<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rampung, Bendungan Logung Bisa Mengairi 5.296 Ha Sawah</title><description>Bendungan Lodung di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Kini proyek tersebut sudah rampung</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/12/19/320/1993434/rampung-bendungan-logung-bisa-mengairi-5-296-ha-sawah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/12/19/320/1993434/rampung-bendungan-logung-bisa-mengairi-5-296-ha-sawah"/><item><title>Rampung, Bendungan Logung Bisa Mengairi 5.296 Ha Sawah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/12/19/320/1993434/rampung-bendungan-logung-bisa-mengairi-5-296-ha-sawah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/12/19/320/1993434/rampung-bendungan-logung-bisa-mengairi-5-296-ha-sawah</guid><pubDate>Rabu 19 Desember 2018 15:15 WIB</pubDate><dc:creator>Jamilah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/12/19/320/1993434/rampung-bendungan-logung-bisa-mengairi-5-296-ha-sawah-Hlu37UXcNo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bendungan Logung (Foto: Kementerian PUPR)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/12/19/320/1993434/rampung-bendungan-logung-bisa-mengairi-5-296-ha-sawah-Hlu37UXcNo.jpg</image><title>Bendungan Logung (Foto: Kementerian PUPR)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengapresiasi Pemerintah Daerah dan masyarakat yang telah mendukung Bendungan Lodung di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Kini proyek tersebut sudah rampung.
Dibangun sejak Desember 2014, nilai kontrak Bendungan Logung sebesar Rp620 miliar. Bendungan ini pun siap pengisian awal (impounding). Bendungan Logung memiliki kapasitas tampung sebanyak 20,15 juta m3 dan bisa mengairi irigasi seluas 5.296 hektare (ha).
Baca Juga: Sudah 96%, Bendungan Gondang Siap Digunakan Akhir Tahun

Mengutip keterangan Kementerian PUPR, Jakarta, Rabu(19/12/2018), bendungan ini sangat ditunggu oleh masyarakat karena telah sejak lama direncanakan. Bendungan Lodung  juga memiliki potensi energi listrik serta sebagai destinasi wisata baru di Kota Kretek.
Baca Juga: Sudah 3 Tahun Bendungan Jatigede Mengairi 90.000 Ha Sawah

Lalu untuk menjaga kualitas air bendungan, perikanan kerambah akan dilarang namun tidak untuk perikanan tangkap.
Selain memungkinkan para petani untuk panen dua musim tanam padi dan satu kali musim tanam palawija, Bendungan Logung juga menyuplai air baku dan mengurangi banjir yang selama ini dialami masyarakat di Kecamatan Jekulo dan sekitarnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengapresiasi Pemerintah Daerah dan masyarakat yang telah mendukung Bendungan Lodung di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Kini proyek tersebut sudah rampung.
Dibangun sejak Desember 2014, nilai kontrak Bendungan Logung sebesar Rp620 miliar. Bendungan ini pun siap pengisian awal (impounding). Bendungan Logung memiliki kapasitas tampung sebanyak 20,15 juta m3 dan bisa mengairi irigasi seluas 5.296 hektare (ha).
Baca Juga: Sudah 96%, Bendungan Gondang Siap Digunakan Akhir Tahun

Mengutip keterangan Kementerian PUPR, Jakarta, Rabu(19/12/2018), bendungan ini sangat ditunggu oleh masyarakat karena telah sejak lama direncanakan. Bendungan Lodung  juga memiliki potensi energi listrik serta sebagai destinasi wisata baru di Kota Kretek.
Baca Juga: Sudah 3 Tahun Bendungan Jatigede Mengairi 90.000 Ha Sawah

Lalu untuk menjaga kualitas air bendungan, perikanan kerambah akan dilarang namun tidak untuk perikanan tangkap.
Selain memungkinkan para petani untuk panen dua musim tanam padi dan satu kali musim tanam palawija, Bendungan Logung juga menyuplai air baku dan mengurangi banjir yang selama ini dialami masyarakat di Kecamatan Jekulo dan sekitarnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
