<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mentan: Penyuluh Adalah Pahlawan Pertanian Indonesia</title><description>Menteri Pertanian Amran Sulaiman memuji Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan tenaga teknis pertanian.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/12/20/320/1993911/mentan-penyuluh-adalah-pahlawan-pertanian-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/12/20/320/1993911/mentan-penyuluh-adalah-pahlawan-pertanian-indonesia"/><item><title>Mentan: Penyuluh Adalah Pahlawan Pertanian Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/12/20/320/1993911/mentan-penyuluh-adalah-pahlawan-pertanian-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/12/20/320/1993911/mentan-penyuluh-adalah-pahlawan-pertanian-indonesia</guid><pubDate>Kamis 20 Desember 2018 14:48 WIB</pubDate><dc:creator>Ade Rachma Unzilla </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/12/20/320/1993911/mentan-penyuluh-adalah-pahlawan-pertanian-indonesia-mnyfVHvnxY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Mentan (Dok Kementan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/12/20/320/1993911/mentan-penyuluh-adalah-pahlawan-pertanian-indonesia-mnyfVHvnxY.jpg</image><title>Foto: Mentan (Dok Kementan)</title></images><description>BOGOR - Menteri Pertanian Amran Sulaiman memuji Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan tenaga teknis pertanian sebagai pahlawan pertanian Indonesia.

Apresiasi ini disampaikan Menteri Pertanian Amran Sulaiman, dalam Temu Koordinasi Nasional Penyuluh dan Tenaga Teknis Pertanian Tahun 2018, di IPB International Convention Centre, Bogor, Jawa Barat, Kamis (20/12/2018).

&quot;Ini adalah pahlawan-pahlawan pangan yang hadir di tempat ini. Kondisi ketahanan pangan kita berada di tangan para tenaga penyuluh,&quot; ujar Amran di hadapan sedikitnya 1.000 penyuluh dan tenaga teknis pertanian yang hadir.
&amp;nbsp;
Amran bercerita pengalamannya saat pernah menjadi PPL, berjuang di lapangan bersama petani di bawah terik matahari, diguyur hujan, mengabdi tanpa pamrih.

&quot;Kami tahu perjuangan PPL, kami juga pernah jadi penyuluh. Karena Allah tahu pentingnya PPL, maka ditakdirkan menterinya dari penyuluh,&quot; kata Amran.
&amp;nbsp;Baca Juga: Kesetaraan Gender di Sektor Pertanian, Kementan Raih Parahita Ekapraya 2018
Amran kemudian berpesan, agar memiliki daya saing dan memberi manfaat lebih luas bagi pembangunan pertanian Indonesia, Penyuluh pertanian harus inovatif.

Dia berbagi pengalaman, bagaimana temuan-temuannya untuk membasmi hama tanaman pertanian telah memberikan banyak manfaat. Bahkan juga membuatnya mendapatkan banyak apresiasi dan pencapaian.

&quot;Kami dulu ciptakan racun tikus namanya Tiran, Anda kenal? Tiran artinya tikus mati diracun Amran. Itu kreasi saya. Jadi PPL harus inovatif. Dulu saya jual enggak laku. Lalu saya berikan gratis juga enggak mau. Begitu sulitnya menyuluh,&quot; cerita Amran.
&amp;nbsp;
Amran melanjutkan cerita pengalamannya, membasmi ribuan hama babi yang mengganggu tanaman pertanian warga. Dia memulai dengan melakukan riset makanan yang disenangi babi, untuk kemudian dijadikan umpan.

&quot;Saya kasih telur, ndak suka. Saya kasih tikus, ndak mau. Saya kasih kepiting, nah baru dia suka. Saya kasih dulu 3 kali, berikutnya baru kita bawakan kepiting satu truk yang sudah diracun. Saya kondisikan semua warga agar yang punya anjing pemburu semua diikat,&quot; lanjut Amran.
&amp;nbsp;Baca Juga: Kementan Garap Lahan Rawa di Pulau Sumatera, Kalimantan dan Papua
Hasilnya, 2 ribu lebih ekor babi hama tanaman mati. Karena diumpan bersamaan, maka tidak ada kesempatan hewan babi untuk memberi tahu yang lainnya bahwa mereka sedang diberi umpan racun.

&quot;Dua ribu lebih hama babi mati dengan racun kepiting. Ini membuat saya mendapatkan kenaikan pangkat menabrak ketentuan, 6 kali dalam 4 tahun,&quot; kenangnya.

Memberi semangat pada penyuluh, Amran kembali berseru bahwa pencapaian yang diraihnya juga bisa diraih para penyuluh.

&quot;Karena saya mampu berdiri di sini, dan saya juga dulu PPL, maka kalian juga bisa. Bisa?&quot;, pungkas Amran menyemangati.

Pencapaian Hasil Perjuangan Bersama

Selain menyemangati, Menteri Amran juga memberi penghargaan pada para  penyuluh. Atas perjuangan yang dilakukan bersama dengan dukungan  penyuluh sebagai garda terdepan, pembangunan sektor pertanian meraih  sejumlah prestasi yang membanggakan.

&quot;Perjuangan kalian ada hasilnya. Saat jadi Menteri di tahun 2014,  inflasi pangan 10,57%. Berkat dukungan kalian semua, tahun ini kita  mencapai angka inflasi pangan terbaik 1,26%,&quot; jelas Amran.

Dia melanjutkan, dengan jerih payah penyuluh di lapangan, Ekspor  pangan Indonesia naik 29,7%. Investasi pertanian naik 110%, dengan total  nilai Rp270,1 triliun. Begitupula PDB pertanian naik 47,2%, dengan  akumulasi kenaikan mencapai Rp1.375,2 Triliun.

Sementara Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Usaha Petani  (NTUP) - dua indikator kesejahteraan petani - sepanjang 2014-2018  mengalami kenaikan. NTUP naik 5,39% NTP naik 0,22%.
&amp;nbsp;
 
Temu Penyuluh Sebagai Investasi Sumberdaya Manusia Pertanian

Sesuai tema yang diusungnya, Temu Koordinasi Nasional Penyuluh dan  Tenaga Teknis Pertanian 2018, digelar untuk Meningkatkan Kinerja dan  Daya Saing Melalui Pembangunan Sumber Daya Manusia Pertanian.

Hal ini sesuai pesan Presiden Joko Widodo, bahwa fokus Pemerintah di  tahun 2019 pada investasi sumberdaya manusia. Sebagai tahapan besar  selanjutnya, setelah percepatan pembangunan infrastruktur berjalan dan  mulai banyak diselesaikan.

Dan Penyuluh Pertanian serta Tenaga Teknis Pertanian, merupakan garda  terdepan dalam mengawal kegiatan strategis Kementerian Pertanian  (Kementan). Seperti Upaya Khusus Padi, Jagung dan Kedelai (Upsus  Pajale), Sapi Indukan Wajib Bunting (Siwab), Optimalisasi Pemanfaatan  Alsintan (Opsin), Program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja),  dan Program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi).

Untuk mensukseskan kegiatan strategis tersebut dan mensosialisasikan 4  (empat) tahun keberhasilan kinerja pemerintah dan Kementerian Pertanian  melalui pembangunan sumber daya manusia, maka diperlukan adanya  dukungan kinerja Penyuluh Pertanian dan tenaga teknis pertanian.

Kegiatan ini juga sebagai wujud apresiasi pemerintah kepada para  Penyuluh Pertanian dan Tenaga Teknis Pertanian, yang telah diakui tugas  dan perannya dalam mendampingi para petani dan kelompok tani di  lapangan.

Temu Penyuluh dihadiri sedikitnya 1.000 orang tenaga lapangan,  terdiri atas : Perwakilan Penyuluh Pertanian se- Indonesia sebanyak 775  orang; Perwakilan Tenaga Harian Lepas Medik/Paramedik Veteriner sebanyak  68 orang; Perwakilan Tenaga TKP Perkebunan sebanyak 85 orang; dan  Perwakilan Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman-Pengamat Hama  Penyakit sebanyak 72 orang.

Setelah Menteri Pertanian memberikan arahan, para Direktur Jenderal  Teknis seperti Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Direktur Jenderal  Hortikultura, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan dan  Direktur Jenderal Perkebunan menyampaikan capaian kinerja masing-masing  sub sektor yang mendukung keberhasilan pembangunan pertanian.</description><content:encoded>BOGOR - Menteri Pertanian Amran Sulaiman memuji Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan tenaga teknis pertanian sebagai pahlawan pertanian Indonesia.

Apresiasi ini disampaikan Menteri Pertanian Amran Sulaiman, dalam Temu Koordinasi Nasional Penyuluh dan Tenaga Teknis Pertanian Tahun 2018, di IPB International Convention Centre, Bogor, Jawa Barat, Kamis (20/12/2018).

&quot;Ini adalah pahlawan-pahlawan pangan yang hadir di tempat ini. Kondisi ketahanan pangan kita berada di tangan para tenaga penyuluh,&quot; ujar Amran di hadapan sedikitnya 1.000 penyuluh dan tenaga teknis pertanian yang hadir.
&amp;nbsp;
Amran bercerita pengalamannya saat pernah menjadi PPL, berjuang di lapangan bersama petani di bawah terik matahari, diguyur hujan, mengabdi tanpa pamrih.

&quot;Kami tahu perjuangan PPL, kami juga pernah jadi penyuluh. Karena Allah tahu pentingnya PPL, maka ditakdirkan menterinya dari penyuluh,&quot; kata Amran.
&amp;nbsp;Baca Juga: Kesetaraan Gender di Sektor Pertanian, Kementan Raih Parahita Ekapraya 2018
Amran kemudian berpesan, agar memiliki daya saing dan memberi manfaat lebih luas bagi pembangunan pertanian Indonesia, Penyuluh pertanian harus inovatif.

Dia berbagi pengalaman, bagaimana temuan-temuannya untuk membasmi hama tanaman pertanian telah memberikan banyak manfaat. Bahkan juga membuatnya mendapatkan banyak apresiasi dan pencapaian.

&quot;Kami dulu ciptakan racun tikus namanya Tiran, Anda kenal? Tiran artinya tikus mati diracun Amran. Itu kreasi saya. Jadi PPL harus inovatif. Dulu saya jual enggak laku. Lalu saya berikan gratis juga enggak mau. Begitu sulitnya menyuluh,&quot; cerita Amran.
&amp;nbsp;
Amran melanjutkan cerita pengalamannya, membasmi ribuan hama babi yang mengganggu tanaman pertanian warga. Dia memulai dengan melakukan riset makanan yang disenangi babi, untuk kemudian dijadikan umpan.

&quot;Saya kasih telur, ndak suka. Saya kasih tikus, ndak mau. Saya kasih kepiting, nah baru dia suka. Saya kasih dulu 3 kali, berikutnya baru kita bawakan kepiting satu truk yang sudah diracun. Saya kondisikan semua warga agar yang punya anjing pemburu semua diikat,&quot; lanjut Amran.
&amp;nbsp;Baca Juga: Kementan Garap Lahan Rawa di Pulau Sumatera, Kalimantan dan Papua
Hasilnya, 2 ribu lebih ekor babi hama tanaman mati. Karena diumpan bersamaan, maka tidak ada kesempatan hewan babi untuk memberi tahu yang lainnya bahwa mereka sedang diberi umpan racun.

&quot;Dua ribu lebih hama babi mati dengan racun kepiting. Ini membuat saya mendapatkan kenaikan pangkat menabrak ketentuan, 6 kali dalam 4 tahun,&quot; kenangnya.

Memberi semangat pada penyuluh, Amran kembali berseru bahwa pencapaian yang diraihnya juga bisa diraih para penyuluh.

&quot;Karena saya mampu berdiri di sini, dan saya juga dulu PPL, maka kalian juga bisa. Bisa?&quot;, pungkas Amran menyemangati.

Pencapaian Hasil Perjuangan Bersama

Selain menyemangati, Menteri Amran juga memberi penghargaan pada para  penyuluh. Atas perjuangan yang dilakukan bersama dengan dukungan  penyuluh sebagai garda terdepan, pembangunan sektor pertanian meraih  sejumlah prestasi yang membanggakan.

&quot;Perjuangan kalian ada hasilnya. Saat jadi Menteri di tahun 2014,  inflasi pangan 10,57%. Berkat dukungan kalian semua, tahun ini kita  mencapai angka inflasi pangan terbaik 1,26%,&quot; jelas Amran.

Dia melanjutkan, dengan jerih payah penyuluh di lapangan, Ekspor  pangan Indonesia naik 29,7%. Investasi pertanian naik 110%, dengan total  nilai Rp270,1 triliun. Begitupula PDB pertanian naik 47,2%, dengan  akumulasi kenaikan mencapai Rp1.375,2 Triliun.

Sementara Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Usaha Petani  (NTUP) - dua indikator kesejahteraan petani - sepanjang 2014-2018  mengalami kenaikan. NTUP naik 5,39% NTP naik 0,22%.
&amp;nbsp;
 
Temu Penyuluh Sebagai Investasi Sumberdaya Manusia Pertanian

Sesuai tema yang diusungnya, Temu Koordinasi Nasional Penyuluh dan  Tenaga Teknis Pertanian 2018, digelar untuk Meningkatkan Kinerja dan  Daya Saing Melalui Pembangunan Sumber Daya Manusia Pertanian.

Hal ini sesuai pesan Presiden Joko Widodo, bahwa fokus Pemerintah di  tahun 2019 pada investasi sumberdaya manusia. Sebagai tahapan besar  selanjutnya, setelah percepatan pembangunan infrastruktur berjalan dan  mulai banyak diselesaikan.

Dan Penyuluh Pertanian serta Tenaga Teknis Pertanian, merupakan garda  terdepan dalam mengawal kegiatan strategis Kementerian Pertanian  (Kementan). Seperti Upaya Khusus Padi, Jagung dan Kedelai (Upsus  Pajale), Sapi Indukan Wajib Bunting (Siwab), Optimalisasi Pemanfaatan  Alsintan (Opsin), Program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja),  dan Program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi).

Untuk mensukseskan kegiatan strategis tersebut dan mensosialisasikan 4  (empat) tahun keberhasilan kinerja pemerintah dan Kementerian Pertanian  melalui pembangunan sumber daya manusia, maka diperlukan adanya  dukungan kinerja Penyuluh Pertanian dan tenaga teknis pertanian.

Kegiatan ini juga sebagai wujud apresiasi pemerintah kepada para  Penyuluh Pertanian dan Tenaga Teknis Pertanian, yang telah diakui tugas  dan perannya dalam mendampingi para petani dan kelompok tani di  lapangan.

Temu Penyuluh dihadiri sedikitnya 1.000 orang tenaga lapangan,  terdiri atas : Perwakilan Penyuluh Pertanian se- Indonesia sebanyak 775  orang; Perwakilan Tenaga Harian Lepas Medik/Paramedik Veteriner sebanyak  68 orang; Perwakilan Tenaga TKP Perkebunan sebanyak 85 orang; dan  Perwakilan Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman-Pengamat Hama  Penyakit sebanyak 72 orang.

Setelah Menteri Pertanian memberikan arahan, para Direktur Jenderal  Teknis seperti Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Direktur Jenderal  Hortikultura, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan dan  Direktur Jenderal Perkebunan menyampaikan capaian kinerja masing-masing  sub sektor yang mendukung keberhasilan pembangunan pertanian.</content:encoded></item></channel></rss>
