<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indonesia Berhasil Naik 2 Peringkat dalam World Talent Ranking 2018</title><description>Kemajuan Indonesia diikuti oleh perbaikan dalam beberapa indikator yang berkaitan dengan investasi dalam pendidikan</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/11/22/320/1981256/indonesia-berhasil-naik-2-peringkat-dalam-world-talent-ranking-2018</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/11/22/320/1981256/indonesia-berhasil-naik-2-peringkat-dalam-world-talent-ranking-2018"/><item><title>Indonesia Berhasil Naik 2 Peringkat dalam World Talent Ranking 2018</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/11/22/320/1981256/indonesia-berhasil-naik-2-peringkat-dalam-world-talent-ranking-2018</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/11/22/320/1981256/indonesia-berhasil-naik-2-peringkat-dalam-world-talent-ranking-2018</guid><pubDate>Kamis 22 November 2018 15:49 WIB</pubDate><dc:creator>Ade Rachma Unzilla </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/11/22/320/1981256/indonesia-berhasil-naik-2-peringkat-dalam-world-talent-ranking-2018-6Q3XmdiX83.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Foto Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/11/22/320/1981256/indonesia-berhasil-naik-2-peringkat-dalam-world-talent-ranking-2018-6Q3XmdiX83.jpg</image><title>Ilustrasi: Foto Shutterstock</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Indonesia berhasil naik dua peringkat pada IMD World Talent Ranking 2018, yang rilis dari program IMD Signature Orchestrating Winning Performance (OWP) di Singapura.
Tahun 2017, Indonesia menduduki peringkat ke-47 dan kini berada di peringkat ke-45. Peringkat ini sebelumnya diduduki oleh Filipina. Kemajuan Indonesia diikuti oleh perbaikan dalam beberapa indikator yang berkaitan dengan investasi dalam pendidikan. Sementara itu, Filipina terperosok ke peringkat 55.
Baca Juga: 10 Negara Terbaik Dunia dalam Pengembangan Talenta Karyawan, Siapa Saja?

Dikutip dari website resmi IMD, imd.org, Kamis (22/11/2018), kemerosotan ini didorong oleh penurunan yang mencolok dalam setiap kriteria yang berkaitan dengan persepsi komunitas bisnis tentang kualitas pendidikan serta penurunan kualitas tenaga kerja.
Dalam Kawasan Asia, Singapura muncul sebagai peringkat teratas dengan peringkat ke-12 di dunia. Hongkong menurun enam peringkat ke-18 dan Malaysia naik enam peringkat ke-22.
Baca Juga: Menaker: Kerja Tak Boleh Biasa-Biasa Saja

Seperti diketahui, program ini mengevaluasi kemampuan 63 negara dalam mengembangkan, menarik, dan mempertahankan bakat. Penilaian ini didasarkan pada tiga faktor : investasi dan pengembangan sistem pendidikan nasional, banding untuk pekerja asing (kualitas hidup, pajak, dan biaya hidup), serta kemampuannya untuk menciptakan peluang kerja dan melatih karyawan</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Indonesia berhasil naik dua peringkat pada IMD World Talent Ranking 2018, yang rilis dari program IMD Signature Orchestrating Winning Performance (OWP) di Singapura.
Tahun 2017, Indonesia menduduki peringkat ke-47 dan kini berada di peringkat ke-45. Peringkat ini sebelumnya diduduki oleh Filipina. Kemajuan Indonesia diikuti oleh perbaikan dalam beberapa indikator yang berkaitan dengan investasi dalam pendidikan. Sementara itu, Filipina terperosok ke peringkat 55.
Baca Juga: 10 Negara Terbaik Dunia dalam Pengembangan Talenta Karyawan, Siapa Saja?

Dikutip dari website resmi IMD, imd.org, Kamis (22/11/2018), kemerosotan ini didorong oleh penurunan yang mencolok dalam setiap kriteria yang berkaitan dengan persepsi komunitas bisnis tentang kualitas pendidikan serta penurunan kualitas tenaga kerja.
Dalam Kawasan Asia, Singapura muncul sebagai peringkat teratas dengan peringkat ke-12 di dunia. Hongkong menurun enam peringkat ke-18 dan Malaysia naik enam peringkat ke-22.
Baca Juga: Menaker: Kerja Tak Boleh Biasa-Biasa Saja

Seperti diketahui, program ini mengevaluasi kemampuan 63 negara dalam mengembangkan, menarik, dan mempertahankan bakat. Penilaian ini didasarkan pada tiga faktor : investasi dan pengembangan sistem pendidikan nasional, banding untuk pekerja asing (kualitas hidup, pajak, dan biaya hidup), serta kemampuannya untuk menciptakan peluang kerja dan melatih karyawan</content:encoded></item></channel></rss>
