<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Humpuss Intermoda Bidik Pendapatan Tumbuh 21%</title><description>PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) membidik kenaikan pendapatan sebesar 21%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/11/28/278/1983984/humpuss-intermoda-bidik-pendapatan-tumbuh-21</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/11/28/278/1983984/humpuss-intermoda-bidik-pendapatan-tumbuh-21"/><item><title>Humpuss Intermoda Bidik Pendapatan Tumbuh 21%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/11/28/278/1983984/humpuss-intermoda-bidik-pendapatan-tumbuh-21</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/11/28/278/1983984/humpuss-intermoda-bidik-pendapatan-tumbuh-21</guid><pubDate>Rabu 28 November 2018 13:48 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/11/28/278/1983984/humpuss-intermoda-bidik-pendapatan-tumbuh-21-MeP045S3ku.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Foto Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/11/28/278/1983984/humpuss-intermoda-bidik-pendapatan-tumbuh-21-MeP045S3ku.jpg</image><title>Ilustrasi: Foto Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Tahun depan, PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) membidik kenaikan pendapatan sebesar 21% yang didukung oleh perluasan bisnis perseroan secara organik.

&amp;ldquo;Tahun depan kita targetkan pendapatan tumbuh 21%, meski belakangan harga minyak dunia kembali lesu. Namun kondisi tersebut tidak akan berpengaruh signifikan pada aktivitas operasional perseroan,&amp;rdquo; kata Direktur Utama Humpuss Intermoda Transportasi Budi Haryono seperti dikutip Harian Neraca, Jakarta, Rabu (28/11/2018).
Baca Juga: Kapal Raksasa Bersandar di Priok, Dampaknya Terasa dalam Jangka Panjang
Pada tahun ini, pertumbuhan industri kapal 7%&amp;mdash;8% atau membaik dari tahun lalu yang sebesar 4,1%. Oleh karena memanfaatkan industri kapal yang diharapkan membaik ke depannya, perseroan mengalokasikan USD62 juta tahun depan untuk pembelian 5 buah kapal.

Disebutkan, dana tersebut bersumber dari kas internal dan perbankan dengan prediksi komposisi masing-masing 25% dan 75% untuk alokasi belanja modal tersebut.

Sepanjang tahun ini, perseroan telah menggelontorkan investasi sebesar USD18 juta untuk pembelian 1 unit kapal LNG, USD8,7 juta untuk pembelian kapal oil tanker, dan USD11 juta untuk pembelian LPG Tanker.
Baca Juga: Anggarkan Rp17,3 Miliar, Humpuss Akan Sebar Dividen Rp2,55/Saham
Perseroan juga menginvestasikan USD20 juta untuk sebuah proyek FSRU. Selain membidik kenaikan pendapatan pada kisaran 21%, emiten dengan sandi HITS tersebut juga menetapkan target raihan laba periode berjalan pada kisaran 20%.

Di kuartal tiga 2018, Humpuss Intermoda Transportasi membukukan pendapatan usaha sebesar USD59,37 juta, meningkat 16,25% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya (yoy).

Kontribusi terbesar pendapatan perseroan yaitu sektor LNG sebesar 37%, oil sebesar 28%, dan petrokimia sebesar 21%. Komposisi ini menuju arah seimbang, jika dibandingkan dengan tahun lalu di mana LNG berkontribusi hingga 44%, oil 28% dan petrokimia hanya 15%.

Pada periode tersebut, perseroan membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar USD10,24 juta, meningkat 110,7% secara yoy.

Berdasarkan audit sementara yang dilakukan perseroan, Budi menyampaikan hingga akhir tahun perseroan diprediksi mengantongi kenaikan pendapatan sebesar 18,5% dan laba periode berjalan di kisaran 26%.
</description><content:encoded>JAKARTA - Tahun depan, PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) membidik kenaikan pendapatan sebesar 21% yang didukung oleh perluasan bisnis perseroan secara organik.

&amp;ldquo;Tahun depan kita targetkan pendapatan tumbuh 21%, meski belakangan harga minyak dunia kembali lesu. Namun kondisi tersebut tidak akan berpengaruh signifikan pada aktivitas operasional perseroan,&amp;rdquo; kata Direktur Utama Humpuss Intermoda Transportasi Budi Haryono seperti dikutip Harian Neraca, Jakarta, Rabu (28/11/2018).
Baca Juga: Kapal Raksasa Bersandar di Priok, Dampaknya Terasa dalam Jangka Panjang
Pada tahun ini, pertumbuhan industri kapal 7%&amp;mdash;8% atau membaik dari tahun lalu yang sebesar 4,1%. Oleh karena memanfaatkan industri kapal yang diharapkan membaik ke depannya, perseroan mengalokasikan USD62 juta tahun depan untuk pembelian 5 buah kapal.

Disebutkan, dana tersebut bersumber dari kas internal dan perbankan dengan prediksi komposisi masing-masing 25% dan 75% untuk alokasi belanja modal tersebut.

Sepanjang tahun ini, perseroan telah menggelontorkan investasi sebesar USD18 juta untuk pembelian 1 unit kapal LNG, USD8,7 juta untuk pembelian kapal oil tanker, dan USD11 juta untuk pembelian LPG Tanker.
Baca Juga: Anggarkan Rp17,3 Miliar, Humpuss Akan Sebar Dividen Rp2,55/Saham
Perseroan juga menginvestasikan USD20 juta untuk sebuah proyek FSRU. Selain membidik kenaikan pendapatan pada kisaran 21%, emiten dengan sandi HITS tersebut juga menetapkan target raihan laba periode berjalan pada kisaran 20%.

Di kuartal tiga 2018, Humpuss Intermoda Transportasi membukukan pendapatan usaha sebesar USD59,37 juta, meningkat 16,25% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya (yoy).

Kontribusi terbesar pendapatan perseroan yaitu sektor LNG sebesar 37%, oil sebesar 28%, dan petrokimia sebesar 21%. Komposisi ini menuju arah seimbang, jika dibandingkan dengan tahun lalu di mana LNG berkontribusi hingga 44%, oil 28% dan petrokimia hanya 15%.

Pada periode tersebut, perseroan membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar USD10,24 juta, meningkat 110,7% secara yoy.

Berdasarkan audit sementara yang dilakukan perseroan, Budi menyampaikan hingga akhir tahun perseroan diprediksi mengantongi kenaikan pendapatan sebesar 18,5% dan laba periode berjalan di kisaran 26%.
</content:encoded></item></channel></rss>
