<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kementan Lakukan Transformasi Besar Pembangunan Pertanian dalam 4 Tahun</title><description>Pemerintah terus melakukan terobosan demi mewujudkan pembangunan sektor pertanian di Indonesia yang berdaya saing.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/11/22/320/1981460/kementan-lakukan-transformasi-besar-pembangunan-pertanian-dalam-4-tahun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/11/22/320/1981460/kementan-lakukan-transformasi-besar-pembangunan-pertanian-dalam-4-tahun"/><item><title>Kementan Lakukan Transformasi Besar Pembangunan Pertanian dalam 4 Tahun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/11/22/320/1981460/kementan-lakukan-transformasi-besar-pembangunan-pertanian-dalam-4-tahun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/11/22/320/1981460/kementan-lakukan-transformasi-besar-pembangunan-pertanian-dalam-4-tahun</guid><pubDate>Kamis 22 November 2018 20:31 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/11/22/320/1981460/kementan-lakukan-transformasi-besar-pembangunan-pertanian-dalam-4-tahun-8jpizNGOZj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Mentan (Dok Kementan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/11/22/320/1981460/kementan-lakukan-transformasi-besar-pembangunan-pertanian-dalam-4-tahun-8jpizNGOZj.jpg</image><title>Foto: Mentan (Dok Kementan)</title></images><description>MALANG - Selama empat tahun kepemimpinan Jokowi-JK, pemerintah terus melakukan terobosan demi mewujudkan pembangunan sektor pertanian di Indonesia yang berdaya saing. Demikian disampaikan Amran saat memberikan kuliah umum di hadapan Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang hari ini.

Amran menyatakan sektor pertanian telah berkontribusi signifikan dalam menurunkan tingkat inflasi. Terkendalinya harga pangan menyebabkan inflasi bahan makanan tahun 2017 sebesar 1,26%, jauh lebih rendah dibandingkan inflasi bahan makanan 2013 sebesar 11,35%. Sekaligus tahun 2017 inflasi bahan makanan juga di bawah inflasi umum yang masih sebesar 3,61%.

&quot;Menurunnya inflasi bahan makan terjadi karena stabilnya harga pangan yang dapat dinikmati konsumen akibat pasokan produksi dalam negeri sangat memandai. Terutama pangan beras yang kontribusinya cukup besar terhadap inflasi bahan makanan,&quot; ujar Amran dalam keterangan tertulisnya, Kamis (22/11/2018).
Baca Juga: Luncurkan Program Serasi, Kementan Ingin Maksimalkan Rawa untuk Kesejahteraan Petani
Menteri asal Sulawesi ini menjelaskan, keyakinan terhadap kemampuan sektor pertanian dalam perekonomian negara, tertuang dalam Nawacita yang menjadi landasan pemerintah era Jokowi&amp;ndash;JK saat ini.

Kebijakan pangan pemerintah bermuara pada tujuan utama yaitu peningkatan kesejahteraan petani maupun masyarakat umum.
&amp;nbsp;
Mimpi untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan kesejahteraan masyarakat tersebut direpresentasikan oleh Kementerian Pertanian dalam berbagai program pembangunan pertanian.

Salah satu target besar yang ingin dicapai adalah mewujudkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia 2045 melalui penetapan peta jalan program prioritas target swasembada 11 komoditas pangan strategis seperti padi, jagung, kedelai, bawang merah, bawang putih, cabai, gula, dan daging sapi.

Berbagai capaian sektor pertanian di empat tahun pemerintah Jokowi-JK ini tidak terlepas dari kerja keras dan dukungan semua pihak termasuk di dalamnya para petani, peternak dan stakeholder.

&quot;Penghargaan sebesar-besarnya kami berikan untuk semua pihak yang telah bersinergi untuk memajukan sektor pertanian. Sinergi ini harus terus kita jalin sehingga Indonesia bisa mencapai visinya sebagai Lumbung Pangan Dunia,&quot; tegas Amran.
&amp;nbsp;Baca Juga: Sederet Capaian Kementan Bangun Pertanian di Papua
Sebagai generasi muda, paparnya, mahasiswa harus punya semangat untuk maju dan menghasilkan perubahan. &quot;Ini yang sudah dilakukan Kementerian Pertanian. Sudah banyak perubahan yang dihasilkan dalam beberapa tahun terakhir ini,&amp;rdquo; pungkasnya.

Perubahan itu diawali revolusi internal. Ada 241 regulasi yang dihapus karena tidak lagi sesuai dengan percepatan pembangunan pertanian.

Demikian pula dari sisi anggaran, ada Rp800 miliar anggaran perjalanan dinas dan seremonial yang direalokasikan untuk kepentingan petani. &amp;ldquo;Kami fokuskan itu untuk membeli bibit, obat-obatan dan mesin untuk petani,&amp;rdquo; tambah Amran lagi.
&amp;nbsp;Baca Juga: Anggaran 2019 Capai Rp21,6 Triliun, Ini yang Bakal Dilakukan Mentan untuk Petani
Hasilnya menurutnya sangat signifikan. Dari sebelumnya negara pengimpor pangan, saat ini Indonesia sudah menjadi negara pengekspor pangan. Ada peningkatan ekspor sebesar 24% dengan nilai mencapai Rp441 triliun. Selain itu, pemanfaatan teknologi berdampak besar bagi peningkatan produksi pertanian.

&amp;ldquo;Dengan menggunakan alat dan mesin pertanian, kita bisa menghemat Rp361 triliun. Coba bayangkan, jika menanam padi secara manual, untuk satu hektar saja kita butuh 25 hari. Tapi dengan alsintan, cukup tiga jam saja,&amp;rdquo; ungkap Amran.

Mekanisasi Pertanian Mudahkan Kerja Petani

Penggunaan alsintan juga bisa menekan angka kehilangan (loses) hasil  panen yang sebelumnya bisa mencapai 10%. Oleh karenanya, Kementerian  Pertanian menggenjot pemanfaatan alsintan hingga mengalami kenaikan  mencapai 2000 persen. Bahkan saat ini Kementerian Pertanian sudah  mengembangkan traktor yang bisa dioperasikan secara otomatis.

&amp;ldquo;Petani bisa melakukan tanam dan panen dari rumah, semuanya sudah  diprogram, tanpa harus dikemudikan sendiri. Jadi sambil bercengkerama di  rumah, tanam dan panen tetap bisa jalan,&amp;rdquo; ucapnya.

Amran juga mengungkapkan salah satu terobosan yang dilakukan di era  Pemerintahan Jokowi-JK adalah Asuransi Pertanian. Asuransi ini untuk  melindungi petani dari risiko kerugian akibat kegagalan panen karena  bencana alam dan serangan hama.

Tidak hanya itu, program asurasi juga sudah diperluas ke sektor peternakan, dengan adanya asuransi bagi ternak sapi.

Di sisi lain, Amran juga mengungkapkan sebagai negara agraris,  Indonesia punya potensi yang sangat besar, sehingga berani menargetkan  untuk menjadi lumbung pangan dunia pada tahun 2045. Ada dua raksasa  besar yang sedang dibangkitkan, yakni pemanfaatan lahan rawa dan  optimalisasi lahan tadah hujan.

&amp;ldquo;Ada 10 juta hektare (ha) lahan rawa yang kita manfaatkan. Caranya,  dengan meningkatkan indeks pertanaman. Jika sebelumnya hanya satu kali  tanam dalam setahun, dengan segala teknologi yang ada, bisa kita tanam  tiga kali dalam setahun,&amp;rdquo; papar Amran.

Raksasa yang kedua adalah lahan tadah hujan yang hanya bisa  dimanfaatkan ketika musim hujan saja. Namun dengan membangun embung,  lahan tadah hujan tersebut juga bisa ditingkatkan indeks pertanamannya.

Oleh karena itu, Amran menekankan agar mahasiswa juga mampu menjadi  agen perubahan. Mampu mengubah keadaan yang ada dengan aneka terobosan  dan ide-ide kreatif seperti yang telah dilakukan Kementerian Pertanian.

&amp;ldquo;Jangan kalah dengan Steve Jobs, bos Apple, atau Mark Zuckerberg yang  cuma mahasiswa drop out, tapi bisa jadi konglomerat. Kalian harus punya  semangat untuk lebih dari mereka,&amp;rdquo; ucap Amran.</description><content:encoded>MALANG - Selama empat tahun kepemimpinan Jokowi-JK, pemerintah terus melakukan terobosan demi mewujudkan pembangunan sektor pertanian di Indonesia yang berdaya saing. Demikian disampaikan Amran saat memberikan kuliah umum di hadapan Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang hari ini.

Amran menyatakan sektor pertanian telah berkontribusi signifikan dalam menurunkan tingkat inflasi. Terkendalinya harga pangan menyebabkan inflasi bahan makanan tahun 2017 sebesar 1,26%, jauh lebih rendah dibandingkan inflasi bahan makanan 2013 sebesar 11,35%. Sekaligus tahun 2017 inflasi bahan makanan juga di bawah inflasi umum yang masih sebesar 3,61%.

&quot;Menurunnya inflasi bahan makan terjadi karena stabilnya harga pangan yang dapat dinikmati konsumen akibat pasokan produksi dalam negeri sangat memandai. Terutama pangan beras yang kontribusinya cukup besar terhadap inflasi bahan makanan,&quot; ujar Amran dalam keterangan tertulisnya, Kamis (22/11/2018).
Baca Juga: Luncurkan Program Serasi, Kementan Ingin Maksimalkan Rawa untuk Kesejahteraan Petani
Menteri asal Sulawesi ini menjelaskan, keyakinan terhadap kemampuan sektor pertanian dalam perekonomian negara, tertuang dalam Nawacita yang menjadi landasan pemerintah era Jokowi&amp;ndash;JK saat ini.

Kebijakan pangan pemerintah bermuara pada tujuan utama yaitu peningkatan kesejahteraan petani maupun masyarakat umum.
&amp;nbsp;
Mimpi untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan kesejahteraan masyarakat tersebut direpresentasikan oleh Kementerian Pertanian dalam berbagai program pembangunan pertanian.

Salah satu target besar yang ingin dicapai adalah mewujudkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia 2045 melalui penetapan peta jalan program prioritas target swasembada 11 komoditas pangan strategis seperti padi, jagung, kedelai, bawang merah, bawang putih, cabai, gula, dan daging sapi.

Berbagai capaian sektor pertanian di empat tahun pemerintah Jokowi-JK ini tidak terlepas dari kerja keras dan dukungan semua pihak termasuk di dalamnya para petani, peternak dan stakeholder.

&quot;Penghargaan sebesar-besarnya kami berikan untuk semua pihak yang telah bersinergi untuk memajukan sektor pertanian. Sinergi ini harus terus kita jalin sehingga Indonesia bisa mencapai visinya sebagai Lumbung Pangan Dunia,&quot; tegas Amran.
&amp;nbsp;Baca Juga: Sederet Capaian Kementan Bangun Pertanian di Papua
Sebagai generasi muda, paparnya, mahasiswa harus punya semangat untuk maju dan menghasilkan perubahan. &quot;Ini yang sudah dilakukan Kementerian Pertanian. Sudah banyak perubahan yang dihasilkan dalam beberapa tahun terakhir ini,&amp;rdquo; pungkasnya.

Perubahan itu diawali revolusi internal. Ada 241 regulasi yang dihapus karena tidak lagi sesuai dengan percepatan pembangunan pertanian.

Demikian pula dari sisi anggaran, ada Rp800 miliar anggaran perjalanan dinas dan seremonial yang direalokasikan untuk kepentingan petani. &amp;ldquo;Kami fokuskan itu untuk membeli bibit, obat-obatan dan mesin untuk petani,&amp;rdquo; tambah Amran lagi.
&amp;nbsp;Baca Juga: Anggaran 2019 Capai Rp21,6 Triliun, Ini yang Bakal Dilakukan Mentan untuk Petani
Hasilnya menurutnya sangat signifikan. Dari sebelumnya negara pengimpor pangan, saat ini Indonesia sudah menjadi negara pengekspor pangan. Ada peningkatan ekspor sebesar 24% dengan nilai mencapai Rp441 triliun. Selain itu, pemanfaatan teknologi berdampak besar bagi peningkatan produksi pertanian.

&amp;ldquo;Dengan menggunakan alat dan mesin pertanian, kita bisa menghemat Rp361 triliun. Coba bayangkan, jika menanam padi secara manual, untuk satu hektar saja kita butuh 25 hari. Tapi dengan alsintan, cukup tiga jam saja,&amp;rdquo; ungkap Amran.

Mekanisasi Pertanian Mudahkan Kerja Petani

Penggunaan alsintan juga bisa menekan angka kehilangan (loses) hasil  panen yang sebelumnya bisa mencapai 10%. Oleh karenanya, Kementerian  Pertanian menggenjot pemanfaatan alsintan hingga mengalami kenaikan  mencapai 2000 persen. Bahkan saat ini Kementerian Pertanian sudah  mengembangkan traktor yang bisa dioperasikan secara otomatis.

&amp;ldquo;Petani bisa melakukan tanam dan panen dari rumah, semuanya sudah  diprogram, tanpa harus dikemudikan sendiri. Jadi sambil bercengkerama di  rumah, tanam dan panen tetap bisa jalan,&amp;rdquo; ucapnya.

Amran juga mengungkapkan salah satu terobosan yang dilakukan di era  Pemerintahan Jokowi-JK adalah Asuransi Pertanian. Asuransi ini untuk  melindungi petani dari risiko kerugian akibat kegagalan panen karena  bencana alam dan serangan hama.

Tidak hanya itu, program asurasi juga sudah diperluas ke sektor peternakan, dengan adanya asuransi bagi ternak sapi.

Di sisi lain, Amran juga mengungkapkan sebagai negara agraris,  Indonesia punya potensi yang sangat besar, sehingga berani menargetkan  untuk menjadi lumbung pangan dunia pada tahun 2045. Ada dua raksasa  besar yang sedang dibangkitkan, yakni pemanfaatan lahan rawa dan  optimalisasi lahan tadah hujan.

&amp;ldquo;Ada 10 juta hektare (ha) lahan rawa yang kita manfaatkan. Caranya,  dengan meningkatkan indeks pertanaman. Jika sebelumnya hanya satu kali  tanam dalam setahun, dengan segala teknologi yang ada, bisa kita tanam  tiga kali dalam setahun,&amp;rdquo; papar Amran.

Raksasa yang kedua adalah lahan tadah hujan yang hanya bisa  dimanfaatkan ketika musim hujan saja. Namun dengan membangun embung,  lahan tadah hujan tersebut juga bisa ditingkatkan indeks pertanamannya.

Oleh karena itu, Amran menekankan agar mahasiswa juga mampu menjadi  agen perubahan. Mampu mengubah keadaan yang ada dengan aneka terobosan  dan ide-ide kreatif seperti yang telah dilakukan Kementerian Pertanian.

&amp;ldquo;Jangan kalah dengan Steve Jobs, bos Apple, atau Mark Zuckerberg yang  cuma mahasiswa drop out, tapi bisa jadi konglomerat. Kalian harus punya  semangat untuk lebih dari mereka,&amp;rdquo; ucap Amran.</content:encoded></item></channel></rss>
