<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI Akan Terbitkan Sukuk, Ini Alasannya</title><description>Bank Indonesia (BI) akan menerbitkan Sukuk Bank Indonesia sebagai instrumen baru.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/12/11/20/1989938/bi-akan-terbitkan-sukuk-ini-alasannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/12/11/20/1989938/bi-akan-terbitkan-sukuk-ini-alasannya"/><item><title>BI Akan Terbitkan Sukuk, Ini Alasannya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/12/11/20/1989938/bi-akan-terbitkan-sukuk-ini-alasannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/12/11/20/1989938/bi-akan-terbitkan-sukuk-ini-alasannya</guid><pubDate>Selasa 11 Desember 2018 20:55 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/12/11/20/1989938/bi-akan-terbitkan-sukuk-ini-alasannya-XpdQzEB63d.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/12/11/20/1989938/bi-akan-terbitkan-sukuk-ini-alasannya-XpdQzEB63d.jpg</image><title>Foto: Okezone</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) akan menerbitkan Sukuk Bank Indonesia sebagai instrumen baru untuk memperdalam pasar keuangan dalam negeri.

Penerbitan sukuk oleh bank sentral juga sudah lebih dahulu dilakukan Bank Negara Malaysia, Central Bank of Bahrain, dan Central Bank of Jordan.
&amp;nbsp;Baca Juga: Kemenkeu Optimistis Raup Rp1 Triliun dari Sukuk Negara Tabungan 002
Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan, Sukuk Bank Indonesia memiliki tenor yang lebih pendek dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) yang diterbitkan pemerintah. Sukuk yang diterbitkan oleh BI ini memiliki tenor 2 minggu, 1 bulan, juga 3 bulan.

&quot;Insya Allah akan terus dikembangkan jadi 6 bulan, 9 bulan, hingga 12 bulan,&quot; kata Perry dalam konferensi pers Indonesia Shari'a Economic Festival (ISEF) di Grand City, Surabaya, Selasa (11/12/2018).
&amp;nbsp;Baca Juga: BI: Keuangan Syariah Indonesia Mulai Bergeliat
Dia menyatakan, diterbitkannya sukuk ini juga didorong instrumen BI yakni repurchase agreement (repo) SBSN kurang diminati oleh pasar. &quot;Setelah kita lihat dari pengembangan di berbagai negara dan kebutuhan Indonesia, Sukuk BI dengan underlying SBN lebih market friendly,&quot; imbuhnya.

Perry mengatakan, Sukuk Bank Indonesia juga sudah disosialisasikan dengan industri keuangan yang disambut baik oleh pasar. Saat ini instrumen baru itu tinggal menunggu pengesahan payung hukumnya yakni Peraturan Bank Indonesia (PBI).
&amp;nbsp;Baca Juga: Gubernur BI: Kewirausahaan Pesantren Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Adapun penerbitan sukuk ini  untuk menambah alternatif instrumen pasar uang syariah yang tradable dan dapat menjadi solusi jangka pendek kebutuhan likuiditas perbankan.

Instrumen Sukuk tersebut akan melengkapi instrumen moneter syariah BI yang ada saat ini seperti Sertifikat Bank Indonesia Syariah (SBIS), Fasilitas Bank Indonesia Syariah (Fasbis), reverse repo syariah, dan repo SBSN.

</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) akan menerbitkan Sukuk Bank Indonesia sebagai instrumen baru untuk memperdalam pasar keuangan dalam negeri.

Penerbitan sukuk oleh bank sentral juga sudah lebih dahulu dilakukan Bank Negara Malaysia, Central Bank of Bahrain, dan Central Bank of Jordan.
&amp;nbsp;Baca Juga: Kemenkeu Optimistis Raup Rp1 Triliun dari Sukuk Negara Tabungan 002
Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan, Sukuk Bank Indonesia memiliki tenor yang lebih pendek dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) yang diterbitkan pemerintah. Sukuk yang diterbitkan oleh BI ini memiliki tenor 2 minggu, 1 bulan, juga 3 bulan.

&quot;Insya Allah akan terus dikembangkan jadi 6 bulan, 9 bulan, hingga 12 bulan,&quot; kata Perry dalam konferensi pers Indonesia Shari'a Economic Festival (ISEF) di Grand City, Surabaya, Selasa (11/12/2018).
&amp;nbsp;Baca Juga: BI: Keuangan Syariah Indonesia Mulai Bergeliat
Dia menyatakan, diterbitkannya sukuk ini juga didorong instrumen BI yakni repurchase agreement (repo) SBSN kurang diminati oleh pasar. &quot;Setelah kita lihat dari pengembangan di berbagai negara dan kebutuhan Indonesia, Sukuk BI dengan underlying SBN lebih market friendly,&quot; imbuhnya.

Perry mengatakan, Sukuk Bank Indonesia juga sudah disosialisasikan dengan industri keuangan yang disambut baik oleh pasar. Saat ini instrumen baru itu tinggal menunggu pengesahan payung hukumnya yakni Peraturan Bank Indonesia (PBI).
&amp;nbsp;Baca Juga: Gubernur BI: Kewirausahaan Pesantren Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Adapun penerbitan sukuk ini  untuk menambah alternatif instrumen pasar uang syariah yang tradable dan dapat menjadi solusi jangka pendek kebutuhan likuiditas perbankan.

Instrumen Sukuk tersebut akan melengkapi instrumen moneter syariah BI yang ada saat ini seperti Sertifikat Bank Indonesia Syariah (SBIS), Fasilitas Bank Indonesia Syariah (Fasbis), reverse repo syariah, dan repo SBSN.

</content:encoded></item></channel></rss>
