<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Neraca Perdagangan Oktober 2018 Defisit USD1,82 Miliar   </title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan pada Oktober 2018 mengalami defisit sebesar USD1,82 miliar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/11/15/320/1978139/neraca-perdagangan-oktober-2018-defisit-usd1-82-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/11/15/320/1978139/neraca-perdagangan-oktober-2018-defisit-usd1-82-miliar"/><item><title>Neraca Perdagangan Oktober 2018 Defisit USD1,82 Miliar   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/11/15/320/1978139/neraca-perdagangan-oktober-2018-defisit-usd1-82-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/11/15/320/1978139/neraca-perdagangan-oktober-2018-defisit-usd1-82-miliar</guid><pubDate>Kamis 15 November 2018 11:51 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/11/15/320/1978139/neraca-perdagangan-oktober-2018-defisit-usd1-82-miliar-2FMs0ASQOE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Yohana Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/11/15/320/1978139/neraca-perdagangan-oktober-2018-defisit-usd1-82-miliar-2FMs0ASQOE.jpg</image><title>Foto: Yohana Okezone</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan pada Oktober 2018 mengalami defisit sebesar USD1,82 miliar. Berbalik dari kondisi bulan September 2018 yang surplus sebesar USD227 juta.
&quot;Ini pekerjaan rumah (PR) besar kita untuk menurunkan defisit dengan berbagai kebijakan. Berharap ada kebijakan yang menyentuh neraca perdagangan sehingga transaksi berjalan juga bisa tidak defisit,&quot; ujar Kepala BPS Suhariyanto dalam acara konfrensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Kamis (15/11/2018).
Baca Juga: Neraca Perdagangan Oktober Diprediksi Defisit, Ini Hitung-hitungannya
Pria yang akrab dipanggil Kecuk ini menjelaskan, defisit disumbang sektor minyak dan gas (migas) yang sebesar USD1,4 miliar dan sektor non migas sebesar USD393 juta.
&quot;Karena ada peningkatan impor minyak mentah, hasil minyak dan gas. Jadi itu sebabkan kenaikan impor capai 20,6%,&amp;rdquo; ujarnya.
Adapun posisi ekspor Indonesia pada Oktober 2018 sebesar USD15,80 miliar, angka tersebut naik 5,87% dari realisasi di September 2018 USD14,83 miliar. Apabila dibandingkan dengan Oktober 2017 maka laju ekspor terjadi kenaikan 3,59% yang sebesar USD15,25 miliar.&amp;nbsp;
Baca Juga: Sumbang USD1,6 Miliar, Migas Masih Jadi Biang Kerok Defisit Neraca Perdagangan
Sementara dari sisi impor, pada Oktober 2018 tercatat sebesar USD17,62 miliar naik 20,60% dari posisi September 2018 sebesar USD14,60 miliar. Bila dibandingkan dengan impor Oktober 2017 tercatat naik sebesar 23,66% dari sebesar USD14,25 miliar.
BPS juga memantau, rata-rata harga minyak mentah dunia per Oktober 2018 sebesar USD77,56 per barel. Harga ini naik dari posisi bulan September yang sebesar USD74,88 miliar.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan pada Oktober 2018 mengalami defisit sebesar USD1,82 miliar. Berbalik dari kondisi bulan September 2018 yang surplus sebesar USD227 juta.
&quot;Ini pekerjaan rumah (PR) besar kita untuk menurunkan defisit dengan berbagai kebijakan. Berharap ada kebijakan yang menyentuh neraca perdagangan sehingga transaksi berjalan juga bisa tidak defisit,&quot; ujar Kepala BPS Suhariyanto dalam acara konfrensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Kamis (15/11/2018).
Baca Juga: Neraca Perdagangan Oktober Diprediksi Defisit, Ini Hitung-hitungannya
Pria yang akrab dipanggil Kecuk ini menjelaskan, defisit disumbang sektor minyak dan gas (migas) yang sebesar USD1,4 miliar dan sektor non migas sebesar USD393 juta.
&quot;Karena ada peningkatan impor minyak mentah, hasil minyak dan gas. Jadi itu sebabkan kenaikan impor capai 20,6%,&amp;rdquo; ujarnya.
Adapun posisi ekspor Indonesia pada Oktober 2018 sebesar USD15,80 miliar, angka tersebut naik 5,87% dari realisasi di September 2018 USD14,83 miliar. Apabila dibandingkan dengan Oktober 2017 maka laju ekspor terjadi kenaikan 3,59% yang sebesar USD15,25 miliar.&amp;nbsp;
Baca Juga: Sumbang USD1,6 Miliar, Migas Masih Jadi Biang Kerok Defisit Neraca Perdagangan
Sementara dari sisi impor, pada Oktober 2018 tercatat sebesar USD17,62 miliar naik 20,60% dari posisi September 2018 sebesar USD14,60 miliar. Bila dibandingkan dengan impor Oktober 2017 tercatat naik sebesar 23,66% dari sebesar USD14,25 miliar.
BPS juga memantau, rata-rata harga minyak mentah dunia per Oktober 2018 sebesar USD77,56 per barel. Harga ini naik dari posisi bulan September yang sebesar USD74,88 miliar.</content:encoded></item></channel></rss>
