<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Ingatkan Bankir Hati-Hati dengan Gejolak Ekonomi Global</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawawti membuka acara Indonesia Banking Expo (IBEX) 2018.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/11/15/20/1978179/sri-mulyani-ingatkan-bankir-hati-hati-dengan-gejolak-ekonomi-global</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/11/15/20/1978179/sri-mulyani-ingatkan-bankir-hati-hati-dengan-gejolak-ekonomi-global"/><item><title>Sri Mulyani Ingatkan Bankir Hati-Hati dengan Gejolak Ekonomi Global</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/11/15/20/1978179/sri-mulyani-ingatkan-bankir-hati-hati-dengan-gejolak-ekonomi-global</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/11/15/20/1978179/sri-mulyani-ingatkan-bankir-hati-hati-dengan-gejolak-ekonomi-global</guid><pubDate>Kamis 15 November 2018 12:58 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/11/15/20/1978179/sri-mulyani-ingatkan-bankir-hati-hati-dengan-gejolak-ekonomi-global-taO1i7IbVR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Giri Hartomo</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/11/15/20/1978179/sri-mulyani-ingatkan-bankir-hati-hati-dengan-gejolak-ekonomi-global-taO1i7IbVR.jpg</image><title>Foto: Giri Hartomo</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawawti membuka acara Indonesia Banking Expo (IBEX) 2018. Dalam acara tersebut, menghadirkan narasumber dari berbagai sektor yang terkait dengan perbankan mulai dari sektor manufaktur, transportasi hingga teknologi financial serta mitra teknologi yang sedang marak saat ini seperti Bukalapak, hingga Go-Jek.

Dalam acara tersebut Sri Mulyani memaparakan bagaimana gonjang-ganjing perekonomian global yang saat ini sedang terjadi. Menurutnya adanya kebijakan fiskal dan moneter hingga perdagangan di negara-negara maju membuat perekonomian global tidak stabil
&amp;nbsp;Baca Juga: Bertemu Bankir, Sri Mulyani Akui Ingin Pakai Baju Super Junior
Sebagai salah satu contohnya adalah kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Bank Sentral AS (The Fed). Pemerintah AS sendiri membuat suatu kebijakan yang memicu perang dagang dengan China. Pasalnya, AS mengenakan bea masuk lebih tinggi terhadap produk baja asal negeri tirai bambu tersebut, sehingga China pun melakukkan aksi balasaan kepada AS.

Belum lagi AS juga dengan gampangnya memberikan sanksi kepada negara-negara yang dianggap merugikannya. Khususnya dalam hal perdagangan, yang ketika itu Indonesia juga sempat terancam terkena sanksi karena ekspor Indonesia jauh lebih tinggi dibandingkan impor dari AS.

Ditambah lagi The Fed juga menaikkan Fed Fund Rate (FFR) menjadi 2,25% pada akhir September tahun lalu. Hal tersebut sempat membuat nilai tukar mata uang dolar AS terhadap negara lainnya mengalami penguatan.
&amp;nbsp;Baca Juga: Pagi Ini Sri Mulyani Kumpul Bareng Bankir se-Indonesia
Hal itu disebabkan karena para investor asing bayak yang mencabut modalnya dari negara-negara berkembang. Sebab para investor asing lebih memilih untuk pulang kampung ke negaranya untuk berinvestasi dibandingkan di negara-negara emerging market (negara berkembang).

Selain itu, kebijakan fiskal AS turut membuat tren investasi kembali ke AS dan menyebabkan arus modal keluar. Menurut Sri Mulyani, perubahan kebijakan fiskal dan moneter di AS ini akan menjadi lingkungan baru yang dihadapi.
&amp;nbsp;Baca Juga: Besok Bankir Bakal Kumpul Bareng Bahas Digitalisasi
Oleh karena itu, perbankan harus berhati-hati dalam menyikapi gonjang-ganjing perekonomian dunia ini. Bukan maksud untuk menakut-nakuti, namun Sri Mulyani memaparkan ini semua agar perbankan bisa lebih berhati-hati dan menyiakan ancang-ancang di tengah ketidakstabilan perekonomian dunia ini.

&quot;Peran industri keuangan global untuk hadir penting. Global environment tidak akan mudah,&quot; ujarnya dalam acara IBEX 2018, di Hotel Fairmont, Jakarta, Kamis (15/11/2018).

Di sisi lain lanjut Sri Mulyani, pemerintah juga kana melakukan  berbagai macam langkah-langkah agara perekonomian negara bisa tetpa  stabil ditengah gonjang-ganjing ini. Adapun langkah yang dilakukan  pemerintah adalah dengan menutup defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja  Negara (APBN) 2018 dengan penerbitan surat utang (bond).

&quot;Antisipasi perubahan keuangan negara, APBN 2018 bisa ditutup dengan  defisit rendah dari direncanakan. Favorable market global bonds dan  domestik bonds alami volatilitas tinggi. Sinyal defisit kecil pemerintah  responsif hati-hati hadapi lingkungan,&quot; jelasnya

Selain itu, pemerintah juga akan terus fokus untuk membangun  infrastuktur disisa kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden  Jusuf Kalla. Bahkan tidak hanya infrastruktur fisik jalan dan jalan tol  saja yang dibangun akan tetap infrastutkutr lainya juga akan  diselesaikan segera.

&quot;Akan ada prioritas belanja perkuat ekonomi Indonesia seperti  infrastruktur, Sumber Daya Manusia (SDM), institusi  dan sosial safety  nett. Ini adalah strategi akan dilakukan jaga ketahanan ekonomi bangun  fondasi untuk bergerak berkembang kuat stabil,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawawti membuka acara Indonesia Banking Expo (IBEX) 2018. Dalam acara tersebut, menghadirkan narasumber dari berbagai sektor yang terkait dengan perbankan mulai dari sektor manufaktur, transportasi hingga teknologi financial serta mitra teknologi yang sedang marak saat ini seperti Bukalapak, hingga Go-Jek.

Dalam acara tersebut Sri Mulyani memaparakan bagaimana gonjang-ganjing perekonomian global yang saat ini sedang terjadi. Menurutnya adanya kebijakan fiskal dan moneter hingga perdagangan di negara-negara maju membuat perekonomian global tidak stabil
&amp;nbsp;Baca Juga: Bertemu Bankir, Sri Mulyani Akui Ingin Pakai Baju Super Junior
Sebagai salah satu contohnya adalah kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Bank Sentral AS (The Fed). Pemerintah AS sendiri membuat suatu kebijakan yang memicu perang dagang dengan China. Pasalnya, AS mengenakan bea masuk lebih tinggi terhadap produk baja asal negeri tirai bambu tersebut, sehingga China pun melakukkan aksi balasaan kepada AS.

Belum lagi AS juga dengan gampangnya memberikan sanksi kepada negara-negara yang dianggap merugikannya. Khususnya dalam hal perdagangan, yang ketika itu Indonesia juga sempat terancam terkena sanksi karena ekspor Indonesia jauh lebih tinggi dibandingkan impor dari AS.

Ditambah lagi The Fed juga menaikkan Fed Fund Rate (FFR) menjadi 2,25% pada akhir September tahun lalu. Hal tersebut sempat membuat nilai tukar mata uang dolar AS terhadap negara lainnya mengalami penguatan.
&amp;nbsp;Baca Juga: Pagi Ini Sri Mulyani Kumpul Bareng Bankir se-Indonesia
Hal itu disebabkan karena para investor asing bayak yang mencabut modalnya dari negara-negara berkembang. Sebab para investor asing lebih memilih untuk pulang kampung ke negaranya untuk berinvestasi dibandingkan di negara-negara emerging market (negara berkembang).

Selain itu, kebijakan fiskal AS turut membuat tren investasi kembali ke AS dan menyebabkan arus modal keluar. Menurut Sri Mulyani, perubahan kebijakan fiskal dan moneter di AS ini akan menjadi lingkungan baru yang dihadapi.
&amp;nbsp;Baca Juga: Besok Bankir Bakal Kumpul Bareng Bahas Digitalisasi
Oleh karena itu, perbankan harus berhati-hati dalam menyikapi gonjang-ganjing perekonomian dunia ini. Bukan maksud untuk menakut-nakuti, namun Sri Mulyani memaparkan ini semua agar perbankan bisa lebih berhati-hati dan menyiakan ancang-ancang di tengah ketidakstabilan perekonomian dunia ini.

&quot;Peran industri keuangan global untuk hadir penting. Global environment tidak akan mudah,&quot; ujarnya dalam acara IBEX 2018, di Hotel Fairmont, Jakarta, Kamis (15/11/2018).

Di sisi lain lanjut Sri Mulyani, pemerintah juga kana melakukan  berbagai macam langkah-langkah agara perekonomian negara bisa tetpa  stabil ditengah gonjang-ganjing ini. Adapun langkah yang dilakukan  pemerintah adalah dengan menutup defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja  Negara (APBN) 2018 dengan penerbitan surat utang (bond).

&quot;Antisipasi perubahan keuangan negara, APBN 2018 bisa ditutup dengan  defisit rendah dari direncanakan. Favorable market global bonds dan  domestik bonds alami volatilitas tinggi. Sinyal defisit kecil pemerintah  responsif hati-hati hadapi lingkungan,&quot; jelasnya

Selain itu, pemerintah juga akan terus fokus untuk membangun  infrastuktur disisa kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden  Jusuf Kalla. Bahkan tidak hanya infrastruktur fisik jalan dan jalan tol  saja yang dibangun akan tetap infrastutkutr lainya juga akan  diselesaikan segera.

&quot;Akan ada prioritas belanja perkuat ekonomi Indonesia seperti  infrastruktur, Sumber Daya Manusia (SDM), institusi  dan sosial safety  nett. Ini adalah strategi akan dilakukan jaga ketahanan ekonomi bangun  fondasi untuk bergerak berkembang kuat stabil,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
