<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Terminal Petikemas Kuala Tanjung Mulai Diuji Coba</title><description>PT Prima Multi Terminal sebagai pengelola Terminal Petikemas Pelabuhan Kuala Tanjung, mulai mengujicoba operasional bongkar muat peti kemas.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/11/27/320/1983558/terminal-petikemas-kuala-tanjung-mulai-diuji-coba</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/11/27/320/1983558/terminal-petikemas-kuala-tanjung-mulai-diuji-coba"/><item><title>   Terminal Petikemas Kuala Tanjung Mulai Diuji Coba</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/11/27/320/1983558/terminal-petikemas-kuala-tanjung-mulai-diuji-coba</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/11/27/320/1983558/terminal-petikemas-kuala-tanjung-mulai-diuji-coba</guid><pubDate>Selasa 27 November 2018 17:06 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyudi Aulia Siregar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/11/27/320/1983558/terminal-petikemas-kuala-tanjung-mulai-diuji-coba-pK2Pt16Jdh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Uji Coba Terminal Petikemas Kuala Tanjung (Wahyudi/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/11/27/320/1983558/terminal-petikemas-kuala-tanjung-mulai-diuji-coba-pK2Pt16Jdh.jpg</image><title>Foto: Uji Coba Terminal Petikemas Kuala Tanjung (Wahyudi/Okezone)</title></images><description>MEDAN - PT Prima Multi Terminal sebagai pengelola Terminal Petikemas Pelabuhan Kuala Tanjung, mulai mengujicoba operasional bongkar muat peti kemas di pelabuhan berkapasitas 600.000 TEUs itu.

Uji coba dilakukan dengan kegiatan pengapalan kargo domestik sebanyak 50 box milik PT Unilever Oleochemical Indonesia (UOI) dengan tujuan pengiriman ke Jakarta dan Surabaya, Selasa (27/11/2018).

Kargo tersebut diangkut menggunakan kapal KM Sinar Belawan milik perusahaan pelayaran Samudera Indonesia yang berbobot 11.999 GT dengan panjang 145,65 meter.
&amp;nbsp;
Plt Direktur Utama PT Prima Multi Terminal Moedi Utomo menyebutkan, saat ini, pengembangan tahap-I Pelabuhan Kuala Tanjung, berupa pembangunan Terminal Multipurpose berkapasitas 600.000 TEUs tengah memasuki persiapan akhir dan siap beroperasi melayani arus keluar masuk barang ke seluruh Indonesia dan luar negeri yang dikelola oleh PT Prima Multi Terminal, perusahaan patungan antara PT Pelindo I, PT Pembangunan Perumahan, dan PT Waskita Karya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Pelindo I Siap Uji Coba Ekspor di Pelabuhan Kuala Tanjung
Bahkan Pelindo I juga telah mendapat izin pengoperasian Dermaga Multipurpose Pelabuhan Kuala Tanjung  dari Dirjen Perhubungan Laut dan Kepala KSOP Pelabuhan Kuala Tanjung.

&quot;Guna mengejar target operasional secara komersial sesuai jadwal, kami melakukan uji coba pengoperasian Terminal Petikemas Kuala Tanjung Multipurpose Terminal (KTMT). Melalui uji coba ini diharapkan dapat menunjukkan kesiapan sarana dan prasana dalam mendukung operasional kepelabuhan di Pelabuhan Kuala Tanjung sehingga dapat segera mendukung visi pengembangan maritim Pemerintah,&amp;rdquo; ujar Moedi.

Moedi menambahkan, pada tahap awal, nantinya Terminal Petikemas KTMT diharapkan bisa melayani ekspor hingga 600 kontainer setiap minggunya. Sudah ada sejumlah perusahaan di antaranya Unilever, Wilmar, dan P&amp;amp;G yang telah berkomitmen untuk melakukan ekspor dengan tujuan ke China, India, dan negara-negara di Asia melalui Pelabuhan Kuala Tanjung.
&amp;nbsp;
Sementara, untuk mendukung kelancaran dan kecepatan kegiatan bongkar muat KTMT, Pelabuhan Kuala Tanjung telah dilengkapi dermaga 500 x 60 m, trestle sepanjang 2,8 km untuk empat jalur truk selebar 18,5 m serta dilengkapi rak pipa 4 line x 8 inch.
&amp;nbsp;Baca Juga: Pelindo I Ditunjuk sebagai Operator Pelabuhan Internasional Kuala Tanjung
Selain itu, Terminal Multipurpose Kuala Tanjung juga dilengkapi berbagai sarana dan prasarana infrastruktur bongkar muat modern dan canggih antara lain tiga unit Ship to Shore (STS) Crane, 8 unit Automated Rubber Tyred Gantry (ARTG) Crane, 21 unit truck terminal, dan 2 unit MHC serta Terminal Operating System (TOS) Peti Kemas maupun curah cair.

&amp;ldquo;Kami merasa gembira untuk pertama kalinya kami dapat melakukan pengiriman barang melalui Pelabuhan Kuala Tanjung,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;
Sebagai investor pertama di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, UOI tengah menghadapi berbagai tantangan, salah satunya adalah masalah logistik.

&quot;Dengan berperasinya pelabuhan ini, kami akan mampu meningkatkan efisiensi dalam hal operasional dan logistik dan mengurangi emisi karbon. Selain itu, dengan beroperasinya pelabhan ini akan membuat KEK Sei Mangkei terus bertumbuh,&amp;rdquo; jelas Managing Director Unilever Oleochemical Indonesia (UOI) Sai Krishna. UOI anak perusahaan dari Unilever NV yang berlokasi di KEK Sei Mangkei.

Sai Krishna juga menerangkan bahwa Pelabuhan Kuala Tanjung akan  menjadi gerbang masa depan Unilever Oleochemical Indonesia untuk  menjangkau pelanggan di seluruh dunia.

Tidak hanya membantu meningkatkan efisiensi pada operasional dan  logistik, pengirman dari Pelabuhan Kuala Tanjung yang terintegrasi  dengan moda transportasi kereta api ini juga akan membantu UOI dalam  mengurangi emisi karbon, dengan peralihan moda transportasi jalan ke  moda transportasi berbasis rel.

Corporate Secretary Pelindo I M Eriansyah menambahkan bahwa pasca  beroperasinya Pelabuhan Kuala Tanjung, diharapkan menjadi hub  internasional dan simpul logistik nasional yang mampu menangkap potensi  pasar pelayaran di Perairan Selat Malaka yang sangat besar yaitu  mencapai 100 juta TEUs per tahun.

&amp;ldquo;Selain Pelabuhan Kuala Tanjung, Pelindo 1 juga tengah meningkatkan  kapasitas dan layanan di beberapa pelabuhan lainnya seperti: Pelabuhan  Malahayati, Dumai, Belawan, dan Batam untuk mendukung Program Tol Laut  yang digagas oleh pemerintah. Dengan segala upaya yang tengah kami  lakukan, kami berharap dapat segera mewujudkan pembangunan ekonomi  daerah sesuai program nawacita Pemerintah sekaligus menekan biaya  logistik di Indonesia,&amp;rdquo; jelas M Eriansyah.

Pelabuhan Kuala Tanjung Bakal Jadi Simpul Logistik Nasional

Terminal Petikemas Pelabuhan Kuala Tanjung mulai diuji coba hari ini.  Dalam uji coba itu, sebanyak 50 kontainer milik PT Unilever  Oleochemical Indonesia berhasil dipindahkan dari area tunggu di kawasan  terminal ke KM Sinar Belawan untuk kemudian dibawa ke Jakarta dan  Surabaya.

Corporate Secretary Pelindo I Muhammad Eriansyah menyebutkan,  Pelabuhan Kuala Tanjung yang akan segera dioperasikan itu, diproyeksikan  menjadi hub (penghubung) internasional dan simpul logistik nasional  pada masa yang akan datang.

Pelabuhan ini dibangun untuk menangkap potensi pasar pelayaran di Perairan Selat Malaka yang mencapai 100 juta TEUs per tahun.

Untuk tahap I ini, Pelabuhan Kuala Tanjung berupa Terminal  Multipurpose berkapasitas 600 ribu TEUs, tengah memasuki persiapan  akhir.

Dalam waktu dekat, Kuala Tanjung akan efektif beroperasi melayani arus keluar masuk barang ke seluruh Indonesia dan luar negeri.

&quot;Kami juga telah mendapat izin pengoperasian Dermaga Multipurpose  Pelabuhan Kuala Tanjung dari Dirjen Perhubungan Laut dan Kepala KSOP  Pelabuhan Kuala Tanjung,&quot; terangnya.

Selain Pelabuhan Kuala Tanjung, Pelindo I juga sedang memacu  kapasitas dan layanan di beberapa pelabuhan lain di bawah kelolaannya.

Yakni Pelabuhan Malahayati, Dumai, Belawan dan Batam, untuk mendukung Program Tol Laut yang digagas oleh Pemerintah.

&quot;Dengan segala upaya yang tengah kami lakukan, kami berharap dapat  segera mewujudkan pembangunan ekonomi daerah sesuai program nawacita  Pemerintah sekaligus menekan biaya logistik di Indonesia,&quot; ujarnya.

Pengelola KualaTanjung Multipurpose Terminal, PT Prima Multi  Terminal, melakukan kegiatan pemuatan peti kemas milik Unilever ke kapal  Sinar Belawan sebagai uji coba pertama pengoperasian terminal.

Dengan uji coba, perusahaan patungan antara Pelindo I, PT Pembangunan  Perumahan dan PT Waskita Karya tersebut ingin menunjukkan kesiapan  sarana dan prasana penunjang operasional Pelabuhan Kuala Tanjung.</description><content:encoded>MEDAN - PT Prima Multi Terminal sebagai pengelola Terminal Petikemas Pelabuhan Kuala Tanjung, mulai mengujicoba operasional bongkar muat peti kemas di pelabuhan berkapasitas 600.000 TEUs itu.

Uji coba dilakukan dengan kegiatan pengapalan kargo domestik sebanyak 50 box milik PT Unilever Oleochemical Indonesia (UOI) dengan tujuan pengiriman ke Jakarta dan Surabaya, Selasa (27/11/2018).

Kargo tersebut diangkut menggunakan kapal KM Sinar Belawan milik perusahaan pelayaran Samudera Indonesia yang berbobot 11.999 GT dengan panjang 145,65 meter.
&amp;nbsp;
Plt Direktur Utama PT Prima Multi Terminal Moedi Utomo menyebutkan, saat ini, pengembangan tahap-I Pelabuhan Kuala Tanjung, berupa pembangunan Terminal Multipurpose berkapasitas 600.000 TEUs tengah memasuki persiapan akhir dan siap beroperasi melayani arus keluar masuk barang ke seluruh Indonesia dan luar negeri yang dikelola oleh PT Prima Multi Terminal, perusahaan patungan antara PT Pelindo I, PT Pembangunan Perumahan, dan PT Waskita Karya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Pelindo I Siap Uji Coba Ekspor di Pelabuhan Kuala Tanjung
Bahkan Pelindo I juga telah mendapat izin pengoperasian Dermaga Multipurpose Pelabuhan Kuala Tanjung  dari Dirjen Perhubungan Laut dan Kepala KSOP Pelabuhan Kuala Tanjung.

&quot;Guna mengejar target operasional secara komersial sesuai jadwal, kami melakukan uji coba pengoperasian Terminal Petikemas Kuala Tanjung Multipurpose Terminal (KTMT). Melalui uji coba ini diharapkan dapat menunjukkan kesiapan sarana dan prasana dalam mendukung operasional kepelabuhan di Pelabuhan Kuala Tanjung sehingga dapat segera mendukung visi pengembangan maritim Pemerintah,&amp;rdquo; ujar Moedi.

Moedi menambahkan, pada tahap awal, nantinya Terminal Petikemas KTMT diharapkan bisa melayani ekspor hingga 600 kontainer setiap minggunya. Sudah ada sejumlah perusahaan di antaranya Unilever, Wilmar, dan P&amp;amp;G yang telah berkomitmen untuk melakukan ekspor dengan tujuan ke China, India, dan negara-negara di Asia melalui Pelabuhan Kuala Tanjung.
&amp;nbsp;
Sementara, untuk mendukung kelancaran dan kecepatan kegiatan bongkar muat KTMT, Pelabuhan Kuala Tanjung telah dilengkapi dermaga 500 x 60 m, trestle sepanjang 2,8 km untuk empat jalur truk selebar 18,5 m serta dilengkapi rak pipa 4 line x 8 inch.
&amp;nbsp;Baca Juga: Pelindo I Ditunjuk sebagai Operator Pelabuhan Internasional Kuala Tanjung
Selain itu, Terminal Multipurpose Kuala Tanjung juga dilengkapi berbagai sarana dan prasarana infrastruktur bongkar muat modern dan canggih antara lain tiga unit Ship to Shore (STS) Crane, 8 unit Automated Rubber Tyred Gantry (ARTG) Crane, 21 unit truck terminal, dan 2 unit MHC serta Terminal Operating System (TOS) Peti Kemas maupun curah cair.

&amp;ldquo;Kami merasa gembira untuk pertama kalinya kami dapat melakukan pengiriman barang melalui Pelabuhan Kuala Tanjung,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;
Sebagai investor pertama di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, UOI tengah menghadapi berbagai tantangan, salah satunya adalah masalah logistik.

&quot;Dengan berperasinya pelabuhan ini, kami akan mampu meningkatkan efisiensi dalam hal operasional dan logistik dan mengurangi emisi karbon. Selain itu, dengan beroperasinya pelabhan ini akan membuat KEK Sei Mangkei terus bertumbuh,&amp;rdquo; jelas Managing Director Unilever Oleochemical Indonesia (UOI) Sai Krishna. UOI anak perusahaan dari Unilever NV yang berlokasi di KEK Sei Mangkei.

Sai Krishna juga menerangkan bahwa Pelabuhan Kuala Tanjung akan  menjadi gerbang masa depan Unilever Oleochemical Indonesia untuk  menjangkau pelanggan di seluruh dunia.

Tidak hanya membantu meningkatkan efisiensi pada operasional dan  logistik, pengirman dari Pelabuhan Kuala Tanjung yang terintegrasi  dengan moda transportasi kereta api ini juga akan membantu UOI dalam  mengurangi emisi karbon, dengan peralihan moda transportasi jalan ke  moda transportasi berbasis rel.

Corporate Secretary Pelindo I M Eriansyah menambahkan bahwa pasca  beroperasinya Pelabuhan Kuala Tanjung, diharapkan menjadi hub  internasional dan simpul logistik nasional yang mampu menangkap potensi  pasar pelayaran di Perairan Selat Malaka yang sangat besar yaitu  mencapai 100 juta TEUs per tahun.

&amp;ldquo;Selain Pelabuhan Kuala Tanjung, Pelindo 1 juga tengah meningkatkan  kapasitas dan layanan di beberapa pelabuhan lainnya seperti: Pelabuhan  Malahayati, Dumai, Belawan, dan Batam untuk mendukung Program Tol Laut  yang digagas oleh pemerintah. Dengan segala upaya yang tengah kami  lakukan, kami berharap dapat segera mewujudkan pembangunan ekonomi  daerah sesuai program nawacita Pemerintah sekaligus menekan biaya  logistik di Indonesia,&amp;rdquo; jelas M Eriansyah.

Pelabuhan Kuala Tanjung Bakal Jadi Simpul Logistik Nasional

Terminal Petikemas Pelabuhan Kuala Tanjung mulai diuji coba hari ini.  Dalam uji coba itu, sebanyak 50 kontainer milik PT Unilever  Oleochemical Indonesia berhasil dipindahkan dari area tunggu di kawasan  terminal ke KM Sinar Belawan untuk kemudian dibawa ke Jakarta dan  Surabaya.

Corporate Secretary Pelindo I Muhammad Eriansyah menyebutkan,  Pelabuhan Kuala Tanjung yang akan segera dioperasikan itu, diproyeksikan  menjadi hub (penghubung) internasional dan simpul logistik nasional  pada masa yang akan datang.

Pelabuhan ini dibangun untuk menangkap potensi pasar pelayaran di Perairan Selat Malaka yang mencapai 100 juta TEUs per tahun.

Untuk tahap I ini, Pelabuhan Kuala Tanjung berupa Terminal  Multipurpose berkapasitas 600 ribu TEUs, tengah memasuki persiapan  akhir.

Dalam waktu dekat, Kuala Tanjung akan efektif beroperasi melayani arus keluar masuk barang ke seluruh Indonesia dan luar negeri.

&quot;Kami juga telah mendapat izin pengoperasian Dermaga Multipurpose  Pelabuhan Kuala Tanjung dari Dirjen Perhubungan Laut dan Kepala KSOP  Pelabuhan Kuala Tanjung,&quot; terangnya.

Selain Pelabuhan Kuala Tanjung, Pelindo I juga sedang memacu  kapasitas dan layanan di beberapa pelabuhan lain di bawah kelolaannya.

Yakni Pelabuhan Malahayati, Dumai, Belawan dan Batam, untuk mendukung Program Tol Laut yang digagas oleh Pemerintah.

&quot;Dengan segala upaya yang tengah kami lakukan, kami berharap dapat  segera mewujudkan pembangunan ekonomi daerah sesuai program nawacita  Pemerintah sekaligus menekan biaya logistik di Indonesia,&quot; ujarnya.

Pengelola KualaTanjung Multipurpose Terminal, PT Prima Multi  Terminal, melakukan kegiatan pemuatan peti kemas milik Unilever ke kapal  Sinar Belawan sebagai uji coba pertama pengoperasian terminal.

Dengan uji coba, perusahaan patungan antara Pelindo I, PT Pembangunan  Perumahan dan PT Waskita Karya tersebut ingin menunjukkan kesiapan  sarana dan prasana penunjang operasional Pelabuhan Kuala Tanjung.</content:encoded></item></channel></rss>
