkan narasumber dari berbagai  sektor yang terkait dengan perbankan, mulai dari sektor manufaktur,  transportasi, hingga teknologi finansial serta mitra teknologi yang  sedang marak saat ini.

Mereka akan terlibat dalam Diskusi Panel dan Diskusi Kelompok untuk  membahas peran teknologi dalam transformasi industri generasi keempat  serta bagaimana sektor perbankan harus menyikapinya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) akan menyelenggarakan Indonesia Banking Expo (IBEX) 2018. Pertemuan tahunan kali ini akan berlangsung pada Kamis 15 November 2018 di Hotel Fairmont, Jakarta.

Ketua Umum Perbanas Kartika Wirjoatmodjo menyatakan, tujuan diadakan IBEX memberikan edukasi dan menunjukkan kepada masyarakat luas serta para pemangku kepentingan mengenai perkembangan industri perbankan saat ini. Selain itu, menjadi wadah diskusi untuk menjawab tantangan zaman mengenai kebutuhan para nasabah di masa yang akan datang.

&quot;Kebetulan di tahun ini revolusi industri 4.0 ini menjadi topik yang sangat menarik, karena perubahan akibat digitalisasi mempengaruhi  bagi berbagai industri di dunia termasuk dunia perbankan,&quot; ujar Tiko, sapaan akrabnya saat konferensi pers di Gedung Plaza Mandiri, Jakarta, Rabu (14/11/2018).
&amp;nbsp;Baca Juga: Waspadai Pengetatan Likuiditas Perbankan
Dia menyatakan, transformasi digital dan industri 4.0 akan membawa dampak yang sangat besar terhadap perekonomian Indonesia. Hal tersebut disadari industri perbankan dengan terus berupaya menjawab perkembangan teknologi yang sangat cepat.

&quot;Sementara pada saat yang sama juga harus mempertahankan prinsip kehati-hatian dan kepatuhan pada regulasi, serta mengelola risiko-risiko terkait,&quot; kata dia.

Maka, berbagai topik mengenai industri perbankan akan dibahas dalam forum tersebut, diantaranya mengenai revousi teknologi yang saat ini mengubah cara hidup masyarakat, bekerja dan berhubungan satu sama Iain. Di mana pengaruhnya terasa pada sektor perbankan yang mengalami lebih banyak tantangan, terlebih dengan hadirnya financial technology (fintech) dan mitra teknologi dalam beberapa tahun terakhir.
Baca Juga: Presiden: Jangan Pinjam ke Bank Kalau Tidak Bisa Nyicil
Menurut Tiko yang juga menjabat sebagai Direktur Utama Bank Mandiri, digitalisasi ekonomi membawa manfaat bagi konsumen serta membuka peluang pekerjaan dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Sebab teknologi informasi dan komunikasi (TIK) semakin canggih, yang terdigitalisasi serta terhubung akan memungkinkan aktivitas ekonomi modern dilakukan dengan lebih fleksibel, tangkas dan cerdas.

Namun demikian, ekonomi digital tetap menjadi tantangan karena sifat kompleksitasnya. Sehingga perbankan juga perlu memahami bagaimana teknologi maju tersebut dapat dimanfaatkan untuk memaksimalkan peluang inovasi, model dan proses baru dalam berbisnis, serta produk dan layanan yang Iebih baik.

&quot;Kita masih memiliki isu terkait kepercayaan, privasi, dan transparansi yang harus ditangani seiring dengan semakin intensifnya transformasi teknologi fmansial di Indonesia,&quot; ujarnya.
Sementara itu Ketua Steering Committee IBEX 2018 Tigor M Siahaan  menambahkan, pertemuan tersebut diharapkan memperoleh suatu kesepahaman  mengenai peran masing-masing sektor serta pemanfaatan teknologi yang  dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.

&amp;ldquo;Sektor perbankan memahami bahwa jawaban terhadap perubahan akibat  revolusi teknologi ini harus holistik dan strategis, melibatkan seluruh  pemangku kepentingan dari sektor publik dan swasta hingga akademisi dan  masyarakat secara Iuas. Perbankan tengah mengidentifikasi cara-cara yang  efektif untuk berevolusi dalam lingkungan yang semakin kompetitif,&quot;  kata pria yang tengah menjabat sebagai Direktur Utama Bank CIMB Niaga.

Adapun dalam IBEX 2018 akan menghadirkan narasumber dari berbagai  sektor yang terkait dengan perbankan, mulai dari sektor manufaktur,  transportasi, hingga teknologi finansial serta mitra teknologi yang  sedang marak saat ini.

Mereka akan terlibat dalam Diskusi Panel dan Diskusi Kelompok untuk  membahas peran teknologi dalam transformasi industri generasi keempat  serta bagaimana sektor perbankan harus menyikapinya.
</content:encoded></item></channel></rss>
