<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Serahkan DIPA 2019, Presiden Jokowi Minta Jangan Ada Mark Up Anggaran</title><description>Presiden Joko Widodo menyerahkan DIPA kepada kementerian, lembaga dan pemerintah daerah di Istana  Negara, Jakarta, Selasa (11/12/2018).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/12/11/20/1989633/serahkan-dipa-2019-presiden-jokowi-minta-jangan-ada-mark-up-anggaran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/12/11/20/1989633/serahkan-dipa-2019-presiden-jokowi-minta-jangan-ada-mark-up-anggaran"/><item><title>Serahkan DIPA 2019, Presiden Jokowi Minta Jangan Ada Mark Up Anggaran</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/12/11/20/1989633/serahkan-dipa-2019-presiden-jokowi-minta-jangan-ada-mark-up-anggaran</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/12/11/20/1989633/serahkan-dipa-2019-presiden-jokowi-minta-jangan-ada-mark-up-anggaran</guid><pubDate>Selasa 11 Desember 2018 12:57 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/12/11/20/1989633/serahkan-dipa-2019-presiden-jokowi-minta-jangan-ada-mark-up-anggaran-SzyMJMjF1C.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi (Foto: Fakhri/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/12/11/20/1989633/serahkan-dipa-2019-presiden-jokowi-minta-jangan-ada-mark-up-anggaran-SzyMJMjF1C.jpeg</image><title>Presiden Jokowi (Foto: Fakhri/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) kepada kementerian, lembaga dan pemerintah daerah di Istana Negara, Jakarta, Selasa (11/12/2018).
Penyerahan DIPA tersebut dilakukan setelah Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Baca Juga: Sri Mulyani Buka-bukaan soal APBN 2019
Jokowi mengatakan  bahwa belanja pemerintah harus fokus dengan kegiatan utama yang dapat memberikan manfaat optimal pada masyarakat. Sehingga uang rakyat tidak hanya digunakan untuk rapat-rapat, perjalanan dinas, honor dan lain-lainnya.
&quot;Pastikan semuanya program berjalan dengan baik, artinya pantau terus anggaran secara berjala, bulanan atau triwulan, anggaran 2019 ini betul-betul digunakan untuk rakyat,&quot; ucap Jokowi.

Jokowi meminta jajarannya dan pemda tidak lagi melakukan perbuatan mark up anggaran agar anggaran benar-benar digunakan untuk kepentingan rakyat.
&quot;Jangan ada lagi perbuatan-perbuatan korupsi, mark up, dan kegiatan menyimpang, betul-betul pastikan anggaran kita dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat, betul-betul diterima oleh yang membutuhkan,&quot; sambung Jokowi.
Baca Juga: Sri Mulyani Usul Asumsi Kurs Rp15.000/USD di 2019
Pemerintah menargetkan penerimaan negara sebesar Rp2.165,1 triliun atau meningkat 14,27% dari asumsi penerimaan di APBN 2018 senilai Rp1.894,7 triliun pada 2019. Sementara belanja negara dipatok Rp2.461,1 triliun atau naik &amp;lrm;10,83% dari Rp2.220,6 triliun pada tahun ini.
Dari postur penerimaan dan belanja tersebut, pemerintah mengasumsikan defisit anggaran sebesar Rp296 triliun atau 1,84% dari Produk Domestik Bruto (PDB) dan defisit keseimbangan primer menjadi Rp20,1 triliun.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) kepada kementerian, lembaga dan pemerintah daerah di Istana Negara, Jakarta, Selasa (11/12/2018).
Penyerahan DIPA tersebut dilakukan setelah Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Baca Juga: Sri Mulyani Buka-bukaan soal APBN 2019
Jokowi mengatakan  bahwa belanja pemerintah harus fokus dengan kegiatan utama yang dapat memberikan manfaat optimal pada masyarakat. Sehingga uang rakyat tidak hanya digunakan untuk rapat-rapat, perjalanan dinas, honor dan lain-lainnya.
&quot;Pastikan semuanya program berjalan dengan baik, artinya pantau terus anggaran secara berjala, bulanan atau triwulan, anggaran 2019 ini betul-betul digunakan untuk rakyat,&quot; ucap Jokowi.

Jokowi meminta jajarannya dan pemda tidak lagi melakukan perbuatan mark up anggaran agar anggaran benar-benar digunakan untuk kepentingan rakyat.
&quot;Jangan ada lagi perbuatan-perbuatan korupsi, mark up, dan kegiatan menyimpang, betul-betul pastikan anggaran kita dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat, betul-betul diterima oleh yang membutuhkan,&quot; sambung Jokowi.
Baca Juga: Sri Mulyani Usul Asumsi Kurs Rp15.000/USD di 2019
Pemerintah menargetkan penerimaan negara sebesar Rp2.165,1 triliun atau meningkat 14,27% dari asumsi penerimaan di APBN 2018 senilai Rp1.894,7 triliun pada 2019. Sementara belanja negara dipatok Rp2.461,1 triliun atau naik &amp;lrm;10,83% dari Rp2.220,6 triliun pada tahun ini.
Dari postur penerimaan dan belanja tersebut, pemerintah mengasumsikan defisit anggaran sebesar Rp296 triliun atau 1,84% dari Produk Domestik Bruto (PDB) dan defisit keseimbangan primer menjadi Rp20,1 triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
