<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dibutuhkan Rp150 Miliar Bangun Kembali Tanjung Lesung Pasca-Tsunami</title><description>Namun jika dari hitung-hitungannya dia memperkirakan total nilai kerusakan yang diakibatkan dari bencana tersebut mencapai Rp150 miliar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/12/24/320/1995484/dibutuhkan-rp150-miliar-bangun-kembali-tanjung-lesung-pasca-tsunami</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/12/24/320/1995484/dibutuhkan-rp150-miliar-bangun-kembali-tanjung-lesung-pasca-tsunami"/><item><title>Dibutuhkan Rp150 Miliar Bangun Kembali Tanjung Lesung Pasca-Tsunami</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/12/24/320/1995484/dibutuhkan-rp150-miliar-bangun-kembali-tanjung-lesung-pasca-tsunami</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/12/24/320/1995484/dibutuhkan-rp150-miliar-bangun-kembali-tanjung-lesung-pasca-tsunami</guid><pubDate>Senin 24 Desember 2018 16:29 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/12/24/320/1995484/dibutuhkan-rp150-miliar-bangun-kembali-tanjung-lesung-pasca-tsunami-IZsxyuTiWQ.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Konferensi Pers PT Jababeka (Foto:Giri/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/12/24/320/1995484/dibutuhkan-rp150-miliar-bangun-kembali-tanjung-lesung-pasca-tsunami-IZsxyuTiWQ.jpeg</image><title>Konferensi Pers PT Jababeka (Foto:Giri/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Tsunami yang terjadi di Selat Sunda menimbulkan dampak kerusakan yang cukup besar di objek wisata Tanjung Lesung. Apalagi objek wisata tersebut juga menjadi tempat yang paling dekat dengan terjadinya bencana alam tersebut.
Direktur Utama PT Jababeka Tbk Setyono Djuandi Darmono mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan perhitungan terhadap total nilai kerusakan yang diakibatkan bencana tsunami tersebut. Namun jika dari hitung-hitungannya dia memperkirakan total nilai kerusakan yang diakibatkan dari bencana tersebut mencapai Rp150 miliar.
&quot;Ya kalau perlu dibangun kembali gedung-gedeung itu perlu barangkali Rp150 miliar, kurang lebih lah,&quot; ujarnya dalam acara konfrensi pers di Menara Batavia, Jakarta, Senin (24/12/2018).

Menurut Darmono, jumlah tersebut merupakan hasil pengamatan mata dirinya di lapangan, di mana ada 30% gedung yang mengalami kerusakan parah dan 70% di antaranya hanya rusak ringan. Namun jika data secara rincinya, Darmono mengaku belum memiliki datanya karena masih harus menghitungnya secra detil.
&quot;Yang dikelola PT Banten West Java ya, itu gedungnya kurang lebih 30%, yang 70% tinggal dibersihkan tinggal diperbaiki lagi, tapi juga itu baru pandangan mata belum dihitung secara detail,&quot; jelasnya.
Selain itu lanjut Darmono, jumlah tersebut juga sudah termasuk uang yang harus dibayarkan untuk santunan korban. Tak hanya itu total kerugian itu juga sudah mencakup rusaknya peralatan-peralatan penunjang seperti kapal-kapal dan masih banyak lagi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8xMi8yMy8xLzExNzkxNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Itu diperkirakan kerugian terjadi saat ini Tanjung Lesung, dan peralatan dan santunan keluarga dan karyawan,&quot;jelasnya.

Khusus kerusukan gedung sendiri nantinya akan ditanggung oleh pihak asuransi sepenuhnya. Sehingga lanjut Darmono, pihaknya tidak khawatir dan pusing mengenai biaya besar yang harus dikeluarkan.
&quot;Saya kira kerusakan-kerusakan belum bisa diperkirakan jadi semua gedung diasuransikan,&quot; kata Darmono</description><content:encoded>JAKARTA - Tsunami yang terjadi di Selat Sunda menimbulkan dampak kerusakan yang cukup besar di objek wisata Tanjung Lesung. Apalagi objek wisata tersebut juga menjadi tempat yang paling dekat dengan terjadinya bencana alam tersebut.
Direktur Utama PT Jababeka Tbk Setyono Djuandi Darmono mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan perhitungan terhadap total nilai kerusakan yang diakibatkan bencana tsunami tersebut. Namun jika dari hitung-hitungannya dia memperkirakan total nilai kerusakan yang diakibatkan dari bencana tersebut mencapai Rp150 miliar.
&quot;Ya kalau perlu dibangun kembali gedung-gedeung itu perlu barangkali Rp150 miliar, kurang lebih lah,&quot; ujarnya dalam acara konfrensi pers di Menara Batavia, Jakarta, Senin (24/12/2018).

Menurut Darmono, jumlah tersebut merupakan hasil pengamatan mata dirinya di lapangan, di mana ada 30% gedung yang mengalami kerusakan parah dan 70% di antaranya hanya rusak ringan. Namun jika data secara rincinya, Darmono mengaku belum memiliki datanya karena masih harus menghitungnya secra detil.
&quot;Yang dikelola PT Banten West Java ya, itu gedungnya kurang lebih 30%, yang 70% tinggal dibersihkan tinggal diperbaiki lagi, tapi juga itu baru pandangan mata belum dihitung secara detail,&quot; jelasnya.
Selain itu lanjut Darmono, jumlah tersebut juga sudah termasuk uang yang harus dibayarkan untuk santunan korban. Tak hanya itu total kerugian itu juga sudah mencakup rusaknya peralatan-peralatan penunjang seperti kapal-kapal dan masih banyak lagi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8xMi8yMy8xLzExNzkxNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Itu diperkirakan kerugian terjadi saat ini Tanjung Lesung, dan peralatan dan santunan keluarga dan karyawan,&quot;jelasnya.

Khusus kerusukan gedung sendiri nantinya akan ditanggung oleh pihak asuransi sepenuhnya. Sehingga lanjut Darmono, pihaknya tidak khawatir dan pusing mengenai biaya besar yang harus dikeluarkan.
&quot;Saya kira kerusakan-kerusakan belum bisa diperkirakan jadi semua gedung diasuransikan,&quot; kata Darmono</content:encoded></item></channel></rss>
