<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Fakta Menarik Proyek Tol Jakarta-Cikampek Elevated, LRT Jadi 'Korban'</title><description>Proyek jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated (melayang) terus dikebut</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/11/22/320/1981219/fakta-menarik-proyek-tol-jakarta-cikampek-elevated-lrt-jadi-korban</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/11/22/320/1981219/fakta-menarik-proyek-tol-jakarta-cikampek-elevated-lrt-jadi-korban"/><item><title>Fakta Menarik Proyek Tol Jakarta-Cikampek Elevated, LRT Jadi 'Korban'</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/11/22/320/1981219/fakta-menarik-proyek-tol-jakarta-cikampek-elevated-lrt-jadi-korban</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/11/22/320/1981219/fakta-menarik-proyek-tol-jakarta-cikampek-elevated-lrt-jadi-korban</guid><pubDate>Kamis 22 November 2018 14:57 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/11/22/320/1981219/fakta-menarik-proyek-tol-jakarta-cikampek-elevated-lrt-jadi-korban-54RncBB2Fu.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Pengerjaan Tol Jakarta-Cikampek II (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/11/22/320/1981219/fakta-menarik-proyek-tol-jakarta-cikampek-elevated-lrt-jadi-korban-54RncBB2Fu.jpeg</image><title>Pengerjaan Tol Jakarta-Cikampek II (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Proyek jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated (melayang) terus dikebut. Langkah ini diambil demi mencapai target pembangunan selesai pada pertengahan tahun depan.
Pengembangan jalan tol terpadat di Indonesia itu sengaja dipercepat karena merupakan bagian dari ruas Tol Trans Jawa yang pada akhir tahun ini di operasikan. Jakarta-Cikampek memiliki posisi strategis karena merupakan penghubung dan pertemuan arus dari arah selatan dan utara Jawa bagian barat.
Berikut fakta-fakta yang dilansir dari Koran Sindo, (22/11/2018):
1. Target penyelesaian pengerjaan proyek tol Jakarta-Cikampek
Menurut Direktur Utama PT Jasa Marga (persero) Desi Arryani, untuk target penyelesaian pengerjaan proyek tol Jakarta-Cikampek Elevated memang sangat ketat. Hal ini karena tol Trans Jawa tidak lama lagi akan segera di operasikan.
Baca Juga: Proyek LRT dan Kereta Cepat Dihentikan, Menko Luhut: Banyak Keluhan
&amp;ldquo;Tidak lama lagi Trans Jawa akan beroperasi, tetapi ditahan di Jakarta-Cikampek karena Jakarta-Cikampek belum selesai. Oleh karena itu, manfaatnya masih kurang optimal sehingga dari Jakarta ke Surabaya itu masih tersendat hanya di Jakarta- Cikampek. Untuk itu, kita ingin memasimalkan supaya Trans Jawa ini bisa betul-betul termanfaatkan segera,&amp;rdquo; ujar Desi.
2. Kemacetan yang akan terjadi ada dibeberapa titik Km
Direktur Utama PT Jasa Marga (persero) Desi Arryani mengimbau kepada masyarakat yang hendak melalui ruas tol Jakarta-Cikampek agar melakukan perjalanan pada siang hari. Hal ini mengingat pengerjaan proyek di ruas tol tersebut dilakukan pukul 22.00-06.00 WIB.

Sekadar diketahui, jalan tol Jakarta- Cikampek II dibangun dengan sistem melayang di atas tol oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) Jasa Marga sejauh 36 km. Terdapat sembilan seksi dalam proyek pembangunan ini yang membentang dari Karawang Barat hingga Cikunir. Simpang susun Cikunir bahkan menjadi salah satu titik kemacetan terparah karena merupakan pertemuan antara lajur dari arah tol dalam kota, JORR, dan dari arah Tanjung Priok.
Baca Juga: Proyek Kereta Cepat dan LRT Dihentikan Hanya di Titik Ini
Di sini kemacetan sudah mulai terasa sejak Km 9 dari arah Jakarta. Sementara kearah Cikampek, kemacetan juga kerap terjadi hingga Km 57 menjelang Cipularang.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, ke dua titik antara Km 11-17 merupakan area terpadat yang menyumbang kemacetan di tol Jakarta-Ci kampek. Untuk itu, Budi Karya meminta untuk sementara tidak ada pekerjaan di wilayah tersebut.
&amp;ldquo;Kami juga akan mengevaluasi kegiatan Waskita Karya interchange di Kilometer 24,&amp;rdquo; ujar Budi Karya.

3. Progres pembangunan proyek sudah mencapai 57,5%
Penghentian sementara proyek LRT dan kereta cepat di jalur Jakarta-Cikampek dimaksudkan agar pengerjaan tol elevated II bisa diutamakan. Untuk diketahui, saat ini progres pembangunan proyek milik Jasa Marga ini sudah mencapai 57,5%. Adapun penghentian sementara proyek LRT dan kereta cepat ini diperkirakan berjalan selama 3-4 bulan ke depan. Masifnya pengerjaan proyek Jakarta-Cikampek elevated bersama LRT dan kereta cepat Jakarta-Bandung yang di lakukan lebih dari setahun terakhir ini, juga dikeluhkan masyarakat yang biasa melintas di wilayah tersebut.
4. Dampak kemacetan yang meresahkan warga
Hal ini karena dampak kemacetan tidak saja di lajur tol, tetapi juga  terasa hingga jalan arteri. Menanggapi kemacetan parah di tol  Jakarta-Cikampek dan sekitarnya, Kementerian Perhubungan berencana  menggelar rapat hari ini.
Aldean Firmandi, warga Bekasi Timur, mengatakan saat ini kemacetan di  Jakarta-Cikampek semakin parah, bahkan cenderung tidak bergerak di  jam-jam tertentu. Dia mengakui, setiap pulang kerja dari daerah Cikarang  Pusat ke rumahnya di Bekasi Timur, yang biasanya paling lambat di  tempuh satu setengah jam, kini bisa lima jam perjalanan.

&amp;ldquo;Sekarang macetnya nambah parah, bisa lebih dari empat jam tidak  bergerak,&amp;rdquo; kata Aldean. Dia menambahkan, sering kali kecepatan mobilnya  di jalan tol Jakarta-Cikampek hanya maksimal 10 km per jam.
5. Konsumen merasa dirugikan karena tidak mendapat Standard Operating Procedure (SOP)
Dihubungi terpisah, Sekretaris Pengurus Harian Yayasan Lembaga  Konsumen Indonesia (YLKI) Agus Suyatno mengatakan bahwa sejumlah proyek  infrastruktur yang dikerjakan di jalan tol Jakarta-Cikampek harus tetap  memperhatikan kepentingan konsumen. Menurutnya, proyek-proyek tersebut  jangan sampai malah menyebabkan kerugian akibat kemacetan parah.
&amp;ldquo;Kalau SOP (standard operating procedure) tidak tercapai, operator  perlu memberikan kompensasi kepada konsumen, misalnya pembebasan biaya,  karena dampaknya cukup signifikan hingga menyebabkan kemacetan parah,&amp;rdquo;  kata Agus saat dihubungi KORAN SINDO di Jakarta tadi malam.
Bahkan, kata Agus, konsumen yang merasa dirugikan dengan kemacetan  parah di jalur tol Jakarta-Cikampek bisa menuntut kepada operator jalan  tol tersebut. Pasalnya, pengguna jalan tol sebagai konsumen yang  berbayar tidak memperoleh standar pelayanan minimum atau SOP yang  dijanjikan pelaku usaha yaitu operator jalan tol.&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Konsumen bisa menggugat ke operator, karena ini tidak sesuai  dengan SOP, pembangunan infrastruktur menyebabkan waktu tempuh menjadi  lebih lama akibat kemacetan,&amp;rdquo; terangnya.
Terkait langkah Kemenhub yang menghentikan sementara dua proyek di  jalur tol Jakarta-Cikampek, YLKI menilai keputusan yang diambil harus  punya dasar kuat terkait kepentingan pengguna jalan tol. Menurut Agus,  konsumen jalan tol sebenarnya punya hak meminta kejelasan perihal  kondisi yang saat ini terjadi di jalan tol Jakarta-Cikampek.

&amp;ldquo;Dari tiga proyek ini mestinya bisa koordinasi, mana yang lebih  urgent . Kemenhub pasti punya pertimbangan, tapi konsumen juga harus  didahulukan,&amp;rdquo; urainya.
6. Keputusan dari berbagai elemen yang andil dalam mengatur tol Jakarta-Cikampek
Agus meminta berbagai elemen yang punya andil mengatur tol Jakarta-  Cikampek untuk berembuk mengambil keputusan terbaik. Di sisi lain,  sejumlah pemangku kepentingan juga harus bisa mengambil keputusan agar  tidak merugikan konsumen baik itu pengguna jalan tol maupun masyarakat  yang akan tertunda menggunakan transportasi massal LRT dan kereta cepat.  &amp;ldquo;Apa pun keputusannya, itu seharusnya tidak merugikan pengguna jalan  tol. Harus ada koordinasi antara pihak pengembang, operator, kepolisian,  sampai Kementerian PUPR,&amp;rdquo; tutup Agus.
7. Pemberhentian dua proyek besar yang dinilai sudah cukup target
Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia Kyatmaja Lookman   mengatakan, kebijakan penghentian sementara dua proyek besar yakni   proyek kereta cepat dan LRT dinilai sudah cukup. Kendati demikian, dia   tak setuju jika ada tambahan pembatasan jam operasional untuk angkutan   truk logistik.
&amp;ldquo;Saya tidak tahu kebijakan ini akan seperti apa penerapannya di   lapangan, sebab pembatasan yang berlangsung sejak pukul 06.00 hingga   pukul 09.00 se harusnya sudah cukup. Jangan lagi ditambah dari pukul   05.00 hingga pukul 10.00,&amp;rdquo; ucapnya.

Menurut dia, letak permasalahan bukan pada batasan jam operasional   logistik truk, melainkan karena kurangnya holding area atau tempat   penampungan sementara untuk truk-truk.
8. Perencanaan proyek infrastruktur pemerintah kurang matang dan menimbulkan penupukan proyek
Sementara itu, anggota Komisi V DPR Bambang Haryo Sukantono memandang   perencanaan proyek infrastruktur pemerintah kurang matang sehingga   menimbulkan penumpukan proyek di jalur tol Cikampek yang berdampak pada   penumpukan kendaraan yang luar biasa di dalam tol tersebut.
&amp;ldquo;Pemerintah tidak matang dalam melakukan perencanaan proyek-proyek   infrastruktur ini,&amp;rdquo; kata Bambang saat dihubungi KORAN SINDO di Jakarta   kemarin. Semestinya, kata Bambang, sebelum pemerintah membangun   proyek-proyek tersebut, terlebih dulu menyediakan dan memperlebar jalur   alternatif non-tol.
9. Penyediaan Transportasi alternatif guna mengurangi kemacetan
Atau menyediakan transportasi alternatif lain seperti kereta dengan   memperbanyak armadanya dan menambah jadwal. Untuk kendaraan yang memuat   logistik, juga dipikirkan bagaimana caranya agar logistik itu bisa   sampai tujuan.
Anggota Komisi V lainnya, Syarif Abdullah Alkadrie, mengatakan bahwa   karena proyek-proyek ini bertujuan mengurangi kemacetan, maka  masyarakat  juga harus bersabar karena proyek ini membutuhkan waktu   penyelesaiannya. &amp;ldquo;Ini kan antara (waktu) saja, kemacetan ini karena ada   pekerjaan sehingga ada badan jalan yang digunakan. Kita diminta   sementara waktu bisa menerima sesuai kondisi yang ada,&amp;rdquo; kata Syarif saat   dihubungi.

Namun, Syarif juga meminta agar pemerintah juga bisa menyediakan   jalur alternatif non-tol meskipun beberapa sudah digunakan, dan harus   ada tindakan radikal berupa pengurangan volume kendaraan meskipun hal   itu akan menimbulkan konsekuensi. Pakar transportasi Universitas   Indonesia Tri Cahyono menilai, operator yang mengerjakan proyek tol   Jakarta-Cikampek Elevated harus memikirkan solusi jika terjadi kemacetan   parah. &amp;ldquo;Solusinya ya proyek harus selesai. Tidak perlu bahas ideal   karena sudah berjalan. Jasa Marga dan kontraktor harus bekerja dengan   orientasi prioritas lalu lintas dan bukan proyek,&amp;rdquo; tukasnya
Dia menilai proyek yang baik dikerjakan dengan mempertimbangkan studi   manajemen lalu lintas selama proses konstruksi. Tri mencontohkan,   proyek yang manajemen lalu lintasnya baik adalah MRT Jakarta di   Sudirman. Pada proyek tersebut, kata dia, operator memberikan informasi   detail mengenai jadwal penyempitan jalan dengan baik, makan malam, dan   lain nya.


</description><content:encoded>JAKARTA - Proyek jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated (melayang) terus dikebut. Langkah ini diambil demi mencapai target pembangunan selesai pada pertengahan tahun depan.
Pengembangan jalan tol terpadat di Indonesia itu sengaja dipercepat karena merupakan bagian dari ruas Tol Trans Jawa yang pada akhir tahun ini di operasikan. Jakarta-Cikampek memiliki posisi strategis karena merupakan penghubung dan pertemuan arus dari arah selatan dan utara Jawa bagian barat.
Berikut fakta-fakta yang dilansir dari Koran Sindo, (22/11/2018):
1. Target penyelesaian pengerjaan proyek tol Jakarta-Cikampek
Menurut Direktur Utama PT Jasa Marga (persero) Desi Arryani, untuk target penyelesaian pengerjaan proyek tol Jakarta-Cikampek Elevated memang sangat ketat. Hal ini karena tol Trans Jawa tidak lama lagi akan segera di operasikan.
Baca Juga: Proyek LRT dan Kereta Cepat Dihentikan, Menko Luhut: Banyak Keluhan
&amp;ldquo;Tidak lama lagi Trans Jawa akan beroperasi, tetapi ditahan di Jakarta-Cikampek karena Jakarta-Cikampek belum selesai. Oleh karena itu, manfaatnya masih kurang optimal sehingga dari Jakarta ke Surabaya itu masih tersendat hanya di Jakarta- Cikampek. Untuk itu, kita ingin memasimalkan supaya Trans Jawa ini bisa betul-betul termanfaatkan segera,&amp;rdquo; ujar Desi.
2. Kemacetan yang akan terjadi ada dibeberapa titik Km
Direktur Utama PT Jasa Marga (persero) Desi Arryani mengimbau kepada masyarakat yang hendak melalui ruas tol Jakarta-Cikampek agar melakukan perjalanan pada siang hari. Hal ini mengingat pengerjaan proyek di ruas tol tersebut dilakukan pukul 22.00-06.00 WIB.

Sekadar diketahui, jalan tol Jakarta- Cikampek II dibangun dengan sistem melayang di atas tol oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) Jasa Marga sejauh 36 km. Terdapat sembilan seksi dalam proyek pembangunan ini yang membentang dari Karawang Barat hingga Cikunir. Simpang susun Cikunir bahkan menjadi salah satu titik kemacetan terparah karena merupakan pertemuan antara lajur dari arah tol dalam kota, JORR, dan dari arah Tanjung Priok.
Baca Juga: Proyek Kereta Cepat dan LRT Dihentikan Hanya di Titik Ini
Di sini kemacetan sudah mulai terasa sejak Km 9 dari arah Jakarta. Sementara kearah Cikampek, kemacetan juga kerap terjadi hingga Km 57 menjelang Cipularang.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, ke dua titik antara Km 11-17 merupakan area terpadat yang menyumbang kemacetan di tol Jakarta-Ci kampek. Untuk itu, Budi Karya meminta untuk sementara tidak ada pekerjaan di wilayah tersebut.
&amp;ldquo;Kami juga akan mengevaluasi kegiatan Waskita Karya interchange di Kilometer 24,&amp;rdquo; ujar Budi Karya.

3. Progres pembangunan proyek sudah mencapai 57,5%
Penghentian sementara proyek LRT dan kereta cepat di jalur Jakarta-Cikampek dimaksudkan agar pengerjaan tol elevated II bisa diutamakan. Untuk diketahui, saat ini progres pembangunan proyek milik Jasa Marga ini sudah mencapai 57,5%. Adapun penghentian sementara proyek LRT dan kereta cepat ini diperkirakan berjalan selama 3-4 bulan ke depan. Masifnya pengerjaan proyek Jakarta-Cikampek elevated bersama LRT dan kereta cepat Jakarta-Bandung yang di lakukan lebih dari setahun terakhir ini, juga dikeluhkan masyarakat yang biasa melintas di wilayah tersebut.
4. Dampak kemacetan yang meresahkan warga
Hal ini karena dampak kemacetan tidak saja di lajur tol, tetapi juga  terasa hingga jalan arteri. Menanggapi kemacetan parah di tol  Jakarta-Cikampek dan sekitarnya, Kementerian Perhubungan berencana  menggelar rapat hari ini.
Aldean Firmandi, warga Bekasi Timur, mengatakan saat ini kemacetan di  Jakarta-Cikampek semakin parah, bahkan cenderung tidak bergerak di  jam-jam tertentu. Dia mengakui, setiap pulang kerja dari daerah Cikarang  Pusat ke rumahnya di Bekasi Timur, yang biasanya paling lambat di  tempuh satu setengah jam, kini bisa lima jam perjalanan.

&amp;ldquo;Sekarang macetnya nambah parah, bisa lebih dari empat jam tidak  bergerak,&amp;rdquo; kata Aldean. Dia menambahkan, sering kali kecepatan mobilnya  di jalan tol Jakarta-Cikampek hanya maksimal 10 km per jam.
5. Konsumen merasa dirugikan karena tidak mendapat Standard Operating Procedure (SOP)
Dihubungi terpisah, Sekretaris Pengurus Harian Yayasan Lembaga  Konsumen Indonesia (YLKI) Agus Suyatno mengatakan bahwa sejumlah proyek  infrastruktur yang dikerjakan di jalan tol Jakarta-Cikampek harus tetap  memperhatikan kepentingan konsumen. Menurutnya, proyek-proyek tersebut  jangan sampai malah menyebabkan kerugian akibat kemacetan parah.
&amp;ldquo;Kalau SOP (standard operating procedure) tidak tercapai, operator  perlu memberikan kompensasi kepada konsumen, misalnya pembebasan biaya,  karena dampaknya cukup signifikan hingga menyebabkan kemacetan parah,&amp;rdquo;  kata Agus saat dihubungi KORAN SINDO di Jakarta tadi malam.
Bahkan, kata Agus, konsumen yang merasa dirugikan dengan kemacetan  parah di jalur tol Jakarta-Cikampek bisa menuntut kepada operator jalan  tol tersebut. Pasalnya, pengguna jalan tol sebagai konsumen yang  berbayar tidak memperoleh standar pelayanan minimum atau SOP yang  dijanjikan pelaku usaha yaitu operator jalan tol.&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Konsumen bisa menggugat ke operator, karena ini tidak sesuai  dengan SOP, pembangunan infrastruktur menyebabkan waktu tempuh menjadi  lebih lama akibat kemacetan,&amp;rdquo; terangnya.
Terkait langkah Kemenhub yang menghentikan sementara dua proyek di  jalur tol Jakarta-Cikampek, YLKI menilai keputusan yang diambil harus  punya dasar kuat terkait kepentingan pengguna jalan tol. Menurut Agus,  konsumen jalan tol sebenarnya punya hak meminta kejelasan perihal  kondisi yang saat ini terjadi di jalan tol Jakarta-Cikampek.

&amp;ldquo;Dari tiga proyek ini mestinya bisa koordinasi, mana yang lebih  urgent . Kemenhub pasti punya pertimbangan, tapi konsumen juga harus  didahulukan,&amp;rdquo; urainya.
6. Keputusan dari berbagai elemen yang andil dalam mengatur tol Jakarta-Cikampek
Agus meminta berbagai elemen yang punya andil mengatur tol Jakarta-  Cikampek untuk berembuk mengambil keputusan terbaik. Di sisi lain,  sejumlah pemangku kepentingan juga harus bisa mengambil keputusan agar  tidak merugikan konsumen baik itu pengguna jalan tol maupun masyarakat  yang akan tertunda menggunakan transportasi massal LRT dan kereta cepat.  &amp;ldquo;Apa pun keputusannya, itu seharusnya tidak merugikan pengguna jalan  tol. Harus ada koordinasi antara pihak pengembang, operator, kepolisian,  sampai Kementerian PUPR,&amp;rdquo; tutup Agus.
7. Pemberhentian dua proyek besar yang dinilai sudah cukup target
Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia Kyatmaja Lookman   mengatakan, kebijakan penghentian sementara dua proyek besar yakni   proyek kereta cepat dan LRT dinilai sudah cukup. Kendati demikian, dia   tak setuju jika ada tambahan pembatasan jam operasional untuk angkutan   truk logistik.
&amp;ldquo;Saya tidak tahu kebijakan ini akan seperti apa penerapannya di   lapangan, sebab pembatasan yang berlangsung sejak pukul 06.00 hingga   pukul 09.00 se harusnya sudah cukup. Jangan lagi ditambah dari pukul   05.00 hingga pukul 10.00,&amp;rdquo; ucapnya.

Menurut dia, letak permasalahan bukan pada batasan jam operasional   logistik truk, melainkan karena kurangnya holding area atau tempat   penampungan sementara untuk truk-truk.
8. Perencanaan proyek infrastruktur pemerintah kurang matang dan menimbulkan penupukan proyek
Sementara itu, anggota Komisi V DPR Bambang Haryo Sukantono memandang   perencanaan proyek infrastruktur pemerintah kurang matang sehingga   menimbulkan penumpukan proyek di jalur tol Cikampek yang berdampak pada   penumpukan kendaraan yang luar biasa di dalam tol tersebut.
&amp;ldquo;Pemerintah tidak matang dalam melakukan perencanaan proyek-proyek   infrastruktur ini,&amp;rdquo; kata Bambang saat dihubungi KORAN SINDO di Jakarta   kemarin. Semestinya, kata Bambang, sebelum pemerintah membangun   proyek-proyek tersebut, terlebih dulu menyediakan dan memperlebar jalur   alternatif non-tol.
9. Penyediaan Transportasi alternatif guna mengurangi kemacetan
Atau menyediakan transportasi alternatif lain seperti kereta dengan   memperbanyak armadanya dan menambah jadwal. Untuk kendaraan yang memuat   logistik, juga dipikirkan bagaimana caranya agar logistik itu bisa   sampai tujuan.
Anggota Komisi V lainnya, Syarif Abdullah Alkadrie, mengatakan bahwa   karena proyek-proyek ini bertujuan mengurangi kemacetan, maka  masyarakat  juga harus bersabar karena proyek ini membutuhkan waktu   penyelesaiannya. &amp;ldquo;Ini kan antara (waktu) saja, kemacetan ini karena ada   pekerjaan sehingga ada badan jalan yang digunakan. Kita diminta   sementara waktu bisa menerima sesuai kondisi yang ada,&amp;rdquo; kata Syarif saat   dihubungi.

Namun, Syarif juga meminta agar pemerintah juga bisa menyediakan   jalur alternatif non-tol meskipun beberapa sudah digunakan, dan harus   ada tindakan radikal berupa pengurangan volume kendaraan meskipun hal   itu akan menimbulkan konsekuensi. Pakar transportasi Universitas   Indonesia Tri Cahyono menilai, operator yang mengerjakan proyek tol   Jakarta-Cikampek Elevated harus memikirkan solusi jika terjadi kemacetan   parah. &amp;ldquo;Solusinya ya proyek harus selesai. Tidak perlu bahas ideal   karena sudah berjalan. Jasa Marga dan kontraktor harus bekerja dengan   orientasi prioritas lalu lintas dan bukan proyek,&amp;rdquo; tukasnya
Dia menilai proyek yang baik dikerjakan dengan mempertimbangkan studi   manajemen lalu lintas selama proses konstruksi. Tri mencontohkan,   proyek yang manajemen lalu lintasnya baik adalah MRT Jakarta di   Sudirman. Pada proyek tersebut, kata dia, operator memberikan informasi   detail mengenai jadwal penyempitan jalan dengan baik, makan malam, dan   lain nya.


</content:encoded></item></channel></rss>
