<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Eric Schmidt Akui Gagal Bangun Jaringan Sosial Google</title><description>Schmidt juga tidak malu menyebut kegagalannya, terutama di jaringan sosial Google</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/12/11/320/1989618/eric-schmidt-akui-gagal-bangun-jaringan-sosial-google</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/12/11/320/1989618/eric-schmidt-akui-gagal-bangun-jaringan-sosial-google"/><item><title>Eric Schmidt Akui Gagal Bangun Jaringan Sosial Google</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/12/11/320/1989618/eric-schmidt-akui-gagal-bangun-jaringan-sosial-google</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/12/11/320/1989618/eric-schmidt-akui-gagal-bangun-jaringan-sosial-google</guid><pubDate>Selasa 11 Desember 2018 12:34 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/12/11/320/1989618/eric-schmidt-akui-gagal-bangun-jaringan-sosial-google-nkvZuBEeRA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Reuters</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/12/11/320/1989618/eric-schmidt-akui-gagal-bangun-jaringan-sosial-google-nkvZuBEeRA.jpg</image><title>Foto: Reuters</title></images><description>JAKARTA - Sebagai seorang CEO, tangan dingin Eric Schmidt sudah diakui. Dialah orang yang turut membesarkan Google.
Namun, Schmidt juga tidak malu menyebut kegagalannya, terutama di jaringan sosial Google, Google Groups. &amp;ldquo;Saya kira, kami tidak sepenuhnya memahami cara melakukannya,&amp;rdquo; ungkapnya.
Dalam sebuah wawancara, mantan CEO Google itu mengatakan bahwa kegagalan perusahaan untuk membangun jaringan sosial terbesar masa depan sebagian besar adalah kesalahannya.
Baca Juga: Punya Kekayaan Rp192 Triliun, Begini Keseharian Mantan Bos Google
&amp;ldquo;Saya akui bahwa munculnya Facebook dan lainnya terjadi pada masa saya,&amp;rdquo; ujar Schmidt. Dia mengatakan, hal tersebut karena usianya. &amp;ldquo;Karena kami tidak menggunakannya secara kolektif, kami tidak sepenuhnya memahami cara melakukannya,&amp;rdquo; ungkapnya.
&amp;ldquo;Ya, saya harus bertanggung jawab atas kegagalan ini,&amp;rdquo; kata Schmidt mengacu pada Google Groups, sebuah produk yang kebanyakan orang hanya digunakan untuk membuat grup email, padahal ditujukan untuk media sosial.

&amp;ldquo;Ada banyak hal yang tidak beres. Tetapi, karena saat itu saya menjadi CEO, itu mungkin salah satu kesalahan fatal yang saya lakukan,&amp;rdquo; tuturnya.
Google+ bisa jadi upaya Google yang paling agresif untuk memasuki jejaring sosial. Diluncurkan pada Juni 2011, berbulan-bulan setelah Schmidt menyerahkan tugas CEO ke Larry Page pada Januari, meski ada beberapa jejaring sosial lainnya yang salah sasaran, termasuk Google Buzz dan Google Wave yang nahas.
&amp;nbsp;Baca Juga: Miliarder Mukesh Ambani Nikahkan Putrinya, Gelar Pesta Paling Mewah di India
Salah satu dari beberapa titik terang sejarah Google adalah akuisisi YouTube pada 2006. &amp;ldquo;Hari ini kami memiliki jaringan sosial cukup kuat yang tertanam di YouTube , tapi saya pikir itu adil untuk mengatakan bahwa kebangkitan Facebook dll terjadi pada masa saya menjadi CEO,&amp;rdquo; kata Schmidt.


</description><content:encoded>JAKARTA - Sebagai seorang CEO, tangan dingin Eric Schmidt sudah diakui. Dialah orang yang turut membesarkan Google.
Namun, Schmidt juga tidak malu menyebut kegagalannya, terutama di jaringan sosial Google, Google Groups. &amp;ldquo;Saya kira, kami tidak sepenuhnya memahami cara melakukannya,&amp;rdquo; ungkapnya.
Dalam sebuah wawancara, mantan CEO Google itu mengatakan bahwa kegagalan perusahaan untuk membangun jaringan sosial terbesar masa depan sebagian besar adalah kesalahannya.
Baca Juga: Punya Kekayaan Rp192 Triliun, Begini Keseharian Mantan Bos Google
&amp;ldquo;Saya akui bahwa munculnya Facebook dan lainnya terjadi pada masa saya,&amp;rdquo; ujar Schmidt. Dia mengatakan, hal tersebut karena usianya. &amp;ldquo;Karena kami tidak menggunakannya secara kolektif, kami tidak sepenuhnya memahami cara melakukannya,&amp;rdquo; ungkapnya.
&amp;ldquo;Ya, saya harus bertanggung jawab atas kegagalan ini,&amp;rdquo; kata Schmidt mengacu pada Google Groups, sebuah produk yang kebanyakan orang hanya digunakan untuk membuat grup email, padahal ditujukan untuk media sosial.

&amp;ldquo;Ada banyak hal yang tidak beres. Tetapi, karena saat itu saya menjadi CEO, itu mungkin salah satu kesalahan fatal yang saya lakukan,&amp;rdquo; tuturnya.
Google+ bisa jadi upaya Google yang paling agresif untuk memasuki jejaring sosial. Diluncurkan pada Juni 2011, berbulan-bulan setelah Schmidt menyerahkan tugas CEO ke Larry Page pada Januari, meski ada beberapa jejaring sosial lainnya yang salah sasaran, termasuk Google Buzz dan Google Wave yang nahas.
&amp;nbsp;Baca Juga: Miliarder Mukesh Ambani Nikahkan Putrinya, Gelar Pesta Paling Mewah di India
Salah satu dari beberapa titik terang sejarah Google adalah akuisisi YouTube pada 2006. &amp;ldquo;Hari ini kami memiliki jaringan sosial cukup kuat yang tertanam di YouTube , tapi saya pikir itu adil untuk mengatakan bahwa kebangkitan Facebook dll terjadi pada masa saya menjadi CEO,&amp;rdquo; kata Schmidt.


</content:encoded></item></channel></rss>
