<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>18 Keberhasilan Pemerintahan Presiden Jokowi, dari BBM Satu Harga hingga Tingkat Kemiskinan Terendah</title><description>Beragam kebijakan Presiden Jokowi telah diluncurkan demi meningkatkan kekuatan ekonomi rakyat dan mewujudkan kemandirian</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/11/21/320/1980564/18-keberhasilan-pemerintahan-presiden-jokowi-dari-bbm-satu-harga-hingga-tingkat-kemiskinan-terendah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/11/21/320/1980564/18-keberhasilan-pemerintahan-presiden-jokowi-dari-bbm-satu-harga-hingga-tingkat-kemiskinan-terendah"/><item><title>18 Keberhasilan Pemerintahan Presiden Jokowi, dari BBM Satu Harga hingga Tingkat Kemiskinan Terendah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/11/21/320/1980564/18-keberhasilan-pemerintahan-presiden-jokowi-dari-bbm-satu-harga-hingga-tingkat-kemiskinan-terendah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/11/21/320/1980564/18-keberhasilan-pemerintahan-presiden-jokowi-dari-bbm-satu-harga-hingga-tingkat-kemiskinan-terendah</guid><pubDate>Rabu 21 November 2018 12:06 WIB</pubDate><dc:creator>Andrea Heschaida Nugroho</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/11/21/320/1980564/18-keberhasilan-pemerintahan-presiden-jokowi-dari-bbm-satu-harga-hingga-tingkat-kemiskinan-terendah-78Yi1P1Aha.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/11/21/320/1980564/18-keberhasilan-pemerintahan-presiden-jokowi-dari-bbm-satu-harga-hingga-tingkat-kemiskinan-terendah-78Yi1P1Aha.jpg</image><title>Presiden Jokowi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Selama 4 tahun, pemerintahan Presiden Jokowi telah melakukan upaya besar demi pemerataan dan penegakan keadilan sosial di Indonesia. Beragam kebijakan telah diluncurkan demi meningkatkan kekuatan ekonomi rakyat dan mewujudkan kemandirian ekonomi bangsa.
Transformasi struktural menjadi fokus pemerintahan Presiden Joko Widodo yang menyasar tiga fokus fundamental yaitu alokasi sumber daya, kebijakan yang berpihak, hingga pemberdayaan pelaku ekonomi, demikian disampaikan Ketua TKN Jokowi &amp;ndash; Ma&amp;rsquo;ruf, Erick Thohir.
&amp;ldquo;Transformasi struktural terus berlangsung, sejalan dengan prioritas pembangunan untuk mencapai kemandirian ekonomi dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,&amp;rdquo; ungkapnya.
Berikut 18 Keberhasilan Pemerintahan Jokowi yang disampaikan Ketua TKN Jokowi &amp;ndash; Ma&amp;rsquo;ruf, Selasa (21/11/2018):
1.      Harga-harga terkendali
Pada masa pemerintahan Jokowi, laju kenaikan harga relatif terjaga untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
2.      Kemiskinan terendah
Pemerintah berhasil menurunkan persentase tingkat kemiskinan hingga mencapai kemiskinan pada Maret 2018, terendah sepanjang sejarah.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/11/11/54235/274029_medium.jpg&quot; alt=&quot;Jokowi Temui Petani di Kawasan Taman Hutan Rakyat Bandung&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
3.      Semakin banyak warga yang bekerja
Perekonomian yang menarik tercermin dari semakin menurunnya jumlah pengangguran terbuka dan tingkat pengangguran terbuka.
Baca Juga: Lahan Susut 9%, Presiden Jokowi Siapkan Perpres Sawah Abadi
4.      Terjaminnya kehidupan warga
Melalui program jaminan sosial, pelayanan kesehatan semakin merata dan mudah dijangkau oleh siapapun sehingga kesehatan keluarga Indonesia terjaga, khususnya keluarga kelompok masyarakat bawah.
5.      Kualitas hidup meningkat
Peningkatan derajat kesehatan mampu mendorong produktivitas dan kualitas hidup masyarakat, generasi masa depan mendapatkan akses pelayanan yang baik.
6. Tingkat pendidikan membaik
Kini, wajib belajar menjadi 12 dari sebelumnya yang hanya 9 tahun.
Peningkatan akses pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sehingga dapat mendorong kualitas SDM.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/11/06/54139/273553_medium.jpg&quot; alt=&quot;Didampingi Gubernur Anies, Presiden Jokowi Jajal MRT Jakarta&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
7. Penguasaan aset mulai menyebar
Seluruh transformasi struktural yang dilakukan pemerintah pada ujungnya mampu menekan konsentrasi penguasaan aset oleh sekelompok orang.
Baca Juga: Presiden Jokowi: Anak Muda Tak Perlu Takut Bersaing dan Berkompetisi
8. BBM satu harga
Hingga Oktober 2017, kebijakan BBM satu harga telah diimplementasikan di 25 titik wilayah dari target 54 titik wilayah di seluruh Indonesia.
Pemerintah telah mencanangkan program BBM Satu Harga di daerah 3T yaitu tertinggal, terdepan, dan terluar dengan tujuan agar BBM bisa dinikmati seluruh rakyat Indonesia dengan harga yang sama.
9.      Membangun kawasan perbatasan
Pembangunan infrastruktur di NTT seperti ruas Dufala &amp;ndash; Nualain, ruas  Motamasin &amp;ndash; Laktutus &amp;ndash; Dafala, dan ruas Haliwen &amp;ndash; Sadi &amp;ndash; Asumanu &amp;ndash;  Haekesak. Total panjang jalan yang dibangun yaitu 176,2 km dengan jalan  yang sudah tembus 151,1 km dan yang belum tembus 25,1 km.
Pembangunan infrastruktur di Kalimantan seperti Balai Karangan &amp;ndash;  Entikong &amp;ndash; Batas Sarawak (Malaysia), Kalimantan Barat, Timur, dan Utara.  Total panjang jalan yang dibangun yaitu 1.920,1 km dengan jalan yang  sudah tembus 1.582 km dan yang belum tembus 337 km.
Pembangunan infrastruktur di Papua seperti Segmen 1 yaitu Jayapura &amp;ndash;  Arso &amp;ndash; Waris &amp;ndash; Yetti, Segmen 2 yaitu Yetti &amp;ndash; Ubrub &amp;ndash; Oksibil, dan Segmen  3 yaitu Oksibil &amp;ndash; Tanah Merah &amp;ndash; Muting &amp;ndash; Merauke. Total panjang jalan  yang dibangun yaitu 1.098,2 km dengan jalan yang sudah tembus 892,3 km  dan yang belum tembus 205,9 km.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/11/11/54231/274005_medium.jpg&quot; alt=&quot;Jokowi Konvoi Sepeda Motor Kelilingi Kota Bandung&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Pembangunan infrastruktur jalan di kawasan perbatasan menjadi  prioritas pemerintah untuk memudahkan mobilitas warga, memajukan ekonomi  daerah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
10.  Poros maritim kian nyata
Pembangunan sentra kelautan dan perikanan terpadu (SKPT) masih terus  didorong untuk memperbanyak pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan  pesisir dan pulau kecil. Selain itu, pemerintah juga memberikan layanan  perlindungan asuransi nelayan.
Indonesia telah memiliki 12 SKPT, dan 664.746 jiwa atau 66% sudah memiliki kartu asuransi nelayan.
11.  Perizinan berusaha makin mudah
Pemerintah terus melakukan penyederhanaan birokrasi dalam kemudahan  berusaha dengan mencabut, menggabung, dan menyederhanakan regulasi dan  menyediakan platform perizinan berusaha yang mudah dan cepat.
Ketua Umum Kadin Rosan P. Roeslani mengungkapkan penyederhanaan birokrasi mampu menumbuhkan investasi di Indonesia (16/06/2018).
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/11/11/54233/274019_medium.jpg&quot; alt=&quot;Blusukan ke Pasar Cihaurgeulis Bandung, Jokowi Belanja Ayam dan Sayur Mayur&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&amp;ldquo;Bagi kami dunia usaha, ... ini bisa menumbuhkan investasi di  Indonesia karena ini salah satu keluhan utama bagi investor, ... selama  ini masih terus berbeda kebijakan yang ada di pemerintah pusat dan  daerah,&amp;rdquo; ungkapnya.
12.  Peringkat investasi membaik
Moody&amp;rsquo;s, Fitch, dan Standard Poor menyatakan bahwa Indonesia Layak  Investasi di tahun 2018, di mana S&amp;amp;P terakhir kali memberikan status  layak investasi di tahun 1992.
&amp;ldquo;Pemerintah terus menciptakan kebijakan perekonomian untuk mendorong peringkat investasi Indonesia,&amp;rdquo; katanya.
13.  Daya saing membaik
Daya saing Indonesia di kancah global terus meningkat sejalan dengan perbaikan regulasi.
14.  Proyek strategis nasional
Pemerintah berupaya meningkatkan daya saing dan produktivitas melalui   penciptaan konektivitas antarwilayah dalam Proyek Strategis Nasional.
Berdasarkan Perpres No. 58 Tahun 2017, terdapat tambahan investasi   yaitu Rp395 triliun dari 3 PSN baru di wilayah Maluku dan Papua, Rp3   triliun dari 3 PSN baru di wilayah Sulawesi, dan Rp3 triliun dari 3 PSN   baru di wilayah Bali dan Nusa Tenggara.
15.  Komitmen membangun desa
Pembangunan dari desa merupakan kebijakan pemerintah untuk menghadirkan pemerataan ekonomi yang berkeadilan.
Di tahun 2017 dana desa mencapai Rp60 triliun dan transfer daerah di tahun 2017 adalah Rp704,92.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/11/06/54133/273526_medium.jpg&quot; alt=&quot;Tinjau Depo MRT Lebak Bulus, Jokowi: MRT Siap Digunakan Awal Tahun Depan&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
16.  Insentif pajak UMKM
Daya saing pelaku UMKM diharapkan meningkatkan sehingga mampu ikut serta dalam kegiatan usaha formal.
Menurut PP No. 23 Tahun 2018 tentang Pajak Penghasilan Atas   Penghasilan Dari Usaha yang Diterima atau Diperoleh Wajib Pajak yang   Memiliki Perederan Bruto Tertentu, pemerintah memangkas pajak   penghasilan UMKM dari 1% menjadi 0,5%.
17.  Kredit Usaha Rakyat
Akes pembiayaan yang mudah dan murah menjadi kunci selain akses   terhadap aset. Pemerintah terus menyalurkan KUR dengan bunga kian murah,   hingga 7% pada 2018.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/11/07/54171/273695_medium.jpg&quot; alt=&quot;Presiden Jokowi Jajal Motor Listrik Gesits Keliling Istana&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Realisasi penyaluran KUR s/d 31 Juli 2017 sebanyak Rp69,9 triliun   yaitu 65,53% dari target Rp110 triliun dengan penyaluran KUR dibagi 3   yaitu KUR Mikro 71%, KUR Ritel 28%, dan KUR TKI 0,3%.
18.  Distribusi Aset Untuk Rakyat
Menuju kemandirian ekonomi melalui redistribusi aset dan akses melalui program Reforma Agraria.
Capaian Redistribusi Aset s/d Agustus 2017 adalah 245.097 bidang dan   187.036 Ha sedangkan Capaian Legalisasi Aset s/d Agustus 2017 adalah   2.861.556 bidang dan 508.391,11 Ha dengan Total Capaian Redistribusi dan   Aset dan Legalisasi Aset 3.106.653 bidang dan 695.427,11 Ha.

</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Selama 4 tahun, pemerintahan Presiden Jokowi telah melakukan upaya besar demi pemerataan dan penegakan keadilan sosial di Indonesia. Beragam kebijakan telah diluncurkan demi meningkatkan kekuatan ekonomi rakyat dan mewujudkan kemandirian ekonomi bangsa.
Transformasi struktural menjadi fokus pemerintahan Presiden Joko Widodo yang menyasar tiga fokus fundamental yaitu alokasi sumber daya, kebijakan yang berpihak, hingga pemberdayaan pelaku ekonomi, demikian disampaikan Ketua TKN Jokowi &amp;ndash; Ma&amp;rsquo;ruf, Erick Thohir.
&amp;ldquo;Transformasi struktural terus berlangsung, sejalan dengan prioritas pembangunan untuk mencapai kemandirian ekonomi dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,&amp;rdquo; ungkapnya.
Berikut 18 Keberhasilan Pemerintahan Jokowi yang disampaikan Ketua TKN Jokowi &amp;ndash; Ma&amp;rsquo;ruf, Selasa (21/11/2018):
1.      Harga-harga terkendali
Pada masa pemerintahan Jokowi, laju kenaikan harga relatif terjaga untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
2.      Kemiskinan terendah
Pemerintah berhasil menurunkan persentase tingkat kemiskinan hingga mencapai kemiskinan pada Maret 2018, terendah sepanjang sejarah.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/11/11/54235/274029_medium.jpg&quot; alt=&quot;Jokowi Temui Petani di Kawasan Taman Hutan Rakyat Bandung&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
3.      Semakin banyak warga yang bekerja
Perekonomian yang menarik tercermin dari semakin menurunnya jumlah pengangguran terbuka dan tingkat pengangguran terbuka.
Baca Juga: Lahan Susut 9%, Presiden Jokowi Siapkan Perpres Sawah Abadi
4.      Terjaminnya kehidupan warga
Melalui program jaminan sosial, pelayanan kesehatan semakin merata dan mudah dijangkau oleh siapapun sehingga kesehatan keluarga Indonesia terjaga, khususnya keluarga kelompok masyarakat bawah.
5.      Kualitas hidup meningkat
Peningkatan derajat kesehatan mampu mendorong produktivitas dan kualitas hidup masyarakat, generasi masa depan mendapatkan akses pelayanan yang baik.
6. Tingkat pendidikan membaik
Kini, wajib belajar menjadi 12 dari sebelumnya yang hanya 9 tahun.
Peningkatan akses pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sehingga dapat mendorong kualitas SDM.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/11/06/54139/273553_medium.jpg&quot; alt=&quot;Didampingi Gubernur Anies, Presiden Jokowi Jajal MRT Jakarta&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
7. Penguasaan aset mulai menyebar
Seluruh transformasi struktural yang dilakukan pemerintah pada ujungnya mampu menekan konsentrasi penguasaan aset oleh sekelompok orang.
Baca Juga: Presiden Jokowi: Anak Muda Tak Perlu Takut Bersaing dan Berkompetisi
8. BBM satu harga
Hingga Oktober 2017, kebijakan BBM satu harga telah diimplementasikan di 25 titik wilayah dari target 54 titik wilayah di seluruh Indonesia.
Pemerintah telah mencanangkan program BBM Satu Harga di daerah 3T yaitu tertinggal, terdepan, dan terluar dengan tujuan agar BBM bisa dinikmati seluruh rakyat Indonesia dengan harga yang sama.
9.      Membangun kawasan perbatasan
Pembangunan infrastruktur di NTT seperti ruas Dufala &amp;ndash; Nualain, ruas  Motamasin &amp;ndash; Laktutus &amp;ndash; Dafala, dan ruas Haliwen &amp;ndash; Sadi &amp;ndash; Asumanu &amp;ndash;  Haekesak. Total panjang jalan yang dibangun yaitu 176,2 km dengan jalan  yang sudah tembus 151,1 km dan yang belum tembus 25,1 km.
Pembangunan infrastruktur di Kalimantan seperti Balai Karangan &amp;ndash;  Entikong &amp;ndash; Batas Sarawak (Malaysia), Kalimantan Barat, Timur, dan Utara.  Total panjang jalan yang dibangun yaitu 1.920,1 km dengan jalan yang  sudah tembus 1.582 km dan yang belum tembus 337 km.
Pembangunan infrastruktur di Papua seperti Segmen 1 yaitu Jayapura &amp;ndash;  Arso &amp;ndash; Waris &amp;ndash; Yetti, Segmen 2 yaitu Yetti &amp;ndash; Ubrub &amp;ndash; Oksibil, dan Segmen  3 yaitu Oksibil &amp;ndash; Tanah Merah &amp;ndash; Muting &amp;ndash; Merauke. Total panjang jalan  yang dibangun yaitu 1.098,2 km dengan jalan yang sudah tembus 892,3 km  dan yang belum tembus 205,9 km.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/11/11/54231/274005_medium.jpg&quot; alt=&quot;Jokowi Konvoi Sepeda Motor Kelilingi Kota Bandung&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Pembangunan infrastruktur jalan di kawasan perbatasan menjadi  prioritas pemerintah untuk memudahkan mobilitas warga, memajukan ekonomi  daerah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
10.  Poros maritim kian nyata
Pembangunan sentra kelautan dan perikanan terpadu (SKPT) masih terus  didorong untuk memperbanyak pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan  pesisir dan pulau kecil. Selain itu, pemerintah juga memberikan layanan  perlindungan asuransi nelayan.
Indonesia telah memiliki 12 SKPT, dan 664.746 jiwa atau 66% sudah memiliki kartu asuransi nelayan.
11.  Perizinan berusaha makin mudah
Pemerintah terus melakukan penyederhanaan birokrasi dalam kemudahan  berusaha dengan mencabut, menggabung, dan menyederhanakan regulasi dan  menyediakan platform perizinan berusaha yang mudah dan cepat.
Ketua Umum Kadin Rosan P. Roeslani mengungkapkan penyederhanaan birokrasi mampu menumbuhkan investasi di Indonesia (16/06/2018).
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/11/11/54233/274019_medium.jpg&quot; alt=&quot;Blusukan ke Pasar Cihaurgeulis Bandung, Jokowi Belanja Ayam dan Sayur Mayur&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&amp;ldquo;Bagi kami dunia usaha, ... ini bisa menumbuhkan investasi di  Indonesia karena ini salah satu keluhan utama bagi investor, ... selama  ini masih terus berbeda kebijakan yang ada di pemerintah pusat dan  daerah,&amp;rdquo; ungkapnya.
12.  Peringkat investasi membaik
Moody&amp;rsquo;s, Fitch, dan Standard Poor menyatakan bahwa Indonesia Layak  Investasi di tahun 2018, di mana S&amp;amp;P terakhir kali memberikan status  layak investasi di tahun 1992.
&amp;ldquo;Pemerintah terus menciptakan kebijakan perekonomian untuk mendorong peringkat investasi Indonesia,&amp;rdquo; katanya.
13.  Daya saing membaik
Daya saing Indonesia di kancah global terus meningkat sejalan dengan perbaikan regulasi.
14.  Proyek strategis nasional
Pemerintah berupaya meningkatkan daya saing dan produktivitas melalui   penciptaan konektivitas antarwilayah dalam Proyek Strategis Nasional.
Berdasarkan Perpres No. 58 Tahun 2017, terdapat tambahan investasi   yaitu Rp395 triliun dari 3 PSN baru di wilayah Maluku dan Papua, Rp3   triliun dari 3 PSN baru di wilayah Sulawesi, dan Rp3 triliun dari 3 PSN   baru di wilayah Bali dan Nusa Tenggara.
15.  Komitmen membangun desa
Pembangunan dari desa merupakan kebijakan pemerintah untuk menghadirkan pemerataan ekonomi yang berkeadilan.
Di tahun 2017 dana desa mencapai Rp60 triliun dan transfer daerah di tahun 2017 adalah Rp704,92.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/11/06/54133/273526_medium.jpg&quot; alt=&quot;Tinjau Depo MRT Lebak Bulus, Jokowi: MRT Siap Digunakan Awal Tahun Depan&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
16.  Insentif pajak UMKM
Daya saing pelaku UMKM diharapkan meningkatkan sehingga mampu ikut serta dalam kegiatan usaha formal.
Menurut PP No. 23 Tahun 2018 tentang Pajak Penghasilan Atas   Penghasilan Dari Usaha yang Diterima atau Diperoleh Wajib Pajak yang   Memiliki Perederan Bruto Tertentu, pemerintah memangkas pajak   penghasilan UMKM dari 1% menjadi 0,5%.
17.  Kredit Usaha Rakyat
Akes pembiayaan yang mudah dan murah menjadi kunci selain akses   terhadap aset. Pemerintah terus menyalurkan KUR dengan bunga kian murah,   hingga 7% pada 2018.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/11/07/54171/273695_medium.jpg&quot; alt=&quot;Presiden Jokowi Jajal Motor Listrik Gesits Keliling Istana&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Realisasi penyaluran KUR s/d 31 Juli 2017 sebanyak Rp69,9 triliun   yaitu 65,53% dari target Rp110 triliun dengan penyaluran KUR dibagi 3   yaitu KUR Mikro 71%, KUR Ritel 28%, dan KUR TKI 0,3%.
18.  Distribusi Aset Untuk Rakyat
Menuju kemandirian ekonomi melalui redistribusi aset dan akses melalui program Reforma Agraria.
Capaian Redistribusi Aset s/d Agustus 2017 adalah 245.097 bidang dan   187.036 Ha sedangkan Capaian Legalisasi Aset s/d Agustus 2017 adalah   2.861.556 bidang dan 508.391,11 Ha dengan Total Capaian Redistribusi dan   Aset dan Legalisasi Aset 3.106.653 bidang dan 695.427,11 Ha.

</content:encoded></item></channel></rss>
