<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Suku Bunga Acuan Naik, BI: Tidak Akan Pengaruhi Tingkat NPL</title><description>Kenaikan suku bunga acuan 6% tidak akan mempengaruhi peningkatan Non Performing Loan (NPL) atau kredit bermasalah perbankan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/11/17/20/1979179/suku-bunga-acuan-naik-bi-tidak-akan-pengaruhi-tingkat-npl</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/11/17/20/1979179/suku-bunga-acuan-naik-bi-tidak-akan-pengaruhi-tingkat-npl"/><item><title>Suku Bunga Acuan Naik, BI: Tidak Akan Pengaruhi Tingkat NPL</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/11/17/20/1979179/suku-bunga-acuan-naik-bi-tidak-akan-pengaruhi-tingkat-npl</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/11/17/20/1979179/suku-bunga-acuan-naik-bi-tidak-akan-pengaruhi-tingkat-npl</guid><pubDate>Sabtu 17 November 2018 15:33 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/11/17/20/1979179/suku-bunga-acuan-naik-bi-tidak-akan-pengaruhi-tingkat-npl-3VPX46Ncd6.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Deputi Gubernur Bank Indonesia. Foto: Taufik/Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/11/17/20/1979179/suku-bunga-acuan-naik-bi-tidak-akan-pengaruhi-tingkat-npl-3VPX46Ncd6.jpeg</image><title>Deputi Gubernur Bank Indonesia. Foto: Taufik/Okezone</title></images><description>JAKARTA - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 14-15 November 2018 memutuskan untuk menaikkan BI 7-day Reverse Report Rate sebesar 25 basis poin (0,25%). Artinya saat ini suku bunga acuan BI adalah sebesar 6,00%.
Sementara suku bunga Deposito Facility (DF) juga ikut naik sebesar 25 basis poin menjadi sebesar 5,25%. Dan suku bunga Lending Facility (LF) mengalami kenaikan sebesar 5,25% menjadi 6,75%.
Baca Juga: Kejutan dari BI, Suku Bunga Acuan Naik 0,25%
 
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo mengatakan kenaikan suku bunga acuan 6% tidak akan mempengaruhi peningkatan Non Performing Loan (NPL) atau kredit bermasalah perbankan.
&quot;Karena, perbankan sampai saat ini masih dalam kondisi yang sehat. Dan NPL kita masih terjaga baik,&quot; ujarnya, di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (17/11/2018).

Dia menjelaskan bahwa transmisi kebijakan moneter dan makropudensial melalui suku bunga pun masih akan berjalan. Di mana tercatat Oktober 2018 masih berada di level 2,7% secara gross, sementara secara net sebesar 1,2%.
&quot;Jadi, NPL ini masih sangat terjaga, grossnya sekitar 2,7 sekian. Artinya perbankan belum sound on dan masih cukup baik sisi kredit,&quot; jelasnya.
Baca Juga: BI Catat Transaksi Uang Elektronik Tumbuh 300,4%
 
Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menjelaskan, kenaikan suku bunga tersebut dilakukan sebagai langkah lanjutan Bank Indonesia untuk memperkuat upaya menurunkan defisit transaksi berjalan (curent account defisit/CAD) ke dalam batas aman.
Seperti diketahui, Bank Indonesia menargetkan CAD pada tahun 2018 ini bisa berada di bawah angka 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Sedangkan pada 2019 nanti, Bank Indonesia akan bekerjasama dengan pemerintah untuk menekan CAD agar bisa di bawah 2%.</description><content:encoded>JAKARTA - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 14-15 November 2018 memutuskan untuk menaikkan BI 7-day Reverse Report Rate sebesar 25 basis poin (0,25%). Artinya saat ini suku bunga acuan BI adalah sebesar 6,00%.
Sementara suku bunga Deposito Facility (DF) juga ikut naik sebesar 25 basis poin menjadi sebesar 5,25%. Dan suku bunga Lending Facility (LF) mengalami kenaikan sebesar 5,25% menjadi 6,75%.
Baca Juga: Kejutan dari BI, Suku Bunga Acuan Naik 0,25%
 
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo mengatakan kenaikan suku bunga acuan 6% tidak akan mempengaruhi peningkatan Non Performing Loan (NPL) atau kredit bermasalah perbankan.
&quot;Karena, perbankan sampai saat ini masih dalam kondisi yang sehat. Dan NPL kita masih terjaga baik,&quot; ujarnya, di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (17/11/2018).

Dia menjelaskan bahwa transmisi kebijakan moneter dan makropudensial melalui suku bunga pun masih akan berjalan. Di mana tercatat Oktober 2018 masih berada di level 2,7% secara gross, sementara secara net sebesar 1,2%.
&quot;Jadi, NPL ini masih sangat terjaga, grossnya sekitar 2,7 sekian. Artinya perbankan belum sound on dan masih cukup baik sisi kredit,&quot; jelasnya.
Baca Juga: BI Catat Transaksi Uang Elektronik Tumbuh 300,4%
 
Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menjelaskan, kenaikan suku bunga tersebut dilakukan sebagai langkah lanjutan Bank Indonesia untuk memperkuat upaya menurunkan defisit transaksi berjalan (curent account defisit/CAD) ke dalam batas aman.
Seperti diketahui, Bank Indonesia menargetkan CAD pada tahun 2018 ini bisa berada di bawah angka 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Sedangkan pada 2019 nanti, Bank Indonesia akan bekerjasama dengan pemerintah untuk menekan CAD agar bisa di bawah 2%.</content:encoded></item></channel></rss>
