<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jakarta-Surabaya via Tol Bayar Rp600.000</title><description>Masyarakat bisa menikmati jalur darat dari Jakarta ke Surabaya dengan biaya yang harus dikeluarkan sekitar  Rp600.000.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/11/29/320/1984398/jakarta-surabaya-via-tol-bayar-rp600-000</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/11/29/320/1984398/jakarta-surabaya-via-tol-bayar-rp600-000"/><item><title>Jakarta-Surabaya via Tol Bayar Rp600.000</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/11/29/320/1984398/jakarta-surabaya-via-tol-bayar-rp600-000</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/11/29/320/1984398/jakarta-surabaya-via-tol-bayar-rp600-000</guid><pubDate>Kamis 29 November 2018 10:39 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/11/29/320/1984398/jakarta-surabaya-via-tol-bayar-rp600-000-gcizMas0XR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jalan tol. Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/11/29/320/1984398/jakarta-surabaya-via-tol-bayar-rp600-000-gcizMas0XR.jpg</image><title>Jalan tol. Foto: Okezone</title></images><description>SRAGEN - Tol trans-Jawa selangkah lagi terkoneksi seluruhnya. Kemarin Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali meresmikan salah satu segmen, yakni Sragen-Ngawi.
Dengan demikian, tol Solo-Ngawi dengan total panjang 90,43 km sudah resmi beroperasi seutuhnya. Pemerintah menarget keseluruhan ruas tol Trans Jawa kelar pada Desember 2018. Saat ini segmen tol yang pembangunannya belum selesai pengerjaannya adalah jalur Pemalang-Batang, Batang-Semarang, Salatiga-Solo, dan Wilangan- Ker tosono.
Baca Juga: Tarif Tol Jakarta -Surabaya Rp600 Ribu, Ngawi-Sragen Masih Gratis
 
Beroperasi penuhnya jalan tol Solo-Ngawi menambah panjang jaringan megaproyek jalan tol trans-Jawa yang tergabung dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Jika semua sudah terkoneksi, masyarakat bisa menikmati jalur darat dari Jakarta ke Surabaya dengan waktu tempuh 10-12 jam dan dengan biaya yang harus dikeluarkan sekitar Rp600.000.
Besaran ini diperoleh berdasar tarif yang ditetapkan. Untuk tarif tol Solo-Mantingan-Ngawi, misalnya, tarif di patok Rp1.000 per km untuk kendaraan golongan I, Rp1.500 per km golongan II dan III, dan Rp2.000 per km kendaraan golongan IV dan V.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/11/24/54453/275254_medium.jpg&quot; alt=&quot;Pengelola Tol Desari Mulai Berlakukan Tarif Normal&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
Tarif tersebut ditentukan berdasar Keputusan Menteri PUPR Nomor: 897/ KPTS/M/2018 tentang Penetapan Golongan Jenis Kendaraan Bermotor dan Besaran Tarif Tol pada Jalan Tol Solo- Mantingan-Ngawi.
&amp;ldquo;Selama seminggu ini masyarakat bisa dapat menikmati jalan tol segmen tersebut dengan tarif Rp0 (gratis), pada hari yang sama pukul 21.00 WIB (malam nanti) sebagai bentuk sosialisasi tarif dan golongan kendaraan. Nantinya, dari Jakarta ke Surabaya perkiraan tarifnya sekitar Rp600.000,&amp;rdquo; ujar Direktur Utama PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN) David Wijayatno, di Sragen.
Baca Juga: Tol Sragen-Ngawi Diresmikan, Ini 8 Fakta Menariknya
 
Peresmian tol Solo-Mantingan-Ngawi segmen Sragen-Ngawi sepanjang 50,9 km dilakukan di Rest Area Km 538 dengan ditandai penekanan sirene dan penandatanganan prasasti oleh Presiden Jokowi.
Turut menyaksikan Menteri BUMN Rini M Soemarno, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Sugiyartanto, Wakil Gubernur Provinsi Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, dan Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani.Tol sepanjang 51 km diresmikan setelah melalui berbagai tahapan uji  laik fungsi dan operasi. Jalan tol Sragen-Ngawi telah dinyatakan layak  dan siap di operasikan sebagai jalan tol melalui Keputusan Menteri PUPR  Nomor: 896/ KPTS/M/2018 tentang Penetapan Pengoperasian Jalan Tol  Solo-Mantingan-Ngawi Segmen Sragen-Ngawi pada 12 November 2018.
&amp;ldquo;Hari ini (kemarin) kita resmikan jalan tol Solo-Ngawi di segmen  Sragen-Ngawi. Artinya, sebentar lagi dari Jakarta sampai Surabaya di  akhir tahun ini insyaallah sudah sambung semuanya,&amp;rdquo; ujar Jokowi dalam  sambutan. Jokowi berharap beberapa segmen yang belum kelar bisa segera  dituntaskan.
Segmen dimaksud adalah Pemalang- Batang, Batang-Semarang,  Salatiga-Solo, dan Wilangan-Kertosono. &amp;ldquo;Tadi saya tanyakan ke Menteri  BUMN dan Dirjen, beliau-beliau menyampaikan, &amp;lsquo;Selesai, Pak, pertengahan  Desember atau akhir Desember, selesai semua. Bapak tinggal cari waktu  meresmikannya kapan.&amp;rsquo; Artinya sudah rampung kalau berani ngomong seperti  itu,&amp;rdquo; ungkapnya. Mantan Wali Kota Solo itu lantas meminta para kepala  daerah bisa memanfaatkan jalan tol secara maksimal. Pemanfaatan di  antaranya untuk mengintegrasikan kawasan-kawasan industri yang ada di  daerah masing-masing.
Baca Juga: Resmikan Tol Sragen-Ngawi, Presiden Jokowi: Saya Bahagia Sekali
&amp;ldquo;Jangan sampai tol ini hanya berdiri sendiri sebagai jalan tol,  semuanya harus diintegrasikan sehingga manfaatnya betul-betul maksimal.  Mobilitas orang dan barang semua bisa melalui jalan tol ini dan bisa  berjalan dengan cepat,&amp;rdquo; ujarnya.
Dia juga mendorong para kepala daerah untuk mengembangkan potensi  pariwisata di daerahnya masing-masing. Sebab, terintegrasinya ruas jalan  tol akan memangkas waktu yang dibutuhkan wisatawan menuju daerah atau  lokasi wisata.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/11/24/54453/275255_medium.jpg&quot; alt=&quot;Pengelola Tol Desari Mulai Berlakukan Tarif Normal&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&amp;ldquo;Sekarang misalnya yang dari Semarang, nantinya ingin ke Solo yang  biasanya bisa 3 atau 3,5 jam sekarang mungkin hanya maksimal 1 jam. Ini  yang harus mulai dibenahi jalan-jalan yang masuk ke kabupaten, ke  kawasan-kawasan wisata. Tugasnya daerah itu,&amp;rdquo; katanya.
Selain berbicara soal pembangunan infrastruktur jalan tol, Jokowi  juga ingin memaksimalkan pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar jalan  tol. Hal itu salah satunya dilakukan dengan memanfaatkan rest area  jalan tol sebagai tempat bagi masyarakat untuk mengembangkan UMKM.
&amp;ldquo;Kami harapkan UMKM bisa berkembang. Diberikan sebuah area, ada  wadahnya, sehingga dampaknya nanti kita lihat kalau sudah setahun atau  dua tahun akan kelihatan.
Kita akomodasi keinginan-keinginan dari usaha mikro dan kecil untuk  memasarkan produk produknya yang ada di rest area,&amp;rdquo; kata mantan Gubernur  DKI Jakarta itu. Menteri BUMN Rini Soemarno optimistis pengoperasian  jalan tol Solo-Ngawi dapat memicu perkembangan pariwisata daerah.Sebab, adanya jalan tol akan mempermudah dan mempercepat akses dari   dan menuju destinasi wisata yang ada di Solo, Sragen, maupun Ngawi.   Terpangkasnya waktu tempuh diharapkan juga dapat mempercepat distribusi   logistik dan menciptakan konektivitas baru.
&amp;ldquo;Destinasi wisata di sepanjang Solo sampai Ngawi cukup banyak. Di   Karanganyar yang terkenal ada Tawamangu. Di Sragen ada wisata air panas   Bayanan, situs arkeologi Sangiran, hingga wisata hiking Gunung  Kemukus,&amp;rdquo;  kata Rini. Dengan terdorongnya pariwisata berkat adanya jalan  tol,  secara kontinu bisnis kuliner, kerajinan tangan, sampai  penginapan pun  akan turut menggeliat.
Kenaikan permintaan untuk layanan barang dan jasa tersebut dapat   menjadi faktor penting dalam meningkatkan perekonomian daerah.   &amp;ldquo;Pemerintah pun senantiasa akan mendorong peran BUMN untuk terlibat   dalam perkembangan tersebut.
Sekaligus untuk meningkatkan daya saing produk-produk daerah. BUMN   bisa ikut memajukan potensi-potensi tersebut dengan berbagai upaya, baik   lewat peningkatan pelayanan umum seperti listrik dan telekomunikasi,   penyaluran kredit usaha oleh BUMN perbankan, hingga program kemitraan   dan bina lingkungan (PKBL),&amp;rdquo; ujar Rini.
Baca Juga: Resmikan Tol Sragen-Ngawi, Presiden Jokowi: Saya Bahagia Sekali
Jalan tol Solo-Ngawi terbagi atas tiga tahap pengoperasian, yang   pertama adalah segmen Simpang Susun Ngawi-Klitik (Ngawi) sepanjang 4 km   sejak 30 Maret 2018, berbarengan dengan dioperasikan nya jalan tol   Ngawi-Kertosono-Kediri Segmen Ngawi-Wilangan. Peng operasian tahap kedua   adalah segmen Kartasura-Sragen yang telah diresmikan oleh Presiden   Jokowi pada 15 Juli 2018.
Ketiga, atau yang terakhir, adalah Segmen Ngawi-Sragen yang   diresmikan hari ini. Jalan tol Solo-Ngawi akan menghubungkan beberapa   daerah, terutama Kabupaten Boyolali, Kabupaten Sukoharjo, Kota   Surakarta, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Sragen di Jawa Tengah dan   Kabupaten Ngawi di Jawa Timur.
Untuk mempermudah pengguna jalan tol, saat ini telah dioperasikan   lima gerbang tol (GT), yakni GT Colomadu, GT Ngemplak, GT Karang anyar,   GT Sragen, dan GT Ngawi. Akan segera dibuka pula tiga gerbang tambahan   pada awal 2019 untuk lebih mempermudah masyarakat mengakses jalan tol   ini, yaitu GT Bandara Adi Soemarmo, GT Gondangrejo (akses arah   Purwodadi) serta GT Sragen Timur (berada di Kecamatan Sambung macan,   Sragen sebagai akses arah Mantingan).
Setelah Jakarta-Surabaya tersambung, Jokowi menginstruksikan jalan   tol timur hingga Banyuwangi bisa selesai 2019. Dengan demikian, jalur   tol Merak sampai Banyuwangi pada 2019 sudah tersambung.
Pengamat transportasi Djoko Setijowarno mengatakan, dengan   beroperasinya ruas jalan tol dari Jakarta hingga Surabaya akan menjadi   salah satu alternatif bagi masyarakat yang hendak berkendara menuju ibu   kota Provinsi Jawa Timur tersebut.
&amp;ldquo;Terkait masalah tarif tol dari Jakarta-Surabaya yang mencapai   Rp600.000 menurut saya itu tidak membebankan masyarakat, karena tol ini   kan hanya sebagai alternatif dari jalan arteri,&amp;rdquo; kata Djoko saat   dihubungi KORAN SINDO di Jakarta, tadi malam. Malah menurutnya, dengan   harga tarif di kisaran Rp600.000-an, waktu yang ditempuh masyarakat dari   Jakarta hingga Surabaya menjadi lebih cepat.
Hal ini jelas bisa menekan biaya operasional para pengguna jalan   dibandingkan menggunakan jalan nasional yang biasanya mempunyai estimasi   waktu lebih lama karena terdapat sejumlah titik kemacetan.
&amp;ldquo;Jadi tidak ada keterpaksaan yang wajib untuk menggunakan jalan tol,   tapi biasanya untuk bus lebih memilih menggunakan jalan tol, karena   jarak tempuhnya lebih cepat, karena mereka juga mengejar waktu,&amp;rdquo;   jelasnya.
Untuk itu dia meminta pemerintah untuk tetap memperhatikan   infrastruktur jalan nasional yang menghubungkan Jakarta ke Surabaya.   Sehingga bagi masyarakat yang merasa keberatan dengan tarif jalan tol   tersebut bisa memilih menggunakan jalan arteri. &amp;ldquo;Pemerintah harus   mengembalikan fungsi jalan tol sebagai jalan alternatif buka sebagai   jalan utama, karena untuk jalan utamakan ada jalan nasional,&amp;rdquo; tegasnya.
Djoko mencontohkan, saat ini sebagian besar masyarakat menganggap   jalan tol Jakarta-Cikampek sebagai jalan utama. Sehingga saat ruas   tersebut mengalami kemacetan padat karena masifnya pembangun   infrastruktur, masyarakat menjadi panik.
 
(Ahmad Antoni/Ary Wahyu Wibowo/Dita Angga/Heru Febrianto) </description><content:encoded>SRAGEN - Tol trans-Jawa selangkah lagi terkoneksi seluruhnya. Kemarin Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali meresmikan salah satu segmen, yakni Sragen-Ngawi.
Dengan demikian, tol Solo-Ngawi dengan total panjang 90,43 km sudah resmi beroperasi seutuhnya. Pemerintah menarget keseluruhan ruas tol Trans Jawa kelar pada Desember 2018. Saat ini segmen tol yang pembangunannya belum selesai pengerjaannya adalah jalur Pemalang-Batang, Batang-Semarang, Salatiga-Solo, dan Wilangan- Ker tosono.
Baca Juga: Tarif Tol Jakarta -Surabaya Rp600 Ribu, Ngawi-Sragen Masih Gratis
 
Beroperasi penuhnya jalan tol Solo-Ngawi menambah panjang jaringan megaproyek jalan tol trans-Jawa yang tergabung dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Jika semua sudah terkoneksi, masyarakat bisa menikmati jalur darat dari Jakarta ke Surabaya dengan waktu tempuh 10-12 jam dan dengan biaya yang harus dikeluarkan sekitar Rp600.000.
Besaran ini diperoleh berdasar tarif yang ditetapkan. Untuk tarif tol Solo-Mantingan-Ngawi, misalnya, tarif di patok Rp1.000 per km untuk kendaraan golongan I, Rp1.500 per km golongan II dan III, dan Rp2.000 per km kendaraan golongan IV dan V.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/11/24/54453/275254_medium.jpg&quot; alt=&quot;Pengelola Tol Desari Mulai Berlakukan Tarif Normal&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
Tarif tersebut ditentukan berdasar Keputusan Menteri PUPR Nomor: 897/ KPTS/M/2018 tentang Penetapan Golongan Jenis Kendaraan Bermotor dan Besaran Tarif Tol pada Jalan Tol Solo- Mantingan-Ngawi.
&amp;ldquo;Selama seminggu ini masyarakat bisa dapat menikmati jalan tol segmen tersebut dengan tarif Rp0 (gratis), pada hari yang sama pukul 21.00 WIB (malam nanti) sebagai bentuk sosialisasi tarif dan golongan kendaraan. Nantinya, dari Jakarta ke Surabaya perkiraan tarifnya sekitar Rp600.000,&amp;rdquo; ujar Direktur Utama PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN) David Wijayatno, di Sragen.
Baca Juga: Tol Sragen-Ngawi Diresmikan, Ini 8 Fakta Menariknya
 
Peresmian tol Solo-Mantingan-Ngawi segmen Sragen-Ngawi sepanjang 50,9 km dilakukan di Rest Area Km 538 dengan ditandai penekanan sirene dan penandatanganan prasasti oleh Presiden Jokowi.
Turut menyaksikan Menteri BUMN Rini M Soemarno, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Sugiyartanto, Wakil Gubernur Provinsi Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, dan Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani.Tol sepanjang 51 km diresmikan setelah melalui berbagai tahapan uji  laik fungsi dan operasi. Jalan tol Sragen-Ngawi telah dinyatakan layak  dan siap di operasikan sebagai jalan tol melalui Keputusan Menteri PUPR  Nomor: 896/ KPTS/M/2018 tentang Penetapan Pengoperasian Jalan Tol  Solo-Mantingan-Ngawi Segmen Sragen-Ngawi pada 12 November 2018.
&amp;ldquo;Hari ini (kemarin) kita resmikan jalan tol Solo-Ngawi di segmen  Sragen-Ngawi. Artinya, sebentar lagi dari Jakarta sampai Surabaya di  akhir tahun ini insyaallah sudah sambung semuanya,&amp;rdquo; ujar Jokowi dalam  sambutan. Jokowi berharap beberapa segmen yang belum kelar bisa segera  dituntaskan.
Segmen dimaksud adalah Pemalang- Batang, Batang-Semarang,  Salatiga-Solo, dan Wilangan-Kertosono. &amp;ldquo;Tadi saya tanyakan ke Menteri  BUMN dan Dirjen, beliau-beliau menyampaikan, &amp;lsquo;Selesai, Pak, pertengahan  Desember atau akhir Desember, selesai semua. Bapak tinggal cari waktu  meresmikannya kapan.&amp;rsquo; Artinya sudah rampung kalau berani ngomong seperti  itu,&amp;rdquo; ungkapnya. Mantan Wali Kota Solo itu lantas meminta para kepala  daerah bisa memanfaatkan jalan tol secara maksimal. Pemanfaatan di  antaranya untuk mengintegrasikan kawasan-kawasan industri yang ada di  daerah masing-masing.
Baca Juga: Resmikan Tol Sragen-Ngawi, Presiden Jokowi: Saya Bahagia Sekali
&amp;ldquo;Jangan sampai tol ini hanya berdiri sendiri sebagai jalan tol,  semuanya harus diintegrasikan sehingga manfaatnya betul-betul maksimal.  Mobilitas orang dan barang semua bisa melalui jalan tol ini dan bisa  berjalan dengan cepat,&amp;rdquo; ujarnya.
Dia juga mendorong para kepala daerah untuk mengembangkan potensi  pariwisata di daerahnya masing-masing. Sebab, terintegrasinya ruas jalan  tol akan memangkas waktu yang dibutuhkan wisatawan menuju daerah atau  lokasi wisata.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/11/24/54453/275255_medium.jpg&quot; alt=&quot;Pengelola Tol Desari Mulai Berlakukan Tarif Normal&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&amp;ldquo;Sekarang misalnya yang dari Semarang, nantinya ingin ke Solo yang  biasanya bisa 3 atau 3,5 jam sekarang mungkin hanya maksimal 1 jam. Ini  yang harus mulai dibenahi jalan-jalan yang masuk ke kabupaten, ke  kawasan-kawasan wisata. Tugasnya daerah itu,&amp;rdquo; katanya.
Selain berbicara soal pembangunan infrastruktur jalan tol, Jokowi  juga ingin memaksimalkan pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar jalan  tol. Hal itu salah satunya dilakukan dengan memanfaatkan rest area  jalan tol sebagai tempat bagi masyarakat untuk mengembangkan UMKM.
&amp;ldquo;Kami harapkan UMKM bisa berkembang. Diberikan sebuah area, ada  wadahnya, sehingga dampaknya nanti kita lihat kalau sudah setahun atau  dua tahun akan kelihatan.
Kita akomodasi keinginan-keinginan dari usaha mikro dan kecil untuk  memasarkan produk produknya yang ada di rest area,&amp;rdquo; kata mantan Gubernur  DKI Jakarta itu. Menteri BUMN Rini Soemarno optimistis pengoperasian  jalan tol Solo-Ngawi dapat memicu perkembangan pariwisata daerah.Sebab, adanya jalan tol akan mempermudah dan mempercepat akses dari   dan menuju destinasi wisata yang ada di Solo, Sragen, maupun Ngawi.   Terpangkasnya waktu tempuh diharapkan juga dapat mempercepat distribusi   logistik dan menciptakan konektivitas baru.
&amp;ldquo;Destinasi wisata di sepanjang Solo sampai Ngawi cukup banyak. Di   Karanganyar yang terkenal ada Tawamangu. Di Sragen ada wisata air panas   Bayanan, situs arkeologi Sangiran, hingga wisata hiking Gunung  Kemukus,&amp;rdquo;  kata Rini. Dengan terdorongnya pariwisata berkat adanya jalan  tol,  secara kontinu bisnis kuliner, kerajinan tangan, sampai  penginapan pun  akan turut menggeliat.
Kenaikan permintaan untuk layanan barang dan jasa tersebut dapat   menjadi faktor penting dalam meningkatkan perekonomian daerah.   &amp;ldquo;Pemerintah pun senantiasa akan mendorong peran BUMN untuk terlibat   dalam perkembangan tersebut.
Sekaligus untuk meningkatkan daya saing produk-produk daerah. BUMN   bisa ikut memajukan potensi-potensi tersebut dengan berbagai upaya, baik   lewat peningkatan pelayanan umum seperti listrik dan telekomunikasi,   penyaluran kredit usaha oleh BUMN perbankan, hingga program kemitraan   dan bina lingkungan (PKBL),&amp;rdquo; ujar Rini.
Baca Juga: Resmikan Tol Sragen-Ngawi, Presiden Jokowi: Saya Bahagia Sekali
Jalan tol Solo-Ngawi terbagi atas tiga tahap pengoperasian, yang   pertama adalah segmen Simpang Susun Ngawi-Klitik (Ngawi) sepanjang 4 km   sejak 30 Maret 2018, berbarengan dengan dioperasikan nya jalan tol   Ngawi-Kertosono-Kediri Segmen Ngawi-Wilangan. Peng operasian tahap kedua   adalah segmen Kartasura-Sragen yang telah diresmikan oleh Presiden   Jokowi pada 15 Juli 2018.
Ketiga, atau yang terakhir, adalah Segmen Ngawi-Sragen yang   diresmikan hari ini. Jalan tol Solo-Ngawi akan menghubungkan beberapa   daerah, terutama Kabupaten Boyolali, Kabupaten Sukoharjo, Kota   Surakarta, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Sragen di Jawa Tengah dan   Kabupaten Ngawi di Jawa Timur.
Untuk mempermudah pengguna jalan tol, saat ini telah dioperasikan   lima gerbang tol (GT), yakni GT Colomadu, GT Ngemplak, GT Karang anyar,   GT Sragen, dan GT Ngawi. Akan segera dibuka pula tiga gerbang tambahan   pada awal 2019 untuk lebih mempermudah masyarakat mengakses jalan tol   ini, yaitu GT Bandara Adi Soemarmo, GT Gondangrejo (akses arah   Purwodadi) serta GT Sragen Timur (berada di Kecamatan Sambung macan,   Sragen sebagai akses arah Mantingan).
Setelah Jakarta-Surabaya tersambung, Jokowi menginstruksikan jalan   tol timur hingga Banyuwangi bisa selesai 2019. Dengan demikian, jalur   tol Merak sampai Banyuwangi pada 2019 sudah tersambung.
Pengamat transportasi Djoko Setijowarno mengatakan, dengan   beroperasinya ruas jalan tol dari Jakarta hingga Surabaya akan menjadi   salah satu alternatif bagi masyarakat yang hendak berkendara menuju ibu   kota Provinsi Jawa Timur tersebut.
&amp;ldquo;Terkait masalah tarif tol dari Jakarta-Surabaya yang mencapai   Rp600.000 menurut saya itu tidak membebankan masyarakat, karena tol ini   kan hanya sebagai alternatif dari jalan arteri,&amp;rdquo; kata Djoko saat   dihubungi KORAN SINDO di Jakarta, tadi malam. Malah menurutnya, dengan   harga tarif di kisaran Rp600.000-an, waktu yang ditempuh masyarakat dari   Jakarta hingga Surabaya menjadi lebih cepat.
Hal ini jelas bisa menekan biaya operasional para pengguna jalan   dibandingkan menggunakan jalan nasional yang biasanya mempunyai estimasi   waktu lebih lama karena terdapat sejumlah titik kemacetan.
&amp;ldquo;Jadi tidak ada keterpaksaan yang wajib untuk menggunakan jalan tol,   tapi biasanya untuk bus lebih memilih menggunakan jalan tol, karena   jarak tempuhnya lebih cepat, karena mereka juga mengejar waktu,&amp;rdquo;   jelasnya.
Untuk itu dia meminta pemerintah untuk tetap memperhatikan   infrastruktur jalan nasional yang menghubungkan Jakarta ke Surabaya.   Sehingga bagi masyarakat yang merasa keberatan dengan tarif jalan tol   tersebut bisa memilih menggunakan jalan arteri. &amp;ldquo;Pemerintah harus   mengembalikan fungsi jalan tol sebagai jalan alternatif buka sebagai   jalan utama, karena untuk jalan utamakan ada jalan nasional,&amp;rdquo; tegasnya.
Djoko mencontohkan, saat ini sebagian besar masyarakat menganggap   jalan tol Jakarta-Cikampek sebagai jalan utama. Sehingga saat ruas   tersebut mengalami kemacetan padat karena masifnya pembangun   infrastruktur, masyarakat menjadi panik.
 
(Ahmad Antoni/Ary Wahyu Wibowo/Dita Angga/Heru Febrianto) </content:encoded></item></channel></rss>
