<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mantan Ketua KPPU Heran Inflasi Rendah tapi Ribut Harga Pangan</title><description>Angka inflasi Indonesia secara tahunan sebesar 3,2%</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/12/12/320/1990490/mantan-ketua-kppu-heran-inflasi-rendah-tapi-ribut-harga-pangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/12/12/320/1990490/mantan-ketua-kppu-heran-inflasi-rendah-tapi-ribut-harga-pangan"/><item><title>Mantan Ketua KPPU Heran Inflasi Rendah tapi Ribut Harga Pangan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/12/12/320/1990490/mantan-ketua-kppu-heran-inflasi-rendah-tapi-ribut-harga-pangan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/12/12/320/1990490/mantan-ketua-kppu-heran-inflasi-rendah-tapi-ribut-harga-pangan</guid><pubDate>Rabu 12 Desember 2018 21:13 WIB</pubDate><dc:creator>Jamilah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/12/12/320/1990490/mantan-ketua-kppu-heran-inflasi-rendah-tapi-ribut-harga-pangan-eqnlmOWlpw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Jamilah</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/12/12/320/1990490/mantan-ketua-kppu-heran-inflasi-rendah-tapi-ribut-harga-pangan-eqnlmOWlpw.jpg</image><title>Foto: Jamilah</title></images><description>JAKARTA - Ekonom dan pengamat persaingan usaha Syarkawi Rauf mengatakan bahwa angka inflasi Indonesia secara tahunan sebesar 3,2% (year on year/yoy). Angka inflasi ini menunjukkan harga kebutuhan pokok stabil.
&amp;nbsp;Baca Juga: Minggu Pertama Desember Inflasi 0,3%, BI: Gara-Gara Harga Telur
Sebelumnya, inflasi Indonesia kurang lebih 8,6%. Namun pada 2018 inflasi tahunan 3,2%. Artinya harga kebutuhan pokok semakin stabil dan inflasi bahan pangan dari 10,57% menjadi 1,7%

&quot;Yang lebih menariknya dari sekian banyak komoditas, salah satu penyumbang inflasi terbesar adalah komoditas bahan makanan. Kalau dari data BPS pada 2015 inflasi bahan makan kita masih 10,56% tetapi kini tinggal 1,69%,&quot; kata Syarkawi yang juga mantan Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) di Jakarta, Rabu(12/12/2018).
&amp;nbsp;Baca Juga: BPS: Inflasi November 0,27%
Syarkawi mengatakan, masyarakat banyak berdebat tentang harga pangan naik, padahal data dari BPS menunjukkan inflasi semakin menurun menjadi 3,2%.

&quot;Ternyata selama ini inflasi bahan makan yang menyumbang inflasi paling besar kini mengalami penurunan yang signifikan,&quot; jelasnya.

Sementara data regional per provinsi hampir semua penyumbang pertumbuhan ekonomi bersumber dari pertumbuhan konsumsi. Bahkan Bank Indonesia menyebutkan pertumbuhan bahan pangan pada 2017 terbaik.

</description><content:encoded>JAKARTA - Ekonom dan pengamat persaingan usaha Syarkawi Rauf mengatakan bahwa angka inflasi Indonesia secara tahunan sebesar 3,2% (year on year/yoy). Angka inflasi ini menunjukkan harga kebutuhan pokok stabil.
&amp;nbsp;Baca Juga: Minggu Pertama Desember Inflasi 0,3%, BI: Gara-Gara Harga Telur
Sebelumnya, inflasi Indonesia kurang lebih 8,6%. Namun pada 2018 inflasi tahunan 3,2%. Artinya harga kebutuhan pokok semakin stabil dan inflasi bahan pangan dari 10,57% menjadi 1,7%

&quot;Yang lebih menariknya dari sekian banyak komoditas, salah satu penyumbang inflasi terbesar adalah komoditas bahan makanan. Kalau dari data BPS pada 2015 inflasi bahan makan kita masih 10,56% tetapi kini tinggal 1,69%,&quot; kata Syarkawi yang juga mantan Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) di Jakarta, Rabu(12/12/2018).
&amp;nbsp;Baca Juga: BPS: Inflasi November 0,27%
Syarkawi mengatakan, masyarakat banyak berdebat tentang harga pangan naik, padahal data dari BPS menunjukkan inflasi semakin menurun menjadi 3,2%.

&quot;Ternyata selama ini inflasi bahan makan yang menyumbang inflasi paling besar kini mengalami penurunan yang signifikan,&quot; jelasnya.

Sementara data regional per provinsi hampir semua penyumbang pertumbuhan ekonomi bersumber dari pertumbuhan konsumsi. Bahkan Bank Indonesia menyebutkan pertumbuhan bahan pangan pada 2017 terbaik.

</content:encoded></item></channel></rss>
