<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perang Dagang Mereda, Wall Street Ditutup Melemah</title><description>Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Jumat (7/12/2018) waktu setempat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/12/08/278/1988468/perang-dagang-mereda-wall-street-ditutup-melemah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/12/08/278/1988468/perang-dagang-mereda-wall-street-ditutup-melemah"/><item><title>Perang Dagang Mereda, Wall Street Ditutup Melemah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/12/08/278/1988468/perang-dagang-mereda-wall-street-ditutup-melemah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/12/08/278/1988468/perang-dagang-mereda-wall-street-ditutup-melemah</guid><pubDate>Sabtu 08 Desember 2018 11:36 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/12/08/278/1988468/perang-dagang-mereda-wall-street-ditutup-melemah-RvGLwsg0eM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">foto: ilustrasi Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/12/08/278/1988468/perang-dagang-mereda-wall-street-ditutup-melemah-RvGLwsg0eM.jpg</image><title>foto: ilustrasi Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Jumat (7/12/2018) waktu setempat. Bursa saham Amerika Serikat mengalami penurunan lebih dari 2%.
Melansir dari Reuters, Sabtu (8/12/2018), indeks  Dow Jones Industrial Average (DJI) turun 558,72 poin atau 2,24 %, menjadi 24.388,95. kemudian S&amp;amp;P 500 (SPX) juga harus turun 62,87 poin atau 2,33%, menjadi 2.633,08.
Dan lalu terakhir Nasdaq Composite (IXIC) juga turun 219,01 poin atau 3,05%, menjadi 6.969,25. Penurunan ini, tidak terlepas dari meredanya ketegangan dagang antara Amerika Serikat dan China. Sebab, meskipun mereda, para investor masih erud mencari tahu apakah ketegangan perang dagang antara Amerika Serikat dan Cina benar-benar berakhir atau tidak.
Penasihat dagang Gedung Putih, Peter Navarro mengatakan, pejabat AS akan menaikkan tarif jika kedua negara tidak mencapai kesepakatan selama 90 hari periode negosiasi. Tentunya, ini sangat berpengaruh pada pasar mengingat bursa saham Amerika Serikat terikat dengan Yield alias obligasi dan Surat Utang.
&quot;Ini adalah krisis kepercayaan pada situasi perdagangan; apa yang akan terjadi di sana, dan mungkin sedikit krisis kepercayaan di The Fed, mengingat betapa cepat mereka harus mengubah 'nada' mereka,&quot; ujar  Kepala Investasi Greenwood Capital Associates Walter Todd.
(Baca juga: Wall Street Dibuka Lesu Usai Rilis Data Tenaga Kerja)</description><content:encoded>JAKARTA - Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Jumat (7/12/2018) waktu setempat. Bursa saham Amerika Serikat mengalami penurunan lebih dari 2%.
Melansir dari Reuters, Sabtu (8/12/2018), indeks  Dow Jones Industrial Average (DJI) turun 558,72 poin atau 2,24 %, menjadi 24.388,95. kemudian S&amp;amp;P 500 (SPX) juga harus turun 62,87 poin atau 2,33%, menjadi 2.633,08.
Dan lalu terakhir Nasdaq Composite (IXIC) juga turun 219,01 poin atau 3,05%, menjadi 6.969,25. Penurunan ini, tidak terlepas dari meredanya ketegangan dagang antara Amerika Serikat dan China. Sebab, meskipun mereda, para investor masih erud mencari tahu apakah ketegangan perang dagang antara Amerika Serikat dan Cina benar-benar berakhir atau tidak.
Penasihat dagang Gedung Putih, Peter Navarro mengatakan, pejabat AS akan menaikkan tarif jika kedua negara tidak mencapai kesepakatan selama 90 hari periode negosiasi. Tentunya, ini sangat berpengaruh pada pasar mengingat bursa saham Amerika Serikat terikat dengan Yield alias obligasi dan Surat Utang.
&quot;Ini adalah krisis kepercayaan pada situasi perdagangan; apa yang akan terjadi di sana, dan mungkin sedikit krisis kepercayaan di The Fed, mengingat betapa cepat mereka harus mengubah 'nada' mereka,&quot; ujar  Kepala Investasi Greenwood Capital Associates Walter Todd.
(Baca juga: Wall Street Dibuka Lesu Usai Rilis Data Tenaga Kerja)</content:encoded></item></channel></rss>
