<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Diskon Besar-besaran Picu Perilaku Konsumtif Jelang Akhir Tahun</title><description>Menjelang akhir tahun sepertinya menjadi momen bagi masyarakat untuk  belanja besar-besaran, bertepatan dengan perayaan Natal dan Tahun Baru</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/12/16/320/1991975/diskon-besar-besaran-picu-perilaku-konsumtif-jelang-akhir-tahun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/12/16/320/1991975/diskon-besar-besaran-picu-perilaku-konsumtif-jelang-akhir-tahun"/><item><title>Diskon Besar-besaran Picu Perilaku Konsumtif Jelang Akhir Tahun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/12/16/320/1991975/diskon-besar-besaran-picu-perilaku-konsumtif-jelang-akhir-tahun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/12/16/320/1991975/diskon-besar-besaran-picu-perilaku-konsumtif-jelang-akhir-tahun</guid><pubDate>Minggu 16 Desember 2018 12:42 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/12/16/320/1991975/diskon-besar-besaran-picu-perilaku-konsumtif-jelang-akhir-tahun-lgLXtTRthm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Belanja online (Ilustrasi: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/12/16/320/1991975/diskon-besar-besaran-picu-perilaku-konsumtif-jelang-akhir-tahun-lgLXtTRthm.jpg</image><title>Belanja online (Ilustrasi: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Menjelang akhir tahun, sepertinya menjadi momen bagi masyarakat untuk belanja besar-besaran, bertepatan dengan perayaan Natal dan Tahun Baru serta keluarnya bonus dari kantor. Tak heran, para pengusaha ritel lantas menghadirkan program diskon menarik, tak terkecuali situs online shopping. Online shopping memang menjadi pilihan utama bagi masyarakat beberapa tahun terakhir untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari.
Belanja lewat dunia maya semakin diminati karena dapat menghemat waktu, biaya, dan tenaga, serta harga jual barang yang lebih kompetitif. Apalagi dengan jumlah pengguna smartphone yang terus bertambah dari waktu ke waktu diketahui sejalan dengan peningkatan jumlah pengakses toko online dari web maupun aplikasi.
Mengutip data dari iprice.co.id tentang perilaku konsumen online di Tanah Air, pada 2017 total transaksi belanja di dunia maya mencapai Rp75 triliun. Angka yang fantastis ini baru berasal dari sekitar 24,7 juta konsumen meskipun angka pengguna internet di Indonesia sudah menembus 132,7 juta orang pada awal 2017.
Baca Juga: Harbolnas 2018, Masyarakat Diminta Belanja Produk Lokal
Rata-rata jumlah pengeluaran mereka saat belanja online mencapai USD36 atau Rp481.000, dan bisa meningkat pada momen-momen tertentu seperti akhir tahun. Kenyataan inilah yang membuat sejumlah e-commerce bersatu menyelenggarakan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) setiap 12 Desember yang disebut sebagai pesta belanja online terbesar.
Kegiatan ini menghadirkan program menarik bagi penggila belanja online seperti promo menggiurkan, diskon besar, serta hadiah langsung. Salah satu e-commerce yang mengikuti Harbolnas adalah Shopee.
Perusahaan ecommerce di Asia Tenggara dan Taiwan ini sukses menggelar acara Shopee 12.12 Birthday Sale. Pada 12 Desember lalu, Shopee mencatatkan lebih dari 12 juta transaksi di tujuh negara, melampaui semua rekor yang pernah ada, termasuk Shopee 11.11 Big Sale lalu.

Didukung lebih dari 450.000 merek dan penjual, Shopee dikunjungi lebih dari 48 juta pengguna yang menikmati 60 juta promosi terbaik dari seluruh kategori. Selain itu, in-app game Shopee juga sangat diminati pengguna, yaitu Goyang Shopee yang telah dimainkan 46 juta kali dan Kuis Shopee telah diikuti 11 juta partisipan di tujuh negara.
Bersamaan dengan perayaan Harbolnas dari pencapaian Shopee tersebut, sebanyak 5,4 juta transaksi berasal dari Indonesia. Handphone dan aksesori, kecantikan, serta pakaian wanita merupakan tiga kategori terpopuler dengan brand terkemuka seperti Xiaomi, MamyPoko, dan Maybelline menjadi favorit pengguna Shopee.Chris Feng, CEO Shopee, mengutarakan, Shopee 12.12 Birthday Sale  menandai sejarah baru yang menjadi penutup manis tahun 2018 yang luar  biasa. &amp;ldquo;Menyusul kesuksesan Shopee 11.11 Big Sale pada November dan  Shopee 9.9 Super Shopping Day pada September, ini merupakan kuartal yang  sangat memuaskan karena berhasil melampaui rekor tahun lalu dan  menetapkan tolok ukur baru pada tahun depan,&amp;rdquo; tuturnya.
Senada dengan Shopee, program belanja online akhir tahun 2018 oleh  Blibli.com bertajuk &amp;ldquo;Blibli Histeria Jerat Jerit 10.10, 11.11, 12.12&amp;rdquo;  memperoleh sambutan antusias dengan mencatatkan jumlah customer  bertransaksi meningkat sebanyak 35 kali lipat dibandingkan hari biasa.
Lonjakan ini juga menyebabkan angka jumlah pesanan dan gross  merchandise value (GMV) meningkat masing-masing sebanyak 11 kali lipat  dibandingkan hari biasa. Produk yang dibeli customer secara online  terlihat semakin variatif serta jumlah merchant yang ikut mendapatkan  transaksi juga semakin meningkat.
Baca Juga: Harbolnas 2018, Ini Jam Paling Tepat untuk Belanja Online
Area Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek)  merupakan wilayah asal tertinggi pelanggan yang bertransaksi, yaitu  sebesar 70% dan metode bank transfer menjadi pembayaran terbanyak yang  dipilih oleh customer .
Kusumo Martanto, Chief Executive Officer Blibli.com, mengatakan,  pihaknya sangat mengapresiasi brand maupun merchant partner dan mitra  perbankan yang telah berpartisipasi di program Blibli Histeria Jerat  Jerit 10.10, 11.11, 12.12.
Demikian pula kepada para customer yang telah memilih Blibli.com  sebagai tempat belanja online untuk memenuhi kebutuhan akhir tahun.  Program belanja yang dikemas situs belanja online ini dengan berbagai  penawaran menarik dan gamification nyatanya telah memberikan hasil yang  memuaskan.

&amp;ldquo;Berbagai produk yang dibeli customer menunjukkan bahwa Blibli.com  merupakan ecommerce terpercaya untuk belanja barang asli dan  berkualitas,&amp;rdquo; kata Kusumo.
Kategori handphone dan gadget paling laris dibeli selama promo  belanja online akhir tahun di mana brand yang paling diminati adalah  Samsung dan Xiaomi. Produk groceries dari kategori BlibliMart menjadi  terlaris kedua dengan sabun cuci Sunlight, susu SGM, minyak goreng  Tropical dan Sunco paling banyak dibeli. Untuk kategori produk digital  dan Blibli Travel menempati posisi ketiga dan keempat paling laris  dibeli selama promosi berlangsung.
Pigeon paling dicari customer untuk kategori Ibu &amp;amp; Anak ,  sementara Fossil dan Brodo terlaris di kategori Fashion. Adapun brand  Polytron menjadi salah satu incaran customer di kategori Peralatan  Elektronik, sedangkan brand Yamaha merupakan produk paling laris di  kategori Automotif .
Produk-produk untuk memaksimalkan hobi juga banyak diminati, meliputi  kategori Kamera dengan brand Fujifilm, aktivitas Olahraga dan Luar  Ruang dengan official store NBA Store paling diminati, disusul brand  Nike, Adidas, dan Puma. Sementara Zyo dan Lojel mendominasi di kategori  Home &amp;amp; Living. Momentum pesta belanja online akhir tahun ini juga  digunakan Blibli.com untuk mendukung produk lokal, khususnya produk  UMKM.&amp;ldquo;Hal ini kami wujudkan dengan mendedikasikan satu hari khusus yang   bertema Fun Weekend Deal Produk Lokal yang berisi banyak penawaran   menarik untuk berbagai produk buatan dalam negeri.
Promo belanja online akhir tahun memang menjadi kesempatan customer   mencari produk dari berbagai brand ,&amp;rdquo; tutur Kusumo. Produk lokal yang   tersedia di kategori Galeri Indonesia juga menarik perhatian para   customer selama program berlangsung.
Karya anak bangsa tersebut meliputi Pineleaf, The Olive House, dan   Ame Raincoat yang juga merupakan finalis Top 20 The Big Start Indonesia   Season 3 , adalah brand paling laris dibeli. Sementara itu, Ketua Umum   Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (DPP   APPBI) A Stefanus Ridwan menuturkan, akhir tahun memang momen yang tepat   bagi pelaku usaha ritel mendulang pendapatan lebih banyak.
Pada saat ini banyak masyarakat yang mengagendakan untuk belanja   bersama keluarga tersayang. Maka dari itu, terang dia, banyak mal dan   pusat perbelanjaan yang memberikan penawaran program ataupun diskon yang   menarik.
&amp;ldquo;Untuk tahun ini, pengeluaran masyarakat masih besar untuk belanja.   Tetapi memang tidak heboh dan berlebihan karena masyarakat mengetatkan   pengeluaran untuk keperluan yang mendesak,&amp;rdquo; tutur Stefanus.
Dia berharap, iklim ekonomi dan keamanan akhir tahun dapat lebih   kondusif sehingga masyarakat tidak sungkan keluar rumah dan belanja di   toko favoritnya. Pusat belanja juga sebaiknya menata gerainya dengan   lebih cantik agar menarik pengunjung datang dan membelanjakan dananya.   Acara midnight shopping atau belanja tengah malam juga menjadi cara   ampuh pusat perbelanjaan menggaet pengunjung lebih banyak lagi.
&amp;ldquo;Sekarang masyarakat lebih suka datang ke tempat yang menarik   sehingga memberikan pengalaman yang berkesan, tidak hanya harga yang   murah,&amp;rdquo; imbuh Stefanus. Menurut Stefanus, kategori fashion , tiket   pesawat, dan gadget menjadi benda yang paling diincar saat belanja pada   akhir tahun.
Terkait persaingan ritel offline dengan situs online shopping , dia   mengemukakan, setiap platform belanja punya kelebihan dan kekurangannya   masing-masing. Jadi, lanjut Stefanus, sejatinya tak perlu khawatir akan   saling menggerus, justru sebaliknya saling melengkapi.
Online shopping misalnya, kata dia, memiliki kekurangan apabila   barang yang dijual tidak bisa dicoba dan diperiksa secara detail   sehingga bisa saja tidak sesuai ekspektasi pembeli. Masalah kejujuran   penjual dan penipuan di dunia maya juga masih saja marak terjadi yang   membuat masyarakat agak ragu untuk belanja online.
&amp;ldquo;Ritel offline jadi tak perlu takut dengan online shopping. Semua ada   kekurangan dan kelebihan. Yang terpenting adalah memberikan servis   terbaik ke konsumen dan experience yang menarik,&amp;rdquo; sebut Stefanus.
(Rendra Hanggara)</description><content:encoded>JAKARTA - Menjelang akhir tahun, sepertinya menjadi momen bagi masyarakat untuk belanja besar-besaran, bertepatan dengan perayaan Natal dan Tahun Baru serta keluarnya bonus dari kantor. Tak heran, para pengusaha ritel lantas menghadirkan program diskon menarik, tak terkecuali situs online shopping. Online shopping memang menjadi pilihan utama bagi masyarakat beberapa tahun terakhir untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari.
Belanja lewat dunia maya semakin diminati karena dapat menghemat waktu, biaya, dan tenaga, serta harga jual barang yang lebih kompetitif. Apalagi dengan jumlah pengguna smartphone yang terus bertambah dari waktu ke waktu diketahui sejalan dengan peningkatan jumlah pengakses toko online dari web maupun aplikasi.
Mengutip data dari iprice.co.id tentang perilaku konsumen online di Tanah Air, pada 2017 total transaksi belanja di dunia maya mencapai Rp75 triliun. Angka yang fantastis ini baru berasal dari sekitar 24,7 juta konsumen meskipun angka pengguna internet di Indonesia sudah menembus 132,7 juta orang pada awal 2017.
Baca Juga: Harbolnas 2018, Masyarakat Diminta Belanja Produk Lokal
Rata-rata jumlah pengeluaran mereka saat belanja online mencapai USD36 atau Rp481.000, dan bisa meningkat pada momen-momen tertentu seperti akhir tahun. Kenyataan inilah yang membuat sejumlah e-commerce bersatu menyelenggarakan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) setiap 12 Desember yang disebut sebagai pesta belanja online terbesar.
Kegiatan ini menghadirkan program menarik bagi penggila belanja online seperti promo menggiurkan, diskon besar, serta hadiah langsung. Salah satu e-commerce yang mengikuti Harbolnas adalah Shopee.
Perusahaan ecommerce di Asia Tenggara dan Taiwan ini sukses menggelar acara Shopee 12.12 Birthday Sale. Pada 12 Desember lalu, Shopee mencatatkan lebih dari 12 juta transaksi di tujuh negara, melampaui semua rekor yang pernah ada, termasuk Shopee 11.11 Big Sale lalu.

Didukung lebih dari 450.000 merek dan penjual, Shopee dikunjungi lebih dari 48 juta pengguna yang menikmati 60 juta promosi terbaik dari seluruh kategori. Selain itu, in-app game Shopee juga sangat diminati pengguna, yaitu Goyang Shopee yang telah dimainkan 46 juta kali dan Kuis Shopee telah diikuti 11 juta partisipan di tujuh negara.
Bersamaan dengan perayaan Harbolnas dari pencapaian Shopee tersebut, sebanyak 5,4 juta transaksi berasal dari Indonesia. Handphone dan aksesori, kecantikan, serta pakaian wanita merupakan tiga kategori terpopuler dengan brand terkemuka seperti Xiaomi, MamyPoko, dan Maybelline menjadi favorit pengguna Shopee.Chris Feng, CEO Shopee, mengutarakan, Shopee 12.12 Birthday Sale  menandai sejarah baru yang menjadi penutup manis tahun 2018 yang luar  biasa. &amp;ldquo;Menyusul kesuksesan Shopee 11.11 Big Sale pada November dan  Shopee 9.9 Super Shopping Day pada September, ini merupakan kuartal yang  sangat memuaskan karena berhasil melampaui rekor tahun lalu dan  menetapkan tolok ukur baru pada tahun depan,&amp;rdquo; tuturnya.
Senada dengan Shopee, program belanja online akhir tahun 2018 oleh  Blibli.com bertajuk &amp;ldquo;Blibli Histeria Jerat Jerit 10.10, 11.11, 12.12&amp;rdquo;  memperoleh sambutan antusias dengan mencatatkan jumlah customer  bertransaksi meningkat sebanyak 35 kali lipat dibandingkan hari biasa.
Lonjakan ini juga menyebabkan angka jumlah pesanan dan gross  merchandise value (GMV) meningkat masing-masing sebanyak 11 kali lipat  dibandingkan hari biasa. Produk yang dibeli customer secara online  terlihat semakin variatif serta jumlah merchant yang ikut mendapatkan  transaksi juga semakin meningkat.
Baca Juga: Harbolnas 2018, Ini Jam Paling Tepat untuk Belanja Online
Area Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek)  merupakan wilayah asal tertinggi pelanggan yang bertransaksi, yaitu  sebesar 70% dan metode bank transfer menjadi pembayaran terbanyak yang  dipilih oleh customer .
Kusumo Martanto, Chief Executive Officer Blibli.com, mengatakan,  pihaknya sangat mengapresiasi brand maupun merchant partner dan mitra  perbankan yang telah berpartisipasi di program Blibli Histeria Jerat  Jerit 10.10, 11.11, 12.12.
Demikian pula kepada para customer yang telah memilih Blibli.com  sebagai tempat belanja online untuk memenuhi kebutuhan akhir tahun.  Program belanja yang dikemas situs belanja online ini dengan berbagai  penawaran menarik dan gamification nyatanya telah memberikan hasil yang  memuaskan.

&amp;ldquo;Berbagai produk yang dibeli customer menunjukkan bahwa Blibli.com  merupakan ecommerce terpercaya untuk belanja barang asli dan  berkualitas,&amp;rdquo; kata Kusumo.
Kategori handphone dan gadget paling laris dibeli selama promo  belanja online akhir tahun di mana brand yang paling diminati adalah  Samsung dan Xiaomi. Produk groceries dari kategori BlibliMart menjadi  terlaris kedua dengan sabun cuci Sunlight, susu SGM, minyak goreng  Tropical dan Sunco paling banyak dibeli. Untuk kategori produk digital  dan Blibli Travel menempati posisi ketiga dan keempat paling laris  dibeli selama promosi berlangsung.
Pigeon paling dicari customer untuk kategori Ibu &amp;amp; Anak ,  sementara Fossil dan Brodo terlaris di kategori Fashion. Adapun brand  Polytron menjadi salah satu incaran customer di kategori Peralatan  Elektronik, sedangkan brand Yamaha merupakan produk paling laris di  kategori Automotif .
Produk-produk untuk memaksimalkan hobi juga banyak diminati, meliputi  kategori Kamera dengan brand Fujifilm, aktivitas Olahraga dan Luar  Ruang dengan official store NBA Store paling diminati, disusul brand  Nike, Adidas, dan Puma. Sementara Zyo dan Lojel mendominasi di kategori  Home &amp;amp; Living. Momentum pesta belanja online akhir tahun ini juga  digunakan Blibli.com untuk mendukung produk lokal, khususnya produk  UMKM.&amp;ldquo;Hal ini kami wujudkan dengan mendedikasikan satu hari khusus yang   bertema Fun Weekend Deal Produk Lokal yang berisi banyak penawaran   menarik untuk berbagai produk buatan dalam negeri.
Promo belanja online akhir tahun memang menjadi kesempatan customer   mencari produk dari berbagai brand ,&amp;rdquo; tutur Kusumo. Produk lokal yang   tersedia di kategori Galeri Indonesia juga menarik perhatian para   customer selama program berlangsung.
Karya anak bangsa tersebut meliputi Pineleaf, The Olive House, dan   Ame Raincoat yang juga merupakan finalis Top 20 The Big Start Indonesia   Season 3 , adalah brand paling laris dibeli. Sementara itu, Ketua Umum   Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (DPP   APPBI) A Stefanus Ridwan menuturkan, akhir tahun memang momen yang tepat   bagi pelaku usaha ritel mendulang pendapatan lebih banyak.
Pada saat ini banyak masyarakat yang mengagendakan untuk belanja   bersama keluarga tersayang. Maka dari itu, terang dia, banyak mal dan   pusat perbelanjaan yang memberikan penawaran program ataupun diskon yang   menarik.
&amp;ldquo;Untuk tahun ini, pengeluaran masyarakat masih besar untuk belanja.   Tetapi memang tidak heboh dan berlebihan karena masyarakat mengetatkan   pengeluaran untuk keperluan yang mendesak,&amp;rdquo; tutur Stefanus.
Dia berharap, iklim ekonomi dan keamanan akhir tahun dapat lebih   kondusif sehingga masyarakat tidak sungkan keluar rumah dan belanja di   toko favoritnya. Pusat belanja juga sebaiknya menata gerainya dengan   lebih cantik agar menarik pengunjung datang dan membelanjakan dananya.   Acara midnight shopping atau belanja tengah malam juga menjadi cara   ampuh pusat perbelanjaan menggaet pengunjung lebih banyak lagi.
&amp;ldquo;Sekarang masyarakat lebih suka datang ke tempat yang menarik   sehingga memberikan pengalaman yang berkesan, tidak hanya harga yang   murah,&amp;rdquo; imbuh Stefanus. Menurut Stefanus, kategori fashion , tiket   pesawat, dan gadget menjadi benda yang paling diincar saat belanja pada   akhir tahun.
Terkait persaingan ritel offline dengan situs online shopping , dia   mengemukakan, setiap platform belanja punya kelebihan dan kekurangannya   masing-masing. Jadi, lanjut Stefanus, sejatinya tak perlu khawatir akan   saling menggerus, justru sebaliknya saling melengkapi.
Online shopping misalnya, kata dia, memiliki kekurangan apabila   barang yang dijual tidak bisa dicoba dan diperiksa secara detail   sehingga bisa saja tidak sesuai ekspektasi pembeli. Masalah kejujuran   penjual dan penipuan di dunia maya juga masih saja marak terjadi yang   membuat masyarakat agak ragu untuk belanja online.
&amp;ldquo;Ritel offline jadi tak perlu takut dengan online shopping. Semua ada   kekurangan dan kelebihan. Yang terpenting adalah memberikan servis   terbaik ke konsumen dan experience yang menarik,&amp;rdquo; sebut Stefanus.
(Rendra Hanggara)</content:encoded></item></channel></rss>
