<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Peserta CPNS Jalani Tes SKB, Kementerian PANRB: Jadi ASN Tak Mudah</title><description>Sekretaris PANRB Dwi Wahyu Atmaji mengamati pelaksanaan tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB)</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/12/09/320/1988898/peserta-cpns-jalani-tes-skb-kementerian-panrb-jadi-asn-tak-mudah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/12/09/320/1988898/peserta-cpns-jalani-tes-skb-kementerian-panrb-jadi-asn-tak-mudah"/><item><title>   Peserta CPNS Jalani Tes SKB, Kementerian PANRB: Jadi ASN Tak Mudah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/12/09/320/1988898/peserta-cpns-jalani-tes-skb-kementerian-panrb-jadi-asn-tak-mudah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/12/09/320/1988898/peserta-cpns-jalani-tes-skb-kementerian-panrb-jadi-asn-tak-mudah</guid><pubDate>Minggu 09 Desember 2018 19:44 WIB</pubDate><dc:creator>Jamilah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/12/09/320/1988898/peserta-cpns-jalani-tes-skb-kementerian-panrb-jadi-asn-tak-mudah-H4RevVY50v.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dok Kementerian PANRB</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/12/09/320/1988898/peserta-cpns-jalani-tes-skb-kementerian-panrb-jadi-asn-tak-mudah-H4RevVY50v.jpg</image><title>Dok Kementerian PANRB</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Dwi Wahyu Atmaji mengamati pelaksanaan tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) PANRB dan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) tahap pertama di Kantor Kementerian PANRB.

Dwi Wahyu mengatakan bahwa para peserta yang dapat mengikuti tes SKB merupakan orang pilihan dari ratusan orang yang mendaftar.

&amp;ldquo;Proses yang dilalui adik-adik tidaklah mudah, dari ratusan yang mendaftar, kalianlah yang berhak mengikuti tes SKB. Hal itu menunjukkan bahwa menjadi seorang ASN tidaklah mudah, proses yang dilalui sangatlah ketat,&amp;rdquo; ujar Atmaji yang dikutip dari Kementerian PANRB, Jakarta, Minggu (9/12/2018).
&amp;nbsp;Baca Juga: Pengantin Baru Ini Rela Tunda Resepsi Pernikahan demi SKB CPNS
 
Atmaji mengatakan bahwa proses seleksi Peserta seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sangat ketat, transparan dan obyektif, karena menggunakan sistem Computer Asissted Test (CAT). Dimana dengan sistem tersebut hanya kemampuan sendiri yang dapat menentukan hasil terbaik.

Dia mencontohkan bahwa anaknya sendiri tidak berhasil lolos dalam Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) menggunakan sistem CAT, oleh sebab itu seleksi CPNS sangatlah transparan dan obyektif, tidak ada orang lain yang dapat membantu kelulusan seorang peserta.

Kemudian Sekretaris Kementerian PANRB mengimbau agar peserta tes SKB dapat mengerjakan soal dengan kesunguhan, santai, dan berikan yang terbaik. Namun, untuk yang belum lolos ke tahap SKB, diharapkan agar tetap semangat dan tidak mudah menyerah, masih ada kesempatan ditahun selanjutnya, harus diimbangi dengan usaha yag maksimal.
&amp;nbsp;Baca Juga: Kena Cacar Air, Suami Istri Ini Jalani SKB CPNS di Ruang Karantina
Sementara itu, Komisioner KASN Tasdik Kinanto mengatakan bahwa para peserta tes SKB akan berkompetisi secara adil, hal tersebut melihat peserta yang masuk ke tahap SKB merupakan orang pilihan dan memiliki kompetensi dibidang masing-masing. Menurutnya hasil seleksi dari mulai administrasi,maupun SKD sangat ketat dan obyektif, karena memang saat ini Indonesia tengah mencari putra putri terbaik untuk membawa bangsa kearah yang lebih baik lagi.

&amp;ldquo;Kemenpan dan KASN membutuhkan tenaga baru, yang berminat demikian banyak namun yang diperlukan untuk mengisi formasi jumlahnya terbatas. Kira kira satu formasi direbutkan oleh 3 orang, dan ini kompetisi yang ketat dan obyektif,&amp;ldquo; ujarnya.

Tasdik berpesan agar peserta tes SKB tidak gugup, berkonsentrasi, berdoa, dan persiapkan diri untuk menjalani serangkaian tes SKB. Demikian juga halnya dengan peserta yang belum berhasil melaju ke tahap SKB, untuk dapat mencoba di tahun berikutnya dengan mempersiapkan diri sebaik baiknya.

Kepala Biro Sumber Daya Manusia (SDM) dan Umum Kementerian PANRB Sri Rejeki Nawangsasih menjelaskan proses pelaksanaan tes SKB akan dilakukan mulai tanggal 8 &amp;ndash; 12 Desember 2018. Proses SKB diawali dengan tes psikologi, tes dengan model Forum Group Discussion (FGD), kemudian wawancara psikolog.
&amp;nbsp;Baca Juga: Peserta CPNS Lolos Passing Grade Dapat Keistimewaan saat SKB
Setelah itu para peserta akan melalui tahap wawancara user yang akan diuji oleh para pejabat dilingkungan Kementerian PANRB, sesuai dengan posisi yang dilamar oleh peserta. Selanjutnya tes praktik kerja computer, lalu dilanjutkan dengan tes SKB dengan CAT, dan tes TOEFL.

Dijelaskan untuk bobot nilai pada tes SKB yakni tes substansi jabatan dengan penggunaan sistem CAT sebesar 50%, kemudian wawancara user sebanyak 25%, selanjutnya psikotes sebesar 15%, dan tes ITP TOEFL sebesar 10%.

Dengan serangkaian tes yang ketat diharapkan dapat menjaring calon ASN yang memiliki kualitas baik, kemampuan berkomunikasi dengan baik, serta kerjasama yang baik. &amp;ldquo;Yang paling penting tes SKB diharapkan melahirkan ASN yang berintegritas, profesional, dan mendunia,&amp;rdquo; pungkasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Dwi Wahyu Atmaji mengamati pelaksanaan tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) PANRB dan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) tahap pertama di Kantor Kementerian PANRB.

Dwi Wahyu mengatakan bahwa para peserta yang dapat mengikuti tes SKB merupakan orang pilihan dari ratusan orang yang mendaftar.

&amp;ldquo;Proses yang dilalui adik-adik tidaklah mudah, dari ratusan yang mendaftar, kalianlah yang berhak mengikuti tes SKB. Hal itu menunjukkan bahwa menjadi seorang ASN tidaklah mudah, proses yang dilalui sangatlah ketat,&amp;rdquo; ujar Atmaji yang dikutip dari Kementerian PANRB, Jakarta, Minggu (9/12/2018).
&amp;nbsp;Baca Juga: Pengantin Baru Ini Rela Tunda Resepsi Pernikahan demi SKB CPNS
 
Atmaji mengatakan bahwa proses seleksi Peserta seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sangat ketat, transparan dan obyektif, karena menggunakan sistem Computer Asissted Test (CAT). Dimana dengan sistem tersebut hanya kemampuan sendiri yang dapat menentukan hasil terbaik.

Dia mencontohkan bahwa anaknya sendiri tidak berhasil lolos dalam Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) menggunakan sistem CAT, oleh sebab itu seleksi CPNS sangatlah transparan dan obyektif, tidak ada orang lain yang dapat membantu kelulusan seorang peserta.

Kemudian Sekretaris Kementerian PANRB mengimbau agar peserta tes SKB dapat mengerjakan soal dengan kesunguhan, santai, dan berikan yang terbaik. Namun, untuk yang belum lolos ke tahap SKB, diharapkan agar tetap semangat dan tidak mudah menyerah, masih ada kesempatan ditahun selanjutnya, harus diimbangi dengan usaha yag maksimal.
&amp;nbsp;Baca Juga: Kena Cacar Air, Suami Istri Ini Jalani SKB CPNS di Ruang Karantina
Sementara itu, Komisioner KASN Tasdik Kinanto mengatakan bahwa para peserta tes SKB akan berkompetisi secara adil, hal tersebut melihat peserta yang masuk ke tahap SKB merupakan orang pilihan dan memiliki kompetensi dibidang masing-masing. Menurutnya hasil seleksi dari mulai administrasi,maupun SKD sangat ketat dan obyektif, karena memang saat ini Indonesia tengah mencari putra putri terbaik untuk membawa bangsa kearah yang lebih baik lagi.

&amp;ldquo;Kemenpan dan KASN membutuhkan tenaga baru, yang berminat demikian banyak namun yang diperlukan untuk mengisi formasi jumlahnya terbatas. Kira kira satu formasi direbutkan oleh 3 orang, dan ini kompetisi yang ketat dan obyektif,&amp;ldquo; ujarnya.

Tasdik berpesan agar peserta tes SKB tidak gugup, berkonsentrasi, berdoa, dan persiapkan diri untuk menjalani serangkaian tes SKB. Demikian juga halnya dengan peserta yang belum berhasil melaju ke tahap SKB, untuk dapat mencoba di tahun berikutnya dengan mempersiapkan diri sebaik baiknya.

Kepala Biro Sumber Daya Manusia (SDM) dan Umum Kementerian PANRB Sri Rejeki Nawangsasih menjelaskan proses pelaksanaan tes SKB akan dilakukan mulai tanggal 8 &amp;ndash; 12 Desember 2018. Proses SKB diawali dengan tes psikologi, tes dengan model Forum Group Discussion (FGD), kemudian wawancara psikolog.
&amp;nbsp;Baca Juga: Peserta CPNS Lolos Passing Grade Dapat Keistimewaan saat SKB
Setelah itu para peserta akan melalui tahap wawancara user yang akan diuji oleh para pejabat dilingkungan Kementerian PANRB, sesuai dengan posisi yang dilamar oleh peserta. Selanjutnya tes praktik kerja computer, lalu dilanjutkan dengan tes SKB dengan CAT, dan tes TOEFL.

Dijelaskan untuk bobot nilai pada tes SKB yakni tes substansi jabatan dengan penggunaan sistem CAT sebesar 50%, kemudian wawancara user sebanyak 25%, selanjutnya psikotes sebesar 15%, dan tes ITP TOEFL sebesar 10%.

Dengan serangkaian tes yang ketat diharapkan dapat menjaring calon ASN yang memiliki kualitas baik, kemampuan berkomunikasi dengan baik, serta kerjasama yang baik. &amp;ldquo;Yang paling penting tes SKB diharapkan melahirkan ASN yang berintegritas, profesional, dan mendunia,&amp;rdquo; pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
