<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Minyak Terus Naik Akibat Rusia Pangkas Produksi hingga 60.000 Barel/Hari</title><description>Menteri Energi Rusia Alexander Novak mengumumkan bahwa negaranya akan memangkas produksi minyaknya paling sedikit 50.000</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/12/12/320/1990041/harga-minyak-terus-naik-akibat-rusia-pangkas-produksi-hingga-60-000-barel-hari</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/12/12/320/1990041/harga-minyak-terus-naik-akibat-rusia-pangkas-produksi-hingga-60-000-barel-hari"/><item><title>Harga Minyak Terus Naik Akibat Rusia Pangkas Produksi hingga 60.000 Barel/Hari</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/12/12/320/1990041/harga-minyak-terus-naik-akibat-rusia-pangkas-produksi-hingga-60-000-barel-hari</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/12/12/320/1990041/harga-minyak-terus-naik-akibat-rusia-pangkas-produksi-hingga-60-000-barel-hari</guid><pubDate>Rabu 12 Desember 2018 07:13 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/12/12/320/1990041/harga-minyak-terus-naik-karena-rusia-pangkas-produksi-hingga-60-000-barel-hari-mUGrQGBrq9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Produksi Minyak (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/12/12/320/1990041/harga-minyak-terus-naik-karena-rusia-pangkas-produksi-hingga-60-000-barel-hari-mUGrQGBrq9.jpg</image><title>Ilustrasi: Produksi Minyak (Foto: Shutterstock)</title></images><description>NEW YORK - Harga minyak memperpanjang kenaikan pada perdagangan Selasa, karena Rusia berencana untuk memangkas produksi minyaknya bulan depan dan perusahaan minyak nasional Lybia menyatakan penghentian paksa produksi karena force majeure.
Melansir Xinhua, Rabu (12/12/2018), Menteri Energi Rusia Alexander Novak mengumumkan bahwa negaranya akan memangkas produksi minyaknya paling sedikit 50.000 hingga 60.000 barel per hari (bpd) pada Januari. Hal ini menandakan bahwa produksinya akan menjadi sekitar 11,35 juta bph bulan depan, sedikit lebih rendah dari 11,37 juta.
Namun Novak menekankan bahwa pengurangan pasokan akan dilakukan secara bertahap. &quot;Semuanya akan bergantung pada kemungkinan teknologi dan iklim. Kami akan mendapatkan proposal dari perusahaan,&quot; kata Novak kepada wartawan.
Baca Juga: Harga Minyak Meningkat, Potensi Penurunan Harga Pertamax Cs Tertutup
Sementara itu, Perusahaan Minyak Nasional Lybia (NOC) menyatakan sebuah keadaan force majeure pada ekspor dari produsen terbesar negara itu, ladang minyak El Sharara pada 9 Desember, yang diduduki oleh kelompok milisi selama akhir pekan.
Penghentian pasokan akan menyebabkan hilangnya produksi 315.000 bpd, dan kerugian tambahan 73.000 bpd di ladang minyak El Feel karena ketergantungannya pada El Sharara untuk pasokan listrik, kata NOC dalam sebuah pernyataan.
Baca Juga: Harga Minyak Brent Naik, Dibanderol Rp61,69 per Barel
Karena Libya dikecualikan dari kesepakatan pengurangan produksi 1,2 juta barel per hari yang diumumkan oleh OPEC dan sekutunya pekan lalu. Para analis mengatakan pengurangan output terbaru akan membantu menopang sentimen investor dan mengurangi kekhawatiran yang sedang berlangsung atas kelebihan pasokan.
West Texas Intermediate untuk pengiriman Januari meningkat USD0,65 untuk menetap di USD51,65 per barel di New York Mercantile Exchange, sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Januari naik USD0,23 menjadi ditutup pada USD60,2 per barel di London ICE Futures Exchange.</description><content:encoded>NEW YORK - Harga minyak memperpanjang kenaikan pada perdagangan Selasa, karena Rusia berencana untuk memangkas produksi minyaknya bulan depan dan perusahaan minyak nasional Lybia menyatakan penghentian paksa produksi karena force majeure.
Melansir Xinhua, Rabu (12/12/2018), Menteri Energi Rusia Alexander Novak mengumumkan bahwa negaranya akan memangkas produksi minyaknya paling sedikit 50.000 hingga 60.000 barel per hari (bpd) pada Januari. Hal ini menandakan bahwa produksinya akan menjadi sekitar 11,35 juta bph bulan depan, sedikit lebih rendah dari 11,37 juta.
Namun Novak menekankan bahwa pengurangan pasokan akan dilakukan secara bertahap. &quot;Semuanya akan bergantung pada kemungkinan teknologi dan iklim. Kami akan mendapatkan proposal dari perusahaan,&quot; kata Novak kepada wartawan.
Baca Juga: Harga Minyak Meningkat, Potensi Penurunan Harga Pertamax Cs Tertutup
Sementara itu, Perusahaan Minyak Nasional Lybia (NOC) menyatakan sebuah keadaan force majeure pada ekspor dari produsen terbesar negara itu, ladang minyak El Sharara pada 9 Desember, yang diduduki oleh kelompok milisi selama akhir pekan.
Penghentian pasokan akan menyebabkan hilangnya produksi 315.000 bpd, dan kerugian tambahan 73.000 bpd di ladang minyak El Feel karena ketergantungannya pada El Sharara untuk pasokan listrik, kata NOC dalam sebuah pernyataan.
Baca Juga: Harga Minyak Brent Naik, Dibanderol Rp61,69 per Barel
Karena Libya dikecualikan dari kesepakatan pengurangan produksi 1,2 juta barel per hari yang diumumkan oleh OPEC dan sekutunya pekan lalu. Para analis mengatakan pengurangan output terbaru akan membantu menopang sentimen investor dan mengurangi kekhawatiran yang sedang berlangsung atas kelebihan pasokan.
West Texas Intermediate untuk pengiriman Januari meningkat USD0,65 untuk menetap di USD51,65 per barel di New York Mercantile Exchange, sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Januari naik USD0,23 menjadi ditutup pada USD60,2 per barel di London ICE Futures Exchange.</content:encoded></item></channel></rss>
