<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI: Minggu Kedua November Inflasi 0,17%</title><description>Berdasarkan Survei Pemantauan Harga (SPH) yang dilakukan BI, inflasi minggu kedua November 2018 sebesar 0,17% mtm.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/11/16/20/1978719/bi-minggu-kedua-november-inflasi-0-17</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/11/16/20/1978719/bi-minggu-kedua-november-inflasi-0-17"/><item><title>BI: Minggu Kedua November Inflasi 0,17%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/11/16/20/1978719/bi-minggu-kedua-november-inflasi-0-17</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/11/16/20/1978719/bi-minggu-kedua-november-inflasi-0-17</guid><pubDate>Jum'at 16 November 2018 14:22 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/11/16/20/1978719/bi-minggu-kedua-november-inflasi-0-17-gQb0UwvF43.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Gubernur BI Perry Warjiyo (Yohana/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/11/16/20/1978719/bi-minggu-kedua-november-inflasi-0-17-gQb0UwvF43.jpg</image><title>Foto: Gubernur BI Perry Warjiyo (Yohana/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat hingga minggu kedua November 2018 terjadi inflasi sebesar 0,17% month to month (mtm). Hal tersebut berdasarkan Survei Pemantauan Harga (SPH) yang dilakukan Bank Sentral.
Sementara, secara sepanjang tahun mencapai 2,4% year to date (ytd) dan secara tahunan inflasi tercatat mencapai 3,13% yoy. Masih sesuai dengan target inflasi yang hingga akhir tahun ini adalah 3,5% plus minus 1%.
&amp;ldquo;Semua (harga) barang-barang terkendali ,baik harga pangan, administered prices, maupun inflasi inti,&amp;rdquo; kata Gubernur BI Perry Warjiyo di Gedung BI, Jakarta, Jumat (16/11/2018).
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/10/26/53934/272419_medium.jpg&quot; alt=&quot;BI Prediksi Inflasi Oktober 0,17% Dipicu Kenaikan Harga BBM&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Menurutnya, kondisi  ini mengkonfirmasi proyeksi inflasi BI yang hingga akhir tahun 2018 akan berada di 3,2%. Inflasi yang terjadi ini dinilai hasil koodinasi BI dengan pemerintah dalam menstabilkan harga dan pasokan.
Dia menyatakan, BI akan terus memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, guna menjaga inflasi pada level yang rendah dan stabil.
&amp;ldquo;Jadi bersama Pemerintah dan BI sama-sama  kelola kecukupan bahan dan juga bagaimana keseimbangan antara permintaan dan penawaran,&amp;rdquo; pungkasnya. (yau)
</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat hingga minggu kedua November 2018 terjadi inflasi sebesar 0,17% month to month (mtm). Hal tersebut berdasarkan Survei Pemantauan Harga (SPH) yang dilakukan Bank Sentral.
Sementara, secara sepanjang tahun mencapai 2,4% year to date (ytd) dan secara tahunan inflasi tercatat mencapai 3,13% yoy. Masih sesuai dengan target inflasi yang hingga akhir tahun ini adalah 3,5% plus minus 1%.
&amp;ldquo;Semua (harga) barang-barang terkendali ,baik harga pangan, administered prices, maupun inflasi inti,&amp;rdquo; kata Gubernur BI Perry Warjiyo di Gedung BI, Jakarta, Jumat (16/11/2018).
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/10/26/53934/272419_medium.jpg&quot; alt=&quot;BI Prediksi Inflasi Oktober 0,17% Dipicu Kenaikan Harga BBM&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Menurutnya, kondisi  ini mengkonfirmasi proyeksi inflasi BI yang hingga akhir tahun 2018 akan berada di 3,2%. Inflasi yang terjadi ini dinilai hasil koodinasi BI dengan pemerintah dalam menstabilkan harga dan pasokan.
Dia menyatakan, BI akan terus memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, guna menjaga inflasi pada level yang rendah dan stabil.
&amp;ldquo;Jadi bersama Pemerintah dan BI sama-sama  kelola kecukupan bahan dan juga bagaimana keseimbangan antara permintaan dan penawaran,&amp;rdquo; pungkasnya. (yau)
</content:encoded></item></channel></rss>
