<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jadi Emiten Penutup Tahun, Saham Phapros Stagnan</title><description>PT Phapros Tbk resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pagi hari ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/12/26/278/1996002/jadi-emiten-penutup-tahun-saham-phapros-stagnan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/12/26/278/1996002/jadi-emiten-penutup-tahun-saham-phapros-stagnan"/><item><title>Jadi Emiten Penutup Tahun, Saham Phapros Stagnan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/12/26/278/1996002/jadi-emiten-penutup-tahun-saham-phapros-stagnan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/12/26/278/1996002/jadi-emiten-penutup-tahun-saham-phapros-stagnan</guid><pubDate>Rabu 26 Desember 2018 11:05 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/12/26/278/1996002/jadi-emiten-penutup-tahun-saham-phapros-stagnan-nBsbMO1RNJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Giri Hartomo</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/12/26/278/1996002/jadi-emiten-penutup-tahun-saham-phapros-stagnan-nBsbMO1RNJ.jpg</image><title>Foto: Giri Hartomo</title></images><description>JAKARTA - PT Phapros Tbk resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pagi hari ini. Perusahaan dengan kode saham PEHA merupakan perusahaan ke-57 dan emiten ke-619 yang melakukan penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) di BEI.

Harga saham PEHA pada saat pembukaan perdagangan di BEI pukul 09.00 WIB relatif stagnan dari Rp1.198 per lembar saham menjadi Rp1.200 per lembar saham.  Tidak ada volume perdagangan saham di pasar reguler hingga waktu tersebut. Frekuensi perdagangan saham bernominal Rp 100 per lembar saham itu juga stagnan.

Perseroan menawarkan saham 840.000.000 saham baru dengan harga pembukaan Rp 1.198 per saham.
&amp;nbsp;Baca Juga: Phapros Siap Melantai di BEI Hari Ini
Dengan nilai tersebut, total nilai pencatatan saham baru mencapai Rp 201,32 miliar. Dalam IPO tersebut, adapun penjamin pelaksana emisi efek perseroan yaitu PT Bahana Sekuritas.

Direktur Utama Phapros Barokah Sri Utami mengatakan, keputusan IPO didasari beberapa pertimbangan. Salah satu diantaranya ialah disebabkan seiring dengan kinerja perusahaan yang sedang tumbuh.

Berdasarkan Iaporan keuangan audit per September 2018, kinerja perseroan mengalami pertumbuhan yang signifikan ditandai dengan raihan pendapatan sebesar Rp697 miliar atau meningkat 8,8% dibanding pendapatan periode yang sama pada tahun Ialu.

Sedangkan di sisi laba bersih perseroan mengalami pertumbuhan yang jauh lebih tinggi. Berdasarkan laporan keuangan laporan perusahaan hingga September 2018 mencapai 33,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

&quot;Per September 2018, Perseroan membukukan laba sebesar Rp96 miliar. Hal ini sesuai harapan komisaris dan direksi  untuk growing double digit,&quot; ujarnya dalam acara pencatatan perdana saham di Gedung BEI, Rabu (26/12/2018).
&amp;nbsp;Baca Juga: Jelang Akhir Tahun, Investor Asing Jual Bersih Rp51,6 Triliun
Menurut wanita yang akrab disapa Emmy, sebelumnya Phapros adalah perusahaan Tbk non-listed di mana saham Phapros belum tercatatkan di Bursa Efek Indonesia. Sehingga mekanisme jual beli saham selama ini melalui pasar konvensional.

&amp;ldquo;Hal tersebut mengakibatkan harga saham tidak memiliki standar dan patokan yang jelas. Dengan pencatatan saham di BEI harga saham Phapros kini terstandarisasi,&amp;rdquo; jelasnya.

Sebagai informasi, sebelumnya Perseroan telah mengakuisisi perusahaan farmasi PT Lucas Djaja dan entitas anak yang berlokasi di Bandung. Perusahaan menandatangani perjanjian jual-beli saham dengan Lucas Djaja Group 55% saham Lucas Djaja.

Melalui kerja sama tersebut, Perseroan menargetkan penambahan kapasitas produksi menjadi 5 miliar tablet atau bertambah sekitar seperempat dari kapasitas produksi sebelumnya sebanyak 4 miliar tablet.

</description><content:encoded>JAKARTA - PT Phapros Tbk resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pagi hari ini. Perusahaan dengan kode saham PEHA merupakan perusahaan ke-57 dan emiten ke-619 yang melakukan penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) di BEI.

Harga saham PEHA pada saat pembukaan perdagangan di BEI pukul 09.00 WIB relatif stagnan dari Rp1.198 per lembar saham menjadi Rp1.200 per lembar saham.  Tidak ada volume perdagangan saham di pasar reguler hingga waktu tersebut. Frekuensi perdagangan saham bernominal Rp 100 per lembar saham itu juga stagnan.

Perseroan menawarkan saham 840.000.000 saham baru dengan harga pembukaan Rp 1.198 per saham.
&amp;nbsp;Baca Juga: Phapros Siap Melantai di BEI Hari Ini
Dengan nilai tersebut, total nilai pencatatan saham baru mencapai Rp 201,32 miliar. Dalam IPO tersebut, adapun penjamin pelaksana emisi efek perseroan yaitu PT Bahana Sekuritas.

Direktur Utama Phapros Barokah Sri Utami mengatakan, keputusan IPO didasari beberapa pertimbangan. Salah satu diantaranya ialah disebabkan seiring dengan kinerja perusahaan yang sedang tumbuh.

Berdasarkan Iaporan keuangan audit per September 2018, kinerja perseroan mengalami pertumbuhan yang signifikan ditandai dengan raihan pendapatan sebesar Rp697 miliar atau meningkat 8,8% dibanding pendapatan periode yang sama pada tahun Ialu.

Sedangkan di sisi laba bersih perseroan mengalami pertumbuhan yang jauh lebih tinggi. Berdasarkan laporan keuangan laporan perusahaan hingga September 2018 mencapai 33,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

&quot;Per September 2018, Perseroan membukukan laba sebesar Rp96 miliar. Hal ini sesuai harapan komisaris dan direksi  untuk growing double digit,&quot; ujarnya dalam acara pencatatan perdana saham di Gedung BEI, Rabu (26/12/2018).
&amp;nbsp;Baca Juga: Jelang Akhir Tahun, Investor Asing Jual Bersih Rp51,6 Triliun
Menurut wanita yang akrab disapa Emmy, sebelumnya Phapros adalah perusahaan Tbk non-listed di mana saham Phapros belum tercatatkan di Bursa Efek Indonesia. Sehingga mekanisme jual beli saham selama ini melalui pasar konvensional.

&amp;ldquo;Hal tersebut mengakibatkan harga saham tidak memiliki standar dan patokan yang jelas. Dengan pencatatan saham di BEI harga saham Phapros kini terstandarisasi,&amp;rdquo; jelasnya.

Sebagai informasi, sebelumnya Perseroan telah mengakuisisi perusahaan farmasi PT Lucas Djaja dan entitas anak yang berlokasi di Bandung. Perusahaan menandatangani perjanjian jual-beli saham dengan Lucas Djaja Group 55% saham Lucas Djaja.

Melalui kerja sama tersebut, Perseroan menargetkan penambahan kapasitas produksi menjadi 5 miliar tablet atau bertambah sekitar seperempat dari kapasitas produksi sebelumnya sebanyak 4 miliar tablet.

</content:encoded></item></channel></rss>
