<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kajian Reklamasi untuk Perluasan Bandara Soetta Harus Matang   </title><description>Proyek reklamasi untuk perluasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) harus dilakukan dengan kajian matang</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/12/12/320/1990116/kajian-reklamasi-untuk-perluasan-bandara-soetta-harus-matang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/12/12/320/1990116/kajian-reklamasi-untuk-perluasan-bandara-soetta-harus-matang"/><item><title>Kajian Reklamasi untuk Perluasan Bandara Soetta Harus Matang   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/12/12/320/1990116/kajian-reklamasi-untuk-perluasan-bandara-soetta-harus-matang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/12/12/320/1990116/kajian-reklamasi-untuk-perluasan-bandara-soetta-harus-matang</guid><pubDate>Rabu 12 Desember 2018 11:18 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/12/12/320/1990116/kajian-reklamasi-untuk-perluasan-bandara-soetta-harus-matang-55sNt3C68f.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Foto Antara</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/12/12/320/1990116/kajian-reklamasi-untuk-perluasan-bandara-soetta-harus-matang-55sNt3C68f.jpg</image><title>Ilustrasi: Foto Antara</title></images><description>JAKARTA - Proyek reklamasi untuk perluasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) di Tangerang, Banten harus dilakukan dengan kajian matang dan memenuhi semua persyaratan.
Pengamat kebijakan publik Universitas Trisakti Yayat Supriatna mengatakan, proyek reklamasi untuk perluasan Bandara Soetta jangan dikerjakan tergesa-gesa untuk menghindari munculnya persoalan seperti pada proyek reklamasi Teluk Jakarta.
Menurut Yayat, kajian pemanfaatan proyek tersebut harus jelas, memenuhi semua syarat, termasuk sumber materialnya dan pengerjaannya. &amp;ldquo;Supaya tidak meninggalkan masalah seperti reklamasi di Teluk Jakarta, pertimbangan reklamasi Bandara Soetta harus komprehensif,&amp;rdquo; ujarnya.
Baca Juga: Presiden Jokowi Minta PembangunanRunway 3 Bandara Soetta Dipercepat
Yayat menambahkan, pemanfaatan lahan reklamasi untuk Bandara Soetta juga harus diperjelas sejak awal, apakah meliputi landasan pacu atau hanya fasilitas pendukung dari bandara yang sudah ada. Menurut Yayat, reklamasi untuk Bandara Soetta akan dibangun 15-20 km dari Bandara Soetta yang sudah beroperasi saat ini.
Lahan yang di perlukan mencapai 2.000 hektare untuk menampung hingga 100 juta penumpang pada 2024. &amp;ldquo;Kalau jadi landasan pacu, kan ada standar panjangnya karena membuat bandara di atas lahan reklamasi itu enggak gampang,&amp;rdquo; ucap Yayat.
Anggota Komisi V DPR Bambang Haryo menyampaikan dukungannya pada rencana perluasan Bandara Soekarno-Hatta di atas lahan reklamasi. Menurut dia, perluasan bandara di lahan reklamasi adalah solusi tepat untuk meningkatkan angka perjalanan, pertumbuhan ekonomi, dan pelayanan pada masyarakat.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/06/11/50733/257328_medium.jpg&quot; alt=&quot;Arus Mudik Bandara Soetta Diprediksi Terjadi Selasa 12 Juni 2018&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Anggota Fraksi Partai Gerindra itu mengungkapkan, proyek reklamasi memang sebaiknya dimanfaatkan untuk infrastruktur publik seperti perluasan Bandara Soetta tersebut. Dia menyebut penggunaan lahan reklamasi untuk pelayanan publik adalah tepat dibanding hanya memanfaatkannya untuk lahan permukiman komersial.
&amp;ldquo;Daripada pulau reklamasi jadi konsep perumahan, mending jadi fasilitas publik, infrastruktur publik (seperti bandara),&amp;rdquo; kata Bambang.
Bambang meminta proyek dikerjakan dengan kajian yang matang dan pengawasan ketat agar prosesnya memenuhi semua syarat. Selain itu, Bambang mendorong proyek reklamasi untuk perluasan Bandara Soetta juga di integrasikan dengan kawasan industri. Perluasan Bandara Soetta di atas lahan reklamasi ini rencananya dimulai pada 2020.
Baca Juga: Terminal 4 Bandara Soetta Mulai Dibangun 2019
Berdasarkan kajian Angkasa Pura (AP) II, diperlukan lahan seluas 2.000 hektare dan investasi Rp100 triliun untuk perluasan Bandara Soetta. Perluasan bandara yang sudah beroperasi sejak 1985 itu dilakukan untuk meningkatkan daya tampung penumpang yang diprediksi mencapai 100 juta penumpang pada 2024 dari 63 juta penumpang pada 2017. Kajian masih terus dilakukan AP II untuk memastikan proyeknya berjalan, bermanfaat, dan memenuhi semua syarat.
Adapun rencana perluasan Bandara Soetta juga didukung Komite Ekonomi dan Industri Nasional Republik Indonesia karena akan mendongkrak kunjungan pariwisata, ekonomi, dan menyerap tenaga kerja. &amp;ldquo;Rencana pembangunan Bandara Soetta II akan memberi daya gedor yang cukup signifikan pada sektor pari wisata. Kita harus mendukung rencana pemerintah dan Angkasa Pura II ini.
Bandara adalah salah satu wajah Indonesia di mata internasional, selain sebagai entry gate untuk berbagai lalu lintas domestik dan internasional,&amp;rdquo; kata Ketua Pokja Pariwisata Komite Ekonomi dan Industri Nasional Republik Indonesia (KEIN RI) Doni Oskaria.



</description><content:encoded>JAKARTA - Proyek reklamasi untuk perluasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) di Tangerang, Banten harus dilakukan dengan kajian matang dan memenuhi semua persyaratan.
Pengamat kebijakan publik Universitas Trisakti Yayat Supriatna mengatakan, proyek reklamasi untuk perluasan Bandara Soetta jangan dikerjakan tergesa-gesa untuk menghindari munculnya persoalan seperti pada proyek reklamasi Teluk Jakarta.
Menurut Yayat, kajian pemanfaatan proyek tersebut harus jelas, memenuhi semua syarat, termasuk sumber materialnya dan pengerjaannya. &amp;ldquo;Supaya tidak meninggalkan masalah seperti reklamasi di Teluk Jakarta, pertimbangan reklamasi Bandara Soetta harus komprehensif,&amp;rdquo; ujarnya.
Baca Juga: Presiden Jokowi Minta PembangunanRunway 3 Bandara Soetta Dipercepat
Yayat menambahkan, pemanfaatan lahan reklamasi untuk Bandara Soetta juga harus diperjelas sejak awal, apakah meliputi landasan pacu atau hanya fasilitas pendukung dari bandara yang sudah ada. Menurut Yayat, reklamasi untuk Bandara Soetta akan dibangun 15-20 km dari Bandara Soetta yang sudah beroperasi saat ini.
Lahan yang di perlukan mencapai 2.000 hektare untuk menampung hingga 100 juta penumpang pada 2024. &amp;ldquo;Kalau jadi landasan pacu, kan ada standar panjangnya karena membuat bandara di atas lahan reklamasi itu enggak gampang,&amp;rdquo; ucap Yayat.
Anggota Komisi V DPR Bambang Haryo menyampaikan dukungannya pada rencana perluasan Bandara Soekarno-Hatta di atas lahan reklamasi. Menurut dia, perluasan bandara di lahan reklamasi adalah solusi tepat untuk meningkatkan angka perjalanan, pertumbuhan ekonomi, dan pelayanan pada masyarakat.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/06/11/50733/257328_medium.jpg&quot; alt=&quot;Arus Mudik Bandara Soetta Diprediksi Terjadi Selasa 12 Juni 2018&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Anggota Fraksi Partai Gerindra itu mengungkapkan, proyek reklamasi memang sebaiknya dimanfaatkan untuk infrastruktur publik seperti perluasan Bandara Soetta tersebut. Dia menyebut penggunaan lahan reklamasi untuk pelayanan publik adalah tepat dibanding hanya memanfaatkannya untuk lahan permukiman komersial.
&amp;ldquo;Daripada pulau reklamasi jadi konsep perumahan, mending jadi fasilitas publik, infrastruktur publik (seperti bandara),&amp;rdquo; kata Bambang.
Bambang meminta proyek dikerjakan dengan kajian yang matang dan pengawasan ketat agar prosesnya memenuhi semua syarat. Selain itu, Bambang mendorong proyek reklamasi untuk perluasan Bandara Soetta juga di integrasikan dengan kawasan industri. Perluasan Bandara Soetta di atas lahan reklamasi ini rencananya dimulai pada 2020.
Baca Juga: Terminal 4 Bandara Soetta Mulai Dibangun 2019
Berdasarkan kajian Angkasa Pura (AP) II, diperlukan lahan seluas 2.000 hektare dan investasi Rp100 triliun untuk perluasan Bandara Soetta. Perluasan bandara yang sudah beroperasi sejak 1985 itu dilakukan untuk meningkatkan daya tampung penumpang yang diprediksi mencapai 100 juta penumpang pada 2024 dari 63 juta penumpang pada 2017. Kajian masih terus dilakukan AP II untuk memastikan proyeknya berjalan, bermanfaat, dan memenuhi semua syarat.
Adapun rencana perluasan Bandara Soetta juga didukung Komite Ekonomi dan Industri Nasional Republik Indonesia karena akan mendongkrak kunjungan pariwisata, ekonomi, dan menyerap tenaga kerja. &amp;ldquo;Rencana pembangunan Bandara Soetta II akan memberi daya gedor yang cukup signifikan pada sektor pari wisata. Kita harus mendukung rencana pemerintah dan Angkasa Pura II ini.
Bandara adalah salah satu wajah Indonesia di mata internasional, selain sebagai entry gate untuk berbagai lalu lintas domestik dan internasional,&amp;rdquo; kata Ketua Pokja Pariwisata Komite Ekonomi dan Industri Nasional Republik Indonesia (KEIN RI) Doni Oskaria.



</content:encoded></item></channel></rss>
